Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 33 Siapa Pendonor darah itu ?


__ADS_3

" Tak ada yang lebih berharga dari pada sebuah Untaian doa yang senantiasa selalu di di langitkan."


..." Pelangi Hanani 🌹 "...


****


Satu jam lagi waktu akan menjelang magrib, Pria itu telah diambilnya darahnya sebanyak dua kantung. Sebab darah yang dibutuhkan Hana tidaklah sedikit.


Dikarenakan darah yang diambil dari Pria itu cukup banyak, hal ini membuat Pria itu terbaring lemah di ranjang Pasien.


" Selesai, darah kamu sudah kami ambil sebanyak dua buah kantong. Hal ini akan memungkinkan kondisi tubuhmu melemah." Kata Suster Aishka.


" Oleh sebab itu kamu harus istirahat total, kamu harus makan vitamin ini dan juga buah-buahan secukupnya, agar bisa manambah kembali darah pada tubuhmu." Sambung Suster Aishka.


" Hm baik Suster, terima kasih." Ucapnya melemah.


" Kalau butuh apa-apa, silahkan panggil Saya. Saya permisi dulu." Tawaran Suster Aishka.


Pria itu mengangguk dan tersenyum pada Suster Aishka.


Suster Aishka beranjak ke Ruang IGD, membawa dua buah kantong yang berisikan darah.


Suster Aishka melewati mereka semua. Tampak keadaan berbeda sekarang, kalau tadinya serba dengan kepanikan, emosi, kesedihan, kepatah hatian, bahkan larut dalam buaian kesedihan, dan penuh dengan tetesan air mata. Kini tampaklah wajah-wajah penuh harapan pada sang Kholiq dan disertai dengan senyuman.


Saling merangkul satu sama lain, saling menguatkan satu sama lain. Dan saling menghibur satu sama lain.


Ada kesenangan tersendiri bagi Suster Aishka melihat panorama kehangatan keluarga didepan matanya.


" Alhamdulillah ya Allah." Batin Suster Aishka yang tanpa sengaja dirinya meneteskan air mata.


Pandangan kini tertuju pada Arga. Ya sosok pemuda yang tanpa takut mencengkeramnya tadi.


" Aku melihat begitu besar kasih sayangmu pada Pasien yang bernama Hana ini, bahkan juga perasaanmu begitu amat mendalam padanya. Namun kau belum menyadari itu anak muda." Suster Aishka berbicara dengan hatinya.


" Sus, Suster !! Ujar Ranti melambaikan tangannya ke wajah Aiskha.


Lamunan Aiskhapun buyar." Ah iya maaf Saya terbawa suasana melihat keluarga ini hehe, Saya permisi masuk dulu." Kata Aiskha memasuki Ruangan IGD.


" Iya Sus lakukan yang terbaik Suster cantik." Kata Rayhan yang sedari tadi diam tak membuka suara.


" Rayhan!! Panggil Ranti,Arga dan Izaz.


" Hehe maaf kelepasan, habisnya Suster Aishka emang cantik banget." Kata Rayhan lagi tanpa merasa ucapannya salah.


" Dasar Rayhan jelalatan kamu !! Teriak Ranti dan melemparkan Bolpointnya ke Rayhan.


" Haha kamu cemburu ya Ran ? Tanya Rayhan dengan pedenya.


" Ha ? I Jealous Kat you ? Eh come onlah tak delah saye nak cemburu Kat laki macam you ! Perase sangat !! Jawab Ranti dengan Tawanya.


" Haha tak pe lah Ran, aku gurau je supaya suasana cair sikit ! Kata Rayhan dan mengangkat tangannya membentuk huruf v.


" Hm iyelah Rayhan jelalatan." Kata Ranti.


" Ranti!! Aku bukan jelalatan !! Teriak Rayhan.


Ranti tak menggubris perkataan Rayhan lagi, dia tertawa puas membuat Rayhan emosi.


" Hey budak-budak ni dah- dah jangan bising lagi Kat sini ! Tak baik." Ujar Ibu Kiran.


" Hehe iyaiya Bu maafkan kite orang." Kata Rayhan.


Ranti dan Rayhan masih saja beradu mata, tak ada yang mau mengalah.


Semua hanya bisa tersenyum, merasa lucu melihat tingkah laku Ranti dan Rayhan.


Berbeda dengan Arga, ia tengah beradu dengan pikirannya. Sebab ia penasaran siapa pendonor darah untuk Hana.


Argapun bergegas menuju Ruangan Transfusi darah, untuk mencari tau siapa pendonor itu.


" Alhamdulillah akhirnya ada orang yang baik, mau mendonorkan darahnya." Ujar Ibu Kiran.


