
..."Senja itu sangatlah candu, selalu datang membuat rindu semakin menggebu"....
...Abdillah Agam Pratama...
...Dalam novel...
...-Senja di pelupuk mata-...
...💫💫💫💫...
Empat cecunguk, sedang berjemur di bawah teriknya mentari pagi. Berpasang mata memandang iba kepada mereka, namun nggak sedikit pula beberapa pasang mata melirik puas ke arah seseorang dari mereka.
"Rasakan!!, sok kecantikan sih," Rika and the genk mulai mencibir Naria, yang sedang di apit Rivan dan Keano. Nggak ketinggalan si biang rusuh level sebelas, Bisma berada di jejeran ke empat. Kebersamaan mereka nampak kontras bersama Rivan si biang kerok level dua belas.
"Sirik aja kamu mpok Rika, lagi PMS yah??," secara tiba-tiba, Fay muncul di antara tiga cewek berhati iri dengki, khususan kepada Nari. Mereka ternyata sedang bersuka ria atas turunnya Nari ke lapangan untuk menjalani hukumannya.
"Belain aja terus!!, memang yakin tuh cewek bakal jadi jodoh kamu??, mending sama aku aja Fay," lirikan Nasya membuat Fay bergidik nyeri. Nasya adalah satu dari tiga cewek yang mempunyai dendam kesumat kepada Nari. Sudah dari kelas sepuluh dia naksir Fay, tapi nggak pernah sekalipun di lirik balik oleh Fay. Seluruh perhatian Fay sudah di patenkan kepada Nari, yang memang di sukai Fay sejak lama.
"Masih ngarepin ni cowok?, sudah jadi budak cinta kok masih di harepin," cibir Rena.
"Huh!!, seperti hati kamu nggak sakit aja liat Nari jalan sama Ikbal. Kamu diam-diam menaruh benci juga kan sama si korea!." Balas Nasya.
Ucapan Nasya hanya di tanggapi Rena dengan lenguhan jengah. Memang bukan rahasia lagi kalau mereka bertiga adalah korban cinta sepihak para bucinnya Nari. Kalau Nasya nggak bisa menggapai Fay dan Rena juga nggak bisa mendekati si Ikbal, kisah cinta si Rika juga nggak kalah mengenaskan dengan mereka berdua.
...# Flashback beberapa waktu yang lalu#....
Untuk pertama kalinya jantung Rika berdegup kencang saat melihat seorang cowok. Pandangannya nggak terlepas dari foto seorang Hendro yang dia lihat di laman Instagram.
"Kamvret nih anak, makin di pantengin makin cakep. Sayang bocah," gumamnya terus berselancar di beranda akun Instagram milik Hendro, untuk melihat lebih banyak foto yang di posting Hendro di sana.
Sejak saat itu Rika resmi menjadi bucinnya Hendro si adik kelas. Perbedaan usia yang awalnya di permasalahkan Rika, perlahan terhapus oleh ketampanan Hendro dan mendorongnya untuk menyatakan cinta kepadanya.
"Aku suka kamu, ayo kita pacaran," ucap Rika dalam satu tarikan nafas di hadapan Hendro. Setelah berpikir beberapa hari, akhirnya Rika memberanikan diri mengungkapkan perasaannya kepada Hendro.
Garuk-garuk kepala yang nggak gatal, Hendro mencari kata-kata yang tepat untuk menolak pernyataan cinta si kakak kelas.
"Jawab dong, Hendro! aku malu nih," tukas Rika dengan wajah merona.
"A----anu kak Rika, sejak masuk ke sekolah ini, hati aku sudah ada yang punya, maaf!." Bagai di bawa angin ****** beliung, kepala Rika rasanya pusing tujuh keliling. Bukan karena sakit kepala tapi karena rasa malu dengan penolakan yang dia terima.
"Oh!," ujarnya singkat.
"Maaf kak!," Hendro sangat merasa nggak enak hati. Raut wajah yang semula ceria dengan sepasang bola mata berbinar, kini berubah murah dengan sorot mata meredup.
"Its okay!," sahutnya berlalu tanpa permisi dari hadapan Hendro. Untung saja mereka ngomongnya di sudut lapangan basket yang lagi sepi, jadinya Rika nggak malu-malu amat.
Setelah kejadian itu Rika diam-diam kepo-in siapa gadis yang telah memiliki hati Hendro. Dan setelah beberapa hari ngintilin Hendro di sekitaran sekolah, usaha Rika membuahkan hasil. Kedua matanya menangkap interaksi antara Hendro dan Nari di halte bis ketika pulang sekolah. Dengan hangat Hendro memasangkan jaket miliknya kepada Nari serta melindunginya dari percikan air hujan.
"Jadi cewek nya Nari. Rakus banget si korea, semua cowok pengen di embat!!," tangannya mengepal menahan emosi.
__ADS_1
...----------------...
"Kalian para murid kucrut!! berdiri yang tegak! tangannya kasih hormat sama tiang bendera," hardik Pak Ibrahim dengan gigi bergeretak.
"Sumpah!! aku pengen santet ini guru," gerutu Bisma.
