
" Cinta tulus itu bakal buat kita berada di jalan lurus, membuat taqwa kita terurus, dan membuat iman kita naik terus."
......" Pelangi Hanani 🌹"......
Seminggu telah berlalu.
Arga sudah mulai terbiasa membantu keluarga yang di Sawah.
Meski ia dari keluarga Bangsawan, ia tak merasa sungkan untuk turun ke sawah menanam benih padi di tanah yang berlumpuran itu.
Justru ia senang, bisa mendapatkan ilmu baru di sini.
Bagaimana cara bercocok tanam, bagaimana hidup dalam kesederhanaan. Dan satu hal yang paling inti, belajar menjadi hamba Allah yang bersyukur.
Sebab, hanya orang-orang berhati hebatlah yang dapat bersyukur dalam keadaan sempit.
Yang dapat bersabar dalam keadaan rumit.
Ya, benar saja.
Salah satu diantara mereka adalah keluarga Hana.
" Bang Arga udah mulai jago nanam benihnya." Ujar Rahmet.
Arga tersenyum." Iya dong, kan kamu yang ngajarin abang."
Hana dan Ranti ikut tersenyum.
" Anak Sultan jadi bolang haha." Ledek Ranti yang mengundang tawa di antara kami.
" Gak apa-apa, lagian seru juga." Balas Arga dengan senyumnya.
Seusai menanam bibit, mereka membersihkan diri agar segera melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di pondok.
Arga mengambil ahli posisi imam di depan.
Sementara jamaahnya ada Tameer dan juga Rahmet. Sebab, pondok hanya cukup untuk mereka bertiga.
Sementara Hana dan Ranti sholat setelah mereka selesai.
Sembari menunggu mereka selesai, iseng-iseng Ranti menstalking Instragramnya Rayhan.
Dan terdapatlah postingan baru di Instagram Rayhan.
Sebuah poto Monas, dengan caption.
" Sampai ketemu satu minggu lagi."
Caption itu berhasil membuat Ranti tercengang.
" Satu minggu lagi ? Bukannya Rayhan berangkat tiga minggu lagi ? " Timbul tanya dalam benak Ranti.
Hana yang melihat ekspresi Ranti seperti itupun merasa penasaran.
" Ran, kok bingung gitu ? Tanyanya.
Ranti masih tak menoleh." Woy Ranti." Teriak Hana di telinganya.
Membuat lamunan Ranti buyar.
" Astaghfirullah Hana, bisa gak sih manggil orang itu lembut." Ujarnya.
Hana menaikkan bibirnya sebelah.
Bukannya tadi dirinya memanggil Ranti dengan lembut, Rantinya saja yang melamun tak karuan.
" Eh Hallo aku tadi udah manggil manis kamu ya, kamunya aja sibuk ngelamun setelah ngeliat handphone kamu..
Emang ada apa sih ? Tanya Hana penasaran.
Rantipun memberi handphonenya pada Hana, agar Hana tau apa yang sedari tadi membuatnya melamun.
Hana pun melihat dan membaca caption postingan Rayhan.
Dan membuatnya mengerti apa yang tengah Ranti pikirkan.
" Ha-ha-ha." Hana tertawa lempang membuat Ranti menatapnya heran.
" Kok mala ketawa sih Han ? Tanyanya.
" Gak, lucu aja.
Ternyata kamu jadi badmood gini cuma karena bentar lagi Rayhan ke Jakarta." Ucap Hana pada Ranti.
Ranti yang ketahuan oleh Hana, merasa malu.
Dan segera mencari alasan lain.
" Gak !! Biasa aja.
Aku cuma bingung aja, kemarinkan seminggu yang lalu dia ngomong kalau dia balek sebulan lagi. Nah itulah berarti dia ke Jakarta tiga minggu lagi.
Nah, kenapa sekarang dia caption-nya seminggu lagi." Ucapan Ranti membuat Hana juga bingung.
" Iya ya Ran, kok bisa gitu ?
Sibuk memikirkan hal itu, membuat mereka tak menyadari kedatangan Arga.
" Serius amat sih." Ucap Arga membuat Hana dan Ranti terkejut.
" Astaghfirullah, buat kaget aja." Protes Ranti.
Arga tertawa kecil." Haha, suruh siapa kalian ngelamun."
Hana pun berpikir bahwa Arga dan Rayhan kan temenan. Sedikit banyaknya Arga pasti tau mengenai keberangkatan Rayhan.
" Ga, ada yang mau aku tanyakan ni,
entar ya selesai sholat." Kata Hana pada Arga.
