
" Jika kau tau rasanya terabaikan ? Apakah kau masih mau mengabaikan orang lain ? "
..." Pelangi Hanani 🌹 "...
****
Malam harinya seperti biasa selepas mereka Sholat Isya berjamaah merekapun melakukan kegiatan makan bersama diruang makan.
Ayahnya Kasih membuka suara untuk memecah keheningan.
Â
" Maaf Tuan sepertinya kite ni kenalah bagi rezki sembako untuk warga Penang, sebab saye rase mereka membutuhkannya." Ucap Ayah Kasih.
" Baiklah, Izaz Ayah selalu percaya Kat awak, sebab awak tak pernah kecawakan Ayah, esok kamu kena antar sembako Kat Penang, boleh ? " Tanya Raja Nazhanul Hakim.
Â
Izazpun tersenyum pada sang Ayah.
" Insya Allah Ayah, boleh sangat Izaz tak de masalahpun pasal tu benda senang je tu. " Jawab Izaz.
Ayahnya pun tersenyum puas atas jawaban Izaz.
" Alhamdulillah, awak memang anak Ayah yang paling boleh diandalkan. " Ucap Raja Nazhanul Hakim.
Tanpa tersadar Kata-kata Raja telah menyakiti hati seseorang, siapa lagi kalau bukan Arga yang merupakan anak dari Raja juga.
Argapun segera meninggalkan Ruang makan tanpa menghiraukan pandangan orang mengenai dirinya.
Hana melihat kepergian Argapun paham bahwa Arga sedang merasa sedikit sakit hati atas perkataan Ayahnya.
Ingin rasanya Hana menyusul Arga namun tidak mungkin dia mengikuti Arga, bisa-bisa banyak yang salah paham akan dirinya
Ternyata Arga pergi menuju Taman, duduk dengan sorot mata yang begitu tampak lesuh memandang kearah Langit.
" Yah, kenapa Ayah tak percaya lagi padaku, bahkan Ayah dengan suke rela mengatakan hal yang tampaknya begitu biasa namun rasanye dadaku terasa sesak kala mendengarnya." Batin Arga tengah menatap langit yang senduh.
Seusai makan selesai Hana dan Ranti izin ke Taman sebentar untuk melihat pemandangan langit malam disana.
Langit kali ini tampak begitu berseri, sebab ditemani bintang-bintang dan juga sang Purnama say Masya Allah 💚
" Masya Allah indah sekali ya pemandangan langit dimalam hari ya Han." Ucap Ranti pada Hana.
Â
Hana yang melihat pemandangan itupun tersenyum manis
" Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan oleh Allah nikmat untuk melihat pemandangan Beautiful Pic ini Ran." Jawab Hana masih menatap langit.
Â
Tiba-tiba saja ada sosok pemuda yang keluar menuju ke pintu gerbang Istana.
Hanya Hana yang melihat sosok pemuda itu sementara Ranti tidak melihat sama sekali.
Ya pemuda itu ternyata adalah Arga.
Â
" Ran, kamu lihat deh kearah sana itu bukannya Arga ya ? " Tanya Hana dengan menunjuk kearah gerbang.
Â
Tapi Arga telah keluar menjauh dari gerbang, sebab itu Ranti tak sempat melihatnya.
" Dimana Han ? ga ada siapa-siapa kok Han. " jawab Ranti tengah menatap kearah gerbang.
" Masa sih kamu ga ngelihat Arga Ran ? aku serius lihat dia keluar dari gebang tadi, jelas banget Mala dia pakai jaket hitam Ran." Kata Hana untuk menyakinkan Ranti.
" Hm ga ada Hana, udah ah kamu salah lihat kali Han atau jangan-jangan kamu terlalu sering mikirin dia ya haha. " Goda Ranti.
" Apaan sih kamu Ran, siapa juga yang mikirin dia aku berkata jujur Ranti ngelihat Arga disana tadi. " Kata Hana lagi.
" Tuhkan kamu emang beneran deh mikirin Arga simanusia es itu mulu" Ucap Ranti dengan tawa.
" ih kamu nyebelin banget sih Ranti, udah ah ayok kita balek. " Ajak Hana karena tidak tahan dengan ledekan Ranti.
" Hahaha, Hana kamu blushing deh wah seorang Hana ternyata bisa baperan hehe. " Ledek Ranti lagi pada Hana.
Hanapun kesal mendengar perkataan Ranti meninggalkannya begitu saja.
" Ya ya pasti marah ni haha." Ucap Ranti
dan menyusul Hana.
Hana masih saja sedang beraduh dengan pikirannya sendiri.
