Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 110 Tetap menjadi teman


__ADS_3

" Ada saatnya perbedaan dapat mengubah cinta menjadi luka. Ya, terkadang ada lingkar perbedaan yang sulit untuk disatukan.


Perbedaan iman dan keyakinan.


Bagaimana mungkin kita bersama ?


Kalau kacamata tentang Tuhan saja kita berbeda. Maaf aku tak berminat untuk menggadaikan keimananku.”


..... β€œ Pelangi Hanani 🌹 β€œ.....


Berbulan-bulan sudah Hana tinggal di Mesir, kini ia sudah bisa menyesuaikan diri dengan daerah Mesir. Mulai dari berbahasa sampai juga etika-etika yang berlaku di Mesir.


Hari ini merupakan hari libur para Masisir, pasca mereka telah berjuang melaksanakan ujian termin satu. Jangan tanyakan bagaimana ujian yang dihadapi para Masisir yang pastinya sangat-sangat sulit sekali. Butuh belajar ekstra untuk menghadapainya dan juga persiapan matang.


Beragam hal yang dilakukan para Masisir untuk menyambut Ujian seperti belajar bareng.


Seperti Ta’hiil apa itu ?


Para Masisir yang senior atau yang sudah atau yang sudah sarjana dari Universitas Al Azhar yang sejurusan, kemudian para Masisir junior tersebut meminta para Senior tersebut untuk membantu mereka menjelaskan materi-materi yang akan diujiankan nantinya.


Metode ini cukup kane bagi Masisir junior. Sebab mereka hanya datang dan duduk seraya mendengarkan penjelasan dari Masisir senior yang menggunakan bahasa Indonesia dan dibarengi dengan bahasa Arab yang mudah dipahami oleh para Masisir junior.


Dan alhamdulillah mereka selesai juga melaksanakannya selama satu minggu. Libur semester rasanya membosankan jika tidak digunakan untuk berpergian.


Hana dan temannya pun memutuskan untuk pergi mengunjungi Alexandria, yang terkenal dengan pantai Indahnya.


Hana dan temannya memilih untuk menggunakan jasa bus transportasi untuk pergi ke Alexandria. Setelah selesai dengan perlengkapan yang sudah siap.


Hana pun pergi menjemput temannya di kamar sebelahnya.


β€œ Sa ! panggil Hana.


β€œ Iya Han, sebentar.” sahut Raisa.


Ya, Raisa Lyora.


Teman Hana di masa Tsanawiyah dulu, teman yang kerap kali menghinanya bahkan juga merendahkan Hana. Namun, setelah tiga tahun berlalu telah banyak perubahan yang terjadi pada Raisa.


Selepas Tsanawiyah orang Raisa memaksanya untuk mondok di salah satu pesantren di Medan.


Banyak pelajaran yang Raisa jalani selama di pesantren hal inilah yang membawa peruabahan baik dalam dirinya. Tidak lagi sombong, tidak suka menghina bahkan sekarang tutur bahasanya jauh lebih lembut.


β€œ Nima udah selesai belum, Sa ? teriak Hana bertanya.


β€œ Udah siap aku dari tadi, Han.


Kawan ko itu yang lama.” jawab Nima yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Hana.


Nima Hasina Silalahi merupakan teman pondok Raisa, yang juga menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar. Nima berasal dari Daulu, Brastagi Kabupaten Karo. Ya, Nima bersuku batak. Bahkan aksen bataknya tak terlepas darinya.


β€œ Hm, biasalah Nim. Namanya juga cewekkan. Hehe.” ujar Hana.


Nima pun hanya menyebikkan bibirnya pasrah.” Memang kek gitulah kalau cewek tulen.” Ucapnya.


Setelah beberapa menit kemudian akhirnya, manusia yang di tunggu-tunggu keluar juga.


β€œ Ayo berangkat ! ajak Raisa.


Hana dan Nima menoleh kepada sosok yang bersuara.


β€œ Udah siap ko ?


Udah pala sampe orang ke Merauke barulah ko siap. Macam artislah kau ! Lama kali bersolek.”


