
" Kita tak pernah tau kemana hati kita akan berlabuh bukan ?
Kita juga tak bisa memilih kepada siapa hati kita terjatuh bukan ??
..." Pelangi Hanani 🌹 "...
****
Dua Minggu sudah berlalu, tepat esok hari sekolah Hana akan mengadakan perkemahan di The Habitat Penang Hill.
Hana,Ranti, dan Arga terpilih untuk perkemahan kali ini.
Begitu juga dengan Izaz dan Kasih juga terpilih sebagai peserta kemah.
Malam Harinya Ranti pergi ke Gudang ingin bertemu dengan Hana untuk melihat persiapan packing Hana sudah sampai dimana.
"Alhamdulillah aku senang akhirnya kita terpilih Hana. " Ujar Ranti.
Hana juga tidak kalah senang dari Ranti tampak dari senyum yang merekah diwajahnya.
" Iya Ran, aku juga senang Ran entar kita bakal travelling ke Hutan yeeeyy." Ucap Hana kegirangan.
Seketika Handphone Hana berdering.
Aywafikum minnina.. " Nada dering handphone Hana.
" Eh Han handphone kamu bunyi tu, buruan angkat siapa tau penting !! Ucap Ranti pada Hana.
Hana meraih ponselnya dan terteralah nama Anugrah dilayarnya.
"Anugrah , untuk apa dia menghubungi aku malam-malam begini ." Batin Hana.
Hana mengabaikan panggilan Anugrah sebab tak ingin Ranti berpikir yang bukan-bukan tentangnya.
" Oh ini Ran ga tau siapa, ga penting juga. " kata Hana diselingi tawa.
" Loh, beneran Han ? tanya Ranti.
" Iya seriusan Ranti." Jawab Hana, Hana tak ingin Ranti berlama-lama di Gudang sebab dia takut Raja akan mengetahui hal itu dan bisa jadi Ranti akan mendapat masalah.
" Ran kamu buruan pergi deh, bukannya aku ngusir ini ya tapi aku takut nanti kamu ketahuan sama Uncle Nazhanul entar kamu dapat masalah lagi. " Ujar Hana.
" Hm iyaiya Han, aku tau tapi aku kangen banget tidur bareng kamu " Jujur Ranti pada Hana.
" Hm aku juga Ran, tapi mau dibuat gimana lagi coba. Aku juga ga tau kenapa fitnah ini bisa tertambat di aku. " Hana masih bingung siapa sebenarnya yang memitnah dirinya dan Arga melalui poto itu.
" Hua kamu sabar ya Ran, insya Allah semuanya akan cepat berlalu oke. " Ranti mencoba menenangkan Hana.
Hana memeluk sepupunya itu untuk mencari ketenangan.
" Ya sudah Han, aku balik dulu ya Assalamu'alaikum Hana." Ucap Ranti meninggalkannya di Gudang.
" Ya Ran, Waalaikumussalam. " Jawab Hana.
Sepeninggalan Ranti handphone Hana masih tetap saja berdering.
" Hm kamu kenapa sih Grah, tolong jangan hadir lagi. Aku tak ingin rasa ini kembali lagi Grah, tapi jujur sudah sejauh ini aku tak pernah lagi terlalu memikirkanmu seperti dulu lagi. Apa mungkin karena kehadiran Arga yang telah menemani hari-hariku saat ini." Hana berbicara pada dirinya sendiri.
" Astaghfirullah apa kau ini Hana, bisa-bisanya memikirkan si pemuda es batu itu " Hana bingung kenapa dia memikirkan Anugrah.
***
Di tempat lain ada sosok Anugrah yang berharap agar Hana mengangkat panggilannya.
" Han kamu kenapa sih, sudah hampir setahun ini menghindari aku ?? Sebenarnya aku punya salah apa ke kamu ? " Ucap Anugrah.
Anugrah mengirim pesan pada Hana sebab sedari tadi Hana tak menerima panggilannya.
" Han sekali ini saja aku mohon angkat ya !!
Aku cuma mau dengar suara kamu, sudah hampir setahun loh kita ga bicara satu sama lain. " Pesan Anugrah pada Hana.
Pesan telah terkirim ke Hana, Hana membaca pesan Anugrah.
" Hm maksa banget sih kamu Grah. " Hana kesal melihat keras kepala Anugrah dan akhirnya menerima panggilan Anugrah.
__ADS_1
Anugrah yang diterima panggilannya langsung saja tersenyum bahagia.
" Hallo Han, aku kangen banget sama kamu. Kamu apa kabar Han? tanya Anugrah.
" Aku baik, hm ga usah basa-basi Grah langsung to the point saja kamu ada perlu apa hubungin aku malam-malam buta begini ?? Tanya Hana kembali.
