Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 22 Sebuah kebenaran


__ADS_3

" Setiap orang punya porsi masalahnya masing-masing. Dan disuguhkan dengan dua pilihan, yaitu hadapi atau justru menyerah.


....." Pelangi Hanani 🌹".....


But you have to remember.


Bahwa Takdir takkan pernah tertukar,


begitu juga dengan Ujian telah rapi tertakar."


Di gudang Istana.


Hana telah selesai mengkemasi barang-barangnya, dan ingin segera istirahat. Sebab, tubuhnya sangat lelah kala diterpa hujan tadinya.


" Hana aku ikut kamu tidur disini ya, aku gak boleh tinggalin kamu sendirian. "


" Ran ga usah!! Kamu balik ya ke Rumah,


aku takut nanti Raja akan lebih marah lagi, dan kamu entar mala justru kena hukum !! Balik ya Ran hehe. "


" Tapii Hannn."


" Sudah Ran aku oke kok ya." Menyakinkan Ranti.


Rantipun keluar dari gudang, menuju ke rumahnya. Sebenarnya dia tak tega meninggalkan Hana sendirian di gudang. Namun, dia juga tak ingin menambah masalah lagi dengan berada disana.


Di gudang Hana masih memikirkan apa yang sebenarnya terjadi mulai dari kemarin. Masalah Poto dirinya dan Arga di Taman, dan sekarang Raja juga menambah Hukuman mereka, hanya karena telat pulang. Itupun karena terjebak hujan.


Rasanya semuanya tidak masuk akal, terjadi begitu saja tanpa adanya orang yang bermain api.


" Sebenarnya apa yang terjadi, kemarin Poto kami siapa coba yang ngambil ??


Kurang kerjaan banget tau gak !! Dan sekarang Raja semakin besar amarahnya terhadap kami, hanya karena telat pulang itupun sebab terjebak hujan, rasanya tidak masuk akal, seperti memang ada yang bermain api dibelakang.


Plus kelihatannya ini permainan orang yang berada di Istana ini juga !! Aku harus diskusikan hal ini sama Arga."


" Eh eh gak deh diakan manusia patung, bisa-bisa aku nanti didiamin mulu atau kebalikannya diledek terus."


" Tapi ya, kalau kami tidak diskusi bagaimana kami tau cara menyelidik kasus ini lebih lanjutnya."


" Oke Hana tak pelah kali ini kau mengalah, demi kepentingan bersama Han. "


Disisi lain Arga yang berada di gudang berbeda, juga memikirkan hal yang sama dengan Hana.


" Haha sepertinya dia ni kan memanglah nak main api dengan aku, baiklah aku terima permainan kau."


Arga Sebenarnya dari dulu sudah mulai curiga,dengan salah satu orang di Istana.


Namun, Arga belum menemukan bukti yang kuat untuk membuktikan orang yang dicurigainya. memang benar dalang dari semua ini.


Ya, dalang dari pertikaian kubu Terengganu dan Penang, masalah yang menimpa keluarga Jihan, dan juga masalah yang sedang dia alami bersama Hana.


Keesokan Harinya diruang Makan.


Seperti biasa mereka melakukan makan bersama. Akan tetapi,ketika Arga dan Hana tengah mengambil posisi duduk tiba-tiba saja Raja membuka suara.


" Siape suruh Korang berdua makan kat sini?


Jleb.


Arga dan Hana terkejut mendengar hal itu.


" Korang berdua tak boleh makan kat sini. Sampai masa hukuman kalian selesai.


Begitu juge dengan pasal ke Sekolah awak Hana tetap jalan kaki sampai bila tiba masanye selesai !!!


Semua orang heran melihat sikap Raja akhir-akhir ini, kali ini Vikri tak terima bila Hana diperlukan seperti itu.


" Maaf Tuan, tapi kali ini saya angkat bicara. Apa yang Tuan buat Kat Hana tu dah melampaui batas, Tuan tak sepatutnya melakukan tu, sebab kalau Tuan lakukan itu makna nye Tuan tak berlaku adil !!


