Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 38 Ikhlas untuk kedua kalinya


__ADS_3

" Mungkin mengikhlaskan adalah cara terbaikkku mencintai mu Hanani Syaufa."


...... " Pelangi Hanani 🌹"......


Robert mengerang kesal,mendengar tak ada jawaban yang jelas dari Arga.


" Kau jangan nak buang masa, cepat bagi tau aku, kat hospital mane putraku di rawat ? Tanya Robert dengan lantang, walau kini kondisinya terpuruk.


Arga tertawa kecut " Hahaha ternyata kau masih peduli dengan putramu !! Ujar Arga.


" Andrea dirawat kat Island hospital ! Sambung Arga.


Dengan tertatih Robert pergi meninggalkan Istana, dan pergi menuju ke tempat dimana putranya di rawat.


Arga yang masih saja dihantui rasa penasarannya. Langsung saja ia menanyakan perihal apa yang terjadi, antara ayahnya dan Robert.


" Ayah sebenarnya apa yang terjadi kat ayah dan die ? Arga tak paham kenape ayah hanya berdiam diri je saat ia memberi serangan pada Ayah ?? Tanyanya dengan penuh penasaran.


Nazhanul menghela nafasnya.


" Dia adalah sahabat lama ayah, kami bersahabat sudah lama. Atok Arga dengan ayah die bersahabat juga. Mereka tinggal Kat Istana. Sebab Ayahnya adalah Mentri kat sini.


Kami sangat berteman baik, saling support satu sama lain, selalu latihan bersama, kemana-mana selalu berdua, die tu orangnye sangat sembrono haha." Nazhanul tertawa mengingat semua kenangan dirinya, dan sahabatnya.


" Die tu orangnya lucu,always nak buat lawak, dan tak sekejam sekarang. Selalu cerita ke ayah about masalah apa saja yang die punye.


Hubungan kami sangatlah baik, bahkan kami sudah seperti saudara. Namun semuanya seketika sirna. Sebab terjadinya kesalah pahaman diantara kami,tiga tahun yang lalu.


Saat itu kami sedang menghadapi lawan sekutu kami. Tepat saat itu juga Andhara istrinya melahirkan, masa tu ayah hanya fokus itu menuntaskan kasus ini dan memenangkannya. Ayah berada kat Johor sementara Robert berada kat Terengganu.


Dia menghubungi ayah, namun saat itu ayah sedang tidak menggenggam handphone, sekaligus menyilentkannya. Otomatis ayah tidak mendengarnya sama sekali. Dan diapun menghubungi Gubernur Fakri untuk pamit. Masa tu ayah tak tau kalau die nak pamit Kat Hospital. Ya ayah dengan sigap tidak mengizinkannya, sebab disituasi genting seperti ini tak seharusnya, ia meninggalkan tempat untuk pergi. Tidak lama kemudian ayah dan tim berhasil membungkam gerakan lawan, berdiri sebagai pemenang. Barulah ayah teringat untuk menghubungi Robert.


Ayah meraih ponsel, yang ternyata didalam sudah berisi Panggilan tak terjawab, sebanyak 8 kali dan juga sebuah pesan yang berisi " Assalamu'alaikum Naz, aku pamit ye !! Sebab Andhara dah nak melahirkan ni, aku tak nak die berjuang sendiri untuk putraku, aku kena temani dia Naz, aku mohon ya izinkan aku !! Hehe aku tau kok sebenarnya tanpa izin kau pasti juga tidak akan marah."


Setelah membaca pesan itu ayah rasanya sangat menyesal sekali, dah larang die untuk pergi, kalau saja Ayah tau saat itu dia pergi dengan alasan itu, ayah takkan larang nak !! Selepas itu ayah balik call dia but die tak angkatpun, kemudian Bunda call ayah, Bunda kata Andhara dah tak de kat dunie ni. Kabar itu membuat rasa bersalah ayah semakin mendalam Ga, ayah adalah orang yang paling kejam, yang membuat putra Robert harus semenderita itu di hari pertama die lahir Kat dunia ni, ayah dah buat Robert tak bisa dampingin istrinye disaat terakhirnya Kat dunia ni.


