Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 21 Rain


__ADS_3

" Hidup akan semakin menantang, jikalau masalah sedang berlayar menghampiri Perahu kita. "


......" Pelangi Hanani 🌹"......


Setelah Hana menutup telponnya bergegas masuk kedalam kelas.


Hana tampak begitu senduh bahkan tak terasa air matanya menetes, Arga memperhatikan Hana sedari tadipun berpikir bahwa Hana sedang putus cinta


" Kenapa budak ni ? Tadi pegang handphone, terus nangis pula. Ape yang telpon kekasihnya ? Ape mereka putus ke sebab tu budak tu nangis." Tengah menatap Hana.


" Hm awak !!


Hana tak menoleh sedikitpun.


" Hey Awak !! awak putus cinte ye ?? Sebab tu nangis bepeluh-peluh macam tu !! Muka bonyok macam tu !!


Hana menatap tajam pada Arga


dan berdengus kesal.


" Kenapa ?? Betul ke ?


Hana hanya diam tanpa menjawab ledekan Arga.


" Ape die ni tak de jawabanpun." Arga tak habis pikir, apa yang sebenarnya terjadi pada Hana.


" Masih budak Kecikpun, udah nak becinta putus cinte dahlah baru tau rase !! Nangis berpeluh-peluh, muka bonyok, makan tak de selera huff amboy kasihan ye !!


Hanapun mengepalkan tangannya dan angkat suara.


" Awak nikan !! Suke tuduh orang sembarangan !! Tepocik juge semua urusan saye nak tau je. Boleh tak sekali je jangan ganggu saye ha ? " Geram Hana pada Arga.


" Ha ? Aku tepocik ? Hello sikitpun aku tak nak tau urusan kau !!


" Hm, kalau tak nak tau.Kenapa sibuk sangat tanye saye kenapa ??


" Mau saye putus cinte ke, mau saya patah hati ke, tak de urusan kat awak !!


Sambung Hana dan bergegas duduk di kursinya.


" Hei aku tak sibukpun ngurus urusan awak tau !! Tak de masa nak urusin awak !!


Tak mau kalah dengan Hana


" Dasar Manusia patung !! Tak tau malu sudah ketahuan kepo, masih saja mengelak."


Batin Hana.


" Kenapa aku ni ye?? Betul ke aku tepocik kat die ? " Batin Arga tengah menatap Hana.


Jam pelajaran Bisnis education telah berlangsung, tanpa diketahui ternyata Hana sangat menyukai pelajaran yang berbaur dengan bisnis. Sebab dirinya juga ingin menjadi pengusaha sukses.


Materi mereka dimulai dengan Bab mengenai Budidaya Unggas. Bu Anuskha sebagai guru mata pelajaran Bisnis membagi Kelompok, untuk melakukan tugas observasi ketempat ternak Unggas.


" Baik anak-anak Cikgu akan bagi kelompok, untuk observasi ternak unggas yang terdiri dari tiga orang perkelompok."


Satu persatu nama mereka dipanggil sampa akhirnya kelompok Hana.


" Baik Arga,Hana, dan Ranti sebagai grub lima ya. "


" Apeee ?? Ucap Hana dan Arga serentak.


" Amboy lagaknya bise pule kompak macam tu patutlah satu grub. " Ucap Adam teman satu kelas mereka.


" Hm Cikgu, ape tak boleh ke tuker kawan grub ?? Pinta Hana.


" Tak boleh Hana, Cikgu dah bagi dah dengan baik sangat ni !!!


" Hm tapiii."


Ucapan Hana terpotong.


" Dah dah, Cikgu minta Lusa awak sudah boleh lakukan observasi paham tak ??


" Paham Cikgu." Ucap mereka Serentak.


" Kenapa aku mesti sekelompok sama manusia es ni, habislah aku kena ledek terus sama dia." Hana menatap tajam pada Arga, dan ternyata Arga menyadarinya.


" Wey, boleh tak mata tu pandang yang lain !!


" Ha ??? Hana terkejut dan langsung memalingkan pandangannya.


" Ape kau ni Ga, kenapa jantung kau nak lepas macam ni asyik bergendang Kat dalam tu. "


Tak terasa bel pulang sekolah sudah berbunyi dan merekapun bergegas pulang.


Ya, Hana dan Arga berjalan kaki menuju Rumahnya.


