
...***Ini adalah butiran salju yang melayang sedikit demi sedikit kedalam mataku....
...Ini adalah api yang terus bersinar dan meredup tanpa pernah menyerah....
...Dan aku dengan terpaksa berpasrah diri meratapi nasib seperti pohon willow....
...Yang setelah angin bertiup,.daun bergoyang dan berjatuhan begitu saja....
...Perasaan kehilangan kamu adalah kesepian terhangat,...
...Mendekapku dengan erat seperti sebuah sayap,...
...Yang menyebabkan aku tak dapat berhenti untuk terus terbang dan mengenang masa lalu....
...kamu meninggalkan aku tanpa mengucapkan sepatah kata pun,...
...Bahkan itu untuk kesejahteraan ku....
...Nyatanya itu adalah gelombang yang akan terus menghantam di kedua hati kita.***...
...💔💔💔...
Nari sudah tak dapat mentoleransi kekejaman Kai terhadapnya. Hari ini dia akan mencari keberadaanya!
"Pertaman, aku akan tanya sama si dosen durjana, akh!! kira-kira bakal di bantuin nggak, ya?."
Pucuk di cinta, ulam pun tiba, kebetulan orang yang maksud berjala melewati kamar Nari.
"Bang Jung!," Nari memanggil dengan hati ketar-ketir, bakal aman atau berujung perang?
Tampang malas Jung seakan menjawab rasa penasaran Nari," Waduh! lempem amat mukanya, pasti nggak akan dapat informasi," bisik hati Nari.
"Abang kenal sama Dion, nggak??atau sama Kai??."
Kedua mata Jung berputar turun naik kiri kanan muka belakang"Kalau nanya yang jelas, aku nggak kenal Dion. Kalau Zion T aku tau," sahutnya asal.
"Kalo ZionT Nari juga tau, bang!," sungut Nari.
"Masa sih nggak kenal Dion sama Kai. Mereka mahasiswa tahun pertama di kampus," elas Nari lagi.
"Segala Kai, Kai EXO aku baru tau! yang dadanya kotak-kotak ampe ke perut kan. Kalau kata fans nya nih, roti sobek," jawaban Jung sungguh menyulut emosi. Namun Nari harus bersabar demi mendapat info tentang mereka berdua.
"Serius dong, bang!," wajah Nari tertekuk lesu. Sumpahn dia nggak bisa menyembunyikan rasa kecewa nya lagi.
"Kamu---mau apa nanyain mereka?," tanya Jung dengan nada serius. Kedua tangannya berlipat di dada. Gelagat Nari sangat tak biasa belakangan ini, dia terliha galau-galau alay begitu.
"Nanya doank sih, memang nggak boleh? kalua abang nggak kenal mereka ya udah deh."
Sedetik kemudian"Brak!!," pintu kamar tertutup.
"Dasar nenek sihir," umpar Jung menggeram"Nggak sopan banget!!, di sekolah nggak di ajarin sopan santun, ya!?," pekiknya kesal di depan pintu kamar Nari.
Nari nggak peduli. Dia nggak berniat menyia-nyiakan tenaganya sepagi ini. Mengingat kampus yang begitu besar, maka dia memutuskan akan mencari mereka secara langsung.
"Aku nggak bakal ketemu Jung Oppa kan di sana??, kampus yang begitu luas, nggak akan ketemu deh. Aku yakin!," gumamnya penuh keyakinan.
Ini sudah hari ke sepuluh, Kai beristirahat di rumah. Kakinya yang hanya terkilir sekarang sudah sangat membaik. Meskipun masih sedikit ngilu, itu nggak menyurutkan niatnya untuk kuliah. Selama masa meliburkan diri di rumah, dia terus berlatih menulis menggunakan tangan kanan.
Berantakan, ya! sangat berantakan. Nggak mudah untuk dapat mengerjakan segalanya mendadak menggunakan tangan kanan. Termasuk menulis.
Dia pun melapor pada dosen pembimbing tentang keadaannya. Selama masa penyembuhannya dia akan di bantu oleh Dion. Syukurlah, setidaknya masih ada sedikit keberuntungan yang tersisa untuknya.
__ADS_1
Menjelang sore di Universitar Charlotte.
"Permisi, noleh nanya nggak?."
Seorang mahasiswa berbalik setelah mendengar suara seseorang di belakangnya berbicara"Ya?."
"Maaf mengganggu,.kakak bisa bantu saya nggak?."
Sang peria melongok.
"Permisi kak!," Nari melambaikan tangannya lebih depan wajah pria itu.
"Akh!!..ya..tentu!.kamu perlu bantuan apa??", Riko terperangah dengan kecantikan yang Tuhan lukiskan pada wajah bulat Nari.
"Apa kakak mengenal seseorang bernama Dion atau Kai??", tanya Nari kalem. Jika saja Jung atau Joen melihat tingkah Nari saat ini, yang terlihat lembut dan kalem, mereka pasti nggak terima banget. Bukan Nari namanya kalau nggak bar-bar.
Masih setengah terperangah, Riko memaksa otaknya mencari jawaban atas pertanyaan Nari, gadis yang baru di lihatnya di kampus ini.
"Tahun ke berapa ya?," tanya pria itu lagi.
"Tahun pertama kak," jawab Nari dengan tampang polos dan lugu. Kedua bola mata bulat itu berkedip manja, terlihat indah sebab bulu mata lentih dan panjang.
Rido yang sedang berada di sebelah Riko juga nampak tenggelam dalam indahnya makhluk ciptaan Tuhan ini"Dek, kamu mahasiswa baru ya?."
