Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Teman masa kecil


__ADS_3

Memiliki seorang mata-mata di sekolahan elit tersebut, kabar nggak sekolahnya Fay tentu telah sampai ke telinga Hanggini. Karena Fay baru sembuh dari sakitnya, Hanggini khawatir kalau pemuda itu kembali jatuh sakit. Hingga dia pun mengirimkan Arin untuk bertandang ke kediaman Radian, dengan membawa roti hangat dari kedai keluarganya.


"Enggak!!!. Pokoknya Arin nggak akan datang lagi ke rumah cowok usil itu." Setelah mendengar permintaan dari Ibunda, tentu Arin menolak keinginan itu. Dia yang sangat tahu bahwa Fay enggak masuk sekolah bukan karena sakit, langsung memberitahukan hal tersebut kepada sang Ibunda. Meski sudah tahu kebenaran itu dari sang putri, Hanggini tetap menyuruh Arin untuk berkunjung ke sana.


"Ya, meskipun ternyata Fay nggak sakit, nggak ada salahnya kan kalau kamu bertandang ke rumahnya. Toh itu rumah calon mertua kamu kok" di balik sikap lemah lembut Hanggini, ada sosok yang suka memaksakan kehendak. Seperti kali ini, dia sangat getol menyuruh putrinya pergi menjenguk Fay, yang bahkan nggak sakit itu.


"Ibu ih, kok maksa. Arin juga punya malu!."


"Ya udah sih, pergi aja. Roti spesial untuk Fay dan keluarganya sudah dibikin Ayah loh. Lagian malu kenapa? wajar kan calon menantu main ke rumah calon mertua" sangat tau bahwa Arin nggak suka menyia-nyiakan makanan, itu menjadi senjata bagi Hanggini.


Terpaksa!. Sangat kentara Arin terpaksa melakukan titah Ibunda. Bersiap dalam sekejap, gadis itu kini telah berada di kediaman Fay.


Berniat hanya duduk di ruang keluarga seperti kebanyakan tamu lainnya, nyatanya Manda membawa Arin ke kamar Fay. Kening gadis itu sempat berkerut, ketika mendengar Manda mengajaknya ke kamar sang putra.


"Tante---" begitu sulit untuk berkata-kata.


Manda mengerti kamana maksud perkataan menggantung Arin. Sudut bibirnya pun terangkat naik, tersenyum seraya berkata"Kita hanya mampir sebentar ke kamarnya, mengajaknya untuk bergabung dengan kita di ruang keluarga ini."


"Kalau boleh, Arin mau menunggu di sini saja tante."


"Ikut saja, kamu harus tahu di mana kamar calon suaminya, iya kan?!." bertanya namun diiringi dengan kata-kata tegas. Mau nggak mau, Arin pun mengikuti langkah Manda menuju ke kamar Fay.


Kedatangan sang Mamah yang masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu mengejutkan Fay. Dirinya baru saja selesai mandi dan saat mereka masuk masih dalam keadaan toples, alias hanya memakai handuk saja. Otomatis perut kotak-kotak Fay terpampang nyata. Ayolah!!!. Arin hanya wanita biasa, melihat tubuh kekar sang pria tentu saja wajahnya langsung merona. Menyadari wajahnya yang mulai menghangat, Arin lekas berbalik. Sementara Manda terlihat biasa saja, menyaksikan sang putra tanpa memakai pakaian bagian atas tubuhnya.


"Mamah!!" pekik Fay histeris.


"Apa sih."

__ADS_1


"Apa sih?? Mamah nggak merasa bersalah masuk ke dalam kamar Fay dengan seorang gadis? dan Fay dalam keadaan seperti ini?" ujar Fay menyabet handuk lainnya untuk menutupi tubuh.


Melirik Arin yang telah berbalik badan, kemudian melirik Fay lagi, Mnda terlihat menarik napas"Kalian ini sok malu-malu di depan Mamah, lihat aja nanti kalau kalian sudah sah. Bahkan di depan umum pun mungkin kalian nggak malu-malu untuk bermesraan."


"Apa-apaan tante Manda ini, percaya diri sekali bahwa aku akan sangat menyukai putranya" batin Arin.


"Ah elah si Mamah, pake nge-halu lagi. Yakin banget nanti-nanti aku bakal jatuh cinta aja sama Arin" batin Fay pula.


