Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 37 Sahabat Lama


__ADS_3

" Tidak ada kata terlambat untuk mengikhlaskan."


..." Pelangi Hanani 🌹"...


Bukan Arga namanya kalau rasa keingintahuannya tidak kunjung ia pecahkan.


" Maafkan Arga bun, Arga tak bisa berdiam diri kat sini sementara keadaan tengah kacau." Ucapnya berjalan menuju keluar.


Ya, waktu sudah larut malam, sangat sulit untuk menemukan taxi dijam seperti ini.


" Sial !! Kalau aku tunggu taxi pukul ni maka pasti itu memakan waktu yang lama." Arga berdecak kesal.


Pikirannya kini disibukkan untuk bagaimana caranya agar sampai di Istana dengan cepat.


Ide cemerlang seketika menghampiri akalnya.


Arga meraih ponselnya dan menghubungi seseorang dengan nomor privatnya.


Ya seseorang itu adalah Nazhanul Hakim.


Arga sengaja ingin mengalihkan perhatian Ayahnya, agar dirinya bisa menerobos masuk kedalam bagasi mobil Ayahnya.


Maula ya sholli wa sallim.. Dering handphone Nazhanul Hakim.


Nazhanul meraih Handphonenya, terteralah nomor tidak di kenal sedang menghubunginya.


" Assalamu'alaikum, dengan siape ni ? Tanya Nazhanul Hakim, sebab nomor yang menghubunginya tidak tersimpan di kontaknya.


Arga sengaja tidak bersuara, dan berlari menuju mobil sang ayah agar bisa segera masuk ke dalam bagasi.


Handphone masih dalam keadaan menghubungi sang ayah.


" Hallo, jangan macam-macam dengan saya !! Ancam Nazhanul Hakim.


Setelah memasuki bagasi, Arga mematikan sambungan teleponnya.


" Alhamdulillah, aku selamat. Maafkan Arga ayah !! " Ucapnya dengan penuh kelegaan.


Tutt..... Sambungan terputus.


" Dasar Pengecut !! Tak jelas same sekali !! Bebel sang ayah.


" Ada ape bang ? Tanya sang istri yang melihat suaminya tampak kesal.


" Hm ade orang yang nak bermain dengan abang, telpon abang dengan nomor privat. Tak nak bicara sikitpun !! Jawab Nazhanul Hakim.


" Dah lah bang, die mungkin salah orang sebab tu die tak bersuara kat telepon tu." Bunda Arga berusaha menenangkan Nazhanul Hakim.


Nazhanulpun menghela nafas.


" Huu...Jomlah kite balik ! " Ajaknya menuju ke mobil Ferrari miliknya.


Sang istripun mengikuti langkah sang suami.


Cheers.... Bunyi start mobil


Nazhanulpun mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi.


Sementara di dalam bagasi ada Arga. Otomatis Arga juga ikut merasakan akibat dari lajuan mobil itu.


Keteprak... Kepala Arga terantuk


" Astaghfirullah kalau macam ni, lama-lama mati kutu aku kat dalam ni." Kesal Arga mengelus kepalanya.


" Ayah boleh tak elok-elok sikit bawak kereta tu, sakitlah." Keluh Arga yang sama sekali tak bisa di dengar sang ayah.


" Kau nak bunuh aku ke ? Arga terus saja mengupat.


Mobil masih melaju dengan kecepatan tinggi.


Sudah pasti banyak upatan yang di lontarkan Arga di dalam sana.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai di Istana.


Para pengawal membuka gerbang Istana, tampaklah beberapa orang tengah mengacau di Istana.


Dengan gesit Nazhanul langsung memarkirkan mobilnya ke garasi Istananya.


Setttt.... Mobil telah tepat sasaran di dalam garasi.


Nazhanul langsung keluar dari mobil, di susul oleh sang istri. Tampaklah wajah penuh amarah yang menyelimuti Nazhanul.


Dia melihat sosok Pria seumuran dengannya, berdiri tertawa di tengah kekacauan yang ia lakukan.


Pria itu sangat dia kenal, wajah kebarat-baratannya,netra mata kecoklatannya, kulit putihnya, postur tubuh yang tidak terlalu tinggi yang di miliki sang pria pengacau tersebut.


Ya, jujur Nazhanul terkejut melihat sosok pria pengacau yang sebenarnya pernah menjadi sahabatnya.


Nazhanul melangkahkan kaki mendekatinya.


" Robert !! Panggilnya pada pria itu.


Sang yang empunya nama, menoleh kearah sosok yang memanggil namanya.


