
Info sedikit ya bahwa Penjahat bayaran itu merupakan Suruhan si pengkhianat ya. Yang pernah Arga, Hana dan Ranti temui sewaktu Observasi ke Pertenakan Pak Zamran.
Hehe jadi jangan bingung lagi ya 👌🏻
" Selagi kita mampu menolong dalam kebaikan. Kenapa harus ditunda ?
..." Pelangi Hanani 🌹 "...
****
Masih dalam suasana senduh, air mata kian tak berhenti menetes, doa yang terbaik senantiasa selalu tertambatkan.
Sang Pendonor tak kunjung terlihat, bahkan kunjung menyapa.
Kondisi Hana kian bertambah tidak stabil, detak jantung yang biasanya normal kini telah terhenyak begitu cepat berdetak.
Atmosfer ditubuh Hana yang biasanya selalu menampilkan keceriaannya kini telah terpaku kaku tak bergeming.
Denyut nadi dipergelangan tangannya kini perlahan demi perlahan seperti menghilang.
Tit...Titt.. tit " Bunyi mesin Elektrodiogram.
" Dokter Nash detak jantung pasien mulai tak stabil." Ujar Suster Aishka yang melihat ke mesin Elektrodiogram.
" Hm tolong ambilkan Serum Anti bisa Ular Kat Gudang Instalasi Farmasi!! Perintah Dokter Nashrun pada Suster Wavi.
" Benar Suster Aishka detak jantung pasien dah tak stabil, kita harus pakai Implant Defibrillator, untuk menstabilkannya kembali. Tolong sikit Suster ambilkan alatnya Kat Gudang Instalasi alat kesehatan !! Perintah Dokter Nashrun kepada Suster Aishka.
Kedua Suster itu beranjak keluar dengan tergesa-gesa.
Ceklek.. Pintu Ruang IGD terbuka.
Semua yang tadinya menunduk kini terfokus pada orang yang keluar dari Ruangan itu.
" Sus Bagaimana keadaan Hana Sus ? Tanya Arga.
" Sus apa sampai masa ni, pendonor darah belum ada juga ? Sambung Ranti.
Suster menghela nafasnya.
Huhhh....
" Maaf Dik untuk saat ini keadaan pasien semakin memburuk, sebab tranfusi darah tak kunjung dilakukan. " Jawab Suster Wavi.
" Bahkan kalau ini dibiarkan terus menerus, dan pendonor darah tak kunjung datang. Maka ada kemungkinan Pasien akan mengalami koma." Sambung Suster Aishka pada mereka.
Kata koma yang terucap diujung perkataan Suster Aishka membuat semuanya semakin terpukul. Terutama Arga tanpa sadar Ia mencengkram badan suster itu dengan kencang.
" Suster kamu bohongkan !! Kamu pasti tipu kami ! Hana baik-baik sajakan ? Arga mulai tak bisa mengendalikan dirinya.
Semua orang panik melihat tindakan Arga yang dipenuhi dengan emosi.
" Arga !! Teriak mereka.
" Ahh maaf dik, kami hanya Suster yang bisa berusaha dan semua kuasa Allah yang punya. Tolong lepaskan Saya." Kata Suster Aishka itu yang mulai merasa kesakitan oleh cengkraman Arga.
" Tolong jaga sopan santunmu Kat sini! Ini rumah sakit bukan rumahmu. Jangan buat kekacauan disini ! Biarkan kami melakukan tugas kami. Lepaskan teman Saya !! Kata Suster Wavi.
" Nak kendalikan dirimu ! Ujar Bunda Ranti.
Izazpun menarik Arga, agar tidak terus mencengkeram Suster itu.
Setelah terlepas dari Arga kedua Suster itupun pergi.
" Suster maafkan Anak kami Sus." Bunda Ranti meminta maaf kepada kedua Suster itu.
Suster Wavi dan Suster Aishkapun memahami apa yang tengah Arga rasakan saat ini.
" Tak pe, kami permisi dulu." Kata kedua Suster itu dengan senyumannya dan berlalu meninggalkan mereka.
Izaz yang mencengkram kuat tangan Arga.
" Ada apa denganmu Arga ? Apa kau pikir dengan sikapmu seperti ini akan membantu Hana didalam sana ha ? Bentak Izaz.
Arga hanya terdiam lemah, seakan-akan Ia tak mampu berbicara untuk melawan bentakan Izaz.
Seolah-olah tubuhnya yang biasanya dapat melawan sesiapapun. Kini tubuh itu tak berdaya bahkan hanya untuk sekedar memukul pelan.
Tubuh Arga terdudukk lemah ke lantai, menangisi tiap detik kesalahannya atas kondisi Hana saat ini.
Izaz ikut duduk dan merangkul bahu sang Adik untuk menenangkannya.
