Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 18 Tak sedingin kala itu


__ADS_3

" Rindu yang ditambatkan dipelabuhan doa itu jauh lebih baik agar senantiasa Allah sampaikan kepada yang dirindukan. "


..." Pelangi Hanani 🌹"...


Sesampai di Istana.


Ranti melihat Hana dan Arga pulang secara bersamaan, terlihat dari gerbang Istana.


Ranti menghampiri Hana untuk bertanya kenapa dirinya bisa pulang bersama Arga.


" Han kenapa awak bisa balek sama Arga ye ? Ranti menoleh ke arah Arga.


Argapun tetap tenang tanpa panik sedikitpun lain halnya dengan Hana dia bingung harus menjawab apa.


" Oh itu Ran kami ga samaan kok tadi aku naik Taxi kok, kita juga baru jumpanya disini iyakan ga ? Hindar Hana agar Ranti tidak curiga.


Argapun hanya memberikan senyuman sekaligus Anggukan


" Hm ya sudahlah ayok Han kita pulang waktu magribh sudah mau tiba. " Ajak Ranti.


Hanapun mengangguk dan mengikut Ranti.


Arga juga hendak bersiap untuk melaksanakan Sholat magribh yang akan di imami olehnya.


Hana masih saja bingung kenapa Arga tidak ingin memberi tau semuanya pada keluarganya, Namun pikir Hana pasti ada alasan dibaliknya


Ternyata malam ini adalah acara untuk pengumuman resmi Izaz Sebagai putra Mahkota, sekaligus mengumumkan bahwa Kasih dan Izaz resmi telah dijodohkan.


Usai Shalat Isya semua tengah disibukkan untuk acara Penobatan Izaz diruang Kedaulatan Istana.


Semua telah hadir disana termasuk Arga didalamnya.


Namun dari raut wajah Arga tampak seperti mengkhawatirkan sesuatu.


" Sampai bila kau diamkan semuanye ni ga ? sampai si pengkhianat itu berhasil ke. " Arga menumbuk pelan dinding Ruangan itu.


Hana yang melihat Arga seperti itu merasa heran sekali.


" Ada apa dengan Arga ya ? Kenapa dia tampak kesal seperti itu.


Hana memutuskan untuk menghampirinya


namun sebelum Hana menghampirinya, Arga sudah lebih dahulu pergi meninggalkan ruangan itu.


" loh mau kemana dia? apa mesti aku ngikutin dia lagi." Bergegas mengikuti Arga.


Arga meraih Motor sport miliknya dan melajukannya dengan cepat yang berhasil membuat Hana tidak dapat mengikutinya.


Brummm...........


" Ya ya dia sudah pergi, mana mungkin aku mengikutinya inikan sudah malam " Ucap Hana dan kembali ke Istana.


Ranti yang tidak melihat keberadaan Hana segera mencari Hana.


" Hana kamu darimana saja sih ? Tanyanya


" Eh Ranti dariii dari depan bentar nyari angin segar hehe. " Hindar Hana


" Hm iyelah ayok masuk." Ajak Ranti.


Hanapun mengikuti perintah Ranti untuk kembali keruangan itu.


Acara penggelaran Penobatan Izaz telah selesai,dan tibalah pengumuman perjodohan dirinya dengan Kasih.


Kasih begitu tampak senang sekali, berbeda halnya dengan Izaz tidak ada raut senang sama sekali, yang dia tampakkan. Namun karena dia tak ingin mengecewakan Ayahnya dia berusaha sebisa mungkin untuk menampilkan kebahagiaan palsunya.


" Baiklah Saye akan umumkan mengenai perjodohan anak saye Izaz dan Kasih putri dari Gubernur. " Ucap Nazhanul Hakim dengan tegas.


Semua orang yang mendengar itupun memberi selamat atas perjodohan mereka.


" Ya Allah ape aku tak bise pilih kebahagiaanku sendiri, apa ke ini yang terbaik menurutMu ya Allah ? lantas kenapa Kau timbulkan rasa ini untuk Hana !! Ya Allah bagilah hamba petunjukMu. " Batin Izaz tengah menatap Hana.


" Wah saye dah lambat dah, dah kena jodohkan pula Izaz ni, tapi tak pelah masih ade satu pujangga lagi kan hehe siape namanye ? Ucap Salah satu pejabat yang merupakan teman Nazhanul Hakim bernama Fatih.


Ayahnya Izazpun tertawa mendengar perkataan temannya.


" Haha Arga namanye Tih." Jawab Ayahnya.


" Ha Arga mana ye budak tu ? Tanya Fatih teman Ayahnya Izaz.


Semuanya tersadar bahwa sedari tadi tidak ada keberadaan Arga disana namun dengan sigap Izaz mencari alasan lain.


" Oh adik saye Arga tengah Kat Tandas sebab sakit perut tadi Pak ci." Ucapnya.


" Ohiye tak pelah lain kali je boleh jumpe die


dah Pak ci nak balek dululah dah cukup larut ni Zaz." Jawab Fatih.