Ya, nama pria pengacau itu adalah Robert, sosok yang dulunya pernah menjadi sahabat Nazhanul, sekaligus menjadi penasehat di Istananya. Akan tetapi terjadi sebuah kesalah pahaman diantara mereka, yang akhirnya menyebabkan mereka berpecah belah.


Sorot mata Robert menunjukkan begitu banyak dendam, dan amarah yang tersimpan di dalam dirinya.


Ia tertawa melihat sosok sahabat, ah bukan lebih tepatnya mantan sahabat yang sekarang menyandang status musuh baginya.


Sementara Nazhanul hanya tersenyum lesuh, melihat Robert, tidak ada dendam apalagi benci di dalam diri Nazhanul. Yang ada hanyalah sebuah kerinduan yang terbungkus rapi dihatinya.


Ya, ia merindukan tatapan tajam netra kecoklatan dari sahabat lamanya itu, ia merindukan suara serak dari sahabat lamanya itu, ia merindukan tingkah laku sembrono dari sahabatnya itu, bahkan ia merindukan bogeman dari sahabat lamanya itu dikala mereka melakukan latihan pencak silat.


Tanpa terasa buliran hangat telah membasah dipipinya. Kakinya bergetar kala melangkah mendekat pada sosok Robert. Lidahnya keluh untuk mengucapkan kata-kata.


Yang ia inginkan saat ini juga ialah memeluk sahabat lamanya itu.


Sebagai sebuah pelepasan rindu yang telah tersimpan lama.


Ia terus melangkah, mengikis jarak di antara mereka berdua.


Hingga akhirnya ia hanya berjarak selangkah dari sosok sahabat lamanya.


Ia langsung menghamburkan dirinya pada sosok Robert, namun yang terjadi bukan sebuah balasan dari pelukan.


Melainkan sebuah pukulan keras di wajah Nazhanul.


Bukh... Robert melayangkan bogeman pada wajah tampan Nazhanul.

__ADS_1


" Jangan pernah menyentuhku brengsek !! Ucap Robert penuh amarah.


Bukan balasan pukulan yang Nazhanul lemparkan, melainkan sebuah senyuman tulus pada sosok Robert.


" Aku merindukan pukulan ini." Ucap Nazhanul di selimuti senyum merekah di wajahnya.


" Cuih !! Najis !! Robert meludah tepat di hadapan Nazhanul.


Nazhanul masih dengan senyumannya.


" Percayalah, yang terjadi di antara kita hanyalah sebuah kesalah pahaman Bert." Ucap Nazhanul dengan lirih.


" Kita bisa selesaikan dengan baik, ku mohon dengarkan aku !! Sambungnya lagi.


Kini posisi Nazhanul tengah terduduk memohon pada Robert untuk mendengarkan penjelasan darinya.


Bunda Arga mencoba menarik Nazhanul untuk berdiri." Bang jangan macam ni !! Berdirilah Bang." Ucap Wardah pada Suaminya.


Wardah membuka suara pada Robert.


" Cobalah untuk mendengarkan penjelasan Bang Nazhanul sekejap saja !! Apakah kau tau sebesar apa rasa bersalah yang dia simpan ?? Apakah kau tau bagaimana dia menanggung beban rasa bersalah yang selalu menghantuinya itu ??


Apakah kau tau seberapa sesak dadanya menahan semuanya ?? Dan apakah kau tau bagaimana cara dia menghadapi kenyataan bahwa sahabat yang ia amat cintai telah membencinya hanya karena sebuah kesalah pahaman ?? " Wardah kini ikut menangis disetiap perkataan yang ia lontarkan.


" Setiap hari dia menangis mengingat rasa bersalahnya padamu !! Setiap hari dia tak pernah terlepas dari rasa bersalahnya !! Setiap hari hatinya menggebu segera ingin bertemu denganmu !! Dan apakah kau tau namamu selalu menjadi prioritas di dalam doanya !! Ha apakah kau tau tentang semua itu !! Teriak Wardah pada Robert.


" Ku mohon hentikan semuanya Robert, jangan ada lagi dendam yang menyelimuti hatimu, jangan lagi ada benci meringkus hatimu yang membuatmu menjadi kejam seperti ini !! Mana Robert yang selalu ceria dengan semua leluconnya ?? Mana Robert yang selalu setia dengan tingkah konyolnya dimana ?? Aku merindukan itu semua !! Bukan Robert yang kejam seperti ini yang ku rindukan !! Isi hati Wardah telah ia keluarkan semuanya ditemani dengan linangan air mata.