Arga pun mengangguk setuju meski sebenarnya dia penasaran dengan Pertanyaan yang bakal Hana tanyakan.
Hana dan Ranti pun segera melaksanakan sholat dzuhur.
Selang beberapa menit kemudian, mereka selesai melaksanakan sholat dzuhur.
Hana langsung menghampiri Arga. Disusul oleh Ranti.
" Mau nanya apa emang Han ? Kayaknya serius gitu." Tanya Arga.
Hanapun membuka suara." Maksud postingan Rayhan yang terbaru apa ya, Ga ?
" Astaghfirullah, iya aku lupa cerita." Menyadari kelupaannya.
" Iya seminggu yang lalu Rayhan call me, ngomong kalau keberangkatannya ke Jakarta dipercepat yang tadinya sebulan lagi jadi dua minggu lagi. Nah, makanya waktu dia di Malay tersisa seminggu doang." Jelas Arga pada kedua gadis itu.
Hana dan Ranti semakin penasaran kenapa bisa dipercepat ?
" Kalau boleh tau, sebab apa ya di percepat ? Kali ini Ranti yang bersuara.
" Ayahnya ada panggilan dinas di Jakarta." Jawab Arga jujur.
Kelesuhan mulai timbul di wajah Ranti, satu hal yang saat ini menyelimuti pikirannya.
Yaitu, apa dia bisa bertemu dengan Rayhan untuk kali terakhirnya ?
__ADS_1
Arga yang melihat Ranti berubah ekspresi pun tertawa.
Ha-ha-ha...
" Gak usah murung gitu kali Ran." Tegur Arga, Ranti langsung sadar akan lamunannya.
" Takut gak ketemu ya ? Untuk kali terakhirnya." Goda Arga.
Ranti langsung menggeleng." E-nggaak, siapa juga yang mau ketemu cowok reseh itu." Ketusnya pada Arga meski sedikit gugup.
Hana dan Arga yang sudah mengetahui isi hati Sanju. Mulai menggodanya.
" Percayalah kasih berpisah itu mudah." Arga tengah menyanyi.
" Tak ada kamu dihatiku aku mampu." Sambung Hana.
" Tapi menghapuskan semua kenangan kita,
adalah hal yang paling menyulitkan untuk ku."
Lanjut mereka serentak dengan tawanya.
Ranti yang di ledek seperti itu merasa kesal.
" Ih apaan sih kalian.
Aku gak suka sama Rayhan, cuma care aja sama perjalanannya." Elak Ranti.
Ha-ha-ha.. Hana dan Arga tertawa makmur.
" Care ?? Tanya Hana.
" Biasanya ni ya, rasa peduli itu bakal muncu berlebihan kalau lagi kita tengah jatuh cinta deh, iyakan Han ? Ucap Arga yang tak ada habisnya menggoda Ranti.
Hana mengangguk iya." Bener."
Rantipun merasa kena skamat oleh kedua manusia di hadapannya ini.
" Gaa--akk, care itu manusiawi kok." Ucap Ranti tak mau kalah meski sedikit gugup.
Hana dan Arga lagi-lagi tak berhenti tertawa.
" Yang ada ni ya, kalian berdua tu yang tengah bercinta, kejap ketawa bareng, kejap berantem,kejap lagi patah hati.
Oh my God, kalian ini emang couple the best lah, mantap." Kali ini Ranti membalas mereka.
Hana melotot sempurna, dan menyebikkan bibirnya." Tak !! Aku gak cocok sama dia."
Sementara Arga tersenyum setuju dengan perkataan Ranti.
" Terus cocoknya sama siapa ? Ha."
Hana terdiam bingung harus menjawab apa.
" Ya, gak sama siapa-siapa."
" Sama Anugrah ? Tanya Ranti semakin membuat Hana bungkam.
Bahkan membuat Arga refleks terkejut.
Arga tersenyum masam, ya kalau sudah membahas Anugrah, pasti saja dirinya kalah.
Sebab ia tau, bahwa Anugrah belum sepenuhnya keluar dari hati Hana.
Seketika Hanapun mengingat sosok Anugrah,
dan rasa rindu mulai menghampiri.
"Kamu apa kabar, Anugrah ?
" Ah, gak.
Apaan sih, udah ya aku bantu Rahmet dulu." Hana tak ingin membahas hal Anugrah memilih pergi dari mereka berdua.
" Ya, kalau udah bahas urusan hati aja pasti kabur, dasar Hana." Kesal Ranti.