" Naz aku balek dulu ye Assalamu'alaikum." Pamit Fatih.


" Baik Tih, Terima Kasih dah datang dah Waalaikumussalam... "Jawab Nazhanul Hakim.


" Ais budak tu tak habis-habis buat pasal. " Kesal ayahnya pada Arga.

__ADS_1


Hana yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari tempat mereka pun mendengar perkataan mereka.


" Arga kamu kemana sih ? Kenapa pergi disaat seperti ini sih ? Katanya.


Tidak lama kemudian Arga sampai di Istana. Namun bukannya dirinya menuju ke dalam Istana, melainkan menuju ke danau ya tempat favorit dia dikala gundah.


Entah kenapa Hana juga ingin sekali pergi ketaman untuk melihat pemandangan malam disana.


Hanapun berjalan menuju Taman, Hana terduduk dibangku Taman memandang langit yang begitu indah dengan Bintangnya


Tanpa sadar Arga melihat dirinya disana.


" Bapak Ibu Rahmet, Hana rindu kalian ? kalian baik-baik sajakan ? Katanya menatap senduh langit.


" Apa aku telpon aja ya? Eh jangan deh ini sudah larut malam, nanti mengganggu lagi.. sambung Hana.


Ekhemm......


Dehem Arga.


Hana menoleh ke asal suara deheman dan benar dia menemukan sosok pemuda yang bernama Arga.


" Arga !! Bukannya kamu tadi pergi ya ? Tanya Hana.


" Pergi ?? Awak ngikuti sayekan ? Tanya Arga kembali.


" Eh mana ade, saye tengok je bukan nak ikuti awak perasaan !! Jawab Hana kecut.


" Iyaa ke ?? tanya Arga tak percaya


" Iyelah!! Mengangkat kedua tangannya kedadanya


Argapun tertawa kecil melihat ekspresi Hana.


" Hm Rindu yang kutitipkan melalui teman,


Rindu yang ku tinggalkan dibangku taman.


Rindu yang ku tambatkan dipelabuhan.


Rindu yang ku layangkan ke awan-awan.


Rindu yang ku ceritakan dengan tulisan.


Rindu yang ku lirikkan dengan nyanyian.


Rindu yang ku ilustrasikan dengan Lukisan.


Rindu yang ku ratapi dengan tangisan.


Kata-kata yang begitu indah terlontar dari mulut dingin Arga.


Hana yang mendengar prosa Arga,tak menyangka bahwa seorang Arga yang pendiam, dapat merangkai kata-kata indah juga.


Hana tersenyum miring pada Arga.


" Kalau senyum tu kenalah ikhlas sepenuhnya jangan nak setengah-setengah !! Ujar Arga.


" Lagaknya cakap awakkan haha. " Tawa Hana pecah seketika


Argapun ikut tertawa dia sendiripun sebenarnya tidak tau bagaimana bisa dirinya mengeluarkan kata-kata seperti itu.


" Hehe awak yang tak tau,kalau saye ni seorang perangkai Kate tau !! Kata Arga dengan bangga.


" Haha iyelah iyelah.. " Hana masih tertawa.


" Awak rindu keluarga awak ye ? tanya Arga.


Hana hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban iya atas pertanyaan Arga.


Tanpa disadari Ternyata ada sosok lelaki yang melihat Hana dan Arga ditaman dan mengambil gambar mereka berdua.


" Hm kalau macam tu kenalah tambatkan rindu awak tu, dalam pelabuhan doa awak agar sentiasa Allah sampaikan pada keluarga awak, insya Allah itu lebih baik. " Kata Arga pada Hana.


Hanapun tersenyum mendengar perkataan hangat dari Arga pemuda dingin, yang dibalut dengan kehangatan didalam dirinya.


" Insya Allah Saye sentiasa melakukan hal itu, hm terima kasih ye sudah bagi saye Kata-kata indah yang membuat saye agak sedikit lega dari sebelumnya hehe. " Jujur Hana menatap kearah danau.


Argapun tersenyum melihat Hana


" Eh tak payahlah nak terima kasih saye tak buat apepun Kat awak. " Jawab Arga.


" Hehe iye tapi awak dah hibur sayepun.." Kata Hana.


Argapun menyerah dengan Hana.


" Hm baiklah same-same Hanani Syaufa !! jawab Arga.


" Tengok tak bintang ni, indah sangatkan sejuk bila dipandang terasa beban kite lepas kala pandang die."


Kata Hana memandang langit...


Arga juga tengah menatap bintang yang Hana maksud tersebut

__ADS_1


" Macam awakkan ? Spontan saja perkataan Arga membuat Hana terkejut.


" Ha ? ape ? Melemparkan pandangannya pada Arga.


Argapun tersenyum kearah Hana


" Iye macam awak sejuk bila dipandang !! Perkataan yang terlontar dari mulut awak, membuat tenang siapapun yang mendengarnye. " Jujur Arga.


Hanapun tertawa mendengarnya.


" hlHaha awak nikan, tadi baru je ngeluarkan Kata-kata indah, ini pula ngeluarkan ayak-ayak manis awak tu. " Kekeh Hana.


