Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Nona kodok


__ADS_3

Bujuk dan rayu, sebisa mungkin Naria melakukan hal itu. Kali ini mangsa utama adalah sang Mamah. Nyonya Sook yang memiliki geng sosialita, kedatangan anggota baru, Nyonya Manda namanya. Nyonya Manda ini adalah istri seorang pengusaha taksi online yang sangat di kenali ni wilayah ini. Meski menjadi istri dari pengusaha sukses, Manda tak serta merta berpangku tangan saja di kediamannya. Wanita paruh baya yang masih cantik jelita ini memiliki bisnis katering. Salah satu cara memasarkan jualannya dengan cara live di Instagram.


Nah...Nyonya Manda ini adalah Mamah Fay. Sebuah kebetulan yang menguntungkan untuk Naria. Sebagai ketua dari perkumpulan Nyonya-Nyonya, Sook tentu ingin lebih tau pekerjaan anggotanya.


"Eh, itu kan Mamahnya Fay Mah."


Mendapati sang Mamah sedang asik menonton sesuatu di ponselnya, Nari ikut bergabung bersama sang Mamah, seusai pulang sekolah.


"Iya tau kok. Temen kamu yang sempat berdebat dengan Papah kan, waktu kamu mau di kawinin sama Rivan."


Jawaban itu sontak membuat wajah Naria masam, si Mamah masih ingat aja sama hal itu.


"Hemmm, keren ya Mah tante Manda, pintar jualan di online."


Nyonya Sook mendengarkan namun masih fokus pada video Manda, yang sedang menginformasikan menu makan siang ini.


"Keren dari mananya?, kalau masalah jadi wanita kakir, Mamah juga punya bisnis sendiri. Tuh toko bunga kita, sekarang sudah punya banyak karyawan kan, dan Ghina jadi manager di sana. Meskipun sekarang Mamah lebih banyak di rumah, Mamah juga mulai jualan permata dan berlian."


"Hilih!, itu kalo nggak tante Arabella yang maksa Mamah nggak akan mau. Ketahuan untungnya berapa baru deh Mamah mau jadi rekan kerjanya."


"Nariii" geraman Nyonya Sook menghentikan ocehan Naria. Gadis itu kini tertawaan canggung, takut mendapat geplakan dari tangan sang Mamah.


Melengos, kemudian fokus lagi pada sang gawai. Sempat kehabisan modal untuk merayu, Nari kembali mencoba. Hidangan yang di pamerkan Manda di layar ponsel sungguh menggiurkan.


"Mah, Nari mu cumi-cumi nya dong."


"Udah sore begini, memang masih ada stok?."


"Coba aja dulu di tanyain. Apa Nari aja yang nanya?. Sekarang Fay bergabung sama bisnis Mamahnya lho, terkadang dia juga nganterin orderan kalau semua karyawan mereka pada sibuk" modus di mulai. Berawal dari memuji Manda, dan kini memuji Fay, Nari tau sang Mamah sedang penasaran dengan keluarga cemara itu. Kenapa di sebut keluarga cemara? sebab Fay terkenal dengan imej putra orang kaya namun memiliki sifat rendah hati. Prana Radian, sang Papah di kenal bos besar yang hampir nggak pernah marah sama karyawan, apalagi sama anak dan istrinya. Dan Manda sendiri, di kenal sebagai wanita lemah lembut, berjiwa sosial tinggi dan gemar bersedekah. Bisnis kulinernya pun sangat di gemari, laku keras.


Sedangkan keluarga Charlotte, mungkin belum bisa di sebut sebagai keluarga cemara. Sebab, para penghuni di kediaman ini masih sering menaikan nada saat bicara, bahkan para putra dan putrinya memiliki kegemaran yang agak lain, yaitu gemar saling hina dan ujung-ujungnya bergulat di lantai. Oh, jangan lupakan sang abang tertua Fay, Niel Radian. Niel sudah berkeluarga, sama seperti sang Papah, Niel juga berbisnis di bidang transportasi, namun bukan di negara ini. Menikahi wanita negeri luar dan akhirnya menetap di sana. Sungguh, sebuah keluarga yang sangat harmonis bukan.