Ya dia merasa bingung sewaktu di Indonesia dia memimpikan sosok pemuda yang mirip dengan Izaz. Tapi sesampai di Malaysia dia tak pernah lagi memimpikan pemuda itu, mala justru pemuda penuh teka-teki itu adalah Arga.
Sesampai ditempat tidurpun Hana masih memikirkan mengenai kejadian-kejadian yang berkaitan dengan Arga.
" Kenapa ya ayahnya Arga bersikap seperti itu sama Arga, plus Arga juga setiap kali Ayahnya memuji Izaz pasti dia berlalu meninggalkan tempat seperti orang yang marah gitu, tapi ya wajar sih anak mana coba yang ga sakit hati ataupun marah kalau seperti tidak dianggap gitu ." Batin Hana sambil menatap langit kamar.
Tepat pukul dua belas lewat dua puluh Argapun kembali ke Istana dan kembali dengan cepat menuju kamarnya.
__ADS_1
Malam yang begitu hangat membuat semuanya tertidur tenang. Namun tetap saja Hana terbangun dipukul dua lewat lima belas
seperti biasa Hanapun melaksanakan Tahajjudnya. Hana meminta agar Allah memberikan petunjuk atas jawaban dari semua yang menjadi kebingungan dirinya.
Karena doa merupakan senjata bagi ummat Islam.
###
" Berdoalah kalian, Niscaya Aku kabulkan " Q.S Al ghafir : 60.
Waktu telah menjelang Shubuh semua orang yang ada di Istana tengah sibuk untuk bergegas ke Masjid. Melaksanakan shalat shubuh berjamaah yang diimami oleh Izaz Ikram. Putra pertama Raja Nazhanul Hakim
dan yang menjadi Muadzin adalah Arga.
Shalat Shubuh berjamaah telah usai dengan begitu hikmah dan penuh kekhusyukan.
Keluar dari Masjid Merekapun bertemu, Izaz tengah mengajak Hana dan Ranti berbincang masalah Sekolah karena Izaz berencana hari ini akan mengajak mereka melihat sekolah baru mereka.
Arga yang melihat mereka tak berniat ikut bergabung justru berlalu meninggalkan mereka. Hana masih saja menatap kepergian Arga, dia merasa bingung dengan sikap Arga yang lebih sering cuek dan dingin.
Â
" *H*m bahkan Anugrah yang awalnya dingin saja bisa mencair Han, kenapa dia tidak bisa, insya Allah akan ada saatnya dia menjadi orang yang hangat tidak dingin lagi Hana. " batin Hana.
Seusai mereka berbincang, merekapun bergegas bersiap untuk kepergian ke sekolah baru mereka.
Sebelum berangkat, mereka sarapan bersama terlebih dahulu, Kasih yang mengetahui bahwa dirinya akan pergi bersama Hana dan Rantipun merasa kesal dan menatap tajam kearah Hana dan Ranti. Berbeda dengan Arga yang memilih pergi sendiri menggunakan motor sportnya.
Â
" Izaz bawak kereta betul-betul tau, awak ni Bawak anak dara sebanyak tiga orang tau kena hati-hati ya Zaz. " Ujar Raja pada Izaz.
Â
Izazpun tertawa mendengar perkataan Ayahnya
Â
" Hehe, baiklah Ayah rilex Ayah, benda senang macam ni boleh Izaz buat." Kata Izaz dengan senyuman pada Ayahnya.
Â
" Hm baiklah, hati-hati dijalan untuk Korang semua ye. " Ujar Ayahnya pada mereka.
" Nak Bawak kereta pelan je ya, tak pe lambat sampai Kat sane yang penting selamat dengar Izaz. " Ucap Ibu Izaz padanya.
Izazpun mengangguk paham dengan perkataan kedua orang tuanya.
Hana, Ranti, Kasih dan Izazpun berpamitan pada Raja Nazhanul Hakim beserta istrinya dan juga Orang tua Ranti.
" Kami pamit semua, Assalamu'alaikum." Ucap Izaz dan melajukan mobilnya.
" Bunda Arga pamit ye Assalamu'alaikum. " Salam Arga pada bundanya.
" Iya Hati-hati ye nak, jangan bawa motor kencang-kencang tau." Ucap Bundanya dengan hangat pada Arga.
Argapun mengangguk dan tersenyum kearah Bundanya dan melajukan motor sportnya.
" Semoga hubungan suamiku dan putra bungsuku segera membaik ya Allah." Batin bunda Arga yang tengah menatap kepergian sang putra bungsunya.