" Ya elah jutek banget Han, emang ga boleh ya? sampai segitunya kamu ngomong ke aku Han. " Ucap Anugrah dengan nada lemah.
" Maaf Grah aku lakuin ini supaya aku bisa melupakan kamu dan seutuhnya perasaan ini hilang untuk kamu. " Batin Hana.
" Hm maaf Grah aku ga bisa lama-lama sebab disini peraturannya ketat banget. So aku ga punya waktu banyak. " Hana mencoba mencari alasan untuk bisa menghindar dari Anugrah.
" Han boleh aku jujur sama kamu, kalau sebenarnya aku itu benar-benar ngerasa berat kehilangan kamu. Kamu tau sewaktu itu Sanju menghubungi kamu dan ada aku disitu
kamu ngomong kalau aku ga boleh baperin kamu dan kamu juga ga mau ngasih harapan ke aku. Dari situ aku ngambil kesimpulan bahwa kita emang punya rasa yang sama satu sama lain Han. " Ucap Anugrah.
Mengambil nafas sejenak kemudian Anugrah melanjutkan perkataannya.
" Aku jatuh hati sama kamu sejak pandangan pertama. Aku juga ga tau Han kenapa rasa ini tiba, tapi yang aku tau kita tak pernah tau kemana hati kita berlabuh ? Dan juga kita tak bisa memilih kepada siapa hati kita terjatuh ?? Sudahlah Han kita tak perlu menipu diri kita sendiri." Ucap Anugrah dan tetesan cairan bening berhasil lolos dari matanya.
Hana juga mengalami hal yang sama air mata mulai membasah dipipinya.
" Itu dulu dan sekarang aku tidak memiliki perasaan apapun ke kamu. Sebab aku sadar hatiku tak pantas berlabuh pada seseorang yang tak bisa beriman kepada Allah!! Sudahlah anggap saja perasaan ini adalah kebodohan diantara kita berdua!! Lupakan saja tak perlu dibahas lagi apalagi diteruskan!! Ujar Hana dengan gemetar menyerka air mata di pipinya.
Anugrah tertawa kecut pada Hana.
" Hahaha Lupakan kamu bilang Han?? Kamu pikir semuanya semudah seperti berucap !! Hal bodoh kamu bilang ?? Han Han bukannya cinta itu adalah sebuah anugrah dari Tuhan untuk setiap insan ?? Jujur Han hatiku tersakiti saat kamu mengatakan hal itu!! Apa segitu najiskah diriku sehingga tak pantas untuk mencintaimu dan dicintaimu." Air mata Anugrah sudah tak terbendung lagi.
Senyawa ditubuh Hana mulai menggebu terasa sesak didadanya. Detak jantung Hana mulai tak stabil.
" Iya Kamu memang tidak pantas mencintaiku dan dicintaiku. Aku memohon paksa untuk kamu Tuan Anugrah Pota Mendrofa mulai sekarang jangan pernah lagi ganggu kehidupanku ku mohon !! ku mohon Anugrah !! Ucap Hana yang suara tangisnya mulai pecah.
" Kalau kamu memang benar mencintaiku aku mohon sama kamu tolong pergi jauh dari kehidupanku. Perasaan ini salah Grah !! Bagaimana mungkin kita bersama ?? Kalau kacamata tentang Tuhan saja kita berbeda ??
Kita cukup sampai disini saja ya Grah !! Ku mohon help me." Sambung Hana yang memohon pada Anugrah.
Dengan bijak Anugrah akhirnya mengalah dengan perasaannya. Ia tak ingin Hana terluka lebih jauh lagi, benar pikirnya ada hal yang lebih menyakitkan dari mencintai sendirian yaitu saling mencintai namun berbeda keyakinan.
" Hm baiklah Han, jika itu keinginanmu aku akan turuti. Aku takkan pernah hadir lagi dikehidupanmu Han !! Namun untuk melupakanmu dan menghilangkan perasaan ini adalah hal yang mustahil untukku. Terimakasih sudah pernah membalas perasaanku. Dan last have you to Remember Rasa ini takkan pernah menepi, Rindu ini takkan pernah terhenti, meski memilikimu hanya sebuah ilusi namun rasa ini takkan pernah pergi kini,esok dan selamanya, Selamat Malam Han jaga dirimu baik-baik disana. " Ucap Anugrah dengan tangisan.
Wajar bukan ketika seseorang mengalami saling jatuh cinta namun tak dapat untuk memiliki satu sama lain meneteskan air matanya, baik itu perempuan atau laki-laki. Sebab kita manusia adakalanya air mata butuh membasahi pipi dan adakalanya menangis tanpa suara.