" Siapapun itu senantiasa selalu dalam lindungan Allah, dan kite kena balas budi kepada beliau." Kata Bunda Ranti.


Arga beranjak pergi dari sana.


" Ga, kamu nak kemana ? Tanya Izaz.


" Hm Arga permisi pergi Kat tandas, kejap." Jawab Arga tidak jujur.


" Hm baiklah." Kata Izaz mempersilahkan Arga pergi.


Kini Arga berjalan menelusuri tiap-tiap Ruangan untuk mencari pendonor darah itu.


" Permisi Sus, Ruang Tranfusi darah dimana ya ? Tanya Arga pada salah satu Suster disitu.


" Oh, Ruang Tranfusi darah ade disana ! Jawab Suster itu menunjukkan ke arah kanan, tepat Ruangan Transfusi darah berada.


" Hm Terima kasih Sus." Ucap Arga.


Arga berlari menuju Ruangan Transfusi darah.


" Ha ini dia." Ucap Arga.


* Ruang Transfusi darah *


Arga membuka pintu Ruangan itu.


Ceklek....


Ya tampaklah sosok Pria yang tengah terbaring di Ranjang Pasien.


Arga masuk dan menghampiri Pria itu.


" Assalamu'alaikum." Ucap Arga.


Berbalik lah Pria itu, untuk berhadapan dengan Arga.

__ADS_1


" Waalaikum.." Ucapan Pria itu terpotong sebab terkejut melihat Arga.


"Kau ! Teriak Arga.


" Apa kau yang mendonorkan darah untuk Pasien di Ruang IGD ? Tanya Arga.


" Iya." Jawab Pria itu datar.


" Astaghfirullah, kalau aku tau kau yang mendonorkan darah untuk Hana. Aku takkan pernah izinkan itu ! Kata Arga sebab tak terima pria pengacau itu yang mendonorkan darah untuk Hana.


Ya Pria pendonor darah itu adalah anak kolonial Inggris yang pernah mereka temui di Penang,saat itu Ia dan anak buahnya tengah membuat kekacauan.


" Hallo, kalau aku juga tau Pasien itu adalah orang yang membiarkan ketidakadilan tegak, aku tak nak berikan darahku walau setetes saja ! Jawab Pria itu tak mau kalah dari Arga.


Arga merasa heran mendengar perkataan Pria itu.


" Apa maksud dari perkataanmu Lelaki pengacau ? Tanya Arga dengan menekan nada bicaranya.


"Hahaha." Pria itu tertawa.


" Hey namaku Andrea Abrazi, tolong panggil namaku dengan sopan ! Ujarnya tak terima dikatakan Lelaki pengacau.


" Hm siapapun namamu itu tak penting ! Jawab Arga.


" Hahaha, dasar kau penguntit tak tau sopan santun ! Kata Andrea.


" Kau !! Arga sudah mulai emosi dan hampir saja mau melayangkan tinjunya pada Andrea, namun ia tak mau melawan orang yang dalam kondisi lemah.


" Aku tak pernah melawan orang yang tak selevel denganku." Ujar Arga menurunkan tangannya.


" Hahah bagus sekali jiwamu teman! Kata Andrea, dan Arga hanya tersenyum masam.


" Kau tau kenapa aku menyebutmu penguntit ? Sebab aku tau kau dan temanmu yang sedang sakit itu pasti mata-mata Istana. Itu bisa dilihat dari cara kalian bertarung, tidak mungkinkan orang biasa dapat bertarung hebat seperti kalian." Jujur Andrea pada Arga.


" Tapi aku tak memahami,kenapa kalian mau bekerja pada Raja yang tak adil seperti dia." Ujar Andrea pada Arga.


Arga yang mendengar Ayahnya dikatai seperti itu tak tinggal diam saja.


Namun Arga tersadar bahwa jika dia melakukan tindak kekerasan,semuanya akan semakin rumit.


" Tahan Arga, sabar ! Batin Arga.


" Hm ketika kau tau yang sebenarnya, kau akan menyesali perkataanmu itu Andrea Abrazi yang terhormat !! Kata Arga meninggalkan Ruangan itu.


Andrea hanya tertawa." Haha kau yang akan menyesali perkataanmu itu kawan ! Jawab Andrea balik.


" Kenapa dia berkata seperti itu ya ? Apa ada yang disembunyikan dariku." Ucap Andrea sepeninggalan Arga.


Arga memberikan tatapan tajam pada Andrea.


Yang awalnya Arga sangat ingin berterima kasih pada pendonor darah itu, kini niatnya berubah menjadi tak sudi berterima kasih pada Pria itu, sebab Pria itu adalah Lelaki pengacau di Penang.


