Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 28 Bumi Perkemahan


__ADS_3

" Sebenarnya bukan takdir yang berperan mempermainkanmu. Melainkan Cintamu kepada manusia yang berlebihanlah yang berperan utama mempermainkanmu."


..." Pelangi Hanani 🌹 "...


****


Sudah Tiga jam perjalanan berlalu akhirnya mereka sampai di The Habitat Penang Hill juga.


Tampaklah beragam wisata disana.


Bukan hanya hutan tropis bahkan berbagai wahana juga. Seperti Kereta miring atau yang biasa disebut kereta gantung yang bisa mengangkut sampai 100 penumpang, ada Hill Railway yang dibangun sekitar tahun 1903-1923. Dan juga ada sebuah Cafe yang bernuansa Casual. Yang didalamnya disuguhkan berbagai macam food and drink yang menggunggah selera.


Bahkan juga ada Kebun Flaora dan Fauna yang melengkapi panorama kawasan wisata itu. Say Masya Allah untuk tempat keren ini.


Panorama keindahan alam Penang Hill akan lebih sempurna jika dilihat dari Curtis Crest Tree top. Ya platfrom tertinggi di Penang yang mencapai 880 Mdpl.


Jika dilihat di sisi kanannya akan tampaklah pemandangan laut Andaman yang terbentang luas dengan blue seenya, dan disebelah kiri tampaklah Langkawi, Penang Bridge.


Dan terakhir Langurway, jembatan yang menghubungkan pepohonan-pepohonan rindang dengan panjang 230 m.


Say Masya Allah sungguh keindahan alam yang sempurna. Dan bagi siapapun yang berkunjung maka wajib mengabadikan setiap momen ditempat indah ini.


Satu persatu peserta kemah turun dari Bus, semua memandang takjub panorama keindahan didepan mata mereka.


Terutama gadis yang memakai gamis Coklat susu tak berhenti mengucapkan Masya Allah.Gadis itu ialah Hanani Syaufa, gadis yang sudah hampir setahun berada di Malaysia namun ini untuk pertama kalinya dia menikmati keindahan Negri Menara kembar ini.


Ya wisata yang sangat cocok menambah keharmonisan keluarga 🌹.


" Masya Allah Ran, ini tetap yang menakjubkan sekali." Ujar Hana tengah menghirup udara segar.


Tanpa sadar ada sosok lelaki yang memandang Hana dari kejauhan.


" Cantik, dia sangat cantik " Gumamnya dengan senyuman khasnya.


Setelah semuanya turun dari Bus, merekapun dibariskan kembali untuk mendengarkan informasi apa saja kegiatan dalam perkemahan kali ini.


" Assalamu'alaikum anak-anak.". Salam pembuka dari Ibu Kiran.


" Waalaikumussalam Cikgu. " Jawab mereka bersamaan.


" Baiklah, Cikgu nak bagi tau Korang bahwa Perkemahan hanya diadakan dalam enam hari dan kita gune lokasi Kat Hutan Purba sane bukan Kat sini." Ucap Ibu Kiran.


Semua yang mendengar informasi itupun kecewa sebab mereka kira tempat Indah inilah yang akan menjadi bumi perkemahan mereka.


" Alah kenapa macam ni." Ucap salah satu peserta kemah.


" Amboy kenapa pula boleh macam ni."


" Ya Bu Kiran ga seru banget milih tempat !! " Ujar Ranti.


" Boleh diam tak !! " Kata Ibu Kiran.


Semuapun terdiam tanpa suara.


" Cikgu belum selesai cakap Korang dah bising macam ni !! Cikgu cakap kite Kat sini selama enam hari. Lima hari untuk aktivitas Kemah dan satu hari untuk Liburan sepuasnya di semua wisata Kat The Habitat Penang Hill ni. Paham tak ?? Tanya Ibu Kiran.


Semua yang tadinya kesal dan kecewa akhirnya kegirangan mendengar kabar itu.