Dua anak muda itu kompak menekuk wajah, nggak ingin saling berpandangan. Sadar bahwa tindakannya telah membuat mereka malu, Manda pun menyuruh Fay untuk segera berpakaian"Cepat pakai bajunya, Arin bawa roti empuk dari kedainya tuh."


Nggak perduli Fay akan setuju atau tidak, pokoknya bocah itu harus menyusul ke teras belakang. Menikmati roti empuk itu bersama Arin dan sang Mamah"Ayo Sayang, kita segera ke teras belakang. Kalau bocah ini nggak datang biar Mamah yang kasih pelajaran" Ya!!, begitulah cara Manda mengancam Fay.


Cinta, ada banyak cara untuk mempertemukan dua insan yang akhirnya akan saling mencinta. Seperti halnya Keano dan Betty, karena rantang Tupperware yang pecah itu, dua insan Ini akhirnya membuat janji untuk bertemu. Bukan untuk berkencan, hanya untuk mengganti rantang tersebut saja.


Keano dan teman-teman terkenal jahilnya seantro sekolah. Betty yang dikenal sebagai anak baik-baik, nggak ingin membuat janji dengan si bandel itu di luar jam sekolah.


"Aduh?!!. Jangan besok dong ke Keano!. Mamahku udah nge-reog di rumah karena aku pulang dengan Tupperware yang pecah itu" balas Betty dengan stiker bocah menangis.


"Salah sendiri, aku ngajak ketemu tapi kamu nggak mau. Kalau nggak mau ketemuan hari ini, berarti besok dong aku ngasih rantangnya" pesan terkirim kepada Betry lagi.


Betty terdiam sejenak, memikirkan cara agar rantang itu segera sampai kepadanya hari ini. Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Betty meminta Keano untuk mengantarkan ke rumahnya.


"Ah elah gara-gara rantang Tupperware doang ribet amat. Giliran diajak ketemuan nggak mau. Ya udah kasih alamat kamu sekarang" Keano menggeram saat mengetik pesan balasan itu.


Nggak perlu waktu lama, Betty pun langsung mengirimkan alamatnya kepada Keano.


"Oke, pagi ini langsung aku antar. Jinakin Mamah kamu ya, awas aja kalau aku datang dianya ngamuk, bakal aku bawa pulang lagi rantang nya."

__ADS_1


"Bawel, buruan!" itulah pesan terakhir Betty dan percakapan mereka pun usai.


Menggunakan Google Maps, dalam waktu yang singkat Keano telah sampai di depan sebuah bangunan rumah mewah. Pagi minggu yang seharusnya dihabiskan dengan bermain game, justru berkahir di kompleks perumahan ini, hanya karena rantang. Ckckck, Keano nggak habis pikir, kenapa sih emak-emak sensi banget kalau berurusan sama rantang begituan doang?!.


Kedatangan Keano disambut oleh satpam kediaman itu. Sebelumnya Betty sudah menitipkan pesan, agar saat Keano datang langsung disuruh masuk saja. Melenggang memasuki kediaman itu, Keano langsung bertemu dengan Mamanya Betty, yang sedang bersantai di depan televisi.


"Selamat pagi tante, saya teman sekolah Betty. Betty nya ada?" begitu sopan, seandainya sikap sopan ini juga berlaku di depan Betty, mungkin gadis itu nggak akan menilai Keano anak bandel.


"Oh iya, apa kamu yang telah memecahkan Tupperware milik tante?" ujarnya bertanya seraya berjalan mendekati Keano.


Mengusap tengkuknya berusaha menenangkan diri"Maaf tante. Saya khilaf. Tapi ini saya ganti kok" aegera Keano menyerahkan rantang itu kepada sang pemilik.


Alih-alih menerima rantang yang disodorkan Keano kepadanya, sepasang manik wanita paruh baya itu menatap lekat pemuda di hadapannya.


"Kamu Keano?"


"Eh??. Tante kenal saya?."


"Tentu saja. Kamu sama Betty kan teman waktu SD."


Hoel!!. Betty yang baru datang bertatapan dengan Keano. Teman waktu SD??.


To be continued...


Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya ya.


Salam anak Borneo.

__ADS_1


Keano mengganti Tupperware milik Mamah Betty. Menentukan fakta bahwa Betty teman SD nya yang dulu sering membantunya ngerajin PR.


__ADS_2