Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 10 Malaysia Hana Coming


__ADS_3

"Bila kau sedang merasa tidak tenang


maka cobalah beristighfar, ingatlah Allah


dengan begitu ketenangan akan


menyapamu."


..." Pelangi Hanani 🌹"...


****


Setelah beberapa jam perjalanan yang tertempuh akhirnya Hana dan Pamannya telah sampai di Bandara Kualanamu.


Hana yang melihat sekaligus masuk kedalam Bandara untuk pertama kalinya dibuat tercengang.


Mata Hana tak ada henti-hentinya mengelilingi tiap sudut ruang di Bandara itu.


 


" Masya Allah ini untuk pertama kalinya aku melihat sekaligus berada disini rasanya seperti mimpi ya Allah." Batin Hana.


 


Karena terlalu fokus pada pemandangan Bandara Hanapun tanpa sadar menyenggol seorang lelaki yang cukup berumur, Hana meminta maaf padanya Namun jujur dihati kecil Hana dia merasa kecewa pada dirinya karena telah menyenggol dia yang bukan mahromnya.


Braak....


" Maaf paman saya tidak sengaja Paman." Ucap Hana pada pria itu.


 


Pria itu tak menjawab permohonan maaf dari Hana dan meninggalkannya begitu saja.


" Sabar Hana, insya Allah semua ada hikmahnya. " Batin Hana.


Dan akhirnya tibalah penerbangan Hana dan Pamannya, merekapun memasuki pesawatnya.


Lagi-lagi Hana dibuat tercengang didalam pesawat bagaimana tidak Ini untuk pertama kalinya Hana masuk kedalam pesawat.


" Masya Allah tempatnya luas sekali, cantik dan juga adem." Gumam Hana dalam hati.


Paman Hana yang melihat Hana seperti itupun tersenyum simpul.


 


" Bagaimana Hana, apakah kau suka dengan pesawat ini ? " Tanya Pamannya.


 


Hanapun menganggukkan kepalanya.


" Alhamdulillah suka Paman hehe, sejuk sekali, cantik dan begitu luas. " Jawab Hana jujur.


" Alhamdulillah baiklah istirahatlah Hana, kita akan sampai beberapa jam lagi. " Ujar Pamannya.


Hanapun memanfaatkan waktu selama perjalanan untuk muraja'ah dengan pelan agar tidak menggangu penumpang lainnya.


Pamannya bangga melihat Hana yang senantiasa selalu menjaga hafalannya.


" Masya Allah nak beruntunglah orang tuamu memiliki putri sepertimu, bahkan Aku sebagai Pamanmu juga ikut beruntung." Ucap Pamannya dalam Hati.


Beberapa jam telah berlalu hingga sampailah Hana di Malaysia tepat pada pukul 04:30 Fajar.


Hana dan Pamannyapun turun di Bandara Internasional Kuala Lumpur, disana Ranti bersama Mamanya telah menanti kedatangan mereka.


Ranti yang melihat Hana langsung saja memeluk sepupunya itu.


 


" Hana welcome to Malaysia Hanani Syaufa. " Ucap Ranti.


 


Hanapun membalas pelukan Ranti.


" Hehe, Malaysia Iam Coming. " Jawab Hana pada Ranti.


 


Hanapun melepas pelukannya dan meraih tangan Mama Ranti untuk menyalimnya.


 


" Assalamu'alaikum Bibi." Ujar Hana pada Bibinya.


" Waalaikumussalam Nak, Alhamdulillah kamu sudah sampai di Malaysia semoga kamu betah ya nak disini." Jawab Bibinya dengan nada yang lembut.


" Insya Allah Bibi, ohiya bibi sehatkan ? " tanya Hana.


" Alhamdulillah bibi sehat Nak, seperti yang kamu lihat, Hana bagaimana Nak ? " tanya Bibinya kembali.


" Alhamdulillah Hana juga sehat Bik." Jawab Hana.


Setelah itu Hanapun segera menghubungi Orang tuanya untuk memberi tau bahwa dia dan Pamannya telah sampai di Malaysia dengan selamat.


Tuuttt....tuutt " Bunyi Handphone.


Ibu Hanapun meraih Handphonenya yang berada diatas meja.


" Ini pasti Hana yang telpon." Ucap ibunya


dan benar saja apa yang dikatakan ibunya Hana.


