Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"

Naria "Nona Manis Keluarga Charlotte"
Kebodohan Kai


__ADS_3

"So, cowok ini yang bikin kamu selalu menolak aku sama Alex?," tanya Aron bernada sinis.


"Aku mengundang kalian ke sini bukan untuk menanyakan hal nggak berfaedah seperti itu," sahut Nari kesal. Baru juga beberapa detik ketemu, setelah beberapa hari nggak saling bertukar kabar, kelakuan Aron udah menyebalkan.


"Kamu ngomong donk!," sentak Nari pada Kai.


"Aku bisa apa, Non?, hidup ku aja di bawah kendali kamu."


Sahutan kai mengundang gelak tawa Aron, dia memandang Kai dari atas hingga ke bawah.


Penampilan Kai keren, wajah lumayan tampan, masalah tinggi badan, masih tinggi Alex sama Aron sih, cuman kalau bersanding dengan Nari kok kelihatan cocok ya. Akh! Aron jadi membenci Kai.


"Naria~~~~," suara ceria Alex memecah suasana tegang.


"Kapan kita seperti bang Jung dan kak Andrea?? hari ini aja yuk!," ujar Alex tanpa mempedulikan sekitar. Meski sangat jelas ada Aron dan Kai berdiri tegap di antara mereka.


"Udahlah Lex, kita samperin bang Jung terus pulang," tampang Aron nggak asik banget, biasanya dia care banget sama Nari meskipun berkali-kali di tolak cintanya. Tapi, sekarang rasa kesal itu semakin menjadi, ketika bertemu langsung dengan Kai.


"Kita baru dateng, bro," sahut Alex, tangannya menggenggam erat jemari Nari.


"Alex, lepasin tangan ku, banyak orang di sini," Nari berontak. Dia mulai risih dengan kelakuan Alex yang semena-mena.


"Aku kangen kamu, Nar!," sentak Alex"Aku cuman pengen deket-deket sama kamu aja, toh hari ini doang kan kita ketemu, besok-besok kami udah balik ke kota sebelah," tatapnya penuh makna.


"Woi kambing conge!, pasrah amat jadi cowok. Hidup kamu beneran di bawah kendali Nari, ya?," hardik Aron pada Kai yang hanya diam melihat bagaimana Alex memperlakukan Nari.


Kai membuang pandangan. Malas rasanya harus berurusan dengan orang-orang seperti mereka. Dalam pikiran Kai, dia masih memikirkan batasan kasta di antara mereka, dia yakin pelayan Nari yang lain nggak akan tinggal diam melihat Nari di perlakukan seperti ini.


"Kamu diam aja," pinta Nari pada Kai"Nggak usah di dengerin."


"Siapa kamu??".


"Pacar!," bukan Kai yang menjawab, tapi Nari.


Alex menatap Nari, kemudian beralih menatap Kai lebih dalam.


"Nar, kamu bilang nggak niat pacaran! kok sekarang pacaran sama dia??," Aron terbilang memiliki kesabaran yang tipis kali ini, rasa kesal itu merubah dirinya yang dulu lembut pada Nari menjadi mulai kasar.


Untungnya mereka berempat berada di meja paling ujung, se-enggaknya sediki jauh dari para tamu undangan.


"Kalau kamu mencari kekasih model pelayan seperti dia, aku bisa kok Nar. Aku bisa melayani kamu bahkan lebih baik dari dia!!," ucap Aron lagi dengan suara sedikit meninggi.


Kai menatap Nari dalam-dalam, seolah menghakimi Nari yang begitu memaksa mendekatinya. Nyatanya dia sudah memiliki si kembar yang begitu ngotot ingin menjalin hubungan dengannya.


"Jadi, kamu memang mengincar aku yang nggak berkutik atas segala perintahmu, Nona?," bisik Kai pada Nari.

__ADS_1


Nari menggelengkan kepala, dia terlihat panik. Dan eskpresi itu membuat Kai beranggapan bahwa Nari mengincarnya hanya untuk di jadikan budak cinta, seperti apa yang di katakan Aron"Kamu jangan terpengaruh sama ocehan dia."


"Kenapa panik? oh, jadi benar dong dugaan aku. Jadi, pacar yang bisa di perbudak begini yang kamu mau!?," Aron semakin menggila dengan caciannya.


"Jalani pelan-pelan sama aku aja Nar, aku bisa kok menuruti apa yang kamu mau"Alex malah menyerahkan diri kepada Nari, membuat Aron kepalang kesal dengan kebodohan saudara kembarnya itu.


"Begini banget kamu Lex pengen ngabisin sisa waktu bareng Nari."


"Aku punya alasan untuk hanya berteman saja dengan kalian berdua, oke!," Nari menarik lengan Kai dan mencoba menjauhi mereka.


"Nar---," panggil Alex lagi.


Dengan wajah malas Nari berbalik menatap Alex"Apalagi!!."


"Aku tahu kamu nggak beneran pacaran kan sama dia, please kasih aku kesempatan sekali aja buat jalanin sama kamu."


"Aku sudah mengalah, tapi kamu tetap nggak bisa dapatin dia. Itu artinya kalian memang nggak jodoh! maksa banget sih, Lex!," gerutunya kesal.