Dah buat die tak temani Andhara berjuang untuk putra mereka, cobaan katakan !! Manusia mana yang lebih kejam dari ayah Ga ?? Isakan Nazhanul semakin jelas, kala mengingat semua kejadian tiga tahun yang lalu.


Kini Nazhanul terduduk lemah dihadapan putranya. Arga sebagai putra yang sangat mencintai ayahnya, tak dapat melihat ayahnya seperti ini langsung saja, mengangkat ayahnya untuk bangkit.


" Ayah tak salahpun, jangan macam ni !! Semuanya hanya salah paham je !! Rilex ayah !! Tenangkan pikiran ayah !! Di dunia ni yang namanya kesalah paham sudah wajib menjadi racikan bumbu mewarnai hidup. Selagi masih ada kesempatan tak ada kata terlambat untuk meluruskan semuanya yah !! Percayalah yah semua masalah sudah dengan amat rapi tertakar !! Sebab tu ayah tak payah risau ye !! Arga menopang tubuh lemah ayahnya, mencoba terus menenangkannya.


" Yah dah larut malam ni, tak baik ayah dan bunda lama-lama kat luar ni !! Anginnya tak elok untuk kesehatan." Kata Arga pada keduanya.


" Jomlah kita masuk !! Ajak Arga.


Nazhanul sedikit lega, mendengar perkataan putranya yang memang benar adanya.


" Bang jomlah kite masuk !! Ajak Wardah.


Sesampai di kamar Nazhanul.


" Terima kasih nak !! Kamu memang putra ayah yang bijaksana !! Maafkan ayah sudah menyia-nyiakanmu, maafkan ayah nak." Ucapnya dengan penuh rasa bersalahnya.


Tetes demi tetes, derai air mulai membanjiri pipi.


" Sudah ayah, tak payah risaulah !! Ayah tak punya salah sikitpun kat Arga !! Dah dah in now ayah istirahat dulu, tenangkan pikiran ayah !! Ucapnya menyelimuti ayahnya yang berbaring di ranjang.


" Bun, Arga balik kat hospital dulu ye !! Arga titip ayah." Katanya sembari mencium tangan Bundanya.


" Nak, ini sudah larut malam !! Wardah melihat jarum jam yang menunjukkan pukul 24.38 Pm.


" Besok je ya kamu datang kat hospital lagi !! Kata Wardah khawatir akan putranya, berpergian di jam segini.


" Hm, tak Bun. Arga harus balik in now ! Jawabnya menolak permintaan Wardah.


" Ohiya Bun, Arga pinjem motor Arga ya !! Pintanya pada Bundanya.


" Hm, tapi nak." Ucapan Wardah terhenti.


" Arga mohon ya Bun, izinkan Arga pergi pukul ni juga." Arga memohon pada Wardah.


Wardah menghela nafas." Hahh." Ia tak dapat menolak permintaan putranya, yang begitu keras kepala ini.


" Hm iyelah, kejap bunda ambil kunci dulu !! Akhirnya Wardah pun menyerah.


Wardah mengambil kunci motor Arga, yang di simpan Nazhanul, di dalam laci lemari mereka.


" Nah, jangan nak balap-balapan tau !! Kata Wardah memberikan kuncinya pada Arga.


Senyum manis merekat di wajah Arga.


" Terima kasih Bunda Cantik." Ucapnya meraih kunci motornya dan beranjak pergi.


" Bye Bunda, Assalamu'alaikum !! Pamitnya.


" Waalaikumussalam, bawa elok-elok tau motor tu !! Kata Bundanya.


