Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 12 Bass Ball


__ADS_3

" Sekeras apapun sebuah hati


akan mampu ditahlukkan dengan


keikhlasan hati juga."


..." Pelangi Hanani 🌹 "...


****


Keesokan Harinya.


Semua telah berkumpul di Lapangan dalam rangka melakukan pertandingan Bass Ball terkecuali Hana, dia masih tengah melaksanakan sholat duha di Masjid,sembari mereka menunggu Hana, merekapun membagi tim regu mereka masing-masing. Grub pertama dipegang oleh Arga, sementara grub kedua dipegang oleh Izaz, kedua kapten tersebut memilih teman segrub melalui suit. Dan ternyata Arga yang memenangkan suit tersebut.


Itu berarti Arga yang berhak terlebih dahulu memilih teman satu timnya, Arga memilih Ranti, Fakri, Karim, dan terakhir entah Arga kesambet apa diapun memilih Hana sebagai timnya. Dan selebihnya adalah timnya Izaz yakni Kasih, Arsya, Nazrin dan juga Alif.


Tidak lama kemudian Hanapun telah hadir dilapangan. Tim yang terlebih dahulu bermain adalah timnya Arga, Rantilah sebagai pembukaan pertama memukul bola.


 


" Awak buat betul-betul tau !! " Ucap Arga pada Ranti.


Ranti hanya mengangguk mendengarkan perkataan Arga.


Ya tentu saja pukulan Ranti begitu kuat dan cukup melayang jauh membuat dia selamat sampai ke Benteng. Kini giliran Hana yang bermain dan Kasih yang melihat Hana seperti ketakutanpun tersenyum miring dan meremehkannya.


 


" Kalau you tak pandai, tak payahlah nak sibuk sangat ikut main Kat sini. " Ujar Kasih sambil menyunggingkan mulutnya.


 


Hana yang mendengar perkataan Kasihpun hanya membalas dengan seuntaian senyuman.


Teepppp " pukulan bola Hana.


Siapa sangka pukulannya begitu cantik,kuat dan melayang jauh membuat Hana berhasil selamat sampai ke benteng dua bersama Ranti juga.


 


" Sial, ternyata budak kampung ni tak boleh pandang remeh juge." Ucap Kasih dengan kekesalannya.


 


Sementara Izaz tersenyum melihat Hana, dia tak menyangka bahwa Hana juga mahir dalam permainan ini.


Arga hanya tersenyum miring tanpa merespon sedikitpun.


Dan kini giliran Argalah yang bermain, ya pukulan Arga sangat kuat dan bola melayang sangat jauh sekali.


Hana, Ranti dan juga Arga bisa kembali ke Bass home. Ya mereka mendapatkan point tambahan.


Hal itu semakin membuat Kasih berdecik kesal dan tak terima.


 


" Bang Izaz kena buat betul-betullah, serieslah sikit. " Ucap Kasih pada Izaz.


 


Semua orang yang mendengar perkataan Kasihpun merasa bingung, kenapa bisa dia menyalahkan Izaz.


Ranti tak dapat menahan tawanya, ya akhirnya tawanyapun keluar.


 


" hahaha ape awak ni Kasih, Bang Izaz yang Kapten kenapa pula awak yang nak suruh-suruh pula." Kata Ranti dengan Tawanya.


" Suke hati akulah !! " Jawab Kasih.


 


Setelah itu merekapun melanjutkan permainannya lagi, ketika giliran Fakri yang bermain belum sempat dia ke benteng, bola telah mengenai bentengnya, ya menandakan Fakri telah gugur dan Permainan ada dipihak Tim Izaz.


Dengan sigap Kasihpun langsung mengambil posisi pertama bermain. Ya walaupun Kasih adalah anak yang mentel tapi permainan Bass ballnya cukup dikatakan baik.


Pukulan bola kasih lumayan jauh juga dan diapun bergegas lari ke Benteng dua.


Giliran Arsya bermain, ya pukulan bola Arsya dapat dikatakan begitu rendah dan dekat membuat dia tak berhasil berlari ke Benteng sebab Benteng sudah terlebih dahulu dilempar Ranti dengan bola.


Hana dan Rantipun berlari menuju Bass Home namun Kasih tak kalah cepat bergerak dengan sekuat tenaga dia melemparkan bola ke arah Hana dan mengenai perut Hana.