Aron sudah nggak kuat bertahan di antara mereka, pemuda itu gegas berjalan mendekati Andrea dan Jung, sang raja dan ratu hari ini.


"Selamat ya bang, semoga langgeng" ujarnya memberi selamat dengan sikat kata, juga kepada Andrea. Dapat Aron lihat dengan jelas raut bahagia terpancar dari dua sejoli yang telah resmi menikah itu.


"Terimakasih, ini Aron atau Alex?."


"Aron, bang," sahutnya"Alex lagi sama Nari, juga sama----." Malas sekali rasanya jika harus menyebutkan nama Kai, pemuda yang mendapat pengakuan dari Nari.


"Hehehhe seandainya Aron bisa ngerasain di bikin pusing sama Nari bang," ucapan putus asa Aron menarik perhatian Andrea.


"Tapi Nari baik kok, jadi temen kan oke juga, Ron."


Aron menggeleng"Aron nggak kuat kak, mana Alex ngebet juga sama dia. Eh sekarang jadian sama si cowok bernama Kai itu, hancur banget hati ini," sedih melihat kenyataan wanita yang dia relakan untuk saudaranya, justru jadian sama cowok lain.


"Masih banyak ikan di lautan, Aron. Jangan galau deh, kamu sudah makan belum?," mencoba menepis kesedihan Aron, Jung menawarkan berbagai hidangan lezat yang bisa Aron nikmati.


...****************...


Kembali ke taman ujung.


"Maaf Alex, aku nggak bisa memaksa diri untuk jadian sama kamu," untuk kesekian kalinya Nari berucap begitu di depan Alex, dan Kai masih setia berdiam diri, sebagai pendengar sejati.


"Aku nggak akan menyerah,Nar," tangan Alex hendak menarik lengan Nari lagi.


"Eitsss!!, sudah dong. Telingaku hampir tuli mendengar penjelasan Nari. Ayolah, ini cewek nggak cantik-cantik amat, masih banyak cewek yang lebih cantik dan lebih lembut di luaran sana," habis juga akhirnya kesabaran Kai, dengan kuat dia menahan tangan Alex yang berontak dari genggamannya.


"Kamu bukan siapa-siapa dia!! jangan ikut campur!," mata Alex menatap tajam kepada Kai.

__ADS_1


"Terserah mau menganggap aku sebagai apa, sudah cukup aku kasih kamu waktu untuk berbasa-basi dengannya," tangan Alex terhempas menjauhi tangan Nari, tepisan Kai terasa cukup kuat.


"Kamu punya apa buat Nari, hah!!," Alex berniat memojokan Kai dengan melangkah lebih maju, namun Kai bukanlah pemuda dengan mental kerupuk, yang akan hancur ketika dia sudah terlanjur maju.


"Aku nggak punya apa-apa bro, karena aku hanya sekedar pelayan kan di mata kalian."


"Lagipula, inilah kesalahan kamu hingga pilihan Nari nggak jatuh kepada kamu, atau saudaramu itu. Kalian mengukur semuanya dengan materi, ingat bro uang bukan segalanya!!."


Nari memayunkan bibirnya, apa susahnya sih Kai mengaku sebagai pacarnya. Dengan begitu mungin Alex akan menyerah. Apakah dengan mengakuinya sebagai pacar, akan membuat Kai malu??.


"Udahhhh, kita nggak lagi syuting drama korea ya!. Kamu Alex, kalau masih mau temenan sama aku, tolong terima keputusanku. Dan kamu-----," mata bulat berujung sipit Nari menatap Kai intens.


"Heem..?," seolah menantang, Kai juga membulatkan kedua matanya melawan tatapan Nari.


Nari menyeret Kai berlalu dari hadapan Alex. Setengah berlari Kai mensejajarkan langkahnya bersama si Nona Nari.


"Kaki kamu pendek tapi kok cepet amat," sempat-sempatnya kata-kata itu lolos dari mulut Kai.


"Diam!!," sergah Nari.


"Wuisss!!, harusnya aku yang marah. Kok kamu yang ngambek," Kai berhenti.


"Nar...!!"


Nari tetap memaksa menarik Kai bersamanya.


"Benar-benar pemaksa!. Begini nih yang di bilang orang kalau cewek terlahir dengan status maha benar, suka main hakim sendiri."


"Diam!!," Nari mendorong Kai masuk ke dalam Labirin yang pernah menyesatkan Ghina sewaktu kecil.


"Maju!," perintah Nari.


"Kemana??Ini labirin kan, aku paling lemah sama arah-arah buta seperti ini."


"Maju!!," sentak Nari lagi.


"Nggak!, kamu selalu saja memaksa!."


"Kamu tuh ngeselin, maju sana!, menghilangkan aja sekalian," teriak Nari. Ada bulir-bulir air mata jatuh dari kedua matanya.


Kai menjadi bingung melihat air mati Nari"Naria.....," ucapnya lirih.


To be continued...


~~♡♡Happy reading.jangan lupa like vote dan komen.

__ADS_1


Salam anak Borneo.


__ADS_2