Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 36 Masih dengan rasa yang sama


__ADS_3

Lekas Pulih Indonesia 🇮🇩


#panjangumurperjuangan


#tolakomnibuslawRUUciptakerja


#Rindukeadilan


#Ripnuranipemerintah



" Ketika kau menyebut nama orang yang spesial untukmu tapi itu bukan diriku, entah kenapa dadaku terasa sesak, hati patah sepatahnya bahkan nyaris tak berbentuk. Dan juga aku seakan-akan kehilangan oksigen untuk bernafas."


..." Pelangi Hanani 🌹"...


Setelah Ayah dan Bunda Ranti keluar dari ruangan Hana, kini giliran Ranti yang membesuk Hana ke dalam. Akan tetapi Arga yang sudah tak sabar ingin membesuk Hana juga meminta untuk ikut bersama Ranti.


Al hasil Izaz yang juga berada di sana juga tak mau kalah, dirinya juga meminta untuk ikut serta ke dalam.


" Ranti silahkan masuk nak !! Ujar Bunda Ranti.


Ranti mengangguk iya pada Bundanya.


" Eh Ran, aku juga nak masuk Kat dalam !! Kata Arga.


" Hm Jomlah !! Jawab Ranti.


" Eh kalau macam tu aku juga nak ikut masuk !! Ucap Izaz dengan semangat.


" Haish, Korang berdua ni !! Halah ayo-ayolah !! Ucap Ranti pasrah.


Arga dan Izaz tersenyum akan bertemu dengan Hana.


Mereka bertiga telah berada didalam ruangan Hana. Tampaklah sosok yang biasanya ceria dan tegar, kini tengah terbaring lemah di ranjang Pasien.


Ranti tak dapat menahan dirinya, langsung saja memeluk Hana.


" Hana aku senang kamu sudah sadarkan diri !! Kamu tau ga tiga hari kamu ga sadarkan diri itu membuat aku sangat khawatir !!


Kamu jahat Han, kamukan udah janji kita bakalan naik Hill Railway tapi kenapa kamu mala sakit sih Han !! Omel Ranti tanpa berhenti sedikitpun.


" Han kalau saja kamu ga kunjung sadarkan diri, aku ga tau mau berbuat apalagi !! Aku pasti bakalan sedih terus, aku ga bisa lihat kamu diranjang Pasien kayak gini Han !! Kamu itu cewek kuat ga layak tempat ini untuk kamu !! Kamu cepat sembuh ya biar kita pulang !! Dan kamu pasti bakalan senang karena liburan sekolah akhir tahun ini, kita bakal ke Indo !! Ujar Ranti pada Hana.


Hana yang mendengar semua ocehan Rantipun tersenyum.


" Hm udah marahnya ? Tanya Hana.


Rantipun akhirnya tertawa bersamaan dengan Arga dan Izaz juga ikut tertawa.


" Makasih banyak Ran udah sekhawatir itu padaku. Aku senang dan terharu mempunyai sepupu sekaligus sahabat seperti kamu Ran !! Kamu jangan khawatir kebangetan sama aku, kan kamu tau kalau aku ini cewek Strong hehehe, luka gini doang mah kecil sama aku. Samsons betina. " Ucap Hana dengan tawa khasnya.


Semuanya tertawa mendengar perkataan Hana, yang masih saja ceria dalam kondisi lemahnya.


" Hm terima kasih banyak ya Korang udah ngerawat aku dengan baik, udah ngorbanin banyak hal untuk aku. Maaf ya jadi ngerepotin kalian !! Sambung Hana pada Arga dan Izaz.


Senyuman melengkung diwajah Arga tampak begitu ikhlas.


" Tak payah terima kasihlah, sudah sepatutnya sahabat macam ni. " Ucap Izaz pada Hana.


" Iye Han, kami senang sekaligus bahagia kamu sudah sadarkan diri." Sambung Arga.