Sang Robert yang berhadapan dengan merekapun, ikut meneteskan air mata.


Jujur sebenarnya di dasar hatinya yang paling dalam ia juga merindukan semua hal tentang dirinya bersama Nazhanul.


Mulai dari mereka beranjak dewasa sampai akhirnya mereka telah berpisah.


Ia rindu akan ceramahan dari Nazhanul, yang akan dilontarkan Nazhanul dikala dirinya tengah berbuat buruk. Dia merindukan sosok Nazhanul yang selalu menemani dirinya dikala ia sedang putus cinta.


Rindu akan sosok yang selalu melindunginya dikala ada yang mencoba menyakitinya.


Namun semuanya sirna begitu saja, dikala Robert mengingat kejadian tiga tahun lalu.


Ia menyeka air matanya dengan kasar dan tertawa keras." Hahaha aku tau Wardah !! Itu semua bulshitt !! Teriaknya pada mereka berdua.


" Dahlah aku tak butuh lakonan korang berdua!! Sudah hentikan semuanya !! Ucapnya dengan mata tajamnya.


" Apakah kau tak punya rasa ikhlas sikitpun ? Tanya Wardah padanya.


" Tidak ada kata Ikhlas dalam hidupku !! Teriaknya pada Wardah.


" Kau tau ?? Padahal dengan ikhlas semuanya akan dapat berdamai dengan baik. Dengan ikhlas semuanya akan membaik. Dan dengan Ikhlas hati akan dapat melepaskan semua dendam di dada. Cobalah untuk mengikhlaskan semuanya !! Tidak ada kata terlambat untuk mengikhlaskan." Tutur Wardah dengan senyuman air matanya.


Nazhanul Hakim kini hanya menunduk penuh dengan linangan air mata.


Seketika perkataan Wardah, seperti tamparan keras untuk Robert. Ia terdiam sejenak mencerna segala perkataan yang terlontar dari Istri sang sahabat lamanya.


Ia ikut terduduk, melemah menjatuhkan senjatanya.


" Aku tak tau bagaimana cara mengikhlaskan semuanya !! Ucapnya lirih menahan air matanya agar tidak terjatuh.


Namun ia ternyata tak sekuat Thanos.


Akhirnya buliran hangat juga ikut membasahi pipinya.


Dari kejauhan ada sosok Arga yang sejak tadi memandangi mereka bertiga, penuh dengan kebingungan. Pikirnya kini tengah menerka-nerka. " Sebenarnya apa yang terjadi antara Ayah, Bunda dan pria itu ? Tanyanya pada dirinya.


Ia memandangi wajah Robert, ada yang janggal bagi Arga." Aku seperti pernah melihat wajah itu. Tapi dimana dan kapan ? Ia mulai mengingat-ingat sosok Robert.


Yap Arga mengingatnya wajah Robert mirip sekali dengan sosok Andrea.


" Apa dia adalah ayahnya Andrea ? Wajah mereka sangat mirip sekali." Ujar Arga.


Masih dengan penuh tangisan, ketiganya kini tertunduk, tak bernyalinya untuk memandang satu sama lain.


" Aku mohon maafkan aku Robert ! Satu kata itu lolos dari mulut Nazhanul.


Robert menyerka air matanya, dengan tangan yang bergetar, dan mulutnya kaku ia mencoba untuk membuka suara kembali.


" Aku juga merindukan semuanya !! Bahkan aku juga inginkan semuanya kembali seperti dulu !! Ucapnya dengan isakan.


" Tapi apakah kau juga tau ? Bagaimana penderitaanku, ketika Andarha meninggalkanku ? Apa kau tau bagaimana sakitnya, bagaimana peluhnya kehidupan putraku piatu sejak lahir ha ? Bahkan belaiaan seorang Ibu saja tak pernah ia rasakan !! Apa kau mengerti akan hal itu ha ??


Robert semakin terisak, masih dengan tatapan yang penuh dendam.


" Tapiii akuu.."


" Aku ikhlas akan kematian Andhara, tapi kau tau hanya karena ambisimu sebagai penguasa !! Aku bahkan tak dapat menemaninya berjuang melahirkan putraku !! Bahkan aku juga telah menjadi suami tak bertanggung jawab, yang tak bisa menemani istrinya didetik-detik terakhirnya di dunia ini !!


Apa kau puas membuat kisah kehidupanku sepedih ini ha !! Sergah Robert mencengkram kuat pundak Nazhanul.