Tak membutuhkan waktu yang lama merekapun sampai ke sekolah baru mereka ya sekaligus sekolah Izaz.
Sekolah yang begitu megah dengan arsitektur bangunan ala bangunan Turkey, berlantaikan lima lantai, bahkan tidak hanya menggunakan tangga darurat melainkan bisa juga menggunakan lift. Dilengkapi dengan Taman yang begitu indah dipenuhi Bunga Tulip disekillingnya tertata dengan begitu rapi sekali.
Hana yang melihat pemandangan disekitar sekolahan itu merasa takjub. Dan seketika dia mengingat saat dirinya Study Banding ke Mata Uli Sibolga ya sekolah itu juga tak kalah keren untuk bangunan dan fasilitasnya.
" Ya Allah kenapa setiap kali ada hal yang serupa aku selalu saja mengingat Anugrah. " Batin Hana.
Tiba-tiba saja ada pemuda yang berdekhem membuat lamunan Hana membuyar.
" Ekhem, awak ni nak jadi batu ke Kat sini atau nak tengok-tengok pasal sekolah ni." Ucap Arga.
Ya pemuda itu adalah Arga yang melihat Hana diam membisu dan tidak menyusul Izaz, Ranti dan Kasih.
" Hm saye nak kenal sekolah nilah bukan nak jadi batu." Jawab Hana dengan sedikit kesal.
" Apa-apaan dia ini, mengatakan orang batu padahal diri sendiri yang es batu, kutub Utara " Upat Hana dalam hatinya.
" Astaghfirullah Hana stoped jangan sampai mengupat dalam hati, dosa tau." Sambungnya lagi dalam hatinya.
Argapun melihat kearah Hana yang seperti orang kebingungan tak merespon Hana dan meninggalkan Hana.
Hanapun menyusul mereka yang menuju kearah perpustakaan. Ya perpustakaan yang begitu besar dengan segala perlengkapan buku yang tertata rapi. Tentu saja hal itu mengingatkan Hana pada sosok Anugrah.
" Hey, gadis aneh kenapa matamu seperti mau keluar dari kadangnya ? Apakah kau baru pertama kalinya melihat perpustakaan seperti ini ? Wah kasihan sekali dirimu !! " Ledek Anugrah pada Hana.
" Ya Allah lindungilah aku dari makhluk akstral China buta yang kasat mata dihadapanku ini ya Allah. " Langsung saja perkataan itu Hana lontarkan.
###
" Masya Allah melihat perpustakaan ini jadi mengingatkanku padamu Grah." batin Hana.
Izazpun menerangkan setiap hal yang berkaitan dengan perpustakaan agar nantinya Hana, Ranti, Kasih dan Arga tidak bingung ketika masuk sekolah.
Kasih yang melihat Hana begitu serius melihat setiap sudut Perpustakaanpun mengambil kesempatan untuk meledeknya.
__ADS_1
" Hello budak kampung kenape ? You baru kali ni ye tengok sekolah cantik macam ni, kasihannya diri you." Kata Kasih pada Hana.
Hana hanya tersenyum saja tanpa membalas perkataan Kasih, dan Kasih yang merasa tidak ada respon dari Hana atas ledekanpun merasa kesal.
" Dasar budak kampung, nak balagak pula you tak punya malu." Kata Kasih dengan kesal.
Ternyata Arga melihat pemandangan itu dan spontan saja dia tertawa. Sebab merasa lucu akan tingkah Kasih ya tentu saja dia yang meledek justru dia yang merasa kesal.
" Hana, Hana gadis yang keren ketika dihina bukannya nak balas balek Mala justru tersenyum tapi siapa sangka juge senyuman itu justru membuat yang menghina merasa kesal haha." Batin Arga dan mengeluarkan tawanya.
Setelah selesai dari ruang Perpustakaan merekapun menuju keruang Lab Bahasa yang beragam. Izaz begitu telaten memaparkan Setiap sudut sekolahannya. Kasih yang masih kesal terus memandang Hana dengan tatapan tajamnya Rantipun melihat kearah Kasih.
" Hey Nona Kasih yang terhormat, turunkan tatapan mata awak yang nak semacam menerkam mangsa tu. " Kata Ranti pada Kasih.
Â
Kasih yang mendengar perkataan Rantipun menoleh kearahnya.
" Mata ni mata ay jadi suke hati ay lah nak tengok siapepun sekalipun budak kampung ni. " ucap Kasih dan menolak Hana.
Â
Untung saja pertahanan diri Hana kuat dan membuatnya tidak terjatuh, Izaz yang melihat tingkah tak baik Kasih ke Hanapun tampak begitu marah.