" Tenang Arga, Abang tau Allah akan selalu berada disisi wanita sholehah seperti Hana. Sudahlah ini tak sepenuhnya salahmu. Mungkin ini adalah jalan Allah untuk membuat kita menjadi lebih kuat lagi, lebih menambah sabar lagi dan juga lebih bertawakal lagi kepadaNya." Ucap Izaz dan memeluk Adiknya.
" Dahlah tak payah risaulah, Allah tak nak lihat hambaNya lemah macam ni !! Arga Abang itu kuat, dan tegar bukan lembek macam ni ha! Abang minta maaf ye kalau cakap Abang tadi buat sakit hati Arga ye." Sambung Izaz mengusap rambut Arga.
" Arga yang salah Bang !! Arga salah !! Isak Arga.
" Dah dah tak Arga tak salahpun !! Jawab Izaz.
Suster Wavi dan juga Suster Aishka datang membawa benda yang telah diperintahkan Dokter Nashrun.
Tergenggamlah ditangan para Suster itu sebuah Serum Anti bisa Ular dan juga Alat Implant Defibrillator.
Semua tercengang melihat alat yang begitu Familiar tengah digenggam Suster Aishka.
Arga yang tadinya duduk kini berdiri tegap menghampiri Suster Aishka dengan cepat Izaz mengikut Arga.Sebab Ia takut Arga berulah lagi. Sementara Suster Wavi sudah terlebih dahulu masuk.
" Sus kenapa Hana pakai alat ini Sus ? Tanya Arga masih dengan nada rendah.
" Alat ini akan kami gunakan untuk menstabilkan detak jantung Hana." Jawab Suster Aishka.
" Apa detak jantung Hana melemah Sus ? Arga kembali panik.
" Hm biarkan kami berusaha ! Permisi." Ucap Suster Aishka.
" Suster, Sus !! Teriak Arga didepan pintu IGD.
" Arga tenanglah Ga !! Kita semua ada untuk Hana." Ucap Izaz kembali memenangkan Arga.
__ADS_1
Ranti memeluk Bundanya tak kuasa menahan diri saat melihat benda itu digenggam oleh Suster yang menangani Hana.
" Bunda, Hana Bun !! " Isakan Ranti mulai muncul lagi.
" Tenang nak !! Kita punya Allah untuk setiap masalah." Ujar Bunda Ranti.
Di dalam Ruangan IDG
" Sus Wafi tolong campurkan serum itu kedalam Infusnya. Agar segera mungkin bisa Ular itu berhenti bereaksi di tubuh Pasien !! Kata Dr. Nashrun.
" Baik Dokter." Jawab Suster Wavi melakukan perintah Dokter.
" Dan Sus Aiskha, kemarikan alat itu !! Kata Dr.Nashrun.
" Oh ini Dok." Jawab Suster Aishka memberikan Alat Implant Defibrillator kepada Dokter Nashrun.
Alat itu mulai digunakan dibagian dada Hana.
Tep...
" 140 Joule." Ucap Dokter Nash tengah menggunakan alat itu pada dada Hana.
" 160 Joule." Teriak Dokter Nash.
Huffhh.. Dokter Nash menghela nafasnya.
" Alhamdulillah untuk penanganan bisa Ular telah selesai." Kata Dr.Nash.
" Sepertinya memang Pasien akan mengalami Koma jika tak melakukan transfusi darah beberapa menit ke depan." Ujar Dr.Nash lagi.
" Tolong sediakan Impusnya lagi ya Sus." Sambung Dr.Nash.
" Baik Dokter." Suster Aishka keluar ruangan untuk mengambil Impus ke Gedung Instalasi Farmasi.
Dokter Nash keluar bersama Suster Aishka.
Ceklek.. Pintu Ruang IGD terbuka.
Semua pandangan tertuju pada Dr.Nash, tampak dari raut wajah mereka semua, bertanya-tanya mengenai keadaan Hana.
" Dok bagaimana keadaan Keponakan Saya Dok ? Tanya Vikri.
" Apakah kalian semua anggota keluarga Pasien ? Tanya Dokter Nash.
Semua mengangguk tak terkecuali Aidrus, Rayhan dan Ibu Kiran.
" Hm baiklah saya akan beritau bahwa untuk saat ini kondisi Pasien sangat-sangat lemah sebab Ia kehilangan darah yang begitu banyak. Dan saat ini Pasien tak kunjung menerima donoran darah. Hal inilah yang membuat Pasien dalam keadaan kritis bahkan juga Ia akan mengalami koma beberapa menit ke depan, Jikalau tidak melakukan transfusi darah juga." Jelas Dr.Nash.