 


" Assalamu'alaikum nak." Salam Ibunya.


 


" Waalaikumussalam Buk, Alhamdulillah Hana sudah sampai di Malaysia buk." Jawab Hana.


" Alhamdulillah baiklah nak, kamu disana jaga diri ya nak, ingat semua pesan ibu sama Bapak disana ya nak." Ucap Ibunya pada Hana.


Bapak Hanapun meminta ibunya untuk bergantian berbicara.


 


" Hana sudah sampai nak, Alhamdulillah kalau gitu, sekarang Hana istirahat ya nak kamu pasti lelah selama diperjalanan tadi nak Bapak, jaga diri baik-baik disana nak. " Ujar Bapak Hana.


 


Hana tak dapat menahan dirinya dan lagi-lagi air matanyapun terjatuh.


" Iya ibu, iya Bapak Hana akan selalu ingat pesan Bapak sama ibu. Hana sayang kalian udah dulu ya Pak Hana sama Paman mau balik ke Istana ni, setelah selesai shubuh nanti Hana akan istirahat Buk, Pak Assalamu'alaikum. " Tutup Hana.


" Iya Nak Waalaikumussalam." Jawab Bapak dan Ibu Hana.


 


Hana dan keluarga Pamannyapun pulang menuju Istana.


Tak butuh waktu yang lama merekapun Akhirnya sampai di Istana.


Hana yang melihat Istana untuk pertama kalinyapun dibuat kagum oleh panorama bangunannya.

__ADS_1


 


" Masya Allah tempat ini luar biasa sekali Sungguh megah dan indah sekali." Batin Hana.


 


" Aku tak pernah menyangka arus takdir akan membawaku ketempat ini, ya Aku sigadis miskin yang mempunyai impian besar yang tadinya dipenuhi dengan pesimis, yang selalu berpikir takkan pernah melihat dunia luar sebab keterbatasan biaya. Namun Allah begitu baik padaku memberikan aku kesempatan untuk bisa sampai disini. Aku yakin dengan ikhtiar dan doa yang maksimal dengan keyakinan sepenuhnya kepada Allah dzat ya maha besar aku yakin suatu saat nanti aku bisa sampai ke Negri para Nabi." Batin Hana.


Hana tersadar bahwa walaupun Istana ini terlihat begitu berjaya tapi ternyata masih ada konflik yang sama sekali tak terselesaikan oleh mereka.


 


" Baik Hana, tantanganmu akan segera dimulai Hana. " Batin Hana.


Paman Hanapun mengajak Hana kebelakang Istana karena disanalah keberadaan Rumah Pamannya.


 


" Hana mari kita kerumah Paman, rumah paman berada dibelakang." Ajak pamannya.


 


Hanapun mengangguk mengikuti Pamannya, Ranti dan juga Bibinya.


Tiba-tiba saja Seorang putra Raja lewat dihadapan mereka. Ya begitu Tampan rupanya, dengan penampilan yang begitu rapi dan juga selalu menebar senyumannya


Ya dia adalah Izaz Ikram Nazhanul Hakim putra pertama Raja Nazhanul Hakim.


Hana yang melihat Pemuda itu spontan melototkan matanya bukan karena dia terkagum pada ketampanannya. Melainkan dia terkejut bahwa orang yang diakhir-akhir ini berada dimimpinya dia temui didunia nyata.


 


" Astaghfirullah, Hana kamu ga lagi mimpikan, Hana kamu ketemu dia lagi tapi kali ini didunia nyata, Ya Allah apa maksud ini semua. " Batin Hana.


Pemuda itu berlalu begitu saja dan memberikan senyumannya pada Ranti


Rantipun membalas senyumannya


masih dalam keadaan terkejutnya Hanapun mulai mengeleng-gelengkan kepalanya.


Ranti yang melihat tingkah laku sepupunya itu pun terheran.


" Hana kamu kenapa ? ada masalah ya ? " Tanya Ranti.


Hanapun tersadar dari lamunannya.


" Eh ga apa-apa kok Ran, ohiya Ran itu siapa ya ? " Tanya Hana balik.


 


"oh itu kak Izaz Putra pertama Raja Han." Jawba Ranti.


" Ohiyaiya Ran, itu yang kemarin kamu tunjukin potonya dan kamu bilang dia udah ada tunangankan." ucap Hana.


