Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 26 Penang


__ADS_3

"Bersedih itu wajar.


Namun, menyerah itu yang tak pantas.


Sebab segala yang terjadi itu sudah menjadi


takdir yang takkan pernah tertukar."


......." Pelangi Hanani 🌹".......


Keesokan harinya.


Selesai mereka melaksanakan Shalat Duha, merekapun bergegas berangkat menuju Penang ya menggunakan jasa Taxi online..


Terlebih dahulu mereka meminta izin kepada orang-orang di Istana.


Namun, tidak mengatakan bahwa mereka pergi ke Penang memiliki suatu tujuan yang berkaitan dengan Istana, melainkan membuat alasan kerja kelompok sebab, kalau mereka mengatakan sebenarnya mungkin mereka tidak akan mendapat Izin.


Di Ruangan Nazhanul Hakim.


" Hm Aaa yahh. " Arga terbata mengucapkan kata Ayah pada Nazhanul Hakim.


' Arga dan Hana izin pamit nak kerja kelompok hari ni Kat Penang." Sambungnya.


Dengan ekspresi datar Nazhanulpun menjawab.


" Hm Silahkan !! Meninggalkan tempat itu.


Arga tampak begitu senduh atas perlakuan dingin ayahnya terhadapnya berbeda dengan bundanya.


Bundanya mencoba menenangkan Arga.


" Arga awak jaga diri baik-baik ya kat Penang.


Belajar betul-betul dan satu lagi kena jaga Hana tau !! Ucap Bundanya.


" Hm Insya Allah Bun Arga Pamit Bun assalamu'alaikum." Arga meraih tangan Bundanya untuk bersalaman begitu juga dengan Hana.


" Aunty Hana pamit ye Assalamu'alaikum "


Mencium tangan Bunda Arga.


" iye nak Hati-hati ye Waalaikumussalam " Tersenyum manis pada Hana.


Merekapun keluar dan menunggu Taxi yang telah Arga pesan.


Arga tengah melamun, Hana memahami apa yang tengah dilamunkan oleh Arga.


" Aku tau ga hatimu pasti begitu sakit akan semua perlakuan Ayahmu padamu, kau memang tampak begitu kuat tapi sebenarnya ada banyak luka yang senantiasa tertabung dihatimu." Memperhatikan Arga.


Tinn... tin Klekson Taxi.


" Ga taxinya sudah datang." Ujar Hana yang membuat buyar lamunan Arga.


" Ah iya Han Jomlah." Ajak Arga.


Merekapun masuk kedalam Taxi, posisi Arga berada di sebelah supir.


Sementara Hana berada dibelakang sendirian.


" Ke Penangkan nak ?? " Tanya supir itu.


" Ehiya Pakci betul sekali." Jawab Arga.


" Baiklah, eh tadi Pakci lihat Korang nunggu kat Istana ape korang ni Anak pejabat ke ??


Lagi-lagi setiap Taxi yang mereka naiki, pasti membuat Supirnya penasarannya akan mereka.


" Oh itu Pakci orang tua kami bekerja kat Istana Pakci sebab tu kami juga tinggal kat sana. " Elak Hana.


" Oh macam tu, patutlah saye pikir korang Anak pejabat, tapi kan nak daerah Penang saat ni tengah kacau.


Sebab pertikaian dengan daerah Terengganu korang tak tau ke ??


Hana dan Arga diam sejenak.


" *K*ami tau pak sebab itulah kami hendak kesana untuk menyelesaikan pertikaian ini."


Batin Hana.


" Tau Pakci tapi saye ni tak percaya kalau belum tengok langsung kat sane." Ucap Arga.


" Hm iyelah Pakci cume nak cakap,


korang hati-hatilah ya kat sane !


Kite taukan setiap manusia tu bisa berubah bahkan dalam waktu singkat bise jadi kawan tu jadi lawan. "


" Kenapa Pakci ini seperti tau yang tengah terjadi di istana. " Batin Hana.


" Ape Pakci ni tau menahu soalan kat Istana."


Arga menatap serius Supir Taxi itu.


" Terimakasih Pakci atas nasehatnye. " Ucap Hana dari belakang.


" Iye nak. " Jawab Bapak itu.


Tak lama kemudian sampailah mereka di Penang.


" Dah sampai nak." Ucap Supir Taxi itu.


" Oh Alhamdulillah. " Ucap Hana.