Hana lebih dahulu berjalan dari Arga, sebab Arga tengah sibuk dengan Handphonenya.


Ditengah perjalanan pulang Hujan datang mengguyur mereka.


" Aih Hujan pula macam mana ni." Arga tengah mencari tempat berteduh.


Berbeda dengan Hana, dia terus melanjutkan perjalanan. Tak mengganggap Hujan sebagai alasan untuk berhenti, Arga yang melihat Hana terus berjalan pun membuka suara.


" Woy !! Tak tengok ke Hujan deras macam ni ?? Namun, Hana tak memperdulikan Arga.


" Amboy belagaknye, perasa paling kuatlah tu !! Nanti sakit baru tau !!! Siape juga susah ? Rantilah tu, putus cinte je udah nak mati rase, apelagi nanti demam tinggi !!


Hana menoleh ke arah Arga dengan tatapan amarah.


" Apa yang dikatakan Arga betul juga perjalanan ke istanakan, masih lumayan jauh, ditambah lagi hujan semakin deras.


Akan membuat daya tubuhku melemah nantinya, yasudah aku berteduh saja. Tapi apa ? Dia bilang aku putus cinta, mati rasa hallo siapa yang putus cinta !! Mati rasa ?? Bahkan aku tak punya waktu untuk masalah bodoh itu."


Hana berjalan ketempat perteduhan yang Arga juga berada disan dan berdoa.


" Allahumma shoyyiban Nafia'an."


Ya Allah semoga hujanmu lebat dan menjadi berkah untuk kami. " Doa ketika turun hujan.


" Hallo, sedar diri sikit boleh tak ??

__ADS_1


" Sedar diri buat ape ??


" Awak Kate saye putus cinte ?? Mati rasa ??


Haha saye tu tak de masa buat benda bodoh, macam bercinta-cinta tu !! Yang ada awak tu yang jadi budak cinta sama perempuan bernama Jihannnn !!!


Arga terkejut atas perkataan Hana mengenai sahabatnya Jihan.


" M**acam mana dia boleh tau pasal Jihan, ape Ranti yang bagi tau pasal ni." Batinnya.


" Ape awak cakap tadi ?? Jihan ??


Darimane awak tau pasal Jihan ha ??


Perdebatan mereka ditemani oleh suara derasnya Hujan.


" Ehh......


" A**duh kenapa aku bisa keceplosan gini, mati kau Hana. Bisa bisa kau ketahuan pernah mengikuti dia. "


" Cepat Cakap !! Bentak Arga.


" Eh tak, aku tanye je kat Ranti pasal siape je, kawan perempuan die kat Istana. Ha iyaaa kawan die. Nah Die cakap lah Jihan,dan Kasih macam tu."


"Se**moga dia percaya dan ga curiga."


" Hm...


" Syukurlah, die tak tau pasal Jihan lebih lanjut." Perasaan lega Arga.


Hening sejenak menyelimuti mereka, tak ada pembicaraan diantara mereka. Yang ada hanya suara rintikan Hujan.


Hari sudah semakin gelap namun, hujan masih saja dengan inginnya.


" Aduh sudah jam setengah enam lagi bagaimana ini ??


Hana bingung harus melakukan apalagi, ditambah handphonenya kehabisan batrai.


" Aku telpon Ranti aja ngabarin dia, kalau aku kehujanan." Tengah mengambil handphonenya didalam tas.


" Ni dia."


" Astaghfirullah baterainya pakai habis segala lagi. Gak ngerti kondisi banget kamunya." dengus Hana pada handphonenya.


Arga hanya duduk santai tanpa memiliki beban sedikitpun.


" Dasar aneh !! Hari sudah gelap begini, bukannya melakukan sesuatu mala justru berdiam diri disitu. " Dengus Hana lagi.


" Eh awak !! Tak de kah hal yang boleh awak buat ? Agar orang-orang kat Istana tau kalau kita ada insiden terjebak hujan !!!


" Na buat ape ha ?? Kau nak suruh aku berhentikan hujan macam tu ?? Eh come onlah aku ni bukan dukunn !!


" Ih awak ni memang lembab sangat !! Itu je tak paham !!


Hana semakin kesal dengan pemuda yang berada dihadapannya.