" Uyee."


" Alhamdulillah."


" Ye kite bebas."


Sorak mereka kegirangan.


Begitu juga dengan Hana dan Ranti tampak senang sekali.


" Ran entar kita bakalan naik kereta gantung itu ya Ran wajib pokoknya." Kata Hana menekankan pada Sepupunya.


Ranti terkekeh mendengar perkataan Hana.


" Hehe baiklah Hana." Ucap Ranti menggandeng tangan Hana.


" Ohiye satu soal lagi. Untuk hari pertama kite akan buat aktivitas awal mengenai pasang tenda dengan betul. Untuk hari kedua kite akan adekan perlombaan diwahana air sane.


untuk hari keempat kite akan adekan cerdas cermat antar grub. And last day kite adekan game pencarian sebuah rahasia yang dilakukan pergrub.Nanti Cikgu akan bagi tau ye, in now mari kite melangkah Kat Hutan Purba." Kata Ibu Kiran.


Semua berjalan menuju Hutan Purba tersebut. Bahwasanya diketahui Hutan itu sudah berusia 130 tahun yang setiap tahunnya terjadi musim hujan tropis di Hutan Purba tersebut.


Sebelum sampai kesana terdaftar Stand Astaka terlebih dahulu. Ya tempat pembayaran tiket untuk semua wisata. Sekolah Hana telah membooking Hutan Purba untuk kegiatan perkemahanpun selama enam hari yang bisa dikatakan biayanya cukup besar.


Di Hutan Purba.


" Baik murid-murid silahkan ambik kertas ni gune tengok grub kalian!! " Ucap Ibu Kiran dan memberikan beberapa kertas yang berisi nama-nama kelompok mereka.


Dan terteralah dikelompok dua atas nama


Argasyah Nazhanul Hakim, Rayhan Zein, Hanani Syaufa dan Ranti Azlani.


Sementara Kasih dan Izaz terdapat dikelompok yang sama yaitu kelompok tiga.

__ADS_1


" Aih kenapa aku selalu sekelompok dengan manusia patung ini coba." Batin Hana masih dengan melihat kertas kelompok tersebut.


Sementara Arga merasa senang satu kelompok dengan Hana.


Arga tengah mendekati Hana mencoba menggodanya.


" Aku rasekan kite ni dah berjodohkan asyik-asyik satu grub je. Pasti awak senangkan satu grub dengan aku." Ujar Pria dingin itu dengan pedenya.


Hana melotot kaget mendengar perkataannya. " Ha ? Senang awak cakap? Aih come onlah tak de maknapun saye satu grub dengan awak! tak de siapepun yang nak satu grub dengan Lelaki patung macam awak ni,yang selalu buat orang emosi ishh." Geram Hana dan meninggalkan Arga.


Arga tertawa melihat ekspresi Hana yang sangat kesal dengannya. Ya membuat Hana kesal seperti itu adalah kesenangan tersendiri bagi Arga.


Tenda untuk lelaki berada disebelah kanan sementara perempuan berada disebelah kiri.


Semua grub saling membantu satu sama lain dalam membangun tenda masing-masing.


Dalam satu tenda berisi empat orang agar mereka sedikit leluasa berada ditenda.


Tidak butuh waktu lama tenda milik murid lelaki telah selesai berdiri. Sementara Perempuan masih saja ada yang belum sempurna berdiri. Ya tenda grub Hana belum sempurna berdiri.


Arga yang melihat Hana kesulitan membangun tenda bersama temannya. Argapun berniat membantunya, akan tetapi Izaz sudah terlebih dahulu datang membantu.


" Boleh Abang tolong tak ? Tanya Izaz pada Hana.


Hana menoleh ke arah Izaz " Eh Abang Izaz tak payahlah kejap lagi siap ni hehe." Jawab Hana.