__ADS_1


"Fay kerja?." Pertanyaan itu di angguki Nari.


"Bukan hanya kerja sama tante Manda, sepertinya nggak lama lagi dia bakal jadi selebgram."


"Selebgram?" meletakan ponsel di atas meja, Nyonya Sook kini menatap lekat wajah sang putri.


"Begini Mah" Nari mengambil duduk di samping Sook. Masih dengan seragam sekolahnya, Nari bercerita perihal pekerjaan sampingan Fay. Setelah puas bercerita tentang Fay, Nari pun perlahan mengatakan tawaran endorse yang dia dapatkan.


"Kamu...di tawarin jadi artis Instragram?." Hei!! kenapa wajah sang Mamah seperti meledeknya?. Jari telunjuk Nyonya Sook pun begitu dekat di wajahnya.


"Memangnya kenapa?."


"Emang kamu bisa jualan?."


"Bisa kok, Mah!."


"Sudahlah!! jangan sok mau kerja. Yang ada nanti Mamah sama Papah ketiban masalah. Mendingan kamu fokus belajar, nggak lama lagi kan lulus SMA."


Ketiban masalah?. Kata itu sungguh mengusik pikiran Nari"Maksud Mamah apa?, kok ketiban masalah??" pipi tembem itu semakin bulat, sebab Nari menutup rapat mulutnya, memberengut.


"Nari belum belajar sama Fay."


"Huh, nggak usah ngerepotin orang!. Lupain deh masalah endorse. Cepat hubungin Fay, pesan cumi-cumi nya."


"Mamah~~~, terus Nari nggak di bolehin ngendorse?."


"Nggak usah!. Entar jadi masalah. kalau kopinya nggak laku malah kamu yang di salahin."


"Terus Nari nggak jadi dapat kerjaan dong?" wajah sang putri memerah, menahan air mata.


Melihat sepasang bola mata nan bulat itu hendak menitikkan air mata, Nyonya Sook berkata pelan"Nari, bukannya abang-abang kamu sudah ngasih uang jajan?."

__ADS_1


Nari terkejut"Mamah udah tau?."


Sook membuang pandangan"Masalah pacar kamu aja Mamah tau, masa masalah anak sendiri nggak tau!."


"Pacar Nari?, Mamah menyelidiki keluarga Kai?" owh!. Nari merasa di serang dari belakang, emosi setipis tisu itu sebentar lagi akan meledak.


"Mamah!!!" sentaknya.


"Heh diem!!. Kalau penyelidikan Mamah benar kamu akan meloncat kegirangan!. Seperti kodok yang menari karena hujan telah datang." Memainkan helai rambut yang menjuntai, Nyonya Sook mengerling, melawan mata Nari yang melotot.


"Kok di samain sama kodok sih."


"Terus mau di samaian sama apa?, kalau kesenangan kan kamu bakal meloncat-loncat, menari berkeliling seperti orang gila yang sedang melakukan rituan gaib. Bener deh apa kata Joen dan Jung, kamu nenek sihir ya?."


"Mamah!!!!!" seru Nari lagi.


Bibi An dan pelayan lain menggelengkan kepala. Gimana mau jadi keluarga cemara, Mamahnya pun jahilnya minta ampun. Nggak salah sih kalau Joen dan Jung jahilnya nggak ada akhlak banget.


Nari menekuk wajah, hatinya kesal sekali. Izin nggak di kantongi, malah hinaan pun dia dapatkan, dari Mamah sendiri pula. menghentakan kaki hendak pergi dari hadapan Sook.


"Cumi-cumi nya pesan dulu!."


Tanpa menatap sang Mamah"Mamah aja yang pesan sendiri!."


"Ehhh, bukannya kamu yang mau?."


"Nggak jadi!. Mana ada kodok makan cumi-cumi!!" teriaknya menaiki tangga.


Bukannya mencoba membujuk sang putri, Nyonya Sook justru tetawa. Membuat Nari marah tuh ada rasa kesenangan tersendiri bagi penghuni kediaman ini. Ckckc!!.


To be continued...

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya 🤗.


Salam anak Borneo.


__ADS_2