Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Tak-Tik


__ADS_3

...~Bagaimana aku bisa jatuh cinta kepadamu??,...


...Bagaimana rasa cinta tak berbalas ini begitu sakit??,...


...Ya!! inilah aku,...


...Yang masih saja terlalu mencintaimu~Nari...


...๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’...


"Naria calon istri aku, jadi dia adalah jadi tanggung jawab aku!!. Nih, bawa balik kotak makan kamu."


Kalah telak, Ikbal beranjak membawa bekal makannya.


"Ikbal!! bentonya!!." Rengek Nari.


"Cepat pergi!!! mau jadi pebinor?," seperti mengusir kucing, Rivan dengan songongnya menjauhkan Nari dari Ikbal. Dia mengganti kotak bekal yang di berikan Ikbal, dengan dua mangkok soto ayam di meja mereka.


"F*ck!!," Ikbal mengumpat kesal.


"Lain kali deh Nar, dongkol nih sama satpam kamu!," Ikbal pun berlalu dari hadapan Nari.


Fay melenggang mendekati Nari pula, belum sempat dia menyerahkan permen lolipop kesukaan Nari, si Rivan sudah menghadangnya dengan berkacak pinggang.


"Apa sih, Van!!, minggir!!," Nari mendorong Rivan menjauhi Fay.


"Ugh, sok banget sih," ujar Fay memberikan permennya.


"Gomawo babang Fay," Nari menyukai permen dari Fay. tapi---


Rivan menyambar permen di tangan Nari dan mengembalikannya kepada Fay"Pergi sana!!, permen beginian aku bisa beli berkarung-karung, tau!!. Pergi nggak? kalau ngeyel aku laporin calon mertua aku loh, aku kan calon sua----."


Buk!!


"Akh!!," pekik Rivan dan ocehannya pun terhenti. Nari meninju perut Rivan, kesal sekali!.


"Aku beresin dulu bakteri jahat ini. Besok bawain permen lagi ya, Fay."


"Oke deh, hati-hati ya Nar. Kalau ini anak macam-macam teriakin nama babang Fay, ya."


"Siap bosku!!," ucapan Nari seiring langkah menjauh Fay.


Nari duduk dengan tatapan dingin di hadapan Rivan"Van!! kamu nggak ada niatan buat nantangin perjodohan gila ini??, masa gegara bolos bareng kita berakhir di pelaminan!."


Rivan mengaduk-aduk kuah soto di mangkuknya"Kamu nggak kepincut sama tampang oke seperti aku,Nar??" bertanya sambil bergaya di depan Nari.


Nari menghela napas jengah"Aku cari cowok yang waras, bukan gila seperti kamu." Jawaban Nari membuat Rivan terkekeh geli. Sebuah pukulan pelan pun mendarat di lengan Rivan, Nari kesal ucapannya di anggap lelucon.


"Makan deh Nar, aku sudah bawain soto kesukaan kamu nih."


"Aku mau bento Ikbal~~~~!," rengek Nari.

__ADS_1


"Soto lebih nikmat."


"Nggak mau!!."


Rivan merapikan anakan rambut ke telinga Nari"Mubajir sotonya, Nar, makan ya. Kamu lipain deh bentonya Ikbal."


Interaksi mereka jelas mengundang gosip dari para bucin Nari di meja lain. Bukan cuman para bucin sih, mulut netizen maha benar juga sedang berbisik-bisik tetangga melihat kedekatan mendadak mereka. Insiden bolos sekolah benar-benar mengubah hari-hari Rivan. Sekarang jalan yang dia lalui seakan bertaburan kelopak bunga, wangi dan penuh warna. Berbanding terbalik saat sebelum mengenal Nari lebih dalam, hari-hari di sekolahnya dia lalui dengan kesendirian dan kesepian.


"Santet dah deh, Kean!!!. Menari di atas derita orang tu anak, kamvret memang!!," bisikan Bisma menyulut amarah Keano. Gimana bisa, gadis yang sudah lama dia taksir malah jatuh ke tangan Rivan dengan mudahnya.