" Kenapa dia mengatakan Raja tidak adil, hm ya memang benar semua mengira Ayah seperti itu, sebab pengkhianat berengsek itu." Arga mulai emosi mengingat sang Pengkhianat.


Arga kembali ke tempat penungguan Pasien.


Izaz yang melihat wajah Arga berbeda dari sebelumnyapun merasa heran.


" Ga, ada apa ? Tanya Izaz.


" Itu Lelaki pengacau ternyata yang mendonorkan darahnya." Arga keceplosan.


" Siapa Lelaki Pengacau ? Izaz tak mengerti maksud perkataan Arga.


" Eh tak, maksud Arga Kat tandas tadi ada lelaki tengah buat kacau tadi, ya kat tandas !! Arga berbohong.


" Kau ni Arga memang tak bisa rem mulut tu sikit !! Batin Arga sambil menepuk jidatnya.


" Oh macam tu, dahlah abaikan je." Ujar Izaz.


" Hehe iye Bang, Argapun tak nak ingat die." Kata Arga yang berhasil membuat Izaz tak curiga padanya.


" Baguslah macam tu." Kata Izaz.


Di dalam Ruangan IDG


Tranfusi darah telah berhasil dilakukan. Namun masih membutuhkan waktu untuk proses pengaliran darah ke Organ tubuh Hana.


" Hm, semua telah selesai kita lakukan. Hasilnya hanya Allah yang punya kuasa, kita butuh beberapa waktu untuk mengetahui apakah kondisi Pasien akan membaik atau sama sekali tidak ada perubahan." Ujar Dr.Nash.


" Iya Dokter Nash, saya sangat berharap agar Allah memberikan keselamatan untuk Pasien, sebab saya lihat pasien adalah gadis yang baik, bisa dilihat dari banyaknya orang-orang yang menyayanginya." Jujur Suster Aishka dengan senyuman.


" Hm iya Sus, apa yang kamu katakan sangat benar adanya." Suster Wavi juga merasakan hal yang sama dengan Suster Aishka.


" Saya juga berpikir seperti itu. Sudah mari kita keluar, biarkan waktu yang akan menjawab nantinya." Kata Dokter Nash.


" Mari Dokter." Ucap Aiskha dan Wavi serentak.


Ceklek.. Mereka bertiga keluar.


Semua orang terfokus pada mereka yang keluar dari ruangan itu.


" Dokter bagaimana keadaan Hana ? Tanya mereka.


" Iya Dok, tranfusi darahnya berhasilkan ? Tanya Arga.


" Hm semua telah selesai dilakukan, tranfusi darahnya insya Allah berhasil. Alhamdulillah semua ikhtiar telah dibumikan, dan oleh karenanya saat ini kita kena doa banyak-banyak ye. Agar sentiasa Allah berikan yang terbaik untuk Pasien yang bernama Hana." Jelas Dokter Nash pada semuanya.


Ya memang benar, semua Ikhtiar telah dilakukan dan saat ini doalah yang tinggal dimaksimalkan, memohon semohon-mohonnya kepada Allah untuk kesembuhan Hana.


" Hm Baiklah Dokter Nash kami mengerti, terima kasih Dokter Nash." Kata Paman Hana.


" Hm tak payahlah. Ini memang sudah menjadi tugas Saya, permisi semuanya ! Kata Dokter Nash meninggalkan mereka.


Arga kembali mematung, terdiam kaku saat mendengar perkataan Dokter Nash yang seakan-akan pasrah akan Kesembuhan Hana.


" Tenanglah ! Hana pasti pulih,percayalah Ga,

__ADS_1


Allah itu maha mengetahui mana yang baik untuk kita semua." Kata Izaz menenangkan Arga.


Arga hanya membalas dengan senyuman tanpa berkata apapun.


" Ohiya kite mestilah kunjungi pendonor darah tu. Kita berterima kasih kat dia, sebab ia telah mendonorkan darahnya dalam jumlah yang cukup banyak." Ujar Ranti pada semuanya.


Arga membelaklakan matanya. Terkejut mendengar perkataan Ranti.


" Sudahlah kalian tidak perlu berterima kasih pada Lelaki pengacau itu, apalagi mengunjunginya. Sebab dia tak pantas menerimanya." Batin Arga yang masih kesal dengan Andrea.


" Astaghfirullah iya kita melupakan dirinya." Kata Bunda Ranti.


" Ya sudah Ranti, Arga dan Izaz kalian sebagai yang paling muda, terlebih dahulu mengunjunginya." Perintah Ayah Ranti.