" Tenang bunda, Arga ni pembalap sejati haha." Teriaknya yang sudah mulai jauh dari Wardah.

__ADS_1


" Haish macam-macamlah budak ni." Wardah tak mengerti dengan cara berpikir putranya.


Di rumah sakit.


Di dalam Ruangan Hana, Ranti yang bertugas menemani Hana.


Sementara yang lain, berada di ruang tunggu pengunjung. Izaz lebih memilih pergi ke taman, untuk mencari udara segar.


Ranti kini tertidur pulas tepat di sebelah Hana.


Hana menoleh ke sebelahnya, melihat Ranti tengah tertidur. " Hm, dah tidur ternyata dia." Ucapnya.


Sejak kepergian Nazhanul dan Wardah, Hana tak melihat lagi sosok lelaki dingin itu. Apa dia memang tak berniat untuk menjenguk Hana, pikirnya.


" Dari tadi aku kok ga lihat Arga ya ?? Apa dia bosan ya di sini ?? Hm iyalah siapa coba yang tahan di rumah sakit ?? Ucap Hana tertawa merasa lucu akan dirinya, yang mengharapkan kehadiran Arga.


" Hm, Han sudahlah tahan hatimu !! Jangan sampai terjatuh lagi !! Jangan buat luka yang belum sembuh semakin perih !! Jangan buat air mata yang belum selesai terjatuh semakin deras jatuhnya !! Jangan buat hati yang masih pilu semakin pilu !! Jangan buat hati yang rapuh semakin patah.


In now sudah cukup !! Pelabuhan cintamu hanya akan kau labuhkan pada orang yang tepat, ingat Hana fokus pada cita-cita !! Ucapnya menyerka air matanya.


Stttt.....Arga telah memakirkan motornya.


" Akhirnya sampai juga." Ucapnya lega.


Ia berlari menelusuri lorong-lorong rumah sakit. Untuk menemui sosok gadis, yang berhasil mengambil tempat ahli di hatinya, yang sebelumnya telah di tempati Jihan.


Ia tak sabar ingin menemui gadis itu.


Izaz melihat Arga dari kejauhan. Tersenyum telah melihat banyak perubahan pada adiknya.


" Hm terima kasih Hana!! Telah mengubah Arga dalam waktu yang tak lama." Ucapnya.


" Kau hebat Han !! Bahkan aku yang sedarah dengan dirinya, aku tak mampu mengubah sikap esnya itu. Tak mampu mengubah sikap kerasnya itu. Tak mampu membuatnya berubah menjadi ramah yang selalu senyum." Izaz terus saja berbicara sendiri.


" Dengan segala keunikan yang kau miliki. Dengan caramu sendiri yang tanpa kau sadari, kau mampu mengubah Arga. Ya mengubah sisi negatifnya menjadi sisi positif."


" Aku ikhlas melepaskanmu Han !! Aku siap merelakanmu !! Aku siap mengulurkan perasaan ini !! Aku akan ikhlas melepaskan genggaman perasaan yang setahun ini telah ku genggam erat !! Jika itu untuk Arga adikku.


Aku sangat ikhlas Han walau ku tau itu adalah hal sulit, walau ku tau itu hal yang menyakitkan, walau itu sangat berat nantinya. Walau hati ku akan terpatah nantinya. Walau diri ku ter ombang-ambing nantinya. Aku akan selalu tetap berusaha mengikhlaskanmu !!


Mungkin mengikhlaskanmu adalah cara terbaikku mencintaimu." Ucap Izaz menyerka cairan hangat di pipinya.


" Ya Allah !! Kenapa setiap kali hatiku terjatuh pasti pada wanita yang juga telah mengambil ahli hati adikku ?? Dulu Jihan, dan sekarang Hana. Dan selalu saja Arga yang beruntung, dengan perasaannya selalu saja terbalas. Sementara aku ? Tidak sama sekali.