" Kasih bile awak ni jadi perempuan kasar macam ni ha ? Hana tak de salah apapun sama awak tapi kenapa awak terus-menerus kasar Kat Hana ? " Ucap Izaz dengan nada tinggi.
Kasih yang mendengar Izaz membentaknya pun spontan kaget, karena ini untuk pertama kalinya Izaz membentaknya
" Abang Izaz bentak Kasih ke ye ? " Tanya Kasih kembali.
" Ye, kenape ? " Kata Izaz.
Kasih tak habis pikir dengan bentakan Izaz
" Ini untuk pertama kalinye Abang bentak Kasih tau, itupun sebab budak ni !! Dan Abang tau sebab ape Kasih kasar macam ni ? Tau bang ? Sebab budak kampung ni datang Kat sini bang !! " Kata Kasih tak mau kalah marah dengan Izaz.
" Semenjak budak kampung ni datang Kat sini, Abang jadi berubah bahkan dah berani bentak Kasih bang !! Kasih suke macam ni bang Izaz. " Kata Kasih dan meninggalkan tempat itu.
Arga yang melihat hal itupun tersenyum miring.
"Kasih kasih drama sangatlah hidup awak ni, dan Bang Izazpun bodoh juge selalu nak percaya dengan sandiwara si Kasih ni ." batin Arga.
Izazpun menghampiri Hana.
" Awak tak pe ke ? " Tanya Izaz pada Hana.
Hana menggelengkan kepalanya.
" Saye tak pe, baik Abang susul Kasih Kat sane saye takut kasih kenape-kenape." Pinta Hana pada Izaz.
" Tapiiii. " Belum siap Izaz berbicara Ranti langsung memotongnya.
" apa yang Hana cakap betul bang, Baek Abang susul anak manja tu biar Hana same Ranti je. " Ujar Ranti.
Izazpun tak dapat menolak permintaan mereka dan juga takut Kasih berbuat macam-macam sebab Kasih adalah orang yang sangat nekat sekali.
Ranti pergi sebentar ke Kantin untuk membeli air mineral untuk mereka dan tinggallah Hana dan Arga.
" Hm, awak maklumi jelah sikap budak keciknya Kasih, budak tu memang takkan pernah berubah sudah menjadi tabiatnya
macam tu.Sebab tu awak yang pemikirannya dewasa kena mengalah banyak-banyak tau." Kata Arga dengan senyuman pada Hana.
Spontan saja hal itu membuat Hana bingung sekaligus senang, bingung karena tidak biasanya Arga seperti itu. Sekaligus senang karena ini untuk kedua kalinya Arga berbicara Hangat pada Hana.
Tiba-tiba saja ada telpon berdering masuk di Handphonenya Arga, dan diapun pergi sedikit menjauh dari Hana.
Hana yang merasa heran sekaligus penasaran dengan Arga spontan Saja mengikuti Arga.
Entah siapa yang menghubungi Arga namun perbicangan mereka sedikit terdengar oleh Hana.
" Oke, saye harap mereka tak tau rencane saye sebab kalau mereka tau semua boleh kacau begitu saja. " Kata Arga pada seseorang yang menghubunginya.
Hana yang mendengar perkataan Argapun spontan berpikir sesuatu mengenai Arga.
" Apa maksud dari perkataan Arga, rencana ?
tadi malam juga Arga kemana coba ? Hm mencurigakan sekali apa jangan-jangan Arga dalang di.... Ah ga Hana kamu ga boleh Shudzon sebelum dapat membuktikannya. " Batin Hana dan kembali ketempat awalnya.
Rantipun melihat Hana berjalan seperti takut ketahuan oleh seseorang.
Â
" Hana kamu darimana ? Dan kenapa kamu seperti dibuntuti orang gitu ? Tanya Ranti.
" Ah, tidak aku tadiiii, tadi dari toilet Ran hehe. " Ucap Hana tidak mungkin rasanya dia memberi tau pada Ranti yang sebenarnya.
" Hm, gitu yaudah ini minumnya Hana." Kata Ranti memberikan air mineral pada Hana.
" Terima kasih Ranti." Tutur Hana.
" Sama-sama Han, ohiya Arga mana Han ? Tanya Ranti yang tidak melihat keberadaan Arga.
" Oh Arga tadi ada orang yang hubungi dia makanya dia pergi. " Kata Hana.
" Aku harus mencari tau yang sebenarnya terjadi dan hal apa yang disembunyikan Arga sebenarnya." batin Hana.
__ADS_1
Sevimli 🌹
@andinidalimunthe__