Hana cukup merasakan sakit akibat tembakan bola Kasih. Namun bukan itu yang membuat Hana khawatir melainkan dia khawatir sebab hal itu membuat tim Arga kalah.


Namun siapa sangka ternyata Arga tidak marah akan hal itu justru dia mengkhawatirkan keadaan Hana.


 


" Arga saye minta maaf sebab saye kita balik jaga lagi. " Kata Hana pada Arga.


 


Argapun hanya tersenyum.


 


" Tak pelah, jangan risau masalah tu tapi risaukanlah keadaan awak ni sakit ke ? " Tanya Arga.


 


Hana yang mendengar perkataan Arga langsung saja merasa bingung.


Ya pemuda yang biasanya acuh sekali kenapa saat ini justru sedikit peduli padanya.


 

__ADS_1


" Oh saye tak pe, jomlah kita lanjut lagi. " jawab Hana dengan senyuman.


Ranti tidak tinggal diam, diapun menghampiri Kasih untuk membuat perhitungan.


 


" Hey Kasih awak tak payahlah menembakkan bola ke Hana sampai sekuat tu, ini hanya permainan je, jangan nak Bawak kekerasan kat dalamnye. " Ujar Ranti dengan nada sedikit meninggi.


 


Kasih hanya tersenyum mendengar perkataan Ranti dan membalas perkataannya.


 


" Haha, apelah you ni Ranti, I cume bermain profesional je bukan nak buat benda lain paham you." Kata Kasih pada Ranti.


 


Ingin sekali Ranti menarik Jilbab Kasih, namun dengan sigap Hana menghalau Ranti dan membujuknya agar menahan emosinya.


Rantipun mengikuti perintah Hana.


 


" Sudah Ranti, aku tak pepun benda kecik macam ni tak de rasepun bagiku hehe akukan women strong." Kata Hana sambil tertawa.


 


Rantipun ikut tersenyum melihat sepupunya yang begitu baik. Tidak mau membalas kejahatan yang dibuat orang lain.


 


" Hm iyelah, jomlah kite main kite kalahkan mereka ni. " Kata Ranti pada Hana dan grubnya.


 


Merekapun melanjutkan permainannya sampai pada babak terakhir dan permainan dimenangkan oleh timnya Arga.


Timnya Arga begitu senang dengan kemenangannya.


" Alhamdulillah kite menang juge. " Kata Arga dengan senyumannya.


Untuk pertama kalinya bagi Hana melihat senyum yang begitu ikhlas di wajah Arga, ya muka yang biasa begitu datar tanpa ekspresi.


" Masya Allah kau begitu tampan Arga ketika senyum itu terus berada di wajahmu. " Batin Hana.


Namun dengan sigap Hana tersadar apa yang dia pikirkan itu tidaklah pantas baginya


Hanapun beristighfar didalam hatinya


" Astaghfirullahaladzim, Hana kamu ga boleh mikir yang enggak-enggak. Stoped Hana. " Kata Hana dalam batinnya.


" Hana aku senang kita bisa menang dari mereka Hana." Ucap Ranti pada Hana sambil melompat.


Kasih yang melihat hal itu langsung saja mengeluarkan kata-kata pedasnya.


Hana hanya membalas dengan senyuman namun berbeda dengan Ranti dia justru membalasnya dengan sindiran.


 


" Hahah well well, benda kecik macam ni pun awak tak dapat menangkan, kasihan-kasihan sekali " Kata Ranti pada Kasih.


Kasih yang mendengar ledekan Rantipun pergi meninggalkan mereka dengan sedikit kesal.


Izazpun menghampiri Hana dan Ranti untuk mengucapkan selamat atas kemenangan tim mereka.


" Hm congratulation atas kemenangan tim awak ye." kata Izaz pada Hana.


" hehe makasih akak Izaz. " jawab Hana dengan senyuman.


" Pandai awak mainkan, saye kire awak tak boleh buat permainan macam ni tapi ternyata saye salah, awak pandai sangatpun." Kata Izaz pada Hana.


Ranti yang memperhatikan tingkah Izaz pada Hana paham bahwa Izaz sudah mulai ada rasa pada Hana.


Rantipun meninggalkan mereka.


" Hana, bang Izaz saye permisi kejap ye nak pergi Kat tandas. " Ucap Ranti pada mereka berdua.