" Eh aku tengah serieslah tak delah ayak-ayak manis Hana !! Tegas Arga.


" Haha iyelah jomlah kite balek dah larut ni, tak baik kite Kat luar ni apelagi berdua macam ni boleh jadi timbul fitnah pula." Hana tersadar dengan keberadaan mereka.


" Apelah awak ni !! kite tak berdua tau!!


tak tengok ke Pengawal besar macam tu Kat sane ?? Tunjuk Arga ke arah pengawal itu.


Hana tau akan hal itu namun tetap saja hal itu tidak baik menurutnya.


" Hm sudahlah ga, aku nak balek dululah kalau macam tu Assalamu'alaikum Arga. " Pamit Hana.


Argapun mengerti dengan sikap Hana saat ini.


" Iye Waalaikumussalam have nice dream Hana. " Jawab Arga tersenyum.


Seketika ada debaran didetak jantung Hana kala mendengar perkataan Arga.


" Too !! Hanya itu jawaban yang Hana beri pada Arga.


Argapun berdiri berjalan menuju kamarnya


dan ternyata Izaz sudah berada disana.


Ceklekk....


" Awak tadi pergi Kat Mane ye ? Tanya Izaz yang sudah berdiri dibalik pintu.


" Eh Abang Izaz, buat ape kat bilik Arga ni? Tanya Arga kembali.


" Aku tanye kau satu soalan !! Itu je kau jawab tak payah tanya aku nak buat ape Kat bilik kau ni !!


Argapun menjawab dengan santai.


" Oh Arga pergi Kat luar tadi bentar cari sesuatu buat sekolah esok. " Alasan Arga.


Izaz tak percaya begitu saja.


" Haha apelah kau ni ga ! Kau kire Abang kau ni stupid ye ?


Arga bingung tak mengerti kenapa tiba-tiba Izaz seperti ini.


" Eh ape maksud Abang ni? Betullah Arga cakap tadi mana ade Arga tipu !! Tegas Arga.


" jujur je Kat Abang Ga ! Awak tak terima ye kalau abang jadi putra mahkota ? Cakap jujur je, Ga !! titah Izaz.


Arga yang mendengar perkataan Izaz tertawa tak menyangka pikiran Abangnya seburuk itu padanya.


" Haha kenape Abang ni ha? Arga tak terima Abang jadi Putra Mahkota ? Eh come onlah Abang!! Tak de sikitpun Arga merese macam tu !! Suara Arga sudah sedikit meninggi.


" Jujur ye Arga kecewa Kat Abang, tak sangka pulakan bisa Abang pikir Arga macam tu ye." Sambung Arga tengah tertawa.


Izazpun tak mau kalah dia juga ngikut tertawa.


" Haha sudahlah Arga tak payahlah kau tipu aku ni jujur je, kau juga nakkan Kedudukan itu ? lontar Izaz yang membuat Arga semakin tidak menyangka Pikiran abangnya seburuk itu padanya


" Lillahi tak de sikitpun Arga nak kedudukan itu bang !! Bahkan Arga senang bila Abang yang dapatkan kedudukan tu ! Sebab Arga yakin Abang tu orang bijaksana dan juga Arga tak de niatpun berpartisipasi Kat kedudukan Istana ni !! Nada suara Arga masih pelan sebab dia masih bisa mengkontrol emosinya.


Izaz kembali tertawa mendengar perkataan Arga.


" Haha habis tu kenapa awak selalu saje nak menghindar, kala pembahasan ni bukan satu, dua kali dah berkali-kali!! bahkan malam ni juga awak pergi !! Kalau awak nak kedudukan itu Abang ikhlas bagi Kat awak Ga. " Kata Izaz


memegang pundak Arga.


Argapun menggelengkan kepalanya.


" Hm Bang mesti berapa kali dah Arga cakap Tak de sikitpun niat Arga nak Kedudukan tu, demi Allah Arga tak murakpun !! Pasal Arga selalu menghindar tu sebab Ade hal yang belum bisa Arga sampaikan Kat Abang, saat ini tapi insya Allah bila tiba masanya Abang akan tau sendiri nantinya. " Jujur Arga pada Izaz.


Izazpun tersenyum melihat ekspresi Arga yang tampak lesuh.


" Hm baiklah kalau macam tu Abang akan tunggu masa tu, dah dah pergi tidur jangan lupa wudhu Abang pamit dulu Assalamu'alaikum. " Kata Izaz pada Arga.


" Baik bang, Waalaikumussalam. " Jawab Arga.


Izazpun kembali ke kamarnya.


" Maafkan Arga bang untuk masa ni Arga tak dapat bagi tau Abang sebab jika semua terlalu buru-buru boleh jadi rencana Arga Gagal bang... " Arga menatap kepergian Izaz.


Sevimli, ada yang nak tak kalau Author kasih Visualnya Pelangi Hanani ??


kalau nak, jomlah komen 😁

__ADS_1


@andinidalimunthe__


__ADS_2