Hana hanya tersenyum pada keduanya.


Seketika pikiran Hana melayang pada sosok Anugrah.


" Hm kalau aku pulang ke Indonesia, pengen banget ke Mata Uli ngunjungi Sanju. Eh tapi entar ketemu Anugrah dong, gimana ya ??


Jujur saja Grah, perasaan ini belum bisa aku kubur dalam-dalam. Rasanya masih sama seperti awal. Aku ga tau dengan dirimu, mungkin kamu sudah membenciku." Hana tengah berperang dengan pikirannya sendiri.


Tanpa ia sadari air mata terjatuh tetes demi tetes.


Ranti, Izaz dan Arga yang melihat Hana melamun dan tengah meneteskan air matapun merasa heran.


Mereka mulai bertanya-tanya.


" Han, kamu kok nangis ?? Kamu kenapa ? Tanya Ranti yang khawatir.


" Ape ada yang sakit Han ? Tanya Arga.


Lamunan Hana buyar. " Aku merindukan Anugrah Ran." Kata-kata itu terlontar begitu saja dari mulut Hana.


Mereka bertiga mendengar perkataan Hana terkejut, sebab tak biasanya Hana membahas lelaki.


Entah kenapa ada rasa nyeri dihati Arga kala mendengar Hana mengatakan itu, seperti kejatuhan bara api di hati Arga. Dadanya terasa sesak, pikirnya mulai bertanya-tanya akan sosok Anugrah.


" Han, kenapa awak tega mengatakan itu ?? Awak tau tak saat ini hati saye rasanya sangat-sangat sakit sekali ketika awak menyebutkan nama lelaki lain. Apa Anugrah begitu berarti sekali bagi awak ? Arga mulai bercengkrama dengan pikirannya.


Izaz juga merasakan hal yang sama, namun tidak separah Arga. Diapun paham bahwa saat ini hati adiknya pasti sakit sekali.


" Ga, awak oke kan ? Tanya Izaz yang memandangi Arga.


" Ah, oke je bang." Jawab Arga singkat.

__ADS_1


" Hm baguslah." Ucap Izaz menepuk bahu Arga.


Ranti yang mengetahui hubungan Hana dengan Anugrahpun mencoba menenangkan Hana. " Han, sudah ya insya Allah kalau jalan suratan akan menakdirkan kalian bertemu, maka pasti tak akan ada yang bisa menghalanginya." Kata Ranti mengelus lembut kepala Hana.


" Hm beban rasa bersalah ini, masih menyelimuti hatiku Ran. Apa aku terlalu kejam ya Ran kepada Anugrah ? Lagi dan lagi Hana membahas Anugrah.


Dada Arga rasanya semakin sesak. Oksigen di tubuhnya seakan-akan tak stabil. Bahkan rasanya lebih sesak dari penyakit asma, ingin rasanya Arga meninggalkan Ruangan Hana namun, kaki Arga seolah-olah kaku untuk melangkah.


Ingin rasanya Arga mengatakan "Han berhenti membahas Anugrah, dadaku rasanya semakin sesak Han, hatiku seperti tertimpa besi, patah sepatahnya bahkan nyaris tak berbentuk. Ku mohon Han berhentilah atau aku akan benar-benar kehilangan oksigen. " Namun perkataan itu hanya bisa ia ucapkan dalam hatinya, sebab mulutnya kaku untuk melontarkannya.


" Han, kamu ga salah kok, sudah ya jangan pikirkan hal lain, yang terpenting untuk saat ini, kamu harus segera pulih ya agar kita bisa segera pulang ke Indonesia bertemu Tante dan Om ya." Ucap Ranti yang tak ingin Hana meneruskan pikirinnya tentang Anugrah.


" Ini bukan Hana yang aku kenal loh, Hana itukan paling anti membahas lelaki, bukan muhrim hehe." Ucap Ranti kepada Hana.