" Dan untuk masalah bisa Ularnya, alhamdulillah atas izin Allah reaksinya telah berhasil terhentikan ditubuh Pasien. Kita harus terus berdoa untuk Pasien dan senantiasa sesegera mungkin ada orang yang akan bersudi hati mendonorkan darahnya untuk Pasien." Sambung Dr. Nash.
" Saya Permisi dulu." Pamit Dr. Nash
" Dokter apakah kami belum bisa menjeguk Hana ke dalam ? Tanya Ranti.
" Maaf untuk saat ini belum bisa." Jawab Dr. Nash dan berlalu meninggalkan mereka.
Suasana duka kini semakin menyelimuti Ruangan itu. Semua tak tau harus melakukan apa lagi. Kalau saja golongan darah itu tak beragam, maka sudah pasti Argalah orang pertama yang mendonorkan darahnya untuk Hana.
Terlintas sejenak ingatan Arga dua tahun lalu, saat hal yang sama menimpa Jihan sahabatnya.
## Flash Back on
Dua tahun yang lalu.
Di Ruang IGD
Ada sosok pria yang tengah terluka parah akibat kecelakaan.
Ada beberapa benturan dibagian kepalanya yang mengharuskan dirinya untuk segera melakukan operasi,Agar bisa terselamatkan.
Di Ruang ICU
Ada sosok gadis sang putri dari Pria itu. Terbaring lemah Ya sama seperti Ayahnya, Ia juga mengalami luka pendarahan.
" Ayah, ayah !! Teriaknya dengan kondisinya yang lemah.
" Dok, pasien kondisinya semakin lemah, dan belum melakukan transfusi darah Dok ! Kata Suster itu.
Semua yang berada diluar panik terutama Pria yang berjaket coklat itu. Air matanya kian menetes membasahi pipinya.
Berjalan kesana-kemari tengah menanti kabar mengenai kondisi sahabatnya.
Ya Pria itu adalah Argasyah Nazhanul Hakim.
Ceklek.. Pintu terbuka.
" Sus Bagaimana keadaan Jihan? Tanya Arga.
" Kondisinya semakin kritis sebab Ia belum juga mendapatkan tambahan darah." Jawab Suster.
" Sus, saya mohon segera temukan mereka yang mau mendonorkan golongan darah AB Sus !! Berapapun akan saya bayar Sus !! Kata Arga pada Suster itu.
" Hm semua bukan tentang uang nak, tapi ini masalah keikhlasan untuk menolong sesama.
Kami akan usahakan ! Kata Suster itu.
Kemudian terdengarlah teriakan Dokter dari Ruangan ICU.
" Sus tolong ambilkan alat Implant Defibrillator !! Ujar Dokter itu.
" Baik Dokter." Dengan tergesa-gesa Suster pergi ke Ruangan Instalasi alat kesehatan.
Tak lama kemudian datanglah Suster membawa alat Implant Defibrillator.
Semua bertanya pada Suster." Sus apakah detak jantung Pasien tidak stabil ?
Suster hanya mengangguk dan masuk Ke Ruang ICU.
" Ini Dokter." Ucap Suster memberikan Alat Implant Defibrillator kepada Dokter.
__ADS_1
" 70 Joule." Teriak Dokter.
" 40 Joule." Teriak Dokter lagi.
Titt.. Tittt. Detak Jantung Pasien berhenti.
" Innalilahi wa innailaihi Rojiun. Ucap Dokter.
" Mari Sus kita segera tangani pengurusan jenazah Pasien." Kata Dokter.
Kini Pintu Ruang ICU terbuka dan terdengarlah kabar.
" Pasien bernama Jihan Alhisya dinyatakan telah meninggal diagnosa keterlambatan melakukan Transfusi darah, senantiasa Almarhumah diterima di sisi Allah." Jelas Dokter.
Semua terdiam bisu mendengar perkataan Dokter.
" Jihannnnn!! Teriak Arga.
##Flashback off.
" Ya Allah, aku tak ingin kejadian dua tahun lepas terjadi lagi ditahun ini. Tolong jangan Kau ambil Hana dariku !! Kumohon padaMu ya Allah." Batin Arga dengan tulus memohon pada Sang pemilik Nyawa manusia.
Suster Aishka berlari menuju Ruang Instalasi alat kesehatan.
Tiba-tiba saja Suster Aishka menambrak sosok pemuda,akibat tidak terlalu fokus pada jalannya.
Brukk..
" Maafkan Saya dik, Saya tak sengaja, Saya kena cepat ni!! Kata Suster Aishka.
" Its oke no problem Sus." Jawab Pria itu.
Ia memperhatikan Ruangan Hana dari kejauhan. Tampak seperti orang-orang disana larut dalam duka.
Pria dengan penasaran, ia bertanya pada Suster Aishka.
" Sus kalau boleh tau Pasien Kat Ruang IGD tu sakit ape ya ? Tanyanya.