Nari menggeleng"Bukan kak, saya masih SMA."
Kaki Riko dan Rido bertarung di bawah meja, tatap mereka juga tak luput dari kilatan persaingan.
"Kaka bantuin nyari ya,.yuk sambil jalan," Riko dengan cekatan mengajak Nari meninggalkan Rido..Gadis mulus cantik bening begini bahaya kalo lama-lama di pandangain Rido, bisa mimisan dia.
"Eitss!! ikut dong. Mmang ada perlu apa nyariin Dion?," Rido nggak kalah cepat dengan Riko. Buru-buru dia mensejajarkan langkah kaki bersama Nari san Riko.
"Ada perlu, ka," jawab Nari dengan senyum. Alhasil dua siswa itu meleleh dalam pesona Nari.
"Tahu dong, mereka mahasiswa beasiswa. Mereka kuliah di sini karena otak yang cemerlang, bukan seperti kamu ---."
"Lha, memang aku kenapa?," sambar Riko bernada sewot.
"Au ah!!," ujar Rido.
"Woii Nenek sihir!!," suara itu sangat tidak asing bagi Nari. Kedua matanya berkedip cepat seraya mengantupkan bibir.
"Eh, ada pak Jung," sapa Riko dan Rido bersamaan kepada Jung,.yang tengah berlari kecil semakin dekat ke arah mereka.
"Ngapain ke sini??masih kecil kok udah main ke kampus??," kini Jung sudah berdiri tepat di hadapan Nari.
"Heem--- jadi Dion dan Kai itu pasti sesuatu sekali buat kamu," lanjut Jung menatap Nari lekat.
"Maaf pak, kenal?," tanya Riko menunjuk Nari yang menatap Jung salah tingkah.
"Lagian kok di panggil Nenek sihir pak??cantik begini," ucap Rido setengah berbisik kepada Jung.
Senyum nakal terlukis di wajah Jung,"Heh...cantik ya??."
Nari cemberut"Buruan pergi aja deh, sana minggat yang jauh!."
"Nggak sopan!!akh, biasa sih ya. Nenek sihir kan memang begitu kelakuannya," cibir Jung.
BUK!!, sebuah tinju mendarat di perut Jung.
"Akh!!!," Jung meringis. Sementara Riko dan Rido terkejut dengan rahang menganga.
__ADS_1
"Kalian pergi deh, biar saya yang mengurus bocah ingusan ini," titah Jung pada dua cowok yang kembali terperangah memandang Nari.
"Anu__"
"Ini si bungsu!! adik bungsuku," Jung memotong perkataan Rido.
"Eisshhh, sini kamu!!," tngannya menjulur hendak menggapai Nari.
"Ogah!!Nari sama kakak-kakak ini aja!!," Nari menepis uluran tangan Jung. Dia pasti akan di ejek jika maksud kedatangannya di ketahui Jung. Pasti akan viral juga nanti di rumah dengan judul gosip"Seorang nenek sihir mencari mangsa".
Membayangkannya saja membuat Nari menghela nafas panjang.
"HAH!!".
Mereka terkejut, jadi gadis manis binti cantik binti imut yang menarik perhatian mereka tadi, satu pabrik sama dosen idola di kampus.
"Pantesan beda banget, bro!!" seloroh Riko.
"Dah deh! syuuusyuu, kalian pergi," usir Jung.
Dengan paksa dia menarik Nari bersamanya"Iya deh iya,.Nari ikut kok. Nggak usah di tarik begini!," sebuah tepukan keras dia layangkan kali ini di punggung tangan Jung.
Sepanjang lorong kampus Nari cemberut. Menatap kesal kepada sang Dosan edan. Si abang cuek bebek, dia terus menarik lengan Nari sampai ke ruangannya.
Prilaku mereka sontak mencuri perhatian para mahasiswa. Dan berita kedatangan adik manis pak Jung pun santer terdengar di seluruh penjuri kampus.
"Gile ya! gen mereka benar-benar top markotop. Tahu kan cewek yang sama kita tadi??," erita Riko dan Rido kepada netizen-netizen kampus.
"Ternyata itu si bungsu dari Charlotte bersaudara," tambah Rido.
"Jelas bibit markotop!! Joen aja secakep itu," seru salah seorang cewek.
"Hiss!! ingat! dia udah punya bini!!."
"Iya, tahu kok. Cuman sekedar mengagumi saja, tapi kalau dia nyari bini kedua, aku mau kok," ucapan gadis itu sontak mengundang pukulan pelan dari para rekan gosip nya.
"Wuuuu~~~ bangun neng, sudah siang. Jangan mimpi terus!!."
Jadilah Charlotte bersaudara menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa. Selain memang dari keluarga ternama, ketenaran sang papah juga mendorong perhatian para netizen menjadi sangat menyoroti kehidupan pribadi mereka.
Nggak heran kalau mereka memiliki banyak followers di media sosial masing-masing. Nikahan Joen sama Ghina aja masuk berita info selebritis. pengaruh Tuan Charlotte sangat tidak di ragukan lagi.
...💖💖💖💖...
...***Kau melihatku......
...Mendengarkanku......
...Tersenyum padamu.....
...Bahkan engkau pun makan bersamaku......
...Namun tiba-tiba kau berbalik dari hadapanku.....
...Dan diam membisu....***...
...💔💔💔...
To be continued...
Selamat membaca jangan lupa like fav dan komennya 🤗🤗🤗
__ADS_1
Salam anak Borneo.