Hanapun tersadar apa yang dikatakan Ranti benar adanya. " Astaghfirullah Hana kamu ini, sudah-sudah jangan memikirkan dia yang bukan mahrommu." Ucap Hana pada dirinya sendiri.


" Hehe maaf ya aku tadi cuma kepikiran doang sama temenku." Kata Hana dengan terpaksa mengatakan Anugrah temannya.


" Berarti grub kita kalah dong dipertandingan ya Ga ? Tanya Hana yang masih memikirkan pertandingan disaat dirinya tengah terluka.


Seketika rasa sesak di dada Arga perlahan-lahan mulai menghilang, ia senang akhirnya Hana tidak membahas Anugrah lagi.


Mereka bertiga tertawa mendengar pertanyaan Hana.


" Astaghfirullah Han, kamu masih memikirkan pertandingan di keadaanmu yang seperti ini ? Dasar sok kerajinan !! Ledek Ranti pada Hana.


" Iya ni gara-gara awak grub kita kalah ! Awak kena tanggung jawab ni Han." Ucap Arga berpura-pura tidak peduli dengan keadaan Hana.


Hana yang mendengar perkataan Arga, merasa bersalah sebab dirinya grub mereka kalah.


" Maaf ya Ga, sebab aku kita kalah !! Aku tak bermaksudpun buat hal macam ni." Hana memohon maaf pada Arga.


" Haha apaan sih aku gurau jelah !! Tak pe


dahlah tak masalahpun, awak tu dah jadi pemenangpun in now. Kenapa ? Sebab awak dah bisa melewati masa kritis awak. You avanger Han !! Kita semua salut ke awak yang tak pernah lemah sikitpun, always strong, selalu ceria, emang Hana its the bestlah !! Kata Arga mengacungkan ibu jarinya pada Hana.


Hana tertawa mendengar perkataan Arga yang berlebihan menurutnya." Hehe biase je, sayepun kuat macam ni sebab korang semua support saye, rawat saye, buat saye always terjaga, khawatirkan saye dan doakan saye. Hm pokoknya saye terima kasih banyak-banyak untuk Korang semua." Ucap Hana dengan tulus.


" Hm same-same Han, awak tak payah risaulah kite ni kan family." Kali ini Izaz yang bersuara.


Hana merasa begitu bahagia dikelilingi orang-orang yang begitu sayang padanya tanpa adanya ikatan darah.


" Ohiya Bang Zaz, lepas lulus nanti Abang nak sambung Study kat University mane ye ? Tanya Hana pada Izaz.


Jujur saja Izaz yang dilontarkan pertanyaan seperti itu pada dirinya, tidak tau harus menjawab apa. Sebab dirinya belum memikirkan itu semua.


" Haha entahlah Han, abang belum memikirkannya." Jawab Izaz.


" Aish apelah bang Izaz ni, kenalah pikiran mulai dari pada hari ni sebab ini masa depan Abang tau !! Harus diperkirakan dengan masak !! Kata Hana dengan ketus.


" Alah-alah merajuk pula adik abang ni." Kata Izaz dengan tawanya.


" Hehe taklah, betulkan yang Hana cakap." Kata Hana dengan senyumannya.


" Hehe iyeiye, abang rase sambung Study kat University KL jelah, biar abang always same-same Hana." Kata Izaz menjahili Hana.


" Hm mulai dah mulai." Ucap Hana kesal.


" Hehe sebenarnya abang dapat tawaran dari salah satu Universitas di Inggris. Tapi abang tak de niat sikitpun Sambung Study kat sane." Ujar Izaz dengan jujur.


" Lah kenapa macam tu, kan mubazir bang." Kata Ranti.


" Tau, tapikan kalau kite lakukan sesuatu tak sama sekali dengan niat dalam diri kite, guna ye ape ? " Izaz memang sama sekali tak berniat berkuliah di Inggris.