Ia meluapkan semuanya dengan pukulan yang ia layangkan pada Nazhanul.


Bukhh ....


Bukhhh.... Robert terus memukul Nazhanul.


Nazhanul menerima segala pukulan yang dilayangkan Robert, bahkan sama sekali tak membalasnya. Bukan karena Nazhanul lemah, bukan karena ia tak cukup kuat untuk melawan Robert, bahkan ilmu bela diri Nazhanul jauh diatas Robert.


Melainkan ia merasa pantas mendapatkan semua pukulan itu.


" Pukul aku terus Robert, pukul terus !! Luapkan semuanya jika itu dapat membuat lukamu sedikit terobati !! Ujar Nazhanul tertatih.


" Habisi aku Robert !! Jika itu bisa membuat amarah dan rasa bencimu mereda !! Sambung Nazhanul yang kini penuh dengan luka akibat pukulan Robert.


" Haha lawan aku !! Jangan menjadi pengecut seperti ini Naz !! Teriak Robert.


Bukhh.... Pukulan itu mendarat lagi di wajah Nazhanul.


Arga yang menyaksikan ayahnya ditindas seperti itu dan ayahnya tidak melakukan perlawanan sama sekali. Tak dapat menahan dirinya lagi. Dengan darah yang berkobar amarah.


" Sudah cukup dia menyakiti ayahku." Ucapnya dengan emosi.


Akhirnya iapun berlari mendekati mereka.


Kepalan tangannya kini penuh ambisi, darahnya kini menggebu penuh amarah untuk menghabisi sosok pria yang menyakiti ayahnya.


Dengan sorot mata tajamnya Arga, langsung menarik sosok Robert menjauh dari sang ayah. Kemudian melayangkan pukulannya yang begitu keras pada Robert.


Bukhhh... Robert tersungkur ke lantai.


" Jangan pernah kau sentuh ayahku !!

__ADS_1


Sehelai rambut ayahku saja kau sentuh !! Tanganmu itu akan ku jadikan santapan harimau !! Teriak Arga penuh amarah.


Walaupun Nazhanul telah memberlakukan dirinya dengan tidak adil, dan seolah-olah tak pernah menganggapnya ada tiga tahun belakangan ini. Namun tetap saja darah lebih


kental dari air.


Rasa pedulinya, rasa cintanya, rasa sayangnya, rasa kagumnya pada ayahnya tak pernah luntur dan lekang oleh waktu.


Dadanya terasa sesak dikala melihat sang ayah dan bundanya tengah melemah tak berdaya. Hatinya sangat sakit di kala melihat ayah dan bundanya menitihkan air mata. Bahkan darahnya menggebu-gebu penuh ambisi untuk menghabisi siapa saja yang berani menyakiti ayah dan bundanya.


" Jangan pernah lancang memukul ayahku atau menyakiti bundaku !!


Ucap Arga dan melayangkan pukulannya kembali pada Robert penuh dengan amarah.


Baru kali ini Sang Bunda dan Ayahnya melihat Arga penuh amarah seperti ini. Bahkan Arga tak pernah sekejam ini.


" Aku takkan pernah melepaskanmu, bahkan aku rela mati demi nyawa ayah dan bundaku !! Ujar Arga terus menghabisi Robert.


Jujur saja ada rasa bersalah datang menghampiri hati Nazhanul.


Bagaimana tidak ??


Putra yang selama tiga tahun belakangan ini tak dianggapnya, putra yang selalu saja ia cemohkan, putra yang selalu saja dia perlakukan tidak adil, putra yang selalu saja dia rendahkan.


Kini penuh ambisi menghabisi orang-orang yang menyakiti dirinya. Sebab rasa cintanya kepada diri Nazhanul.


Bukhh...


Bukhh...


Bukhhh.. Darah segar mulai mengalir dari organ tubuh Robert.


Robert mencoba melawan namun, Arga berhasil mengunci setiap gerakannya.


" Kau jangan terlalu percaya diri !! Sebisa apapun kau mencoba membalas pukulanku itu tidak akan mungkin bisa!! Ucap Arga dengan congkak.


" Ya Allah inikah sosok putra yang selama tiga tahun belakangan ini aku sia-siakan ?? Ya Allah inikah sosok putra yang tak pernah ku anggap selama tiga tahun belakangan ini?? Yang selalu ku hina, ku cemohkan, dan ku berlakukan tidak adil ?? " Ucap Nazhanul membatin.