" Hm tak perlu meminta maaf Han kamu tak punya salah apapun. Nice dream Han aku tutup ya senang bisa kenal denganmu terima kasih telah menjadi Pelangi yang mewarnai hariku.Han semua warna Pelangi adalah wujud nyata dari kecantikan hatimu Han, warna merah melambangkan keberanian dirimu, kuning yang juga memperlihatkan keceriaanmu yang selalu menebarkan kebahagiaan untuk semua orang, begitu juga hijau mengartikan kesejukan dikala mendengar semua perkataan yang kau tuturkan, biru sebagai warna kesetiaanmu yang begitu taat pada agamamu,ya Pelangi Hanani, kau tau Pelangi Han ? Dia membutuhkan air hujan terjatuh bahkan dia harus melewati badai yang besar untuk bisa tiba menari dilangit senja, aku yakin Han kisah kita seperti Pelangi. Saat ini mungkin kita membutuhkan air mata untuk tertumpah, dan harus melewati badai perbedaan yang menghantam perasaan kita, tapi suatu saat aku yakin kita akan melukis senyuman yang sama dalam sebuah kisah antara kita berdua. " Ucap Anugrah dengan linangan air mata.
" Hm Grah, aku juga ingin seperti Pelangi yang datang dengan Indah dan pergi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun agar tak ada luka yang kuberi namun nyatanya aku tak bisa menjadi Pelangi untukmu, maafkan aku Grah." Kata Hana yang suaranya semakin pecah dipenuhi dengan tangisan.
" Kamu tetap menjadi Pelangi Hananiku kini, esok dan nanti. " Arga mengakhiri panggilannya.
" Senantiasa Grah." Setelah Anugrah menutup panggilannya tanpa sadar handphone Hana terlepas dari genggamannya.
" Hiks, hiks, hiks. " Suara tangis Hana semakin terdengar.
" Ya Allah aku tak tau kenapa hatiku bisa berlabuh pada seseorang yang tak beriman padaMu ya Allah ?? Ya Allah hamba mohon hilangkan seutuhnya perasaan ini." Pinta Hana pada sang Khaliq.
" Maafin aku Grah !! Aku emang egois aku hanya bisa memberimu luka berkali-kali dan juga mematahkan hatimu, aku tak pantas untuk kau cintai Grah. Kuharap kau bisa menemukan gadis yang jauh lebih pantas untuk kau cintai." Ucap Hana tengah melepaskan gelang pemberian Anugrah dipergelangan tangannya dan menyimpannya disebuah kotak.
" Aku tak boleh hanyut dalam perasaan salah ini. Cintaku kepada Allah harus jauh lebih besar dari apapun dan kepada siapapun." Kata Hana meyerka air mata yang kian menetes diwajahnya.
Tanpa sengaja sedari tadi ada sosok lelaki yang memperhatikan Hana, ya lelaki itu adalah Arga. Awalnya Arga hanya ingin menanyakan sesuatu hal mengenai keberangkatan perkemahan mereka besok. Namun langkah Arga terhenti didepan pintu saat melihat Hana tengah berbicara via telepon dengan seseorang yang mungkin sangat berarti untuk Hana. Sebab kedengaran dari semua isi percakapan mereka.
" Jadi Hana menyukai Lelaki bernama Anugrah yang berbeda keyakinan dengan kami. Apakah sebegitu besar cinta diantara mereka sampai Hana menangis sampai berpeluh macam tu ?? Baru kali ni aku tengok budak tu nangis macam tu. " Batin Arga.
" Setampan apa sih si Anugrah ?? Sebaik apa sih dia ?? Sepintar apa sih dia ?? Apa aku mungkin kalah jauh dari dia. " Pikir Arga.
Arga tersadar untuk apa dia membandingkan dirinya dengan Anugrah tidak ada faedahnya sama sekali.
" Aih pikir ape kau ni Ga! tak de maknapun kau pikir macam tu. Hana tak de rasapun Kat kau, dahlah baik aku pergi sebelum terkantoi." Ucap Arga pergi meninggalkan Gudang Hana.
Ditempat lain Anugrah tengah menggenggam erat bolpoint pemberian Hana beserta suratnya. Bahkan Anugrah kerap kali mencium bolpoint itu sebagai pelepas rindunya kepada Hana.
" Hm kenapa rasanya sesakit ini Tuhan?? Kenapa kau beri aku cinta kalau hanya untuk tersakiti seperti ini ?? Apa aku tidak berhak untuk bahagia !! " Anugrah lagi-lagi meneteskan air matanya.
" Han kenapa kamu tega melakukan ini untuk kita berdua ?? Aku yakin bukan hanya aku yang tersakiti tapi juga kamu Han !! Sampai kapanpun takkan ada yang pernah bisa menggantikan posisimu dihatiku " Ucap Anugrah.
Malam yang begitu panjang ditemani dengan tangisan dua insan yang saling memendam rasa yang sama namun harus saling melepaskan sebab Perbedaan pandangan Tuhan diantara keduanya.
