Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Liburan lagiiii


__ADS_3

Beberapa mobil mewah berjajar di pelataran sebuah Villa. Dari penampilan mobilnya saja, sudah diketahui bahwa yang datang ini bukanlah orang-orang biasa. Diketahui oleh Zaid sang ketua OSIS, sore itu Nari dan semua teman-temannya berkunjung ke sebuah Villa, yang dahulu dimiliki oleh nenek Letta. Tempat yang memiliki begitu banyak kenangan bagi Charlotte, William, dan Hanan.


Sang pemilik Villa tersebut bersikeras tidak akan menjualnya, meski William dan Charlotte secara bergantian memberikan harga tertinggi.


Setelah lepas dari tangan nenek Letta, villa itu dia beli untuk sang istri. Bukan hanya Charlotte, William dan Hanan saja yang memiliki kenangan indah di sana. Dia pun juga memiliki kenangan yang takkan tergantikan bersama mendiang istrinya. Dimiliki seorang dokter muda bernama Wen Han. Dialah dokter yang menangani Andrea dan Jung, saat mengalami kecelakaan dahulu.


Gagal membeli Villa tersebut, setidaknya mereka diberikan kebebasan untuk berlibur di sana selama dua hari. Sungguh Villa yang cukup besar, sehingga mampu menampung mereka semua di sana. Para orang tua akan menguasai lantai bawah, sedangkan anak muda akan menguasai lantai atas.


Meletakkan barang mereka masing-masing di kamar, sore itu mereka semua berbondong-bondong untuk menjelajahi tempat tersebut. Terletak di seberang sungai, di dalam pemukiman desa yang sederhana. Selain Villa tersebut ada banyak rumah-rumah warga dengan bangunan sederhana.


Saat memasuki pemukiman tersebut mereka langsung disuguhi dengan pemandangan asri dan indah. Ada beberapa sungai kecil dan jembatan di atasnya. Di setiap tepian jalan setapak selalu ada bunga-bunga menghiasi. Nari yang gak begitu menyukai bunga pun ikut terhibur, melihat kelopak-klopak cantik dengan warna-warni yang indah.


Sungai-sungainya juga terawat, dengan perahu-perahu kecil yang bisa disewa untuk mengelilingi pemukiman itu.


Meski sempat takut dengan air, Greta bersemangat ingin menaiki perahu.


"Jangan deh!!, nggak usah. Kita jalan kaki aja. Aku nggak yakin kita semua bisa berenang" tukas Kevin. Setelah meledek Arina kemarin, setidaknya Kevin masih diterima di dalam pertemanan itu.


"Kok mikirin berenang." Febby angkat bicara.


"Eh Nona Febby yang anggun, jumlah kita nggak sedikit, kamu yakin perahu kecil itu mampu menahan kita?. Terus kalau nanti perahu itu karam, yang nggak bisa berenang akan mengambil begitu saja?. Ini bukan laut mati" Keano menimpali.


"Perahunya kan ada banyak, memangnya kamu pikir kita semua akan menaiki satu perahu itu" Arin membela Febby.


"Setidaknya kan kita harus dibekali dengan kemampuan berenang, untuk mengantisipasi yang buruk" sahut Keano lagi.

__ADS_1


Zaid menemui seorang paman yang menyewakan perahu tersebut, kemudian sang paman mengeluarkan sebuah baju pelampung berwarna orange.


"Nih, kita semua dapat jatah jaket pelampung masing-masing. Jadi kita akan aman meskipun perahu kecil itu karam."


Sontak mereka semua pun setuju untuk menaiki perahu. Lebih dari lima perahu yang membaca mereka. Demi keamanan, mereka meminta para pemilik perahu saja yang mengemudi, sedang mereka hanya menikmati pemandangan tanpa harus ikut mengayuh perahu. Lagipula, kalau mereka yang mengayuh, entah akan singgah di mana perahu tersebut.