" iya Han,Kamu betul eh tapi ya Han kak Izaz itu orangnya ramahloh, baik kalau berteman itu ga milih-milih beda banget sama adiknya simanusia es itu Han. " Kata Ranti pada Hana.


" Wah benarkah Ranti?? " Tanya Hana lagi


" Benar Han, aku ga bohong." Jawab Hana.


" Baiklah, eh tapi emang kenapa Adiknya sampai kamu bilang manusia es ? " Tanya Hana yang penasaran pada Sosok Arga.


Rantipun menarik nafasnya.


" Adiknya itu sangat dingin, cuek bahkan berbicara sangat jarang sekali dua kali seh kayaknya bahkan dia itu ga punya teman Hana pokoknya orangnya suka menyendirilah Hana." Jawab Ranti memperjelas kan mengenai Arga.


Hanapun menganggukkan kepalanya paham dengan Perkataan Ranti namun terbesik rasa penasaran didalam hati Hana mengenai Arga kenapa lelaki itu bersifat seperti layaknya yang di ceritakan Ranti.


Merekapun bergegas kerumah Ranti untuk bersih-bersih agar melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah di Masjid.


Ya siapa sangka pemilik suara merdu itu adalah Pemuda es alias Argasyah Nazhanul Hakim putra bungsu Raja.


 


" AllahuAkbar AllahuAkbar." Adzan Arga.


Hana yang mendengar suara Arga pertama kalinyapun dibuat terkagum olehnya dan tak terpungkiri Hanapun penasaran dengan pemilik suara itu.


" Masya Allah suaranya indah sekali, siapapun mendengarnya pasti merasakan hatinya bergetar plus akan selalu mengingatmu Ya Allah. " Batin Hana.


Merekapun bergegas menuju Masjid. Namun dikarenakan antara wanita dan pria terhalang oleh tabir, Hanapun tak dapat melihat siapa pemilik suara merdu itu.


Masjid Agung Istana sangatlah megah, luas bahkan indah dilengkapi dengan halaman yang luas beserta taman disekitarnya, Air pancur berukuran sedangpun menemaninya.


Selesai Adzan terdengarlah suara merdu sang Imam Masjid ya lagi-lagi hati Hana dibuat bergetar oleh lantunan ayat suci yang begitu merdu.


Ya pemilik suara merdu itu adalah Izaz Ikram


Dia memang selalu menjadi Imam Masjid diwaktu Shubuh. Sementara Arga memiliki jadwal Imam diwaktu magribh dan Isya.


Kedua Putra Raja yang begitu mengagumkan bukan ??


Selesai Sholat Shubuh berjamaah merekapun kembali kerumah Ranti.


Masih dengan rasa penasarannya Hanapun bertanya pada Ranti mengenai Sang Muadzin dan juga Imam Sholat tadi.


 


" Ran, yang Adzan tadi siapa ya ? " Tanya Hana.


" Oh itu yang Adzan si manusia es Hana alias si Arga. " Jawab Ranti


" Hm, Ranti kamu ga boleh nyebut dia gituloh ga baik. " Ucap Hana pada Ranti.


Rantipun tertawa karena memang betul tak sepatutnya dia menjuluki orang lain.


"Hehe, iya Han habisnya udah kebiasaan. " Ucap Ranti.


Tiba-tiba saja Hana teringat dengan Anugrah


Ya Pemuda yang pernah juga Hana berikan julukan bahkan julukannya lebih parah dari julukan Ranti Pada Arga.


" Hm Mr.Mendrofa, China buta hehe aku merindukan diriku disaat meledekmu Grah." Gumam Hana dalam hatinya.


Rantipun menyenggol bahu Hana untuk menyadarkannya dari lamunannya.


" Wey Hana ini kita mau balik atau mau tetap diri disini Hana ? " Tanya Ranti.


Hanapun tersadar dari lamunannya dan menjawab bahwa mereka harus pulang karena Hana ingin istirahat sebentar sebab selama perjalanan Hana tak sedikitpun memenjamkan matanya.


" Ohiya, kita balik lah Ran, aku mau istirahat sebentar saja Ran ayok." Ajak Hana pada Ranti.


" Hm, ayok Hana jangan ngelamun lagi ya Hana. " Jawab Ranti.