" Hm tak de kata penolakan untuk ini." Kata Izaz yang mencoba memperbaiki tenda Hana agar bisa sempurna berdiri.


Hana tersenyum manis pada Izaz dan terus menatapnya.


" Astaghfirullah Hana ga boleh kek gini ingat dosa Hana." Batin Hana.


Arga yang melihat Hana memperhatikan Izaz tersenyum miring dan menatap tajam Hana.


" hm kenapa aku tak senang macam ni tengok Hana dekat dengan Bang Izaz ye, tak boleh Arga hatimu hanya ditakdirkan untuk Jihan ingat Arga." Batin Arga yang mengingat Jihan cinta pertamanya.


" Aku merindukanmu Jihan." Ucap Arga berlaku menuju tendanya.


Tak terasa waktu dzuhur telah tiba.


Ya mereka melaksanakan sholat dzuhur berjamaah yang diimami oleh Izaz dan sebagai Muadzin adalah Arga.


Argapun mengumandangkan adzan dengan begitu merdu. Bak suara Qori internasional seperti Ustadz Al Nufais.


" AllahuAkbar AllahuAkbar." Lantunan adzan Arga.


Entah kenapa hati Hana bergetar kala mendengar suara adzan yang terkumandang dari Arga.


Setelah selesai adzan merekapun melaksanakan Sholat berjamaah.


Sebab dalam Islam " Berjamaah itu Rahmat sementara berpisah itu ahzab."


Setelah selesai melaksanakan Sholat merekapun diberi tugas untuk perempuan menyiapkan makanan sementara lelaki bertugas menyediakan tempat untuk makan bersama nanti.


Semua murid perempuan tengah disibukkan memasak terkecuali Kasih. Yang sama sekali tidak mau menyentuh apapun yang berkaitan dengan dapur. Kasih justru sibuk berselfie ria dengan pemandangan disekitar Penang Hill.


Ibu Kiran yang memperhatikan Kasihpun menegurnya.


" Kasih awak tak nampak ke mereka ni tengah buat ape ? " Ujar Ibu Kiran.


Kasih hanya memberi muka masam kemudian ikut membantu mereka dengan terpaksa.


Hana tampak begitu ahli dalam hal memasak sebab dirumahnya dia selalu membantu Ibunya memasak.


" Wah Hana kau sangat pandai memasak. Kau memang terbaik dahlah cantik, baik, Sholih,rajin, pinter masak pula hm Masya Allah perfect to." Ucap Wardah pada Hana dengan jujur.


" Eh tak delah, kite sama je semua ni kite semua perfect juge hehe." Ucap Hana tak ingin menyanjung dirinya.


Arga yang mendengar obrolan merekapun seketika bibirnya tertarik untuk tersenyum.


" Hana,Hana awak tu memang selalu rendah hati tak nak sombongkan diri." Ucap Arga dalam hatinya.


Setelah selesai menyediakan makanan akhirnya merekapun makan bersama.


Hana duduk disebelah Ranti.


Mereka makan sambil sedikit mengobrol agar suasana tetap hidup dan tidak hening. Saling bergurau satu sama lain. Saling tertawa ria.


Ternyata sedari tadi Arga tak henti memalingkan pandangannya dari Hana.


Tanpa sengaja Hanapun menatap kearah Arga. Dan akhirnya bola mata antara mereka berduapun bertemu.


Tampaklah senyum merekah diwajah Arga. Hana yang melihat itu terheran karena Arga adalah manusia patung, yang sangat sulit untuk menimbulkan senyum diwajahnya.


" Aih kenapa manusia patung ini memandangku dengan senyum seperti itu dah gile ke atau tengah kerasukan." Hana tengah beraduh dengan pikirannya dan memalingkan pandangannya.


Sampai akhirnya mereka selesai makan pikiran Arga tak luput dari Hana.


" Wey Ga, nak tetap duduk kat situ sampai bile ha ? Tanya Rayhan membuyarkan lamunan Arga.