Nima bukannya marah ya guys, hanya saja pembawaannya seperti ini.


Raisa dan Hana pun tersenyum melihat raut kekesalan di wajah Nima.


β€œ Ulu... Nanti aku beliin kau roti, biar gak ngambek lagi kau.” Kata Raisa merayu Nima.


β€œ Udah-udah jangan berantem lagi, ayuk buruan ke Halte nunggu bus.


Iya kali kita ketinggalan bus, kan gak lucu.” ajak Hana.


Mereka pun berangkat ke Halte, dimana tempat biasa menunggu bus Rute Alexadria.


Cukup lama mereka menanti bus rute Alexdria datang. Ketiga duduk dibangku Halte sibuk dengan kesibukan masing-masing.


Hana sibuk memantau bus, Raisa sibuk dengan instagramnya dan kalau Nima apalagi kalau bukan sibuk dengan Gamenya.


Ssstttt.....sebuah bus berhenti.


β€œ Alexandria !! teriak sang supir.


β€œ Ayo guys naik ! ajak Nima.


Hana dan Raisa pun segera naik ke bus menyusul Nima.Beruntung ada empat kursi yang kosong, cukup untuk mereka bertiga.


Perjalanan dari Kairo ke Alexandria memakan waktu sekitar dua jam setengah menggunakan bus jika jalanan sepi tidak macet, jika macet bisa jadi melebihi dari itu.


.


.


Sudah hampir tiga jam kami diperjalanan, dan akhirnya sampai juga.


β€œ Ah ini dia pantainya.


Cantik kali woy ! ucap Nima kegirangan, ia pun berlari menuju pantai.


Pantai Alexdria ini biasa juga disebut laut Mediterania. Ya menjadi salah satu destinasi romantis yang kerap kali ramai pengunjung.


Terletak di tepi jalan umum, tak heran jika ada banyak orang yang berajalan-jalan di tepian pantainya. Baik dari kalangan kota ataupun desa, karena tempat strateginya tadi.


Apalagi jika senja tiba, pengunjung semakin banyak di pantai ini, baik mereka yang hanya sekedar berlalu, berjalan-jalan di tepi pantai atau mereka yang memang berminat untuk bertamasya di sini.


Di sekitar pantai ada para pedagang yang menjajalkan dagangannya mulai dari makanan, minuman sampai pernak-pernik ala-ala pantai.


Hana, Nima dan Raisa memilih untuk duduk di tepi pantai dan memasang perlak kecil sebagai alas duduk mereka.


β€œ Wah anginnya sejuk sekali.” ucap Raisa saat tubuhnya tertepah angin.

__ADS_1


β€œ Nengok laut bawaannya jadi pengen mandi aku.” Imbuh Nima.


Hana tersenyum lebar melihat kedua temannya itu senang berada di pantai ini.


β€œ Alhamdulillah, setelah diterjal ujian yang begitu menguras otak,tenaga dan pikiran. Akhirnya kita bisa repfresing untuk melepaskan penat.” Ucap Hana pada kedua temannya.


Raisa dan Nima pun menoleh pada Hana seraya tersenyum.


β€œ Iya, alhamdulillah.” kata mereka serentak.


Drrttt.... tiba-tiba saja ponsel Hana berbunyi.


Hana meraih ponselnya di sling bad nya. Menatap layar ponselnya sudah tertera panggilan Anugrah masuk di ponselnya.


β€œ Anugrah.” Gumamnya.


β€œ Ah bentar ya, aku angkat dulu.” Pamit Hana pada Nima dan Raisa.


Nima dan Raisa menganguk mengizinkan.


Hana pu memilih sedikit menjauh dari kedua temannya, dan dengan tangan bergetar akhirnya ia menerima panggilan Anugrah.


β€œ Asss---


Eh ada apa, Nug ? ralat Hana, menyadari Anugrah bukanlah seorang muslim.


β€œ Merhaba ! sapa Anugrah di sebrang telpon.


Hana tersenyum dibalik ponselnya.


” Apa kabar, Nug ? tanya Hana.


β€œ Puji Allah baik, Han.


Kamu gimana ? tanyanya balik.