Hanapun tertawa memang aneh diakhir-akhir ini dia suka sekali melamun.


Merekapun menuju Rumah Ranti, disana Hana dan Ranti satu kamar agar mereka tidak saling kesepian.


Setelah Beres-beres Hanapun merebahkan tubuhnya sebentar saja untuk beristirahat sebelum aktivitasnya dimulai di Istana.


Setelah dua jam berlalu Istana pun melaksanakan makan bersama diruang makan Istana, semua yang bersangkutan dengan pihak istana ikut makan diruangan itu dan termasuklah Hana disana.


Pandangan Hana tertuju pada pemuda yang kelihatannya sangat cuek dan benar pemuda itu adalah Arga.


Arga hanya makan sedikit saja dengan cepat menghabiskan makanannya dan berlalu pergi begitu saja.

__ADS_1


semua orang yang berada di Istana telah biasa dengan tingkah Arga namun berbeda dengan Hana yang sedikit terkejut dengan sikapnya.


Ayah Arga dan Mamanyapun melihat kearah Hana yang tengah memandang kepergian Arga.


 


" Nak, maafkan ketidaksopanan budak satu tu ye tak payahlah masukkan dalam hati ye awak ni ke sepupunya Ranti ? " Ucap Mama Arga.


 


Hanapun segera melemparkan pandangannya kearah lain.


 


" Ohiya Puan, tak pe saye oke je. Iya betul saye sepupu Ranti. " Jawab Hana dengan santun.


 


" Alhamdulillah, siape name awak ni ? " tanya Mama Arga lagi.


" Name saye Hanani Syaufa Puan, biasa dipanggil Hana Puan. " Jawab Hana.


" Wah, lagaknya nama awak ni hehe sentiasa awak senang ye Kat Istana ni." Ucap Mama Arga begitu hangat.


" Insya Allah Puan, Puan dan Tuan Terima kasih telah terima saye Kat Istana ni. " Ujar Hana dengan hormat.


Ayah Arga yang mendengar perkataan Hana memanggilnya Tuan dan Memanggil istrinya Tuanpun tertawa.


" Hehe Hana awak tak payahlah panggil saye Tuan dan Istri Saye Puan panggil je kami Uncle dan Aunty. " Ujar ayah Arga padanya.


" Baiklah Tuan, eh maksudnya baiklah Uncle. " Ucap Hana.


" Nah itu barulah sedap didengar, anggep je ni rumah awak sendiri ya tak payah nak sungkan-sungkan Kat Istana ni ye. " Tutur Ayah Arga begitu baik pada Hana.


Hana yang diberlakukan baik di Istana merasa begitu terharu dengan kebaikan Keluarga Istana.


" Masya Allah Begitu baiknya Paman dan Bibi ini, aku yakin paman adalah Raja yang bijaksana dan Bibi ini juga orang yang baik. Pasti ada dalang dibalik semua pertikaian ini." Batin Hana.


Setelah selesai makan bersama, Ranti mengajak Hana berkeliling Istana untuk memberi taunya setiap sudut Istana, dengan begitu detail Ranti memberitau Hana.


Dan Hanapun meresponnya dengan serius tiba-tiba saja Ada seorang gadis yang tengah berlari seperti sedang dikejar seseorang.


Ya benar saja Gadis itu sedang berlari menghindari seorang pemuda.


Gadis itu adalah Tasnin Kasih wani Putri Mentri di Istana dan Pemuda itu adalah Izaz Ikram putra pertama Raja.


 


" Kasih kembalikan jam Abang cepat." Ucap Izaz yang tengah mengejar Kasih.


 


Kasih yang begitu terburu-buru berlaripun tanpa sadar menabrak Hana.


Braak... dan jam tangan itupun terjatuh.


 


" Ya Jam tangan Abang jatuh dan pecah bang. " Ujar Kasih dan diapun melihat kearah Hana.


 


Kasih pun menegur Hana.


 


" You tu ye, kalau nak bincang tu jangan Kat sini, boleh Kat tepi sane. Lihat dah ape awak buat jam Abang Izaz dah rusakpun, ini semua you punya pasal !! " Ucap Kasih dengan nada tinggi.


 


Ranti yang mendengar perkataan Kasihpun tidak terima begitu saja.