Vikripun meninggalkan ruang makan, dan mengajak keluarganya pergi dari sana.


Nazhanul Hakimpun terdiam mendengar perkataan Vikri.


" Ape yang Pakci Vikri cakap betul, ayah !! Ayah memang dah melampaui sangat."


Izaz juga pergi meninggalkan ruangan itu dengan kesal.


Semua kecewa dengan sikap Nazhanul Hakim akhir-akhir ini.


" Hm Saye juge tak paham dengan Sikap abang akhir ni.


" Apa aku memang sudah melampaui sangat pada Arga dan Hana ye tapi aku lakukan tu sebab kesalahan mereka."


Batin Nazhanul Hakim, tengah menatap kepergian semua orang dari Ruang makan.


Disisi lain, ada seseorang yang tengah mengintip kejadian itu dari kejauhan.


" Hahah akhirnye mereka nak gaduh juga, dalam sekejap rencanaku akan berjalan dengan elok."


Hana dan Arga berangkat ke Sekolah berjalan kaki.


Izaz menawari mereka tumpangan, namun mereka menolak, karena tidak ingin dianggap curang dalam menjalankan hukuman mereka.


Tinn, tin, tinnnnn.


Suara klakson mobil Izaz.

__ADS_1


" Korang berdua cepat naik, kite berangkat same-same !!


" Tak payahlah Bang Izaz, kite orang jalan kaki je. Ini sudah menjadi hukuman yang harus kami jalankan. " Kata Hana.


" Hukuman untuk ape Hana ?? Awak tak de salah apepun. Jadi, awak tak payahlah jalankan hukuman bodoh macam ni."


" Eh tak pelah bang walau kite orang tak de salahpun, tapi semua telah mengarah ke kite. Oleh sebab tu kite tampak bersalah, sekarang abang, Ranti dan Kasih pergilah dulu, kami jalan je dah biasepun Hana jalan pergi Kat Sekolah semasa Mts hehe. "


Arga hanya berdiam diri tanpa membuka suara.


" Hm ini semua awak punya pasal Arga !! Kalau je awak jawab bagus-bagus soalan ayah takkanlah Ayah semurka ni. Awak ni memang biang Masalah." Ucap Izaz yang sudah turun dari mobil dan menghampiri Arga.


Arga hanya tersenyum sinis padanya.


" Kau yang buat pasal, but kenape pula Hana yang kena juge ??


Kalau terjadi ape-ape kat Hana, kau yang harus bertanggung jawab dan aku takkan maafkan kau !!


Argapun tertawa nyaring.


" Hahaha Apelah Abang ni !!


Arga tak de maksud nak buat Ayah murka. Tapi, abang tengok tak dari dulu lagi, Arga tak pernah lagi dianggap ayah ade. Bahkan Arga dah macam orang lain dah yang numpang Kat Istana tu !!


" Haha satu lagi Abang suke kan sama Hana, sampai berkata macam tu ??


Hana tersentak mendengar pernyataan Arga.


" Kalau iye kenape ?? Kau nak bersaing sehat denganku ha ?


Dan pasal Ayah tak menganggap kau lagi, sejak pengkhianatan Keluarga Jihan. Itu sebab kau berpihak pada pengkhianat macam mereka !!


Arga tertawa kembali dan mulai sedikit emosi, karena Izaz menyebutkan bahwa keluarga Jihan pengkhianat.


" Haha apelah Abang ni.


Tak payahlah nak bersaing aku tak morakpun si Hana ni !!


Sebab di hati aku hanye Ade Jihan seutuhnya !! Satu hal lagi, jangan sekali-kali berani cakap bahwa keluarga Jihan adalah pengkhianat. Sebab mereka bukan pengkhianat. Dengar ni baik-baik !! Ucap Arga dengan penuh penekanan.


Argapun pergi meninggalkan mereka, sementara Izaz tersenyum sinis.


" Kenapa hatiku sakit ya kala mendengar perkataan Arga tadi ?