Detik selanjutnya, Ranti melihat Arga yang terdiam mematung, memandang kepergian Hana dengan senyum masamnya.
" Arga." Panggil Ranti.
" Ah iya Ran." Arga menoleh Ranti.
" Jujur ni ya, gua lebih setuju Hana sama kamu sih, Ga." jujur Ranti yang membuat Arga terkejut bukan main.
Ha-ha-ha..
" Apaan sih Ran, kok ngomong gitu." Merasa salah tingkah.
" Udah gak usah bohong sama aku.
Aku ngerti kok, kamu udah jatuh hati sama Hana." Ungkap Ranti padanya.
Arga tersenyum simpul, tak dapat menghindar dari perasaannya.
" Tapi aku sadar Ran, hati Hana masih diisi oleh Anugrah." Ujar Arga dengan tegar.
Ranti menggeleng." Gak sepenuhnya kan ?
Arga hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Ranti.
" Aku yakin kok, step by step Anugrah udah mulai pergi dari hati Hana..
Dan aku yakin Hana juga udah mulai jatuh hati sama kamu." Ungkap Ranti dengan penuh kejujuran.
Arga kembali tersenyum simpul, tak percaya sepenuhnya pada perkataan Ranti.
Karena, kalau sudah menyangkut Anugrah
entah kenapa, Hana seperti tak dapat melupakannya.
" Entahlah Ran.
Aku gak yakin Ran, soalnya dari sorot mata Hana kelihatannya dia emang gak bakalan bisa lupain Anugrah.
Aku bisa lihat saat pertemuan terakhir mereka di Bandara, keduanya tampaknya sangat sulit untuk berpisah, bahkan kepedihan kala itu menyelimuti mereka berdua Ran." Arga mengingat bagaimana kejadian di Bandara waktu itu.
" Saat itulah, untuk pertama kalinya aku ngelihat Hana sesenduh itu." Lanjut Arga.
Ranti hanya menatap melas Arga, dan merasa apa yang dikatakan Arga benar adanya.
" Hm, kamu nyadar gak sih ? Kalau kamu sendiri juga gitukan ke Jihan ? Pertanyaan itu tiba-tiba saja Ranti lontarkan.
Arga pun tersadar apa yang dikatakan Ranti benar, Arga bahkan sangat sulit untuk melupakan Jihan.
Bahkan sangat sulit juga menghilangkan perasaannya pada Jihan.
Kehilangan Jihan untuk selamanya, mampu mengubah kepribadiannya 90 derajat.
Dari yang hangat sampai mendingin,
dari yang ramah sampai menjadi angkuh,
dari yang peduli sampai menjadi cuek.
Bahkan selalu menutup diri dari sesiapapun.
__ADS_1
Sampai pada akhirnya, Hana datang di kehidupannya.
Ya, awalnya sikapnya tak berubah.
Namun perlahan demi perlahan, sikap batunya menghangat juga.
Sikap ramahnya kembali lagi, sikap cueknya kembali peduli.
Dan sudah mulai terbuka untuk berteman dengan yang lain.
Arga pun tersenyum, merasa bahwa yang dikatakan Ranti itu semuanya benar.
" Kamu benar Ran, aku sangat sulit menghilangkan perasaanku ke Jihan, namun ketika sosok Hana muncul di kehidupan ku.
Ia berhasil mengambil ahli posisi Jihan di hatiku Ran, bahkan tidak butuh waktu lama."
Jujur Arga dari hati kecilnya.
" Nah, kamu aja yang batu bisa.
Kenapa Hana gak bisa." Ledek Ranti padanya.
Arga tertawa di katain batu." Hm, entahlah Ran rasanya terlalu sulit.
Memikirkannya saja membuat ku tak percaya diri Ran."
Ranti menautkan kedua alisnya, merasa heran dengan pria bodoh di sebelahnya ini.
" Ya elah, gitu aja nyerah.
Mana ni jiwa sombong dari seorang Argasyah Nazhanul Hakim si kutub selatan."
" Namanya juga kutub Selatan, ya kalau gak jadi batu, ya jadi es gak punya gairah hidup hehe." Kata Arga asal.
" Hm, dasar aneh !!
Kalau emang kamu yakin perasaan itu Allah yang datangkan, yaudah minta dengan serius sama Allah. Cintai Allah sepenuhnya, dan dengan sesungguhnya cinta. Nah, insya Allah setelah itu Allah bakal kasih hambaNya yang kamu cintai." Ranti menjeda beberapa detik ucapannya.