Apa memang aku di takdirkan hanya untuk mencintai tanpa di cintai ?? Ucapnya dengan derai air mata.


" Jika ini adalah caraMu menjaga diriku dari cinta yang salah, aku ridho ya Allah !!


" Allah adalah pengungat ku untuk mengikhlaskanmu Hanani Syaufa." Izaz mencoba untuk tersenyum gagah,


walau hatinya tengah terengah.


Ia pun beranjak, menuju ruang pengunjung.


Berdiri walau kini rasanya tubuhnya sangat berat untuk bangkit , berusaha melangkah, walau rasanya sangat kaku melangkah kakinya.


Dengan hati yang patah, dengan dada yang terasa sesak, dengan goresan sembilu perih di hati yang tak ada obat penawarnya.


Izaz tetap berusaha melangkah meski dengan tertatih.


Berbeda dengan Arga yang dengan langkah semangat, yang dengan senyum merekat di wajahnya, yang dengan hati tengah berbunga, ia berjalan dengan sepucuk harapan, mendambakan sosok gadis yang telah mengetuk hatinya.


Ceklek... Arga membuka pintu Ruangan Hana.


Ya, yang berada di ruangan itu terkejut, melihat sosok pria yang menghampirinya di tengah malam seperti ini, siapa lagi pria itu ?


Kalau bukan Arga.


" Arga !! Teriak Hana.


" Assalamu'alaikum hehe." Ucapnya yang ketahuan oleh Hana.


" Waalaikumussalam." Jawab Hana.


Kini hati Hana lega, melihat sosok pria yang sedari tadi ia cari telah tiba dihadapannya.


" Ternyata Arga rela datang, di tengah malam seperti ini." Batin Hana.


" Maaf ya, aku tadi balik ke Istana. Soalnya ada yang tengah mengacau di sana Han." Jujur Arga pada Hana.


Hana yang mendengar perkataan Arga spontan saja panik." Ha ?? Terus gimana, Ga ?? Udah kelar masalahnya ?? Tanyanya dengan ekspresi paniknya.


Arga terkekeh." Hahaha mukanya biasa aja Han, tenang semuanya dah kelar !! Arga mah kuat ga butuh bantuan orang lain !! Jawabnya sengaja agar Hana kesal.


" Haish, sombongnya budak ni." Ujar Hana.


" Hahaha tak sombong, tapi faktanya macam tulah !! Dengan pedenya Arga mengatakan itu.


Dengan muka kesal Hana langsung melemparkan buah yang terletak di meja, yang tak jauh dari dirinya.

__ADS_1


Bukhh... lemparan tepat sasaran.


" Aduh, Hana !! Teriak Arga, yang tak habis pikir dengan Hana.


Di kondisi lemah seperti ini, tetap saja jiwa kebar-bar Hana tak pudar.


" Rasekan !! Jadi orang jangan belagak sangat !! Kena buah lembek macam tu je dah kesakitan, amboy lemah nye !! Ledek Hana mengacungkan ibu jarinya ke bawah pada Arga.


" Haha, Hana Hana !! Arga terkekeh.


" Macam mana tak lemah ??


Kalau di lemparnya pakai cinta haha." Arga mulai menggoda Hana.


" Ish, tak lawaklah !! Teriak Hana.


" Haha dah, dah ambil ini." Ucap Arga menyodorkan coklat pada Hana.


Hana memanyunkan bibirnya, dan tak menerima coklat yang di berikan Arga.


Membuang muka, tak ingin melihat wajah pria yang berada dihadapannya.


Arga semakin tertawa bahkan terbahak, melihat tingkah Hana yang merajuk seperti itu.


" Hahaha, amboy nak merajuk pula !! Halah halah calon istri Argasyah ni !! Mukanya jangan dijelekin gitu, soalnya udah jelek makin jelek entar !! Ledek Arga dengan kekehan kecil.


