
" Selagi kita masih punya alasan untuk tertawa, kenapa kita mesti menutupinya dengan Kamuflase tangisan ?
..." Pelangi Hanani 🌹"...
####
Seusai mereka makan bersama di salah satu Restauran di Penang. Mereka singgah sebentar di Masjid untuk melaksanakan Sholat Isya. Ya, lagi dan lagi mereka tak pernah lupa berdoa untuk kesembuhan Hana, sahabat mereka.
" Ya Allah aku tak pernah tau sepenuhnya makna dari perasaan ku ini kat Hana, namun aku yakin perasaan ini merupakan anugrah dari Engkau. Ku mohon jagalah Hana ya Allah, dia gadis nan Sholeha, sembuhkanlah dirinya ya Allah selayaknya Engkau menyembuhkan Nabi Ayyub." Ucap Izaz dalam doanya.
Setelah sholat Isya mereka kembali ke Rumah Sakit untuk melihat perkembangan Hana.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di Rumah Sakit.
Settt... Mobil telah terparkir di tempat
" Ran !! Panggil Rayhan yang berniat meminta maaf sebab Ia meresa bersalah atas perlakuannya tadi.
Ranti hanya menatap Rayhan tajam tanpa bersuara.
" Ran !! Aku nak minta." Ucapan Rayhan terpotong.
" Mau minta maaf ?? Dah basi !! Jawab Ranti pergi meninggalkan Rayhan.
" Haish." Ucap Rayhan mengacak-acak rambutnya.
Arga yang melihat Rayhan seperti itupun meledeknya.
" Kalau cinta diperjuangin bray, jangan sampai kena ambik orang pula !! Kata Arga menepuk bahu Rayhan.
Rayhan terkejut mendengar perkataan Arga.
" Oy apelah kau ni !! Cinta pula, aku tak de rasapun kat die." Jawab Rayhan agak sedikit gugup.
" Ahaha sudahlah Ray, tak payahlah kau nak tipu sahabat kau ni !! Kata Arga.
Rayhan pun terdiam tengah memikirkan perkataan Arga.
" Woy kau nak berdiri kat sini sampai bila ?
Tanya Arga pada Rayhan.
Lamunan Rayhanpun buyar. " Eh Jomlah kita masuk !! Ajaknya.
Arga geleng kepala melihat tingkah Rayhan, ia tak tau apa yang tengah melanda perasaan Rayhan saat ini.
Sampai di Ruangan Hana tampaklah sosok suami istri yang sangat dikenal baik oleh Arga. Ya mereka adalah kedua orang tuanya.
Arga, Izaz, meraih tangan ayah dan bundanya untuk Salim.
Sementara Rayhan hanya menyalim ayah mereka dan Ranti hanya menyalim Bunda mereka.
" Baru sampai kah ? Tanya Izaz pada Ayahnya.
" Hm lima belas menit yang lalu." Jawab Ayahnya melirik ke arah Arga.
Arga hanya menunduk, sebab ia sadar bahwa ayahnya masih dalam keadaan tidak menyukainya perihal masalah Jihan.
Bunda Arga melihat tangan Arga yang terluka dan sama sekali belum diobati.
" Astaghfirullah, tangan awak ni kenape tak diobati ha ?? Teriak Bundanya spontan saja Ayahnya juga melirik ke tangan Arga.
" Eh tak payah risau Bunda, tangan Arga oke je !! Luka sikit je nanti Arga obati ye." Ucap Arga pada Bundanya.
" Harus diobati dengar !! Kata Bundanya.
Arga tersenyum dan mengokekannya dengan tangannya.
Tiba-tiba saja Raja menanyakan hal yang sebenarnya terjadi pada Arga.
" Saya nak tanya awak satu soalan !! Ape yang sebenarnya terjadi, kenapa Hana bisa sampai macam ni ? Tanyanya.
Arga terdiam, bingung harus mulai bercerita darimana. Sebab ia tau pasti Ayahnya sangat marah jikalau tau bahwa Arga masih mengorek informasi masalah dua tahun lalu.
Namun tetap ingin jujur menceritakannya.
" Semua ni pasal kita orang tengah mencariii." Ucapan Arga terpotong oleh Izaz.
