Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Bertemu


__ADS_3

Waktu seolah membuka jalan untuk dua insan yang telah lama tak bersua, perjalanan yang di tempuh begitu mulus, aman terkendali. Hingga permintaan yang sempat tersirat di dalam dada, berlalu begitu saja. Tak bisa di pungkiri, Rivan sempat meminta hujan pada sang maha pencipta. Hujan yang lebat hingga mereka mengambil langkah untuk putar balik, dan pertemuan itu akhirnya batal. Namun, kita manusia hanya bisa berharap, sedang sang kuasa adalah penentu segalanya.


Sesampainya di lokasi ulang tahun Niki, Kevin dan Angela sengaja mengajak Rivan lebih dekat kepada Niki. Yah! waktu begitu cepat berlalu. Hingga membawanya dengan cepat sampai di sini.


"Nggak kangen sama Niki kamu, Van."


Rivan menggeleng. Dia nampak malas melangkahkan kaki lebih dekat ke arah Niki, yang sedang berbincang dengan para sahabatnya yang lain. Niki belum menyadari kehadiran sosok Rivan. Gadis itu, terlalu menarik untuk di dekati, hati yang biasanya tenang mengapa menjadi berdebar tak karuan? debaran yang berbeda saat melihat Nari, dan Niki.


Angela menarik lengan Rivan sekuat tenaga. Rivan mendadak jadi kalem, jadi gemas sendiri menyaksikan tingkah cowok satu ini"Mau sampai kapan kamu terus bersembunyi? ini momen yang tepat buat kalian baikan!."


"Kami baik-baik aja kok, Ngel!!" sahut Rivan mencoba menahan diri. Namun Kevin juga nggak tinggal diam, dia terus mendorong tubuh Rivan agar bergerak maju. Lagipula hatinya merasa nggak rela Angela terlalu lama memegang tangan Rivan, ah.... apakah sekarang Kevin akan berbalik menyukai Angela? gadis yang pernah di tolaknya ketika masih duduk di bangku SMP?.


"Oh Lord!! kalian seperti ingin bejualku!!" celetuk Rivan pasrah melangkah maju.


"Hilih!! di jual pun nggak akan laku. Hanya Niki yang mau nerima kamu!," tandas Kevin lagi.


"Kalian gila? aku sudah bertunangan!."


"Maju aja deh!!."


"Terus tunangan aku mau di kemanain tuh" bandel begini, Rivan masih memikirkan Naria. Sebab Naria adalah pasangan yang telah di tentukan oleh orang tuanya, itu artinya Nari adalah tanggung jawabnya. Cinta sih cinta, tapi rasanya nggak etis kalau harus datang kembali dalam kehidupan Niki, sementara dirinya dan Naria telah terikat tali pertunangan.


"Lupain Nari!. Malam ini kamu bebas!. Nari juga dukung kalian baikan kok, jadi nikmati aja pertemuan ini, oke?," lantas tubuhnya di dorong Kevin lagi dan lagi ke arah Niki.


"Happy b'day babe" satu persatu para tamu undangan mengucapkan selamat, dan memberikan doa serta kado kepada Niki. Gadis itu nampak semakin manis malam ini, gaun putih tulang yang dia kenakan membuat hati Rivan berdebar hebat. Begitulah, sampai detik ini Niki masih saja mampu membuat nya menghela napas, menahan getaran di dada. Getaran itu sangat berbeda ketika dia bersama Nari ataupun gadis cantik lainnya.

__ADS_1


"Eh, maaf peraturan di pesta ini para cowok di haruskan memakai korsase bunga," seorang pelayan dengan sekeranjang korsase bunga berwarna putih, menghentikan langkah mereka.


"Hah!!, buat apaan mbak??" tanya Kevin. Hemm, mbak bunga ini cantik juga, sedetik kemudian Kevin memandang mbak bunga, kemudian memandang ke arah Angela"Oh, Angela jauh lebih cantik" gumam sang hati.


"Tamu yang berpenampilan paling kece, malam ini akan berdansa dengan sang tuan rumah, sama neng Niki" jelas sang pelayan membuat mereka mengangguk berjamaah.


"Dan ini?? ini nomor buat apaan ?" Rivan juga bertanya.