Arga mengeluarkan uang untuk membayar Biaya Taxi " Ini Pakci Upahnya makasih banyak Pakci." Ucap Arga.


" Iye nak Sama-sama." Melajukan kembali taxinya.


Hana melihat ke sekeliling daerah itu


sementara Arga sudah berjalan kedepan.


" Tampak biasa saja seperti tidak terjadi sesuatu. " Ujar Hana.


Arga yang melihat Hana berada jauh di belakangpun menegurnya.


" Woy Kau ni nak jadi patung liberty kat situ.


Nak sampai bile ha ?? Tegur Arga yang membuat Hana kesal.

__ADS_1


" Ape ?? Patung Liberty seenak jidat saja dia mengatain aku."


" Hm sabar Hana sabar insya Allah orang Sabar disayang Allah. " Hana Tengah mengkontrol emosinya dan berjalan menyusul Arga.


" Hm tumben budak ni tak marah, bahkan die tak membalas saat aku mengupatnya." Arga tengah heran dengan Hana.


" Hey, cepatlah sikit lambat sangat !! Kata Arga yang berusaha membuat Hana semakin kesal. Namun, tetap saja Hana tidak menggubrisnya.


Ketika hendak melangkah masuk melewati gerbang Penang ada suara keributan didalam.


" Ampun Tuan kami tak nak buat macam tu lagi." Ucap Bapak beranak tiga itu kepada sosok pria yang berada London.


Hana yang penasaran pun tidak sabaran menghampiri mereka. Namun dengan cepat Arga menarik tangan Hana.


" Woy ape kau ni pegang-pegang tak takut dose ke ?? Hana sedikit emosi.


" Tau tak Lebih baik menyentuh bara api daripade menyentuh yang bukan mahrom tau !!


Arga juga tak kalah kesal melihat tingkah Hana. Sebab dengan berteriak seperti itu bisa-bisa mereka ketahuan.


" Aish kau ni aku tak sengajalah ! Akupun tak nak sentuh kau kalau bukan sebab darurat macam ni. Aku nak kau tutup rapat mulut kau tu kalau tak nak kite ketahuan !! Nada bicara Arga mulai meninggi,dan membuat Hana tersadar apa yang dikatakan Arga benar.


" Haduh aku lupa kalau ini lagu situasi genting benar saja kalau aku terus teriak bisa-bisa kami bakal ketahuan dan bisa jadi konyol disini." Batin Hana.


" Hm tanpa awak suruhpun saye bisa tutup sendiri !! Ucap Hana tak mau kalah.


" Aish budak ni dah salahpun nak asik menjawab je."


Mereka berusaha menguping para pendzalim itu, tiba-tiba saja Hana tanpa sengaja memijak Kaleng bekas susu disebelahnya.


Krakk....


Arga menatap tajam kearah Hana


" Matilah aku pake kepijak segala lagi. '' Batin Hana.


" Suara ape tu ha ?? Ucap Penjahat itu.


" Kat sane tengok cepat !!


Merekapun melihat kearah Hana dan Arga berada.


Namun dengan sigap Arga menarik Hana untuk bersembunyi dibalik sebuah tong disebelah sana.


" Ih die nikan memang suka ambil kesempatan dalam kesempitan.


Ya Allah ampuni Hamba telah bersentuhan." Batin Hana kesal dengan Arga.


" Tak de benda apapun bos !! Kata Anak buahnya.


" Hm tengoklah betul-betul !! Titahnya.


Mereka kembali mencari dan tidak menemukan siapapun dan apapun.


" Iye, bos kami dah periksa dah tak de apepun."


" Hm baiklah jomlah kite balek Kat Markas kalau macam tu." Ujar Ketua mereka.


Setelah mereka sudah menjauh Arga dan Hanapun menghampiri bapak yang teraniaya itu.


" Pakci tak pe ke ?? Jomlah saye obati Kat sane. " Ucap Hana.


" Bukannya daerah ni mayoritas nonmuslim. Tapi kenapa Bapak ini berdoa seperti orang muslim." Hana heran melihat Bapak itu.


" *K*alau saja kalian tau yang sebenarnya, terjadi takkanlah kalian salahkan pasal ni, pade ayahku yang tak tau menahu soalan ni. " Arga tampak murung ketika Ayahnya disalahkan atas pertikaian ini.


