Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Hukuman untuk Jung


__ADS_3

Bae dan Andrea telah sampai di kamar mereka. Namun Bae tiba-tiba ingin makan kue ikan lagi, jadi Andrea kembali mengantarkan si kecil ke lantai bawah.


"Kita nggak pindah selama nya kan sayang? kita cuman tinggal sementara kan di sana?," bertanya sembari mengacak rambut nya yang masih basah.


"Iya sayang, tapi kalau mau selama nya juga nggak papa sih. Aku sebagai istri solehah patuh apa kata kamu aja," bermanja Andrea senderan di bahu Jung. Masih toples, habis mandi pula. Wangi mentol nya bikin Andrea deg-deg an. Pengen di terkam waktu nya mepet sama jam ngajar suami. Mana pak suami ini seperti sengaja ngumbar aurat di depan istri"Godaan ini begitu indah ya Tuhan." pekik batin Andrea .


Seringai senyum tergambar di wajah Jung. Mendapat tatapan mesum dari Andrea, Jung beranjak berjalan menuju kamar mandi lagi .


"Lho, kok ke kamar mandi lagi? kebelet?."


"Mau ambil ember!," sahut Jung dengan Nada mengejek.


"Buat apa? atap nya bocor?."


"Buat nadah iler kamu yang bocor!!," Jung memutar arah ke ruang pakaian, dia cukup puas menggoda sang istri.


"Jung~~~~," seru Andrea malu.


"Dasar kucing betina, baru juga lihat dada ayam dikit, sudah melongo aja. Lap-in iler nya sayang, kalau menetes kan bahaya,, iler kucing betina ada virus nya."


"Asem!!," spontan Andrea mengelap tepi bibir nya. Nggak ada iler tuh, Jung ngintip di balik ruang pakaian dengan wajah nyengir-nyengir kuda.


Nggak perlu waktu lama, Jung sudah berpakaian. Hanya saja ritual collone dia lakukan di depan kaca rias, juga pemakaian krim wajah. Andrea geleng-geleng kepala. Perawatan pria ini detail sekali. Aroma menguar dari tubuhnya, sungguh menggoda.

__ADS_1


" Buruan yang ... Biar aku kelarin kerjaan ini . Pusing liat kamar kek kapal pecah . Kita bukan Rose sama Jack kan bebs ". Tunjuk Andrea ke seluruh penjuru kamar Jung dan diri nya .


"Sayang, nanti suruh pelayan beresin kamar kita ya. Berantakan banget."


"Iya, tapi aku belum kelar beberes barangnya."


"Buruan, pulang ngajar kita langsung berangkat ke rumah papah William."


"Iya, jangan bawel deh. Apa mau aku berantakin semua, biar seperti di film Titanic, kapal pecah itu."


"Jangan dong. Iya nggak bawel lagi. Btw tadi malam kamu nonton filem itu? bukannya sekarang era nya drakor yang ada pelakor nya," celetuk Jung sambil berpakaian.


Alih-alih menanggapi film Titanic, telinga Andrea memanas"Heh! kok nhomongin pelakor. Kalau sampai makhluk peliharaan dajal itu nongol di rumah tangga kita, aku babat habis sampai ke akar-akar nya," tiba-tiba kesal Andrea ini. Secara dia sama Ghina lagi nonton on going tuh drama.


"Amit-amit. Nggak nyambung banget deh, orang ngomongin apa di tanggapinnya yang mana," Jung mengetuk pelipis nya.


"Pakaiannya mau yang mana? nggak mungkin di bawa semua kan?."


"Apa aja deh, Yang. Pilihan kamu pasti oke kok. Lagian pakaian tergantung yang pake. Aku udah kece dari lahir, s mau pake setelan apa juga tetap cakep."


Andrea mengerjapkan kedua mata menyaring perkataan narsis sang suami. Memang cakep sih, tapi nggak songong juga kan.


"Asupan percaya diri mamah Sook pas ngidam kamu pasti over banget, kamu nya narsis gila begini, ampun dah," hampir semua pakaian Andrea masukan ke dalam Koper. Dia sangat mengerti Jung, super teliti dalam berpakaian kalau mau keluar rumah.

__ADS_1


...๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡๐Ÿ‡...


"Ayah," panggil Bae di depan pintu.


Segera Jung membuka pintu dan merangkul tubuh kecil Bae.


"Naik sendiri?."


"Hu-um, Bae udah besal, Ayah."


"Tapi tangga ya tinggi banget sayang, lain kali harus ada yang nemenin ya."


Bae nggak menjawab. Si kecil mengeratkan pelukan nya pada tubuh Jung. Ini anak merasakan kesedihan akan berpisah dari Ayah dan bunda nya. Perlahan terdengar isak tangis Bae, dia merengek mengetahui Jung dan Andrea akan pergi dan tinggal di kediaman Kakek Wiliam .


Cukup lama Jung menenangkan Bae.


"Ayah sebentar doang, kapan-kapan Bae ayah bawa ke sana. Nginap di rumah kakek William sesekali. Ya?," bujuknya. Coba meredakan tangisan Bae, yang sejujurnya membuat matanya berembun.


Namun Bae masih saja menangis. Ghina mengambil nya dari pelukan Jung. Membujuk nya ke dalam untuk mengambil ice krim. Setelah tangisan Bae mereka, Andrea menciumi Bae sebelum mereka benar-benar berpisah.


"Mamah akan bantu membujuk papah. Baik-baik di sana ya, sayang," pesan nya pada Jung dan Andrea.


To be continued...

__ADS_1


~~โ™กโ™กHappy reading . Jangan lupa like vote fav dan komen ya teman ^,^


Salam anak Borneo.


__ADS_2