" Hm dahlah bang Zaz, kami serahkan semua pada abang, sebab abanglah yang tau mana yang terbaik bagi abang. Senantiasa Allah lancarkan semuanye." Ucap Hana pasrah.


" Hm Allahumma aamiin, Korang bertiga doakan yang terbaik bagi abang ye." Pinta Izaz pada mereka.


" Iyelah manusia paling tua kat sini." Ledek Arga dengan ekspresi datarnya.


" Tua macam ni pun wajahku jauh lebih awet muda dari kau, sebab diwajahku selalu ada senyuman sementara kau asik nak muka bonyok je !! Ketus Izaz.


" Haha muda konon, wajahku ini limited edition tau!! Balas Arga masih dengan muka datarnya.


" Mudah terserang penyakitkan bang Zaz." Sahut Hana.


" Hana!!! Teriak Izaz.


Hana dan Ranti tertawa melihat pertengkaran kecil diantara kedua kakak beradik itu.


Disusul Arga yang juga tertawa dengan ledekan Hana.


" Haha dah dah jangan nak gaduhlah, kasihan Hana baru je sadar dah nampak lakonan sesama Algojo."Ujar Ranti dengan tawanya.


" Algojo ?? Tanya mereka serentak.


" Aish kenapa awak ikuti saye !! Kata Arga menatap tajam kearah Izaz.


" Amboy kau ni perasa sangat !! Jawab Izaz tak mau kalah.


Ceklek... Tiba-tiba saja ada yang membuka pintu.


Ya orang itu adalah Ayah dan Bundanya Arga dan Izaz.

__ADS_1


" Maaf mengganggu kejap, kami nak pamit pada Hana sebab, kami harus balik, kena selesaikan sedikit pekerjaan." Izinnya pada Hana.


" Silahkan Uncle !! Kata Hana.


" Lekas sembuh nak doa kami selalu menyertaimu !! Ucap Nazhanul Hakim sambil tersenyum.


" Terima kasih banyak Uncle." Balas Hana dengan senyuman.


" Nak lekas sembuh ye, sentiasa Allah jadikan ini sebagai penguat untuk Hana lebih bersabar dan tegar lagi dalam menjalani hidup dan Aunty minta maaf sebab tak bisa lama-lama menemani Hana kat sini.


Syafakillah ya sayang." Ucap Bunda Arga dengan tulus dan memberikan bingkisan berisikan buah dan juga cake.


" Aish aunty tak payalah nak minta maaf, aunty tak de salahpun. Uncle dan aunty datang kat sini jenguk Hana, dah rase senang dihati Hana. Hana yang justrunya minta maaf sebab telah buat aunty dan Uncle susah hehe. Terimakasih banyak ya aunty, uncle." Ujar Hana.


" Hush, tak Hana tak buat aunty dan Uncle susahpun. Senang je datang kat sini." Ujar Bunda Arga.


Ada rasa bersalah yang terbesik dihati Nazhanul Hakim, sebab dirinya telah menghukum Hana tinggal digudang dan juga berjalan kaki menunju sekolah.


" Hana uncle minta maaf banyak salah kat Hana ye." Ucap Nazhanul Hakim.


Arga, Izaz, Bundanya, Hana dan Ranti terkejut, tak menyangka bahwa Nazhanul Hakim melontarkan kalimat maaf pada Hana.


" Eh tak, Uncle tak punya salah kat Hana, pasal hukuman tu memanglah patut Hana dapatkan sebab itu pelajaran buat Hana hehe." Ucap Hana cengengesan.


" Awak memang gadis yang baik Han, tak salah hati ini terjatuh pada awak." Ucap Arga membatin.


" Awak memang anak yang baik, lekas sembuh ye Assalamu'alaikum." Pamit Nazhanul Hakim.


" Semuanya bunda balik Luan ye ! Hana aunty pamit ya Assalamu'alaikum." Kali ini bunda Arga yang pamit.