Kemudian melanjutkannya." Cinta tulus itu bakal buat kita berada di jalan yang lurus, membuat taqwa terurus dan membuat iman semakin naik terus. " Kata-kata bijak kali ini keluar dari mulut bar-bar Ranti.
Arga tertegun mendengarnya.
Bisa-bisanya mulut Ranti yang biasanya suka ngasal kalau ngomong, kali ini mengeluarkan kata-kata bijak bernuansa islami itu.
Arga tersenyum menatap Ranti, membuat Ranti yang melihatnya merasa heran.
" Ngapain kamu senyum-senyum lihat aku ?
Tanya Ranti menggedikan bahunya.
Ha-ha-ha..Arga tertawa.
" Gak tumben aja gitu.
Seorang Ranti yang mulut suka ceplas-ceplos bisa juga nerjunin kata-kata high class gitu." Jujur Arga padanya.
Ranti tersenyum bangga." Yaiyalah, aku kan emang jago speaking. Cuma aku gak mau pamer gitu."
" ha-ha-ha...Iyaiya.
Aku percaya kok, buktinya Rayhan aja bisa berketuk lutut sama kamu." Ledek Arga.
Ranti merasa kesal mendengarnya.
" Udah di kasih semangat juga, Lo mala giniin gua. Gak tau terima kasih banget elo ya." Ketus Ranti.
Arga tertawa lagi." Langsung deh, bahasa gaulnya keluar."
Ranti menyebikkan bibirnya." What ever."
" Iyaiya sorry, habisnya lucu tau. Thanks ya udah ngesupport aku. Entar aku bakalan ongkosin kalian ke Jakarta, biar kita ketemu Rayhan bareng-bareng." Ungkapnya pada Ranti.
Membuat sudut bibir Ranti tertarik setengah lingkaran, membentuk senyuman.
" Lo gak lagi nyogok gua kan ? Tanya Ranti.
" Hehe, ya gaklah..
Gua emang udah niat, seminggu yang lalu, waktu teleponan sama Rayhan." Rantipun mengangguk mengerti sekarang.
" Yaudah kesana yuk, bantu Hana." Ajak Arga padanya sembari melangkah ke tempat Hana.
Rantipun mengikuti langkah Arga.
" Alhamdulillah ke Jakarta gratis, dan bisa ketemu Rayhan the ogeb." Ucap Ranti girang membuat Arga menoleh ke arahnya.
" Senang kan Lo bakal ketemu Rayhan." Ranti dengan cepat menjaga imagenya.
" Gak, gua senang karena bakalan liburan ke Jakarta gratis." Elaknya.
Arga menunjukkan ekspresi tak percaya.
" Ye beneran kali, eh Ga gua cuma mau bilang sikap batu Lo jangan Lo timbulin lagi kenapa !
Gimana Hana bisa cair hatinya kalau elo aja kayak batu ke dia." Saran Ranti padanya.
Membuat Arga berpikir.
" Iya Ran, gua juga paham kok.
Kemarin gua cuma kemakan sakit hati sesaat doang gak mikirin yang lain.
Plus gua juga lakuin itu biar perlahan perasaan gua hilang ke Hana." Katanya Pada Ranti.
Mereka berdua mengobrol sambil berjalan dengan frekuensi lambat.
" Hm, emang sekarang hilang ? Dengan Lo buat diri Lo batu gitu."
Arga menggeleng, memang tidak sama sekali. Bahkan dari hari ke hari perasaan Arga ke Hana semakin dalam.
" Gakkan ? Tanya Ranti yakin.
" Iya Ran, mala makin nyelam dia."
" Haha, udah kek berenang aja pake nyelam."
Mereka tertawa bersama.
" Yaudah, jangan batu lagi Lo.
Kasihan Hana entar dia sakit hati lagi." Tegur Ranti padanya.
Argapun mengangguk." Iya gua usahain, udah ayok dari tadi ngobrol mulu kapan sampenya."
Rantipun tersadar memang sejak tadi keasyikan ngobrol jadi jalannya serasa siput. Lambat sekali.
Dana akhirnya merekapun menormalkan kembali jalannya, menghampiri Hana yang sibuk menyemprotkan vitamin untuk benih sawah.
Begitu juga Rahmet yang sedang sibuk mengalirkan aliran air sungai ke sawah, agar sawahnya tetap terjaga kelembabpannya.
Bersambung....
Sevimli 23 Januari 2021
Salam hangat dari Author 🌹
__ADS_1