"Demen amat kamu ngasih kerjaan sama kang dukun!, pengen nyantet orang mulu. Di santet balik, nyaho lho!!," sahut Keano mencoba berpikiran waras. Bisa berabe kalau dia kemakan hasutan Bisma, bisa perang dunia persilatan.


Bisma menyedot ice coklatnya kemudian memasukan sobekan roti kacang ke dalam mulutnya. Dengan mulut yang penuh dia masih mengoceh buat ngomporin hatinya Keano"Hilih!! belagak sabar! di embat beneran baru dah galau merana. Nangis bombay baru tau rasa, tetiba pengen gantung diri di pohon tomat entar, malu deh aku Kean. Kalau sampai kamu beneran nangis gegara Nari, pertemanan kita selesa!!! malu aku temenan sama cowok feminim."


Sebuah toyoran mendarat di jidat Bisma"Seperti kamu berharga banget!. Situ enak hatinya kaga demen-demen amat sama Nari, beda sama hati aku. Jujur sih lihat mereka deket begitu hati mana yang kaga nyut-nyutan."


"Nah itu sadar, makanya maju sana!!. Biar aku yang ngasih semangat di sini," anjuran Bisma membuat Keano menelan saliva.


Keano menatap penuh ejekan kepada Bisma"Dasar mental mbak-mbak


Cheerleader, doyannya bersorak ria di belakang, bukannya ikut maju, ogah deh Bis."


"Lagian sebenarnya aku nggak memaksakan juga sih sama Nari, sendainya aku nggak ada harapan buat jadian sama Nari ya, its ok. Asalkan cowoknya jangan si Rivan, dianya entar kasian!," lanjutnya lagi.


Di sudut lain Fay, Kevin dan Ikbal sedang mengatur strategi untuk ngelepasin Nari dari Rivan.


Si koki handal menatap setajam pisau dapur kepada Rivan, emosinya menggebu setelah niat makan siang bareng Narinya, di halangin Rivan yang muncul di antara mereka.


"Aku juga nggak ikhlas kali Bal, oke deh semisal Nari nggak jodoh sama aku. Tapi nggak sama Rivan juga kali," sahut Fay. Dia juga memutar-mutar permen lolipop yang gagal dia berikan kepada Nari. Padahal Nari suka banget sama permen lolipop itu.


Kevin meletakan ponsel yang sedari tadi menyibukannya. Nampaknya dia punya senjata buat menghentikan aksi songong si Rivan.


"Temen SMP nya Rivan satu sekolah sama Angela, mantan tetanggaku idolaku" jelas Kevin mulai mengungkapkan titik terang jejak percintaan Rivan di masa lalu.


"Konon katanya waktu SMP si Rivan pernah pacaran sama cewek bernama Niki, sahabatnya Angela. Dan mereka tuh lengket banget waktu itu, pokoknya cinta banget deh," gaya Kevin sudah seperti Detektif Conan, yang lagi serius menjelaskan suatu perkara.


"Terus!! terus!!," sambar Ikbal nggak sabaran. Dengan terpaksa bento yang dia bikin di embat sendiri deh, kan sayang kalau tumis cumi-cumi yang dia masak di anggurin begitu aja.


"Santai bro, jangan berisik," tegur Fay.


"Hmm!! sedap juga masakan kamu Bal, nyam-nyam!!," Fay ikut mencomot bento Ikbal.


"Jangan banyak cang! cing! cong! dong guys, bahaya kalau Nari kelamaan gaul sama tu anak. Kita harus cepet-cepet jauhin Nari dari dia," ucapan Ikbal juga.


Sambil menyantap bento Fay dan Kevin lanjut mencari jejak cinta lama Rivan. Nari memang pemersatu para bucin, mereka yang awalnya bersaing kini bersatu demi melepaskan nya dari genggaman Rivan si Red devil.