Ada rasa senang di hati Hana saat Arga mengatakan calon istri, akan tetapi kekesalan Hana semakin bertambah saat Arga mengatakan dirinya jelek.


" Tenang Hana, Allah tak suka hambaNya yang di kuasai amarah. Kau taukan ?? Bahwa lelaki di hadapan kau ni memang suka buat orang jengkel, sebab itu cara menghadapinya kembali balas ledekannya dengan santai, bukan dengan amarah." Ucap Hana dalam batinnya.


" Haha calon istri konon !! Sorry ya tipe kayak kamu itu bukan kategori aku !! Ujar Hana membalas ledekan Arga.


Kemudian membuang muka pada Arga.


Jujur saja, seperti tertampar, hati Arga terasa sakit, ketika mendengar perkataan itu terlontar dari mulut Hana.


Entah itu hanya bercanda atau sungguhan. Arga tak tau. Yang pasti kini aliran darah di tubuhnya seketika membeku, yang membungkam setiap gerakan pada anggota tubuhnya.


Kini Arga mematung, bahkan coklat dan bingkisan yang ia genggam, tanpa ia sadari telah terlepas dari genggamannya.


Taakkk... Coklat dan bingkisan itu terjatuh.


Hana yang mendengar ada sesuatu yang terjatuh, ingin rasanya ia menoleh akan tetapi niatnya itu ia urungkan. Ia merasa gengsi harus melihat wajah Arga.


Sementara Arga, dirinya tak menghiraukan benda yang jatuh itu, tatapan kini masih tertujuh, pada gadis yang terbaring di ranjang Pasien.


" Kenapa bisa sesakit ini ya ? Mendengar perkataan Hana barusan." Ucap Arga membatin dan memegang dadanya yang terasa sesak.


Hening, tak ada suara apalagi percakapan diantara keduanya.


Hana merasa bingung kenapa Arga hanya diam saja. Apa terjadi sesuatu padanya pikir Hana.


" Kenapa Arga diam saja ya ?? Apa ada yang salah dari omonganku ?? Dengan rasa penasarannya Hana menoleh ke arah Arga.


Untuk melihat ada gerangan apa ada pria itu.


Hana menolehkan pandangannya pada Arga.


Ya, tampaklah Arga yang tengah mematung memandanginya. Hana heran kenapa Arga memandangi dirinya dengan tatapan yang begitu dalam.


" Arga !! Kamu kenapa ?? Tanya Hana.


Masih dengan mematung, Arga tak menjawab pertanyaan Hana.


" Haish Arga !! Woy Arga !! Teriak Hana.


" Ah ha ? Apa Han ?? Jawabnya dengan ekspresi terkejut.


" Hm, ape-ape kamu tu !! Yang kenapa asyik mematung dari tadi !! Ucap Hana.


" Kesambet apaan kamu !! Sambung Hana.


" Han, aku mulai jatuh hati sama kamu !! Ungkapan itu akhirnya terlontar dari mulut Arga.


" Ha ?? Hana terkejut dengar perkataan Arga.


" Eh maksudnya eh apa ya ?? Eh ga tau deh." Ucap Arga yang mulai gugup pada Hana.


" Ih dasar !! Ga jelas banget kamu !! Ketus Hana.


" Apa benar Arga menyukai ku ?? Tapi bagaimana dengan Jihan ?? Sudah Hana !! Wake up Hana, kamu ga boleh berharap terlalu tinggi,yang nantinya berserakan menyakiti hati !! Batin Hana kini tengah kacau.


" Amboy mulut ni tak ada rem sikit, bisa pula kebla-blasan !! Ucap Arga dalam hatinya.


Kini mereka dua dalam posisi canggung satu sama lain. Saling membuang muka, terlalu gengsi untuk memulai percakapan di antara keduanya.


Bersambung...


Sevimli 20 Oktober 2020

__ADS_1


Salam Hangat dari Author 🌹


__ADS_2