 


" Ohiye, nanti awak balikkan Ran. " Tanya Hana.


 


Ranti hanya mengangguk dan berlalu meninggalkan mereka menuju toilet.


Sesampai di toilet Rantipun tak dapat menahan air matanya lagi, sebab sebenarnya Ranti telah menyukai Izaz sejak setahun yang lalu. Dikarenakan kebaikan, keramahan dan kelembutan Izaz padanya hal itulah yang membuat Ranti menyukai Izaz.


 


" Ya Allah kenapa rasanya seperti ini, sangat sakit sekali, padahal aku masih berusia lima belas tahun tapi kenapa rasa ini telah tertanam dihatiku secara mendalam. Tolong kuatkan aku ya Allah dan izinkan aku untuk menghilangkan rasa ini." Kata Ranti tengah menatap dirinya di cermin toilet.


 


Sementara Hana masih saja berbincang dengan Izaz ya dengan posisi jarak yang cukup jauh dan Hana menundukkan pandangannya.


Cukup lama Ranti berada di toilet dan tidak kunjung kembali menghampiri Hana,


Hanapun mulai merasa cemas karena Ranti tak kunjung datang akhirnya dia memutuskan untuk menyusul Ranti ke toilet.


Namun ditengah perjalanan menuju toilet Hana melihat seorang pria yang tengah menghubungi seseorang melalui handphonenya, karena Hana merasa penasaran akhirnya dia memutuskan mendengarkan pembicaraan pria itu dengan orang yang dihubunginya.


 


" Tenang kita tidak bakalan ketahuan selama Raja tidak turun tangan melihat keadaan di Penang. " Ucap pria itu.

__ADS_1


 


Hanapun tidak mengerti dengan maksud dari ucapan pria itu, Hana terus mendengarkan pembicaraan mereka namun tanpa sengaja Hana memijak sebuah botol kaleng dan berhasil mengeluarkan suara, pria itupun segera melihat kearah sumber suara.


Hana pikir dia bakalan ketahuan, tapi ada sosok tangan yang menarik tangannya untuk bersembunyi. Ya pemilik tangan itu adalah Arga. Ingin rasanya Hana menimpuk kepala Arga karena seenak jidat menyentuhnya.


Namun Hana tersadar akan kondisi yang sedang tidak tepat.


Pria itupun tidak menemukan siapapun dan segera mungkin dia meninggalkan tempat itu.


Hana menarik nafas dengan lega karena dia tidak jadi ketahuan.


" Tolong dalam situasi apepun awak jangan seenaknya sentuh saye paham !! kite ni bukan Mahrom, dosanye sangatlah besar. Awak nak ke masuk neraka !! " Kata Hana dengan nada sedikit kesal.


Arga hanya merespon dengan senyum tipis.


 


" Jangan macem budak Keciklah, saye sentuh awakpun bukannya langsung kena kulit masih Ade kain lapis baju awak tu dan sayepun tak sengaja kalau boleh katepun nyesal saye dah tolong awak." kata Arga dan berlalu meninggalkan Hana.


 


Hana yang Melihat tingkah Arga dan mendengar perkataan Arga merasa kesal.


" Dasar manusia es batu, manusia kutub Utara tak punye perasaan bukannya minta maaf Mala justru ngeledekin." Hana berbicara dengan dirinya sendiri.


Namun masih terbesik dipikiran mengeni pria yang mencurigakan tadi.


" Tapi maksud dari perkataan pria itu ya


tidak bakalan ketahuan selama Raja tidak turun tangan ke Penang, hm mencurigakan sekali. Aku harus tetap pantau dan cari tau masalah ini, ohiya kenapa aku tadi tidak tanya pada Arga ya siapa tau dia tau masalah ini." kata Hana.


" Eh tidak-tidak yang ada aku bakalan diledek lagi bukan Mala dapat jawabannya." sambung Hana.


" Astaghfirullah Ranti, iya akukan mau menyusul Ranti ke Toilet. Kenapa aku sampai lupa, aduh ini karena pria mencurigakan tadi plus juga karena si Arga tapi Ranti kok lama sekali di Toilet ketiduran kali ya hehe. " Ucap Hana dan bergegas menyusul Ranti ke Toilet.


Sesampai di toilet Hana tidak menemukan keberadaan Ranti, ya sebab Ranti sudah keluar terlebih dahulu sebelum Hana sampai tapi tidak menuju kembali ketempat Hana melainkan pulang ke rumahnya.