"Eh ngomongin mantan idola, kamu pernah naksir si tetangga??".


Kevin menoyor kepala Ikbal"Itu dulu, jangan di ungkit lagi," seraya memasukan ponselnya ke dalam saku, takut di sambar Ikbal yang kepo dengan si mantan tetangga idola.


Kedua mata Ikbal menyipit ketika mentertawakan tingkah Kevin"Gkgkgkgk pernah kepincut anak tetangga ni ye, memang sekarang sudah nggak suka nih ceritanya??," Ikbal lanjut kepoin cerita asmara jaman SMP Kevin.

__ADS_1


Sebuah toyoran nyaris mendarat lagi di kepala Ikbal, untung kali ini dia lebih gesit dalam menghindar"Fokus ke Nari dong, masalah si tetangga itu biar jadi urusan Kevin sendiri." Tumben si Fay waras. Biasanya dia yang paling cengengesan di antara para bucinnya Nari.


"Tau nih anak, seperti mbak-mbak Infotainmen. Tingkat keponya tinggi banget. Itu cinta monyet doang, Ikbal!!. Masa lalu. Sekarang rasa cintaku sudah sepenuhnya buat Nari."


Ikbal menyeruput kembali minumannya"Arghh!! aku geprek juga kepala kamu Vin, buruan tanyain Angela gimana kelanjutan cinta ingusannya si Rivan."


"Selow bro!!, aku abisin bento kamu dulu." Ujarnya nyengir.


Singkat cerita ternyata pas lulus SMP Rivan berpisah baik-baik dengan sang pacar saat itu. Sang pacar yang bernama Niki harus pindah tempat tinggal dan bersekolah di kota lain.


Zaid yang baru datang ikutan bergibah ria bersama mereka.


"Ada kemungkinan nggak, Rivan masih cinta banget sama si Niki??," ujar Zaid bertanya.


"Kita cariin aja yuk si Niki??, kamu gali informasi terus Vin dari Angela. Demi Nari!!." Tambah Fay lagi.


"Oke, oke," balas Kevin.


"Ngomong-ngomong si Hendro kemana ya??, aku gemes sama tu anak. Kalau aja dia nggak lemot pas mergokin Nari sama Rivan bolos kemarin, masalahnya nggak akan serumit ini!," tandas Zaid.


"Nih, tanya sama mbah google". Fay menyerahkan ponselnya pada Zaid.


PLETOK!! Zaid kesal, dan menabok kepala Fay"


Kevin tertawa.


Ikbal pun juga tertawa.


Sedangkan Fay meringis kesakitan.


...๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’....


Sore hari yang cerah di hari sabtu. Biar seperti anak muda yang sedang menjalin hubungan, Tuan Charllote menyarankan Nari dan Rivan untuk jalan bareng. Melihat gelagat penolakan dari Nari, sang Papah kekeh menyuruh Rivan menjemput Nari buat di ajakin jalan.


"Biar kapok tu anak, di ajarin lembut-lembut malah makin ngelunjak. Galau-galau dah tuh, di paksa jalan sama cowok yang nggak dia suka," ujar Tuan Charllote.


"Tapi kasihan putri kita, Pah. Dia jadi pendiam."


"Biarin Mah, ada masanya Papah bakal berhenti maksa dia buat jalan sama Rivan. Sekalian bantu Heru buat ngerubah Rivan. Katanya si Rivan rada waras dikit semenjak gaul sama Nari".


"Papah!! enak di Rivan nggak enak di Nari kan," celetuk Nyonya Sook.


"Biarin Sook ku yang manis," sorot mata nakal, membuat Nyonya Sook berhenti berucap. Tersipu malu karena ucapan manis sang suami.


To be continued...


~~โ™กโ™ก Happy reading. jangan lupa like, vote, fav dan komen ya guys ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Salam anak Borneo ๐Ÿ˜‰


Pangkalanbun, 13 Februari 2023.

__ADS_1


Tepian sungai arut, Kalimantan tengah.


__ADS_2