Stop Hana kau tak boleh nak rasekan apepun kat Arga tu paham Hana. " Batin Hana tengah memegang dadanya.


" Hm kalau gitu Hana permisi ya bang Zaz, nak lanjut jalan lagi assalamu'alaikum."


" Eh Hana, Waalaikumussalam. "


Kasih dan Ranti mendegar perdebatan itupun. Sedikit terpukul sebab, mengetahui orang yang mereka suka menyukai Hana.


"A**ku harap perasaan ini segera pergi ya Allah." Ranti menatap Izaz yang sedang menyetir.


Hana memilih untuk berlari, dia tak ingin terlambat untuk kali ini.


" Hm, amboy cepatnye kau berlari."


Hana teringat mengenai kejadian Poto itu, dan juga kejadian tadi malam, yang seharusnya dia diskusikan dengan Arga,


Hanapun memilih menghampiri Arga


" Ga !! Aku nak tanya kau satu soalan !!


" Hm." Sahutnya datar.


" Kau rase semacam Ade yang aneh tak ?? Mulai dari poto tu, plus kemarahan Ayah kau tadi malam."


" Hm." Lagi-lagi Arga menjawabnya dengan datar.


Hana berdengus kesal mendengar jawaban Arga hanya hm, hm saja.


" Aku seriuslah !! Ade tak kau curige pade satu orang ??


Argapun mulai mengerti bahwa Hana adalah orang yang selalu penasaran dan juga cerdas


" Ade."


" Siape ?? Ha, siape ?


" Eh adelah tu. Saye tak nak bagi tau siape orangnye. Bisaa-bisa hancur semua rencana saye." Ketus Arga.


Tiba-tiba Hana teringat, ketika Arga berbincang akrab dengan lelaki yang mencurigakan itu.


Beberapa hari yang lalu tanpa sungkan Hanapun bertanya.


" Hm iyelah, eh Ga saye boleh tanya tak ??


" Tanye ape ?? Cepatlah."


" Saye pernah tanpa sengaja, lihat awak bincang akrab dengan lelaki yang mencurigakan, yang kite jumpe dekat tandas masa tu, saye nak tanye awak ada urusan ape ya dengan die ??


Arga coba mengingat siapa yang dimaksud Hana.


" Oh suruhan si Pengkhianat." Ucapnya.


" Ape ?? Hana mendengarnya.

__ADS_1


" Hm die tu suruhan si Pengkhianat. Aku tau kau tengok aku bincang dengan die Kat bangunan kosong masa tukan ??


Hana menganggukkan kepalanya, sembari mengobrol mereka, terus tetap berjalan menuju Sekolah mereka.


" Aku bukan bincang akrab dengan die, aku masa tu tengah mengintrogasi die, kau nampak kami tengah tertawa ye ??


Hana menganggukkan kepalanya.


" Haha kami memang tengah tertawa satu sama lain, tapi tawa kami beza makna.


Aku tertawa sebab aku rase die bodoh sangat, nak je jadi budak si pengkhianat itu. Dan die, juge tertawa sebab, die rasa aku ni hanya budak kecik. Yang tak bise lakukan apepun.


Udah in now kau dah paham tak ??


Hanapun mengerti sekarang dan dia merasa bersalah, karena sudah mencurigai Arga waktu itu.


" Hm, Arga saye minta maaf ye.


Sebab kala itu saye sempat curiga kat awak."


Kata Hana dengan pelan.


" Tak pelah wajarlah awak pikir macam tu, sebab semua bukti mengarah kat saye. "


Arga mengambil nafasnya agar teratur.


" Hal tu jugelah yang terjadi Kat Keluarga Jihan, ayahnya kena fitnah berkhianat kat Ayahku, kala itu semua bukti memang berhasil menyatakan Ayah Jihan bersalah.


Akhirnya dipecat dan mereka diusir dari Istana, selepas dari hal itu, mereka ade insiden kecelakaan yang menyebabkan mereka tewas ditempat termasuk Jihan sahabatku salah satunya. "


Ucap Arga dengan senduh dan tengah meneteskan air matanya.