" Eh dah selesai ke ? Tanya Arga kembali.

__ADS_1


" Hm kau tak nampak ke ? tinggal kite dua je Kat Sini." Ucap Rayhan yang bingung dengan Arga.


Argapun melirik ke kanan dan ke kiri benar saja semua orang telah kembali dengan aktivitasnya masing-masing.


" Amboy aku tengah melamun dari tadi rupanye." Arga tersadar menggelengkan kepalanya merasa lucu dengan tingkahnya.


" Aku rase kau ni tengah jatuhlah Ga !! Ujar Rayhan yang memperhatikan tingkah aneh temannya itu.


Arga tertawa kecut " Haha tak delah aku tengah menikmati keindahan Kat sini je bukan tengah jatuh cinta." Ucap Arga membereskan tempat makannya menuju ke Pembersihan peralatan dapur yang kotor.


" Arga, Arga mulut kau biselah nak tipu tapi mata kau tak biselah tipu aku." Rayhan tertawa pelan.


Sesampai di Pembersihan peralatan dapur yang kotor tampaklah Hana yang tengah sibuk membersihkan barang-barang kotor itu.


Arga hanya tersenyum sambil menyerahkan piring dan gelas kotor miliknya. Hana hanya mengambilnya tanpa membalas senyuman Arga.


" Yang rajin ye !! biar bise jadi Istri Saye yang baik." Goda Arga pada Hana.


Hana yang mendengar perkataan Arga langsung saja melemparkan piring yang digenggamnya namun Arga berhasil menghindar.


" Dasar Lelaki patung gile !! Ucap Hana kesal melihat tingkah Arga.


Arga tertawa bahkan terbahak dan meninggalkan Hana. " Bye calon istri sholih."


Hana bukan hanya kesal tapi juga sangat malu sebab bukan hanya dirinya yang berada disana melainkan ada Ranti,Wardah dan yang lainnya juga. Semuanya tertawa dengan tingkah laku Arga dan Hana.


" Aku rasa ya Han Arga tu dah mulai jatuh hati ke kau Han." Bisik Ranti.


Hana mencubit lengan Ranti." Aww sakit Hana!! kau ini sangat bar-bar !! Ucap Ranti.


"Oleh sebab itu Ranti kalau ngomong jangan suka ngawur !! Kata Hana.


" Astaghfirullah siapa yang ngawur coba !! Orang juga ngomong yang benarnya." Jujur Ranti merasa bahwa Arga sudah mulai suka dengan Hana.


" Dahlah aku ga mau bahas masalah ini, nah dah siap tinggal Korang susun Kat sane." Ujar Hana untuk memalingkan pembicaraan.


" Aku memang kagum padamu Ga, tapi aku tak ingin rasa ini lebih dari kapasitasnya sebab hati tak belum siap untuk terpatah kembali." Batin Hana.


Ditengah perjalanan menuju tenda Hana dan Ranti melihat bahwa Kasih tengah memarahi salah satu teman mereka. Hana dan Ranti menghampiri Kasih untuk menghentikan tindakannya.


" Kasih lepaskan die, kasihan die !! Ujar Hana yang tengah menghentikan Kasih memukuli gadis itu.


" Aih ape kau ni Kasih tak de malu ke kau ni! lepaskan die." Ucap Ranti mendorong Kasih.


" Hm Awak tak pikir ke ? kenapa awak macam ni Kasih ? Awak ni perempuan bagaimana bisa sanggup menganiaya perempuan lain." Ucap Hana.


" Ape yang die buat sampai buat awak macam ni Kat die ? Tanya Hana pada Kasih.


" Die salah sebab die kata aku ni tak pantas bersanding dengan Bang Izaz, die kata kau yang pantas bersanding dengan Bang Izaz !!