"Ini nomor anda Den, jadi para cewek di sini bakal kasih vote buat para cowok dengan melihat nomor di korsase ini" jelasnya lagi.


Plakkk!! Kening Kevin mendapat tampolan dari tangan Rivan. Apa-apaan ini!.


"Akh!!, ini jidat ya, Van!!," jeritnya mengelus kening yang memerah.


"Penjahat!! aku di culik dan kalian jadikan undian. Terus kalau menang aku kalian serahkan sama cewek psyco itu!!" bisiknya sembari menggertakan kedua bibir.


"Argh!! kamu nggak ngerti. Hanya aku yang tau hal ini."


"Tapi kamu cinta kan??," ujung bibir Kevin menukin naik, mentertawakan kebodohan Rivan.


Mengusap wajahnya kasar. Jebakan ini sungguh membuat hatinya resah.


"Nggak usah bisik-bisik Den, saya bisa dengar dengan jelas kok!!" memberengut, sang pelayan wanita itu mengikat korsase di lengan kanan Rivan kemudian berpindah mengikat korsase yang lain ke tangan Kevin.


"Selamat menikmati makanan dan minumannya" ujarnya berlalu setelah pamit diri dari hadapan mereka.

__ADS_1


"Diam aja kamu, Ngel!!" Sedari tadi Angela nyengir doang menyaksikan kedua lelaki yang kasarnya memang di lelang di pesta ulang tahun sahabatnya itu.


"Heheheh yuk kita samperin Niki" dia nggak menggubris tatapan menyelidik Rivan.


Langkah itu terasa berat, namun Rivan nggak berhenti untuk terus menyeret Rivan bersamanya. Maju bertemu dengan Niki.


"Babe!!" jeritnya pada Niki dan Marisa. Jelas saja teriakan Angela menyita perhatian kedua sahabatnya itu.


"Kyaaa!!! jaelangkung datang!" seru Marisa kegirangan.


"Somplak!!" celetuk Angela ketika dirinya di panggil jaelangkung.


"Memang kamu jaelangkung kan, paling doyan nelpon nggak jelas, terus datang tiba-tiba seperti ini. Memang seperti jaelangkung yang datang nggak di jemput pulang nggak di antar kan," celoteh dan tawa mereka terdengat renyah di telinga Rivan. Mereka masih seperti dahulu, kalau ketemu pasti heboh saling hina dan menistakan satu sama lain.


"Ehem!!" Kevin memberi signal pada Angela akan kehadirannya.


Ujung mata Marisa menatap arah seseorang yang berdehem. Dan saat itu jantungnya berdetak keras. Seketika tangannya menggoyang-goyang lengan Niki, mengajaknya lebih fokus pada seseorang di sebelah Kevin.


Saat Niki mengalihkan pandangan pada sosok di samping Kevin itu, seketika riuh rendah keramaian pesta menjadi sunyi bagi Niki. Bagaimana tidak, cowok yang dia tinggalkan beberapa tahun yang lalu, kini hadir kembali di hadapannya. Ah! bukan dia tinggalkan, lebih tepatnya di paksa berpisah darinya.


Sorot mata itu saling bertemu, menimbulkan sirat kerinduan yang telah lama terpendam. Mereka yang menyaksikan hal itu pun dapat melihat, betapa dua insan ini masih saling mencintai. Desir di dalam hati, Niki sampai terdiam, menikmati wajah lelaki yang sangat dia rindukan. Begitu pula dengan Rivan, ingin rasanya merengkuh sang gadis ke dalam pelukan, namun....mereka telah sepakat untuk berpisah, di waktu terakhir kali mereka berjumpa. Lantas, masih pantaskah rindu itu dia sampaikan? masih pantaskah cinta ini dia ungkapkan?


"Kita ke meja sana aja yuk!," Marisa menyeret Angela, dan Angela menyeret Kevin. Sementara Kevin meninggalkan Rivan bersama Niki.


Hampir saja terjungkal, karena Angela menariknya dengan sangat kuat"Ternyata lelaki nggak ada harga dirinya di sini!! huhuhu" keluh Kevin pasrah mengekor Angela dan Marisa.

__ADS_1


~~♡♡Happy reading. jangan lupa like vote dan komen 😉


Pangkalanbun 19 Februari -2023


__ADS_2