β€œ Alhamdulillah baik juga.


Ahiya, kamu belum jawab pertanyaan pertama aku tadi !


β€œ Yang mana sih ? pura-pura tidak tau.


β€œ Hm, kamu ada perlu apa nelpon aku ?


β€œ Perlu unsur K, KANGEN ! jawab Anugrah.


Degg...


Hati Hana sedikit deg-degan mendengarnya.


Entahlah, entah darimana perasaan ini datang, padahal Hana sudah berusaha untuk melepaskan perasaanya pada Anugrah.


Karena baginya mencintai seseorang yang tidak beriman pada Allah adalah sebuah kesalahan terbesar.


β€œ Grah !


Bisa gak ? Kalau ngobrolnya gak usah pake perasaan ! pinta Hana dengan lembut pada Anugrah.


tapi mau bagaimana lagi jika itu keinginan Hana, Anugrah bisa apa ?


β€œ Aku masih punya kesempatan gak Han ? Buat minta kamu jadi Zainab binti Muhammadku?


Hana menggigit bibir bawahnya, entah untuk berapa kalinya pertanyaan ini Anugrah tanyakan padanya.


Sejanak Hana menjauhkan ponselnya darinya, sebab air matanya kini mulai menetes.


Ia tak ingin jika Anugrah mendengar tangisannya.


Hahhh... Hana menghela nafasnya.


Kemudian merilekskan dirinya.


β€œ Jangan tanyakan pertanyaan yang sudah jelas kamu tau jawabannya, Anugrah !


Hahaha... Terdengar tawa renyah dari Anugrah.


β€œ Ternyata tak selamanya perbedaan dapat menyatukan segalanya ya.” Ucap Anugrah.


β€œ Ya, ada saatnya perbedaan dapat merubah cinta menjadi luka. Karena terkadang ada lingkar perbedaan yang sulit untuk satukan.


Kening Anugrah berkerut , mencoba mencerna perkataan Hana.


β€œ Seperti ? tanyanya.


β€œ Perbedaan iman dan keyakinan.


Bagaimana mungkin kita bersama kalau kacamata tentang Tuhan saja kita berbeda.” Hana menjeda ucapnya, menarik nafasnya kemudian membuangnya perlahan.


β€œ Maaf, aku tak berminat untuk menggadaikan keimananku ! tegas Hana pada Anugrah.


Anugrah terdiam , tak bergeming sama sekali.


Benar saja, cinta beda agama itu bukan hanya melibatkan dua orang saja, melainkan dua keluarga yang berbeda bahkan juga pandangan terhadap Tuhan yang berbeda.


Cinta beda agama itu ibarat mata pisau yang siap menghunus keduanya, menyatu akan menyakitkan dan melepaskan juga begitu.


Akan tetapi, Anugrah memang benar-benar ingin memeluk Islam bukan karena Hana, melainkan hatinyalah yang tergerak akan Nur islam.


Entahlah, Anugrah tidak mengerti harus bagaimana lagi menyakinkan Hana.


Ia pun tersenyum, meski hatinya membiram.


β€œ Aku baru menyadari bahwa wanita yang kuanggap sebagai Zainab binti Muhammadku adalah Nusaibah binti Ka’abnya orang lain.


Akan tetapi dengarlah Han, aku akan tetap menjadi Abul Ash dengan atau tanpa adanya Zainab binti Muhammad. Aku akan tetap berjuang untuk menjemput kalimat syahadat.” ucap Anugrah berusaha tegar meski hatinya memar.


Perkataan Anugrah membuat rasa bersalah dihati Hana semakin menjalar kemana-mana. Ia mulai terisak bahkan tangan yang menggenggam ponselnya sudah gemetaran hebat.


β€œ Maafin aku.” Lirihnya.


Anugrah tersenyum.

__ADS_1


” Tapi kita masih temenan kan ? ujarnya.


Hana mengangguk.” Iya Anugrah.”


β€œ Itu udah lebih dari cukup kok buat aku.”


Sudut bibir Hana tertarik melengkung di balik tangisnya.