Kenapa ? Kau pasti puaskan mendengarnya ha?? Dasar perebut kebahagiaan orang! Kau tau semenjak kau menginjak tanah Negri kami ni Bang Izaz berubah drastis tau !! Ucap Kasih dengan emosi dengan mata berkaca-kaca.


" Perhatiannya mulai berkurang padaku semenjak kau tibe Kat Istana!! Begitu juge die tu tak pernah sekalipun marah Kat aku tapi sebab kau die berani bentak aku tau!! Dan sebab kau juge Bang Izaz mulai menjauhiku. Kau senangkan sebab Bang Izaz ade hati Kat kaukan. Apa sekarang aku puas ?? Tanya Kasih tengah mencengkeram Hana.


" Aaakuuu tak de maksud buat itu semua Kasih! Bang Izaz tak berubahpun die tu tetap perhatian kat awak. Kasih awak ni tengah salah paham je." Kata Hana mencoba melepaskan cengkraman Kasih.


" Hey ape awak ni Kasih, lepaskan Hana!!


Kenapa sekarang awak jadi kasar macam ni Kasih ? Tanya Ranti dan melepaskan cengkraman Kasih.


Kasih tertawa sinis " Kau tau kenapa aku bise kasar macam ni ha ? Sebab sepupu tak tau diri kau ni yang merebut Bang Izaz dari aku." Ucap Kasih mendorong Hana dengan kasar dan berlalu meninggalkan mereka.


Hana hampir saja terjatuh. Untung saja pendirian Hana cukup kuat untuk menahan dirinya agar tidak terjatuh.


" Kasih awak salah paham je! Semua sayeng Kat awak. Bang Izaz lagi die sangat sayangkan awak Kasih. Die always beri awak perhatian. Abang Izaz awak tak berubah sikitpun. Bang Izaz tak de hatipun kat Saye, die hanya ade hati Kat awak Kasih !! Percayalah Kasih." Teriak Hana pada Kasih yang berlalu.


" Kau nak aku percaya?? Bulshitt !! Ucap Kasih dengan tawanya.


Hana tak habis pikir bahwa Kasih sampai berpikir seperti itu.


" Apa memang benar aku ini sudah merusak kebahagiaan Kasih." Tanya Hana pada Batinnya.


" Sudahlah Han ga usah terlalu dipikirkan si Kasih itu. Ga lama lagi dia bakal sadar kok kalau yang dia pikirkan salah." Ucap Ranti mencoba menenangkan Hana dan memeluk sepupunya itu.


" Hm Semoga saja Ran." Membalas pelukan Ranti.


" Hana saye minta maaf ye sebab saye awak jadi gaduh macam ni dengan Kasih." Ucap gadis yang hampir saja dihajar Kasih bernama Elmay.


" Eh tak pelah biase je. Sebab terkadang dalam pertemanan macam nikan. Gaduh sikit takpelah biar kite semakin tau letak kekurangan dan kelebihan kite Kat mane biar kite bise sama-sama memperbaikinya. Sebab terkadang gaduh ni juge membuat kite lebih dewasa sikit. Ya kite jadi berpikir mengenai letak kesalahan kite kat mane, kenapa bise gaduh macam ni. Ya pokoknya kite jadi bisa introspeksi diri kite hehe." Ujar Hana pada Elmay.


Elmay tersenyum bangga melihat Hana yang begitu dewasa dalam menyikapi apapun.


" Makasih banyak Hana." Ucap Elmay.


" Sudah-sudah, mari kite balik ke tenda." Ajak Ranti pada Hana.


Hana dan Elmay mengangguk setuju dan akhirnya mereka kembali menuju tenda.


Begitulah terkadang rasa cinta yang berlebihan dapat membuat yang lembut bisa menjadi kasar. Dan juga yang baik bisa berubah menjadi sedikit jahat.


Sevimli salam hangat dari Author 🌹

__ADS_1


Kalau suka sama cerita aku jangan lupa like, komen dan Votenya ya.


__ADS_2