" Hm Pasien tu tak sakit apepun, melainkan ia habis ada Insiden yang membuatnya harus kehilangan darah begitu banyak. Dan saat ini kondisinya kritis. Sebab pendonor darah tak kunjung datang." Jawab Aishka.
" Kalau boleh tau apa golongan darah pasien itu Sus ? Tanyanya lagi.
" Golongan darah pasien O, dan stock kantong darah golongan O di Rumah Sakit ni kosong." Jawab Aishka.
Pria itupun langsung menarik tangan Suster dan berkata." Sus cepat lakukan Transfusi darah, golongan darah Saye O Sus." Ucapnya yang tak tega melihat Pasien dan juga Keluarganya.
" Ha Alhamdulillah." Ucap Suster Aishka merasa lega, sekarang ada yang bersedia mendonorkan darahnya.
" Baiklah ikut Saya ke Ruangan Transfusi darah. Untuk pengecekan apakah darahmu memang bisa didonorkan saat ini atau tidak." Ujar Suster Aishka.
Pria itu mengikuti Suster Aishka untuk ke Ruangan Transfusi darah.
Setelah beberapa saat di cek. Dan Alhamdulillah darahnya bisa dikategorikan dalam kondisi baik untuk melakukan pendonoran.
" Bagaimana Sus ? Darah Saya bisa donorkan ? Tanyanya pada Suster.
" Alhamdulillah darah kamu dalam kondisi aman untuk melakukan Transfusi darah." Jawab Aishka.
" Alhamdulillah, segara lakukan Dok ! Tunggu apalagi." Kata Pria itu.
" Sungguh Dik, kamu sangat berhati mulia dengan begitu semangat menolong orang lain, yang bahkan tak sama sekali kamu kenal." Suster Aishka terkagum pada Pria itu.
" Hm selagi kita bisa menolong dalam kebaikan Sus, kenapa mesti ditunda ? Jawaban Simpel keluar dari Pria itu.
" Baiklah,kejap ya Saya harus lapor dulu ke Dr.Nashrun, tunggu sekejap disini." Kata Suster Aishka.
Suster Aishka pergi menuju Ruangan Dr.Nash untuk mengabarkan bahwa sudah mendapatkan Pendonor darah golongan O untuk Hana.
" Assalamu'alaikum Dokter Nash." Ucap Aishka mengetuk pintu Ruangan Dr.Nash.
" Waalaikumussalam, silahkan masuk." Jawab Dr.Nashrun.
" Hm Dok Saya telah mendapatkan Pendonor darah untuk Pasien Hana." Ucap Aishka.
" Hm apa kamu sudah cek darahnya ? Apakah layak untuk melakukan Transfusi darah ? Tanya Nashrun.
" Alhamdulillah Dok saya sudah melakukan ceknya dan hasilnya layak untuk melakukan Transfusi darah Dok." Jawab Aishka.
" Alhamdulillah, kalau begitu kita langsung saja melakukan Transfusi darah untuk Pasien Hana." Ucap Nashrun.
Merekapun beranjak keluar. Suster Aishka menuju Ruangan Transfusi darah, sementara Dr. Nashrun menuju Raungan Hana.
" Alhamdulillah ada kabar baik untuk kita." Ucap Dr.Nashrun pada semuanya.
Semua langsung menghampiri Dr.Nash.
" Apa kabar baiknya Dok." Tanya mereka.
" Cepat katakan Dokter !! Teriak Arga dan Ranti.
Semua pada penasaran mengenai kabar baik yang dimaksud oleh Dr.Nash.
" Hm kabar baiknya ada seorang yang bergolongan darah O, bersedia untuk mendonorkan darahnya pada Pasien Hana." Jawab Dr.Nash.
Jawaban Dr.Nash seakan seperti kabar kemenangan mereka di Medan Perang.
Atmosfer panas disekitar mereka yang tadinya seakan mengguncang hati mereka, kini berubah seolah turun salju yang memberi kesejukan untuk mereka.
Ya terutama untuk Arga, pria yang sedari tadi yang tampak seperti kehilangan kepercayaan dirinya. Kini dapat tersenyum lepas mendengar kabar dari sang Dokter yang menangani Hana.
" Alhamdulillah, terima kasih ya Allah." Ucap Arga kemudian melakukan sujud syukur dilantai.
" Hua akhirnya Hana kamu pasti sembuh Han." Ucap Ranti.
" Alhamdulillah." Ucap mereka serentak.
Kini tinggallah proses Transfusi darah untuk Hana, baik bukan ? Seorang mau menolong orang lain yang bahkan wajahnya saja tak pernah Ia ketahui.
Sevimli 27 September 2020
__ADS_1
Salam Hangat dari Author 🌹