" Maksud saye, boleh tak awak telpon ke Bang Izaz atau siape je yang kat Istana tu. Supaya mereka tak salah paham lagi same kite.


Arga sebenarnya paham apa yang Hana maksud namun, Arga hanya ingin membuat Hana kesal saja agar mengeluarkan ocehan nya.


" Nih tengok ni !! Arga menunjukkan Handphonenya. Bahwa dirinya telah mengabari Izaz dan bundanya sejak tadi.


" Oh...


Hanya kata itulah yang keluar dari mulut Hana.


" Hm Saye lebih cerdas daripada awak !!


Hana hanya menaikkan sebelah mulutnya, kala mendengar kesombongan Arga.


Hujan sudah mulai reda tinggal rintikan gerimis saja.


" Alhamdulillah sudah reda." Hana melangkahkan kakinya, meneruskan perjalanan pulangnya.


Arga juga melakukan hal yang serupa, mereka terus berjalan Hana berada didepan sementara, Arga berada dibelakang.


AllahuAkbar AllahuAkbar....


Adzan Maghrib berkumandang.


" Sebaiknya aku sholat di Masjid ini saja. "


Hana berjalan ke arah Masjid.


" Sudah adzan ternyata."


Arga juga melakukan hal yang sama.


Didalam Masjid warga tengah sibuk berdebat, mengenai siapa yang akan menjadi Imam.


Pasalnya imam yang biasa tengah pergi keluar kota saat ini.


Dengan cepat, Argapun mengambil posisi Imam sebagai pengganti imam biasanya.


Takkala suara lantunan ayat suci dari Arga terdengar, membuat Sholat semakin khusyuk menuju Allah.


Hingga selesailah Sholat berjamaah.


" Awak ni siape ya nak ? Baru tengok ni kat sini. " Tanya salah satu dari Meraka.


" Oh iye Saye bukan orang kat sini Pakci cume singgah je tadi. "


" Oh patutlah Pak ci baru ni tengok awak Kat Sini, lantunan ayat suci awak sungguh bagus nak, suarapun merdu sangat Maysa Allah." Puji bapak itu.


" Tak delah Pakci biase je."


" Tak, tapi Pak ci tengok awak ni, macam bukan dari orang biase. " Tengah melihat bad nama Arga di baju Arga.


Argapun melirik apa yang dipandang bapak tersebut, dan sadar bahwa dirinya lupa mencopot bad namanya.


" A**du matilah aku !! Lupa pula lepas bad name ni." Batin Arga.


Argapun menutup Bad namanya, dengan pura-pura merapikan pakaiannya

__ADS_1


" Memang saye tak orang biase Pakci. Sebab saye pengawal Kat Istana hehe."


" Wah masih mude lagi awak dah mandiri macam ni. "


" Hehe iye pak sebab orag tua saye ajar saye mandiri sejak kecik lagi. "


" Hm baguslah nak, tetap macam tu pakci yakin. Awak bakal jadi orang hebat nantinye."


" Allahu aamiin, makasih banyak Pakci atas doa baiknya. " Ucap Arga.


" Iye nak pakci balek luan ye Assalamu'alaikum. "


" Baik pakci, hati-hati waalaikumussalam. "


Arga dan Hana kembali melanjutkan perjalanan.


" Hushhh.... Akhirnya sampai juga Alhamdulillah."


Mereka berdua telah sampai di Istana.


Ya, Ayah Arga dan Bundanya, Paman dan Bibi Hana beserta yang lainnya, telah menunggu mereka tepat didepan gerbang pintu masuk.


" Dari mane saje awak ni Arga ??


Tanya Nazhanul Hakim dengan nada meninggi.


" Ampun Tuan kami Ade Insiden terjebak hujan semasa nak balek tadi." Jawab Hana.


Nazhanul Hakim menatap tajam Hana.


" Saye tak tanye awak !! Tapi saye tanya Arga !! Punye telinga tak ?? Bentaknya.


Hana terkejut atas perkataan Ayahnya Arga,


dan memutuskan untuk diam tak membuka suara lagi.


" Ape yang Hana cakap betul. Kami ada insiden terjebak hujan semasa nak balek kat sini. Bahkan saye sudah bagi tau Abang Izaz dan juga Bunda."


" Hm tapi kenape sampai malam macam ni !!