Fay mengeluarkan ponselnya, memulai siaran langsung di laman Instagram. Ada begitu banyak Netizen yang menonton siaran tersebut. Fay dan Arin berada di dalam satu perahu. Awalnya Arin cuek saja dengan apa yang di lakukan Fay. Namun, saat seorang Netizen mengomentari Arin, dengan mengatakan gadis itu cantik dan manis. Fay langsung berkata"Oh gadis ini?. Dia tunangan ku. Sedari kecil kami di jodohkan. Nggak ku sangka dia tumbuh menjadi gadis yang semakin hari semakin cantik. Kalian juga melihat kecantikan yang dia miliki bukan?." Merangkul pundak Arin. Bismi semula berada di sampingnya, kini digeser berganti dengan Arin yang duduk di sampingnya.


Nasib jomblo Bisma kembali menggerutu. Selain Fay dan Arin, ada Zaid dan Febby di dalam perahu tersebut. Mereka duduk saling berdekatan, sedangkan dirinya terlihat jelas begitu kesepian di antara mereka, sebab nggak punya pasangan.


"Haish!!. Mimpi apa aku semalam sampai terjebak di perahu ini" memutar bola mata jengah.


"Fay, kamu bosan hidup??. Cepat turunkan tanganmu dari pundaku" bisik Arin kesal, namun masih memasang wajah tersenyum. Bagaimana tidak, kamera milik Fay masih on, dia nggak mau wajah cemberutnya tertangkap kamera.


"Nggak akan!!!.Orang kamu emang tunangan aku kok."


"Sudah dulu ya guys, video selanjutnya akan tayang di YouTube. Jangan lupa subscribe ya." Dan Arin menghentikan siaran langsung.


"Cincinnya ada kok, disimpan sama Mamah aku" mengerti dengan tindakan Arin yang mengambil alih kamera, mereka jelas nggak ingin hubungan itu tercium awak media.


"Bagus sih kalau disimpan tante Manda. Akan lebih lagi kalau di simpan untuk selama-lamanya" Entahlah, nada bicara Arin seperti orang yang sedang marah.


"Tanpa cincin itu kamu tetap calon istri aku" Fay menekankan.


"Bodo amat!" ujar Arin memalingkan muka. Pasangan yang dijodohkan ini terdiam satu sama lain. Zaid dan Febby juga Bisma, yang berada di perahu tersebut jadi ikutan terdiam. Di tengah ramainya tempat itu, mereka semua terjebak dalam kesunyian.

__ADS_1


"Kalian benar-benar cocok. Aku yakin kalian pasti akan berakhir di pelaminan."


Arin dan Fay menatap Zaid bersamaan.


"Kami selalu bertengkar. Bagaimana bisa kami akan berakhir di pelaminan" Arin mendengus kesal.


"Jodoh, maut dan rezeki itu bukankah sudah ada yang mengatur. Kita hanya tinggal menjalaninya dan berusaha hidup dengan baik." Zaid menimpali.


Sorot mata Arin kini beralih kepada Fay"Dan aku harus menerima jalan hidupku, menikmati hari tuaku bersama lelaki pecicilan ini. Seperti itu maksud kamu?."


"Itulah perjodohan. Kalian pasti akan cocok kalau sudah berjodoh. Alih-alih kesal, akan lebih baik kalau kamu menikmati saja momen kebersamaan ini."


Sungguh, Zaid seperti seorang Ustadz yang sedang berceramah. Mengajarkan kesabaran dan melapangkan dada untuk menerima kenyataan.


"Lagian gak ada ruginya kan menjadi istriku di masa depan. Aku aja bersedia nerima kamu apa adanya." Ucapan Fay sangat tak terduga. Zaid, Febby dan Bisma sempat melongok menatap Fay. Jadi dia sudah berdamai dengan keadaan, menerima perjodohan yang di tetapkan para Kekek bujur di masa lalu.


"Alamak!!. Apakah ini pertanda pasangan edan akan berdiri kembali??" Bisma berucap. Membuat mereka tertawa puas.


"Tuhan, jadi sekarang giliran Fay?. Terus giliran aku kapan?" menatap langit biru, Bisma sangat berharap memiliki pacar.


"Jangan gila deh Fay. Ini hanya sekedar bungkus permen jelly" mendapat mata redup Fay, sangat kentara bahwa dirinya kurang tidur.


To be continued...


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.

__ADS_1


Salam anak Borneo.


__ADS_2