Lagi dan lagi Arga terkejut dibuat perkataan Ayah Ranti.


" Baiklah Ayah, Jom bang Izaz, Arga ! Kata Ranti dan tanpa sengaja matanya beralih pada Rayhan.


" Hm kau tak nak ikut ke ? Tanya Ranti pada Rayhan.


" Hehe itu yang aku tunggu sedari tadi." Jawab Rayhan senang dengan ajakan Ranti.


" Ish dasar lebay !! Ujar Ranti.


" Sudah-sudah jangan berantam lagi ! Korang berdua ni nak dikawinkan ke ? Kata Bunda Ranti.


" Bunda ! Teriak Ranti.


Sementara Rayhan hanya tertawa kecil.


" Hm oleh sebab itu berhenti ! Jangan nak gaduh lagi. " Perintah Bunda Ranti.


" Hm iyelah." Jawab Ranti dengan kesal.


Merekapun bergegas menuju Ruangan Transfusi darah untuk menjenguk sang pendonor darah Hana.


Di Ruangan Tranfusi darah.


" Nah ini die Ruangannya, jomlah masuk." Kata Ranti.


Merekapun memasuki Ruangan itu.


Ceklek..


" Permisi, boleh kami masuk ? Ucap Ranti dengan hati-hati.


Andreapun berbalik dan menoleh pada mereka yang datang diruangannya.


" Waalaikumussalam, ya silahkan ! Jawab Andrea memberikan izin mereka untuk masuk.


Andrea memandang Arga yang kembali datang ke ruangannya.


" Hm hey kau Lelaki penguntit kenapa datang lagi Kat sini ha ? Kata Andrea tanpa merasa bersalah memanggil Arga dengan sebutan lelaki penguntit.


Arga hanya tersenyum kecut.


" Kalau bukan karena perintah Bunda angkatku, akupun tak sudi datang kat sini sebab ada kau Lelaki pengacau !! Balas Arga tak mau kalah dengannya.


Bunda angkat Arga ialah Bunda Ranti, sebab Bunda Ranti telah menganggapnya sebagai anaknya sendiri.


Andrea tertawa bahkan terbahak." Hahah ternyata kau anak mami juga ! Kata Andrea.


Arga masih tetap tenang dengan ledekan yang dilontarkan Andrea.


" Hey Stop, ape Korang ni gaduh macam ni. Korang berdua saling kenal ke ? Tanya Izaz yang bingung dengan mereka berdua.


" Ha'a lah Korang berdua kenal ke ? Ape lagi tadi Lelaki penguntit, Lelaki pengacau. Kenapa korang saling meledek satu sama lain ha ? Coba jelaskan ke kami ! Kata Ranti pada mereka.


" Hm tak aku tak sudipun kenal dengan dia! Jawab Arga.


" Aish aku lebih tak sudi tau !! Andrea tak mau kalah.


Ranti, Izaz dan Rayhan masih tidak mengerti dengan tingkah mereka berdua.


" Aish Korang ni ! Hm kalau boleh tau nama awak siape ye ? Tanya Ranti pada Andrea.


" Hm nama Saye Andrea Abrazi, panggil saja Andrea ! Jawab Andrea memberi tau namanya.


" Oh Andrea, hey aku Ranti, ini bang Izaz, dan itu Rayhan, salam kenal." Ranti memperkenalkan mereka pada Andrea.


Andrea tersenyum." Ya salam kenal balik." Katanya.


Arga masih diposisi dekat pintu, sebab ia merasa muak bila berada di dekat Andrea.


" Kalau tu awak dah tau kan ? Tanya Ranti menunjuk ke arah Arga.


" Ya Lelaki penguntit." Jawab Andrea, lagi-lagi dirinya menyebut Arga dengan penguntit.


" Hm Lelaki Pengacau ! Teriak Arga melemparkan sebuah botol pada Andrea.


Semua terkejut dengan tindakan Arga.


" Arga !! Teriak mereka.


" Kamu kenapa sih ? Seharusnya kamu berterima kasih pada Andrea sebab dia sudah dengan suka rela menolong Hana." Kata Izaz


" Aku takkan pernah Sudi berterima kasih pada pengacau sepertinya, dan aku takkan pernah sudi berbuat baik pada orang yang telah menghina Ayahku ! Kata Arga dan pergi meninggalkan ruangan itu.


" Ayah ? Andrea bingung dengan perkataan yang terucap diujung kalimat Arga.


" Arga apa maksudmu ? Teriak Izaz namun Arga telah menjauh.


Bersambung...


Sevimli 28 September 2020.


Salam Hangat dari Author 🌹

__ADS_1


__ADS_2