Hana melihat Arga seperti itu mencoba untuk menghiburnya.


" Segitu dalam kah perasaanmu terhadap Jihan ga, sampai kau hanya dapat menangis kala mengingat hal buruk terjadi pada Jihan."


" Awak tau Han !! Saye sangat kenal Keluarga Jihan seperti ape, saye yakin ayah Jihan bukanlah pelakunya.


Sebab tu, saye berpihak pade mereka.


Hal itulah yang membuat Ayah saye sejak tu membenci saye, bahkan sampai sekarang Han, Sampai sekarang keberadaanku tak pernah die anggap. "


" Saye tau ape yang awak rase saat ni, tapi awak tak boleh lemah macam ni.


Awak kena kuat untuk terus cari bukti, bahwa Ayahnya Jihan Tak bersalah, awak kena terus bumi kan Ikhtiar dan langitkan doa.


Agar sentiasa kebenaran segera tegak berdiri !! Dah dah semangat Ga, kalau Jihan tengok awak macam ni pastilah die sedihkan ??


Dah baik kite cari cara agar masalah ni, dapat kite selesaikan !!


Saye akan selalu bantu awak dalam menyelesaikan semua ni, bukankah semakin besar Iman seseorang maka semakin besar pula tingkatan ujiannya ?


Hehe tak pela, takdir tu takkan pernah tertukar begitu juga dengan ujian telah rapi tertakar hehe. "


Arga yang mendengar perkataan Hana sedikit lega dan tenang, tampaklah senyum manis mereka diwajahnya.


" Ya Allah aku sudah sangat banyak menyakiti hati perempuan sebaik Hana ni, rasanye hanya sekedar berbicara dengan die, aku tak pantas sebab kelakuan jahatku selama ini Kat die."


" Hm Hana maafkan semua sikap buruk saye selama ni ye Kat awak !!


Dan terima kasih untuk segala kebaikan awak terhadap Saye Hana.


" Eh tak pelah Ga saye dah maafkan awak selalupun, tak gunepun kan simpan dendam dalam hati.


Baik kite saling memaafkan satu sama lain, tak payah terima kasihlah Ga.


Pasal tu sebab sejujurnya sayepun nak datang kat sini bukan hanya ingin sambung Study je, tapi juga nak ikut peran menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi Kat sini.


Masa tu Ranti menceritakan semua yang terjadi kat sini. Nah saat itu jugelah timbul niat saye nak persatukan kembali persatuan Kat daerah sini. " Jujur Hana pada Arga.


Arga tak menyangka bahwa Hana memiliki tujuan yang mulia untuk daerahnya.


" Masya Allah mulianye tujuan awak, saye tak sangka pulakan, pemikiran awak sedewasa dan seberani ini Hana. " Senyum bangga timbul diwajah Arga.


" Hehe apelah !! Awak tu yang luar biase. Punye tujuan mulia sangat, tanpa mengharap imbalan bahkan saye rase awak tu punya jiwa kepemimpinan yang baik tau.


" Haha bisa je awak ni kan."


" Hehe udahlah Jomlah kita lari dah lambat sangat ni." Ajak Hana.


Mereka berduapun berlari menuju ke Sekolah mereka, sebab mereka hanya punya sisa waktu enam menit lagi agar tidak terlambat.


Sebesar apapun masalah yang kita hadapi. Akan terasa kecil jika kita ikhlas dan bersabar menjalaninya.


Begitu juga sebaliknya, sekecil apapun masalah yang kita alami.


Akan terasa besar sebab, tak ada keikhlasan dan kesabaran dalam menjalaninya.


Oke Author Lanjut Visualnya


Pelangi Hanani lagi ini 😋



Ini dia ni Visualnya Ranti Azlani sepupunya Hanani Syaufa 🌹


Satu dulu ya 😁 soalnya pemeran baru akan segara hadir di part selanjutnya.

__ADS_1


Sevimli 25 Agustus 2020


Follow Ig author ya @andinidalimunthe_


__ADS_2