Bagaimana bisa Kasih menyalahkan Hana yang bahkan tidak bersalah, justru Kasihlah yang bersalah bertingkah laku seperti budak kecil, lari kesana kemari tanpa memperhatikan Jalan.


" hey, Kasih ape awak ni tuduh Hana.


Hana tak de salahpun!! awak tu yang salah jalan tak gune mata dengan bijak !! " Jawab Ranti dengan nada sedikit meninggi.


Hanapun segera menarik tangan Ranti agar Ranti tidak berkelut dengan emosinya.


" You ni Ya Ranti, udah salah nak membebel pula arggh." Jawab Kasih yang hendak Menarik jilbab Ranti.


Dengan sigap Izazpun menarik Kasih agar tidak melakukan itu.


" Kasih ape awak ni, tak payahlah nak gaduh-gaduh. Kite yang salah bukan mereka.


Meraka bagus je kita yang tak gune mata dengan baik. " Ucap Izaz.


Hanapun mencoba menghentikan perdebatan itu.


" Oke, saye minta maaf Kat awak karena tanpe sengaja saye lakukan itu tak de maksusn apapun kite damai je ya insya Allah itu lebih baik untuk kite bersama. " Ujar Hana.


" Hana kamu apa-apaan sih dia yang salah seharusnya dia yang minta maaf Hana bukan kamu. " Kata Ranti pada Hana.


Hanapun menyuruh Ranti untuk diam agar tidak terjadi lagi perdebatan yang ditakutkan berakhir dengan pertengkaran.


Kasihpun membuka suara.


" Baik untuk kali ni you selamat tapi untuk selanjutnya I takkan lepaskan you begitu saja Paham !! " Ucap Kasih dengan menatap tajam ke arah Hana.


" Baiklah Terimakasih Nona." Kata Hana dengan santun.


Kasihpun pergi meninggalkan mereka


Izaz tersenyum kala melihat gadis seperti Hana.


" Maafkan Kasih ya, dia memang macam tu agak sedikit manja budak tu. " Ucap Izaz pada Hana.


" Tak pe saye pahampun. " Jawab Hana pada Izaz.


Ranti yang melihat tatapan Izaz pada Hana begitu berbeda, tidak seperti biasa Izaz menatap gadis lain, tapi berbeda dengan Hana dia hanya menundukkan pandangannya tidak melihat kearah Izaz.


" Awak ni dari Indo ke ? " Tanya Izaz Lagi.


" Iye Saye dari Indo, Saye sepupunya Ranti " Jawab Hana dengan posisi memandang ke arah Ranti.


" Ohiye, awak ni nak sambung Study Kat sini ke ? Tanya Izaz Lagi.


Rantipun paham bahwa Hana tidak suka dengan keadaan ini.


" Iye , Hana akan sambung Study Kat sini udah dulu ye Bang Izaz kami nak Kat sane dulu ye masih Ade urusan bye Assalamu'alaikum." Ucap Ranti yang menarik tangan Hana untuk pergi


" Eh Ranti, Waalaikumussalam." Jawab Izaz.


" Masya Allah gadis tu begitu lembut, penyabar serta Beautiful girl hehe, padahal aku nak bincang banyak lagi dengan die tapi Ranti ni main tarik je. " Ucap Izaz pada dirinya sendiri.


" Rase ape ni ya Allah kenape dadaku terasa macem marathon ni, pusing Kat sane pusing Kat sini, entahlah ya Rabb dah jatuh cinte ke kau ni zaz Kat budak tu." Batin Izaz sambil tersenyum menggelengkan kepalanya.


" Happy Eid Adha Mubarak guys "


Senantiasa kisah Nabi Ibrahim As ketika diperintahkan Allah untuk menyembelih Putranya Ismail melalui mimpinya. Tanpa menolak beliau menerima perintah Allah begitu juga dengan putranya yang siap melaksanakan perintah itu untuk mencari keridhoan Allah. Namun ketika hendak disembelih yang berada ditempat persembelihan bukanlah Ismail melainkan Allah telah menggantinya dengan seekor kambing, Masya Allah itulah kekuasaan Allah.


Banyak hikmah yang bisa kita petik dari kisah itu dan senantiasa kisah itu menjadikan cambuk untuk kita agar senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya.


Sevimli, senantiasa selalu suka dengan cerita Author hehe 😁

__ADS_1


@andinidalimunthe__


__ADS_2