" Kau memang brengsek Naz, putra bak mutiara seperti itu telah kau sia-siakan begitu saja. Kau tak pantas menjadi Ayah dari sosok putra terbaik seperti Arga." Sambungnya kini dengan Suaranya yang purau.


Kini hanya ada satu keinginan dalam dirinya.


Ia ingin memeluk erat sang putranya yang bernama Argasyah itu.


Wardah tak dapat melihat putranya sekejam ini. Ia tak ingin putranya terus menerus dikendalikan amarah dan emosi.


" Arga cukup nak !! Teriaknya pada Arga.


Arga menoleh ke Sang Bunda, ia tersenyum manis. " Tenang Bun, Arga akan habisi pria brengsek ini !! Ujarnya melayangkan kembali pukulannya pada Robert.


Wardah pun menghampiri Arga dan menarinya. " Cukup nak, ini bukan Arganya Bunda !! Ini Bukan putranya Bunda." Ucapnya lirih pada sang putranya.


" Jangan tahan Arga Bun, biarkan Arga menghabisinya. Arga ga bisa melihat ayah disakitin seperti ini !!


Dada Arga sesak Bun, hati Arga sakit melihat ayah dan bunda tersakiti !! Ucapnya melemah memeluk sang Bunda.


Wardah memeluk lembut putranya, mencoba untuk menenangkannya." Sudah nak !! Terimakasih telah memberikan rasa cinta yang besar terhadap kami nak !! Bunda mohon jangan mau dikendalikan amarah !!


Sebab amarah hanya akan menyakiti dan mempersulit semuanya nak. " Ucapnya pada sang putranya.


" Tenangkan pikiranmu nak, redahkan emosimu dan beristifarghlah nak !! Ucapnya lagi membelai lembut kepala putranya.


Robert yang kini tak berdaya ikut terbuai suasana antara anak dan ibu tersebut.


Ya bagaimana tidak ??


Belaian lembut dari sosok ibu bahkan tak pernah dirasakan oleh putranya. Pelukan hangat itu juga tak pernah tertancap pada takdir anaknya.


" Tuhan mengapa takdir begitu tidak adil pada Putraku !! " Upatnya dalam hati.


" Putraku." Panggil sang Nazhanul Hakim.


Arga menoleh ke arah Ayahnya. Dengan ekspresi terkejut.


Ya ini untuk pertama kalinya, sang Ayah memanggilnya dengan sebutan "Putraku" setelah tiga tahun lamanya.


Arga melepaskan pelukan bundanya.


Dan menghampiri sang Ayahnya yang kini melemah.


" Ayah." Ucap Arga memeluk ayahnya.


" Panggil aku sekali lagi dengan sebutan itu yah." Ujarnya pada sang Ayah.


" Putraku maafkan ayah nak !! Ucap Nazhanul dengan senyuman sekaligus air mata di wajahnya.


" Tak, ayah tak punya salah apapun pada Arga !! Arga yang minta maaf sebab, Arga belum menjadi putra yang baik untuk Ayah!! Ujarnya.


" Tidak nak, kamu adalah putra terbaik di seluruh dunia ini!! Ayah tak pantas memeluk putra sebaik dirimu !! Nazhanul semakin terisak.


" Tidak Ayah !! Justru ayahlah yang terbaik di dunia ini !! Lanjut Arga.


Puk.. Puk.. Robert bertepuk tangan dengan kondisinya yang lemah.


" Wah aku serasa seperti menonton drama keluarga yang begitu harmonis, kira-kira apa ya judulnya..." Ujarnya sambil memikirkan judul yang tepat.


" Ha judulnya " Keluarga harmonis di atas penderitaan orang lain!! " Ujarnya.


Arga tertawa mendengar perkataan Robert dan berkata " Apa kau ayah dari Andrea ?? Tanyanya.


Robert terkejut, bagaimana bisa Arga mengetahui nama putranya.


" Darimana kau tau nama putraku ?? Bukannya menjawab justru Robert bertanya kembali.


" Hahaha, itu tidak penting !!


Kau memang ayah yang brengsek !! Ayah macam apa kau ini, putranya tengah terbaring lemah kat hospital bukannya, menemaninya mala justru membuat onar !! Ketus Arga merendahkannya.


" Hospital ?? Apa maksudmu !! Tanyanya pada Arga.


" Kau cari tau sendiri !! Teriak Arga padanya.


Bersambung.....


Sevimli 15 Oktober 2020


salam Hangat dari Author 🌹


Gimana part ini ?? Sedihkah ??

__ADS_1


Atau biasa aja wkwk


__ADS_2