"Diem Bis!, kita harus berkelakuan baik biar cepet selesai. Kasian Nari tuh keringatnya sudah segede biji jagung," tegur Keano. Nari memang nampak sangat kepanasan sekarang. Matahari pagi ini sedang enggak berpihak kepadanya. Sepertinya semesta ikut menghukumnya karena bertindak lebih bandel dari biasanya.
"Tinggal di oven aja bro, jadilah popcorn," balas Bisma berkelakar.
"Nggak lucu!," kesal Keano.
"Oh matahari, kamu baik sekali hari ini!. Biasanya jam segini kamu nggak panas-panas banget," keluh Nari sambil menaungi wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Tanpa di duga, Rivan yang tinggi menjulang menaungi Nari di bawah lengan kirinya dengan jaket yang dia kenakan. Seperti adegan pangeran ke empat, pas lagi menaungi IU di drakor Moon Lovers Scarlet Heart Ryeo.
"Beh!, pengen ku geplak kepala kamu, Van!!. Pinter banget nyari muka."
"Nih muka aku masih di sini, nggak kemana-mana," balas Rivan dengan songong, memamerkan wajahnya kepada Keano"Lihat baik-baik, cakep kan? cocok dong sama Nari."
"His, sudah siang, Van!!. Jangan mimpi terus!."
Rivan memanyunkan bibir kearah Bisma. Tangan besarnya mengipas-ngipas Nari yang kepanasan.
"Cih, ingat woi ada orang lain kali Van di sini."
"Yang bilang kalian monyet juga siapa!?," Rivan menghardik Bisma yang ngoceh nggak jelas dari tadi.
"Oh, itu toh para manusia durjana yang meracuni otak somplak Nenek sihir," Joen maju mendekati mereka di temani Pak Ibrahim.
"Apa perlu saya kasih data pribadi mereka, Tuan Joen?."
"Panggil saya Joen aja Pak," Pinta Joen sembari melempar senyum. Aneh rasanya kalau dia harus di panggil Tuan muda selain di kediamannya.
"Papah memang meminta data mereka Pak." Tambahnya.
"Tunggu sebentar ya, nak Joen," Pak Ibrahim langsung ngacir ke ruangan kepala sekolah.
Â
"Gimana rasanya berjemur?."
Nari terperangah mendengar suara yang nggak asing di telinganya.
"Bang Joen-----," wajah memerah karena kepanasan itu menjadi mewek, dalam sekejap air mata hampir tumpah di kedua pipi.
"Eh jangan pake air mata buaya!," Joen menghindari Nari yang hendak mengadu kepadanya.
__ADS_1
"Hick-hick jahat banget sih, bang!," keluh Nari.
Joen nggak menggubris ocehan Nari, dia lebih fokus kepada Rivan yang begitu perhatian menaungi Nari dari terik matahari"Siapa nama kamu,"? bertanya tegas.
Rivan membetulkan cara berdirinya di depan Joen"Rivan, bang."
"Kamu?," ujarnya berpindah kepada Keano.
Merasa mendapat tatapan dari Joen, Keano juga membenarkan cara berdirinya seperti Rivan"Saya Keano, bang," jawabnya dengan kedua tangan bertautan ke belakang.
"Saya Bisma, bang. Sahut Bisma yang juga mendapat lirikan tajam dari kedua mata Joen.
Seperti guru BP, Joen berjalan mengelilingi mereka dengan kedua tangan terlipat di dada.
"Siapa yang ngajakin Nari bolos kemarin?."
Sontak Bisma dan Keano menunjuk ke arah Rivan.
Joen menyeringai"Siap kamu di kawinin sama Nari ?!."
"HAH !!," pekik Keano dan Bisma bersamaan. Sedangkan Rivan terdiam. Apakah ini mimpi??.
"Abang! Kok nanyain kawin?," Fay nggak terima dengan perkataan Joen. Dia berlarian ke arah Joen dan melontarkan pertanyaan barusan.
Dengan kedua alis bertaut naik, Joen mengalihkan pandangan dari Rivan ke arah Fay"Kamu siapa?."
"Saya Fay, cowoknya Nari bang."
"Bukan bang!, Nari cewek saya," Zaid menyambar.
"Enak aja!, Nari sama saya, bang!," Ikbal nggak mau kalah.
"Hoel!, laku juga si baby cebong," gumam Joen.
"Diam kalian!," Pak Ibrahim menghardik mereka yang ikutan mengoceh. Dia datang dengan tiga map berisi data pribadi para cowok yang bolos bareng Nari.
"Ini Pak, saya hanya perlu data si kunyuk ini. Punya nyali juga kamu ngajak kabur si Nenek sihir," jari telunjuk Joen begitu dekat dengan bola mata Rivan yang bulat seperti boba.
"Abang!!," sentak Nari.
"Diem cebong!," balas Joen.
"Papah nggak serius kan dengan omongannya kemarin," cicit Nari usai di bentak oleh Joen.
"Kalau becanda ngapain aku di utus ke sini buat mencari informasi tentang mereka??. Xixixixi bakal nikah muda kamu!! rasakan!!!," ledek Joen berbisik seraya manyun-manyun bibir di hadapan Nari.
To be continue...
~~♡♡Happy reading. jangan lupa like, vote, Fav dan komen dong guys ☺☺☺
__ADS_1
Salam anak Borneo.