" Pakci maaf kalau Hana lancang ni boleh tak Hana tanya satu soalan pada Pakci ??


" Hm tanye je nak !!


" Pakci ni Islam ke ?? Hana bertanya dengan hati-hati


Bapak itupun mengambil Nafasnya agar teratur. " Sebenarnya kami kat sini Mayoritas Islam. Tapi, kami ni dilarang untuk beribadah oleh kolonial Inggris tak beradab itu.


Mereka jugelah yang menyebarkan bahwa penduduk Kat sini nonmuslim. " Tampak Bapak itu tengah menahan air matanya.


" Bahkan kalau mereka nampak kami ni sholat kami akan dihukum berat. Bukan hanya itu, kami juga diadu domba dengan daerah Terengganu sehingga kami bermusuhan."


Air mata yang tadinya tertahan kini telah tumpah karena tak terbendung lagi.


Hana dan Arga baru mengetahui sebuah fakta hari ini mengenai daerah Penang ini.


"Ini semua pasti ulah si pengkhianat tu Kacak juge permainan kau. " Batin Arga.


" Ternyata daerah Terengganu dan Penang tengah di adu domba.


Dengan begitu mateng rencana ini dilakukan tapi siape ya yang melakukan hal ini. " Hana masih beraduh dengan pikirannya.


" Pak Insya Allah semua ni kite akan lewati bersama. Bapak tak sendiri ada kite orang yang akan selalu setia untuk temani bapak.


Sebisa mungkin saye dan teman saye ni akan selesaikan masalah ni." Kata Arga.


" Iye Pak kite lewati same-same semua ni,


Insya Allah tugas kite adalah terus membumikan ikhtiar dan melangitkan doa semaksimal mungkin.


Kite ada dijalan yang benar insya Allah sang Khaliq selalu ada bersama kite Pak, kite tak boleh lemah dan tak boleh pula menangis. Sampai merintih, sebab Allah akan tinggikan derajat kite apabila kite ni Iinkuntum mukminin jika kite orang mukmin." Sambung Hana yang tanpa tersadar air mata Hanapun terjatuh.


" Makasih ye nak Korang ni Baek sangat insya Allah Bapak selalu mendukung niat baik Kalian. " Ujar Bapak itu dan berpamitan pada Arga dan Hanani.


##


ولا تاهينو ولا تحزان أنتوم لأ علون


" *Ja*nganlah kalian berlaku lemah dan janganlah kalian bersedih. "


Tiba-tiba saja anak buah si kolonial Inggris itupun kembali dan akhirnya Hana dan Arga tertangkap basah.


Merakapun mencoba menangkap Hana namun Arga yang melihat mereka langsung saja menendangnya.


Brukk.....


Penjahat itu terjatuh


Hana menoleh kebelakang.


" Hm aku bisa sendiri !! aku tak butuh bantuanmu." Ucap Hana ketus pada Arga.


" Kau tengok ye lain kali aku tak nak bantu kau, aku biarkan kau kena pukul mereka !!

__ADS_1


Kesal Arga kemudian menghajar penjahat itu.


Arga melawan tiga penjahat sekaligus sementara Hana melawan satu Penjahat.


" Maafkan hamba ya Allah karena harus bersentuhan untuk keadaan darurat ini."


Arga yang mendengar perkataan Hanapun menggelengkan kepalanya.


" Amboy budak ni tengah darurat macam ni die sempat lagi nak macam tu."


Bughh.....


Brakkkk.... Hana berhasil menghajar habis-habisan satu Penjahat itu.


Sementara Arga sudah mulai kelewahan.


Arga hampir saja terpukul kayu broti oleh penjahat itu tapi Hana berlari cepat dan menendang broti itu dari tangan Penjahat itu.


" Aku tidak butuh bantuanmu !! Ketus Arga.


" Ha ?? Oke baiklah kali ni je aku tolong kau lain kali kau nak jungkir balik ke atau nyawamu dalam darurat sekalipun tak nak bantu kauuuu." Tapi tetap saja Hana menghajar penjahat itu.


Dan akhirnya mereka berhasil menghabisi para penjahat itu.


" Hahaha kau tengoklan aku lebih kuat !! Bangga Arga.


" Hm Alhamdulillah." Ucap Hana.


" Oh iya ke?? Betul macam tu ?? sambung Hana.