" Maaf tuan, apakah kau tak tau bahwa hujan baru berhenti sejak dua puluh menit yang lalu ? Dan kau tau jarak Istana ni dengan Sekolah saye itu membutuhkan masa tiga puluh tujuh menit ? Atau kau pura-pura tidak tau." Arga meninggalkan mereka.


Nazhanul Hakim yang mendengar jawaban atas pertanyaannya, tampak sedikit emosi.


" Mulai sekarang awak tinggal kat gudang belakang !! Dan awak juga same tinggal kat gudang sebelahnye paham !! Emosi Ayahnya.


" Bang macam mana boleh macam ni. " Ucap Bunda Arga.


" Kenapa pula, mereka harus mendapatkan hal macam tu ?? Mereka tak de salahpun bang saye mohon jangan lakukan itu. "


" Itu adalah pelajaran bagi mereka sebab tak punya adab ketika berbicara. "


" Bang....


"Ayah Izaz mohon maaf Arga dan Hana ya mereka tak patut dapatkan hal tu.


" Maaf Tuan Hana keponakan Saye tak patut tinggal Kat gudang, sebab die tak de buat salah sikitpun, saye akan merasa bersalah jikalau Hana sengsara kat sini sebab saye yang bertanggung jawab atas Hana "


" Cukup Vikri kalau awak masih nak hidup. Jangan bantah perintah saye, semua ni saye lakukan, agar mereka belajar lagi menjadi manusia yang beradab..!!


" Kalau ada yang berpihak pada mereka kalian akan rasekan akibatnya !! Ancam Nazhanul Hakim.


" Hana maafin aku gara-gara aku kamu sengsara disini." Ranti tengah memeluk Hana.


Disisi lain tampak Kasih, senang melihat hal buruk menimpa Hana.


" Ranti jangan berbicara seperti itu aku tidak apa-apa, hanya tinggal digudang je bahkan gudang jauh lebih bagus dari rumahku hehe."


Hana membalas pelukan Ranti.


" Hana disaat seperti ini kau masih bisa tertawa."


" Maafkan Paman dan Bibi Hana tidak bisa berbuat apa-apa padamu nak."


Ucap Pamannya dan meneteskan air mata.


" Eh sudahlah Paman Hana ga apa-apa kok santai saja Paman Bibi hehe."


" S**ebenarnya apa yang terjadi ?? Sampai Raja Nazhanul Hakim bisa berubah bersikap, kasar terhadap kami pasti ada sesuatu. "


Ya, benar sebenarnya sedari tadi, ada orang yang telah memburukkan Arga dan Hana dihadapan Raja. Sekaligus menghasut Raja agar membenci mereka berdua.


" Akhirnya aku berhasil tinggal. Selangkah lagi aku akan singkirkan korang berdua !! maafkan aku, semua ini aku lakukan sebab Korang telah mencampuri urusanku." Batinnya.


Argapun menuju ke Gudang yang dimaksud, membawa semua barang-barangnya untuk dipindahkan ke Gudang. Sebab dia akan tinggal disana sampai hari yang ditentukan Ayahnya.


Begitu juga Hana, melakukan hal yang sama namun, dibantu oleh Ranti sepupunya.


Terlebih dahulu mereka membereskan gudang, tapi gudang masih dalam keadaan bersih. Karena setiap hari telah dibersihkan oleh petugas yang ditugaskan.


Begitulah terkadang salah paham dapat merusak segalanya.


Yang benar bisa manjadi salah, yang salah bisa menjadi benar.


Oleh sebab itu hal yang terlebih dahulu, seharusnya dilakukan adalah mencari tau yang sebenar-benarnya terjadi bukan hanya sekedar mendengarkan satu pihak saja.


Oke Author bakal Upload Visual Pelangi Hanani selanjutnya 😁



Ini dia ni Visual Anugrah Pota Mendrofa, pemuda Nonmuslim asal Nias yang baik hati.



Nah kalau yang ini Visual Sahabat terbaiknya Hanani, ya Visualnya Sanju Zafira.


Gimana guys Cocok ga sih ? 😋


Author sengaja emang ngambil Visualnya bukan dari kalangan Artis. Melainkan ada yang merupakan teman Author juga hehe.


Soalnya kan kalau dari kalangan Artiskan udah biasa, nah kita mah beda dari yang lain. 😂


Sevimli 24 Agustus 2020

__ADS_1


__ADS_2