β€œ Tetap jadi pelangi untuk semua orang ya, terutama aku Han ! Doain aku dipermudahkan proses pencarian pembenaran itu ya, Han, agar segera aku bisa memeluk Islam.” Ungkap Anugrah pada Hana.


β€œ Insya Allah, doa agar Allah memberikanmu hidayah dan segera memeluk Islam adalah salah satu yang terdaftar di prioritas doaku.” Jujur Hana tanpa sungkan.


Ucapan itu membuat Anugrah senang dan juga bahagia, sebab ia bersyukur gadis sesholeha Hana mau mendoakannya bahkan memprioritaskan dirinya.


β€œ Terima kasih, Han.” Ucapnya.


β€œ Sama-sama.


Semangat berjuang Grah !


Hana pun melirik ke arah sahabatnya yang sudah melambaikan tangannya padanya.


Ah, terlalu asyik mengobrol membuat Hana melupakan waktu.


β€œ Ah udah dulu ya, Grah ! Aku lagi sama temanku.


Gak enak lama-lama ninggalinnya.” Pamit Hana.


” Ohiya Han.


Jadi gak enak ni gangguin kamu yang lagi asyik sama teman kamu, maaf ya.”


β€œ Iya gak apa-apa kok, aku tutup ya.


Asss--- eh selamat sore.” Hampir saja Hana keceplosan lagi.


β€œ Iya Han.”


Dan akhirnya Hana pun mengakhiri panggilan dan kembali menghampiri teman-temannya.


β€œ Ko nelpon siapanya, Han ? Tumben kali betah, biasanya lima menit aja kau gak betah.” Tanya Nima penasaran.


Tidak biasanya Hana seperti ini.


Hana pun menatap Raisa, Raisa yang tengah sibuk makan ditatap seperti itu oleh Hana merasa heran.


Aku punya salah apa sampai dilihat sperti ini ?


benak Raisa.


β€œ Sa ! panggil Hana.


β€œ Iya Han.” Sahutnya


β€œ Kamu masih ingat Anugrah pemandu kita waktu study banding ke Mata Uli ?


UHUK-UHUK.. Raisa tersedak saat mendengar nama Anugrah.


β€œ Sa ! Pelan-pelan.” Ujar Hana.


Raisa pun langsung berdiri.


” Ah, aku ke toilet bentar ya.” Pamitnya.


Hana pun ikut berdiri.” Aku temenin.” Katanya.


Namun Raisa melarangnya.” Gak usah, Han. Aku sendiri aja.”


Terpaksa Hana pun kembali duduk menuruti permintaan Raisa.


Ada yang aneh dengan Raisa kenapa tiba-tiba seperti ini ? Benak Hana.


" Han ! Siapa tadi kau bilang namanya.


Anugrah ? tanya Nima.


Hana mengangguk." Iya Nim." jawab Hana.


" Kurasa dialah itu laki-laki yang selalu dicari-cari si Raisa di medsos dah." kata Nima pada Hana.


Mengingat sewaktu di Pondok. Saat mereka cuty asrama pasti ke warnet, buat internetan.


Tanpa sengaja Nima beberapa kali melirik Raisa yang tengah asyik memainkan Facebooknya dan menstalker orang yang bernama Anugrah.


" Orangnya putih, Cipit matanya gantenglah tebilang kan ? tanya Nima memperjelas.


Benar itu ciri-ciri Anugrah.


" Iya Nim." jawab Hana.


Hana pun mengambil ponselnya dan mengutak-atiknya mencari sesuatu.


Setelah ketemu ia pun menunjukkannya pada Nima.


" Ini orangnya, Nim ? Hana menunjukkan Poto Anugrah pada Nima.


" Ha paslah ini orangnya."


Ha ? Ada apa ini.


Dari semua cerita Nima tadi Hana menarik kesimpulan bahwa Raisa tengah menjadi stalker Anugrah.


Tapi, untuk apa dia melakukannya ?


Timbul tanya dalam benak Hana.


Bersambung...


Sevimli 17 July 2021


Salam hangat dari Author

__ADS_1


Jangan lupa like and votenya ya :)


__ADS_2