" Iyelah kau tengok ni !! Dahlah payahlah nak becakap same budak selekeh macam kau ni !! lambat sangat." Ledek Arga.


emosi Hana kian membara dan tak tertahan Akhirnya Hana menendang Perut Arga namun sebab Arga itu ahli bela diri dia dapat menghindar dari serangan Hana.


" Haha ga dapat !! Melemberikan Hana jempol ke.bawah.


" Ish dahlah aku malas layan kau baik aku pergi kat Markas Mereka ni." ucap Hana meninggalkan Arga.


" Aish nak kemana pula budak ni." Ucap Arga.


Hana tak menggubris, terus berjalan ke arah bangunan yang merupakan markas mereka.


Argapun mengikuti Hana dari belakang


Hanapun tak dapat menahan dirinya lagi. Langsung saja mengobrak-abrik markas mereka.


" Hm dasar tak punya hati beraninya menindas yang lemah !!


Dasar ga punya otak taunya hanya memutar balikkan fakta !! Teriak Hana.


Arga yang baru pertama kalinya melihat Hana sebegitu kesalpun terheran.


" Oy galaknye kau ni !! Macam singe !! Ujar Arga.


Hana menoleh kearah Arga dengan tatapan tajam.


" Hahaha macam singe ?? Kau mau tengok tak macam Mane singe ni marah ke ?


melemparkan sebuah botol kearah Arga, Arga yang dilempari botol pun menghindar.


" Hoy ape kau ni !! Dah berani main kasar rupenye, dasar wanita aneh, bahkan kau lebih menyeramkan dari Kuntilanak !!


Arga tidak habis-habisnya meledek Hana.


Sementara Hana hanya menanggapi santai ledakan Arga.


Tiba-tiba saja datanglah sang penghuni markas.


" Hey siape kalian ?? Melihat markasnya telah diobrak-abrik.


" Beraninya kalian !! Emosi pemuda berdarah London itupun mulai memuncak dan langsung saja turun tangan menghajar Hana dan Arga.


" Cepat kite serang merakaaa !! Perintahnya.


Kali ini jumlah lawan Hana dan Arga bisa dikatakan cukup banyak.


Ya empat lawan satu wah luar biasa.


Baghh... bukk...


Bukkkh... baghhh Suara perkelahian mereka


" Hahaha Rasekan kalian ini akibat kalian lancang nak buat kacau Kat Markas ni." Tengah menghantam Arga.


Hana yang cukup baik ilmu bela dirinya, mencoba memainkan akalnya agar cepat mengalahkan keempat penjahat itu, dan dia memiliki ide. Yang akhirnya dengan cepat membuat keempat penjahat itu kalah.


Setelah berhasil membuat mereka berputar-putar Hanapun mengikat mereka.


" Hahaha segini je kemampuan kalian ??


Dasar sengat !! Baik aku jadi anak buah bos kalian sebab aku lebih kuat dari Korang.


Ucap Hana asal, kemudian melirik kearah Arga yang masih berkelahi dengan penjahat itu dan membantunya.


" Dasar Pengecut beraninya keroyokan !!


Arga menoleh kearah Hana dan merasa salut Hana dengan cepat bisa mengalahkan keempat penjahat itu.


" Kenapa ?? Kau mau mengakui kalau aku hebatkan !! Haha." Ujar Hana.


" Ais budak ni Sombongnye." Ucap Arga.


Dan akhirnya merekapun melawan Penjahat itu menjadi dua lawan satu.


Tak memakan waktu yang banyak mereka berhasil mengalahkan keempat Penjahat itu.


" Akhirnya hahah alhamdulillah. " Ujar Meraka bersamaan.


Ketika Arga hendak mengintrogasi Pemuda Berdarah London itu, dia kalah cepat sebab pemuda itu sudah terlebih dahulu kabur bersama anak buahnya.


" Woyy nak Kabur kemana kau pengecut !!


Hana dan Arga mengejar mereka kembali dengan tubuh yang masih lelah, Namun semangat yang tak memudar membuat langkah mereka semakin berkobar.


Namun sudah setiap Sudut mereka telesuri, tak tersisa sisi sedikitpun mereka tak kunjung mendapati Para Penjahat itu.


" Sial mereka berhasil kaburrr. " Arga berdecih Kesal.


Sevimli 8 September 2020

__ADS_1


Jangan lupa like and votenya biar Author tambah semangat 😁


__ADS_2