__ADS_1
****
Keesokan harinya
Mereka telah selesai berkemas dan akan segera berangkat ke Sekolah.
Seperti biasa Hana dan Arga terlebih dahulu berangkat untuk mengejar waktu sebab mereka hanya berjalan kaki ke Sekolah.
Hana berjalan kaki dengan begitu lambat. Dengan wajah yang sembab, tak ada senyum manis yang menyapa di Pagi hari seperti biasanya. Tak ada omelan Hana sebagai kata pengantar mengawali hari. Tak ada hentakan kaki dari Hana hal yang biasa dia lakukan saat Arga tengah menjahilinya.
Arga yang melihat sikap Hana Pagi ini paham bahwa Hana tengah patah hati. Argapun mencoba untuk menghiburnya.
" Hm awak !! Panggil Arga namun Hana tak menghiraukan.
" Hm awak !! dengar tak saya panggil ?? Teriak Arga pada Hana.
Hana hanya menoleh kearahnya. Tanpa membuka suara. Arga tersenyum melihat Hana menoleh kearahnya.
" Awak oke tak ?? Tanya Arga.
Hana hanya mengangguk tanpa berbicara.
" Hm oke tapikan kenapa muka awak bonyok macam tu ?? Tanya Arga lagi.
Hana lagi-lagi tak bersuara hanya menggelengkan kepalanya.
" Awak tu dahlah jelek tambah lagi muka bonyok macam tu. Aish makinlah jelek sangat tau !! Ucap Arga sengaja agar Hana memarahinya.
Hana hanya menatap tajam kearah Arga kemudian kembali menatap kebawah dengan senduh.
" Aish budak ni. Payah sangatlah memang kalau orang dah jatuh cinta. Selera makan tak de, gairah hiduppun tak nampak macam orang tak de arah tujuan Amboy. " Ucap Arga.
" Hm dasar lelaki es batu !! dah tau aku tengah sedih macam ni bisa-bisanya dia masih menyempatkan meledekku." Batin Hana.
Hana mempercepat langkahnya agar tidak telat ke Sekolah sebab Hana takut akan ketinggalan Bus.
" Tadi lambat sangat dia jalan ini pula dah macam kijang yang tengah diburu, cepat sangat. " Arga tak mengerti dengan Hana saat ini.
Sesampainya di Sekolah semua telah berkumpul di lapangan untuk menunggu giliran menaiki Bus perkemahan.
Satu persatu telah dipanggil dan semua total yang hadir sesuai dengan stock peserta yang terpilih.
" Baik anak-anak silahkan ambil posisi duduk awak masing-masing tapi ingat jangan ade yang duduk bersamaan dengan yang bukan mahrom paham ?? Ucap Bu Zakiyah.
" Paham, Siap laksanakan Cikgu " Jawab mereka serentak.
Semuanya tampak begitu kegirangan, dan bahagia atas perkemahan ini. Lain halnya dengan Hana yang masih saja tampak murung selepas kejadian kemarin malam.
Ranti yang melihat Hana seperti itupun merasa bingung bukannya kemarin malam Hana tampak senang hendak berkemah tapi kenapa pagi ini tampak murung.
" Han, Hana !! Tegur Ranti.
Hana masih saja melamun.
" Hanani Syaufa !! Teriak Ranti dan berhasil membuat buyar lamunan Hana.
" Eh ada apa Ran ?? Kamu kok teriak-teriak gitu sih ? tanya Hana.
" Kamu tu yang kenapa sedari tadi asik melamun saja. Dan itu juga muka kenapa murung gitu bukannya Happy mau berkemah juga. " Ucap Ranti.
" Oh aku murung?? Mana ada aku murung hehe aku hanya merindukan Keluargaku di Indonesia Ran. " Alibi Hana yang tak ingin bercerita yang sebenarnya terjadi tadi malam.
" Hm sabar ya Han, sebentar lagikan kita liburan semester Kitakan bisa balik ke Indo.
So kamu jangan cemas ya, plus nanti sesampai di Bumi Perkemahan kita hubungin Om Tamer ya." Ucap Ranti menenangkan Hana, dan Hana mengangguk iya.
Dibelakang bangku Hana ada Arga yang tengah sibuk memperhatikannya.
" Amboy pandainye kau berlakon." Batin Arga sebab dia tau apa yang terjadi sebenarnya pada Hana.
Bus merekapun melaju dengan kecepatan sedang menuju Bumi Perkemahan.
Melewati persawahan yang terbentang luas dengan amat rapi dan Diiringi dengan Sholawatan sepanjang perjalanan membuat semakin nyaman berada didalam Bus.
Begitulah terkadang Cinta bukan hanya tentang rasa untuk memiliki satu sama lain melainkan juga tentang melepaskan satu sama lain.
__ADS_1
Sevimli 11 September 2020
Salam Hangat dari Author 🌹