" Terima kasih Uncle, selamat sampai tujuan Uncle." Jawab Hana dengan senyuman manisnya.


Nazhanul mengangguk dan tersenyum membalas senyuman Hana.


" Ye hati-hati aunty Waalaikumussalam." Jawab Hana dengan menyalim tangan Bunda Arga.


" Waalaikumussalam." Jawab mereka bertiga.


Disusul dengan Ranti, Izaz dan Arga yang menyalim tangan Bundanya.


" Bunda hati-hati dijalan." Ucap mereka.


Arga merasa ada yang aneh dengan Ayahnya,kenapa terburu-buru sekali hendak pulang, pikirnya.


" Bun sebenarnya ape yang terjadi kenapa ayah nak balik dengan tergesa-gesa ? Tanya Arga yang mengantarkan Bundanya ke pintu.


" Hm ada beberapa warga yang tengah mengacau kat Istana nak." Jawab Bunda Arga.


" Mengacau Bunda ? Tanya Arga lagi.


" Iye, sebab tulah Ayah nak cepat balik untuk selesaikan problem ni." Jawab Bundanya.


" Siape orang yang tengah mengacau tu ? Si Lelaki pengacaukan berada kat sini, lantas siape pelakunya." Arga bertanya-tanya dengan pikirannya.


" Kalau macam tu, Arga ikut bunda nak tengok siape pelakunya." Kata Arga pada Bundanya.


" Aish, jangan nak masa ni tengah temani Hana kat sini ye. Dan beristirahatlah bunda tau Arga juga pasti sangat lelahkan. Bunda minta dengar pesan bunda ini ya !! Kata Bunda Arga sedikit tegas.


Argapun pasrah kalau sudah seperti ini." Hm iyelah Arga tak jadi ikut balik." Ucapnya memelas.


" Bagus, jangan lupa istirahat tau! Kena jaga Hana elok-elok dengar !! Omel Bundanya.


" Iye bundaku yang paling beautiful !! Siap laksanakan !! Asik nak membebel jelah bunda ni haha." Ucap Arga dengan tawanya.


" Bagus !! Dah bunda pamit dulu, jangan nak gaduh-gaduh sama abang ! Ujar bundanya.


" Amboy belum siap juga nak bebel Arga ? Tanya Arga pada Bundanya.


" Dah selesaipun Assalamu'alaikum." Ucap Bundanya.


" Waalaikumussalam Bunda bye." Jawab Arga.


" Jangan gaduh-gaduh tau !! Ujar Bundanya lagi.


" Astaga Bunda begini amat sih Bun." Ucap Arga.


Kini pikiran Arga tak terlepas dari ucapan bundanya mengenai pengacau yang datang ke Istana.


Ingin rasanya Arga berlari untuk mengintrogasi pengacau itu agar mendapatkan informasi lebih lanjut lagi, mengenai pertikaian ini.


" Gimana mau bertindak coba ? Bunda udah nyuruh aku buat tak pergi kat sane." Ucap Arga mengacak-acak rambutnya.


Bersambung....


Sevimli 12 Oktober 2020


Salam Hangat dari Author 🌹


Jujur ni ya guys sebenarnya inikan ceritanya lagi berada di Malaysia, ya otomatis pakai bahasa Malaysiakan ? Tapi entah kenapa belakang ini menurut aku kayaknya walaupun berada di Malaysia tetep pakai bahasa Indonesia aja deh, gimana guys pendapat kalian ? Tolong direspon ya 🙏🏻


Tau ga sih kenapa aku sering lama up ?


Jawabannya sebab aku pikir kayaknya ga ada deh yang minta sama kisah ini 😂 Tapi yaudahlah its no problem, mau ada yang baca atau ga itu tak menjadikan aku mundur buat nulis, sebab aku menulis dengan sentuhan hati yang Insya Allah akan dapat mengetuk hati.

__ADS_1


__ADS_2