Hanapun berpikir pasti Ranti bakalan pulang dan melupakan dirinya yang sedari tadi tengah mencari Ranti.


Hanapun berjalan sendirian menuju kerumah Ranti untuk memastikan keadaan sepupunya itu. Tak memakan waktu yang lama Hanapun sampai dirumah Ranti.


Diapun menemukan keberadaan sepupunya itu tengah bermain handphone.


" Assalamu'alaikum. " Salam Hana memasuki rumah.


Rantipun melihat kearah Hana dan tersadar bahwa dia lupa kembali menyusul Hana.


" Waalaikumussalam, Hana aku minta maaf ya aku lupa nyusul kamu tadi." Kata Ranti.


Hanapun hanya menganggukkan kepalanya


dan berlalu meninggalkan Ranti menuju kamar.


Rantipun bergegas menyusul Hana.


" Han kamu marah ya ? " Tanya Ranti pada Hana.


" Hm tidak Ran, aku tadi hanya mengkhawatirkan dirimu sebab kau lama sekali kembali bukan hal yang lain, tapi ternyata kau telah sampai rumah." Jelas Hana pada Ranti.


Rantipun merasa bersalah atas sikapnya pada Hana.


" Maafin ya Han, lain kali aku ga bakal ulangin lagi deh. " Kata Ranti memohon pada Hana.


 


Hanapun bersenyum melihat sepupunya yang tengah merasa bersalah sekali padanya.


" Hey, Ranti kamu kenapa seperti ini, kamu tidak perlu minta maaf, kamu tidak salah kok hehe sudah-sudah jangan dipikirin ya. " Kata Hana.


" Terima kasih ya Hana kamu memang sepupu aku yang paling terbaik." Ucap Ranti pada Hana.


" iya sama-sama juga sepupu aku paling bawel, sudah mari kita bersiap-siap untuk sholat Dzuhur di Masjid. " Ajak Hana Pada Ranti.


Rantipun menganggukan kepalanya dan mereka segera bersiap untuk berangkat ke Masjid.


Ya, Kali ini yang menjadi Imam tidak lain dan tidak bukan adalah Arga si pemuda dingin,


suara lantunan ayat suci Alquran yang begitu merdu keluar dari diri Arga.


Membuat hati bergetar kala mendengarnya.


sungguh beruntung Raja memiliki putra seperti Izaz dan Arga yang Memiliki banyak bakat, tampan Sholeh dan juga begitu cerdas.


Tak salah jika mereka selalu menjadi perbincangan ditengah Masyarakat dan tak jarang banyak para pejabat yang menjodohkan anaknya dengan mereka.


Namun Raja sudah terlanjur menjodohkan Izaz dengan Kasih.


Hati Izaz juga sebenarnya menolak perjodohan itu. Sebab dia telah menganggap Kasih seperti adik perempuannya, namun dikarenakan itu perintah ayahnya diapun tak dapat menolaknya.


Berbeda dengan Arga jika tidak sesuai dengan hatinya maka dia akan tetap menolaknya sekalipun dipaksa.


Selepas Sholat merekapun keluar dan tanpa sengaja mereka berpas-pasan. Arga menatap Hana begitu juga dengan Hana. Namun dengan cepat Hana memalingkan pandangannya ke arah lain


" Gadis aneh, tapi kenapa hati tenang kala menatap dirimu. " Batin Arga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sementara Hana langsung saja berjalan dengan cepat meninggalkan tempat itu.


" Istighfar Beratus-ratus kali Hana, kau telah berdosa selalu memikirkan dia. " Batin Hana.


Tanpa sengaja Hanapun menatap kearah tangannya yang telah terlingkar sebuah gelang yang terukir nama digelang itu


" Anugrah Pota Mendrofa." Ya gelang itu pemberian Anugrah.


" Anugrah kamu apa kabar disana ? semoga sesegara mungkin Allah memberikan hidayah dan nikmat Islam padamu Grah, aku sangat menunggu hal itu Grah. " Kata Hana yang tengah menatap gelang itu seakan-akan gelang itu adalah Anugrah.

__ADS_1


** Cuma penulis amatiran jadi maklumin aja ya hehe 😁.


Sevimli, @andinidalimunthe__


__ADS_2