" Kita orang tengah cari bendera kat hutan ayah, dalam rangka perlombaan grub babak akhir. Nah masa tu tanpa sengaja Hana tergelincir dan hampir jatuh ke jurang dan tanpa disangka ternyata Ular tengah menghampiri Hana dan mematuk Hana, tapi Alhamdulillah dengan sigap Arga berhasil membawa Hana naik ke atas sebelum terjatuh ke Jurang." Jawab Izaz yang tidak menceritakan sepenuhnya dengan benar. Sebab ia tak ingin Ayahnya memarahi Arga lagi. Yang akan menambah kekacauan.
Arga membelaklakan matanya, tak tau apa maksud Abangnya mengatakan itu semua.
"Kenapa Abang jawab macam tu ?" Bisik Arga pada Izaz.
" Kau tenanglah, tak payah bising macam ni." Jawab Izaz balik membisiki Arga.
" Hm baiklah, lepas tu siapa yang donorkan darah untuk Hana ? Tanya Nazhanul Hakim lagi.
" Oh namanya Andrea ayah, dia lelaki yang baik sekarang dia ade kat ruang rawat." Jawab Izaz.
" Namanya dia itu lelaki pengacau." Ucap Arga dalam hatinya.
Didalam ruang IGD
" Suster Aishka infusnya dah ganti? Tanya dokter Nash.
" Sudah dok." Jawab Aishka.
Tepat pukul 22.21 Pm waktu bagian Malaysia.
__ADS_1
Suatu kebesaran Allah untuk Hana, tiba-tiba saja Jari-jari Hana bergerak.
Suster Wavi yang melihat kejadian itu langsung memberi tau dokter Nash.
" Dok, dokter Nash jari-jari Pasien bergerak." Kata Wavi.
" Alhamdulillah Pasien sudah mulai siuman." Kata Dokter Nash.
Tanpa aba-aba Aiskha memeluk Wavi, sebab dirinya senang mengetahui bahwa Hana sudah sadarkan diri. Aiskha juga tidak tau kenapa perasaannya begitu senang atas kabar gembira ini.
" Alhamdulillah Pasien Hana sudah sadarkan diri, kita berhasil Suster Wavi." Kata Aiskha memeluk Wavi.
Suster Wavi yang dipeluk Suster Aishka merasa heran dengan tingkah laku temannya itu.
Sementara Dokter Nash tersenyum, meggeleng melihat tingkah Suster Aishka.
" Suster Aishka ni tampaknya sayang sekali dengan Pasien Hana." Ucap Wavi
Suster Aishka tertawa." Hehe iya Sus, saya juga tidak tau bagaimana bisa saya senang sekali melihat Pasien Hana sadarkan. Pasti ada banyak orang yang bahagia dengan ini. Rasanya hati saya lega telah memecahkan misi ini. Saya yakin Pasien Hana adalah orang yang sangat baik sehingga dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya." Ucap Aishka.
" Saya begitu terharu melihat keluarga diluar yang begitu luar biasa memperhatikan pasien Hana. Bahkan mereka sangat mengkhawatirkannya. Saya merasa sangat salut melihat kekompakan keluarga itu." Sambung Aishka yang merasa bangga melihat mereka.
Suster Wavi tersenyum mendengar perkataan Aishka. " Kamu benar Suster Aishka, aku juga salut melihat keluarga itu." Ucapnya pada Suster Aishka.
" Boleh ikutan meluk tak ? Tanya dokter Nash sebagai candaan.
" Eh tak boleh." Teriak Aishka.
Dokter Nash tertawa sebab berhasil menggoda suster Aishka.
" Hehe gurau je." Jawab dokter Nash mengangkat jarinya membentuk huruf v.
Mereka akhirnya tertawa bersama.
" Iiiibu !! Baaaapak !! Ucap Hana terbata dan mulai membuka matanya.
" Alhamdulillah Suster Pasien Hana sudah sadarkan diri secara total." Ucap dokter Nash.
" Tolong suster panggilan Ibu dan Bapaknya agar bisa membuat pasien Hana tetap terjaga." Perintah Dokter Nashrun pada Suster Aishka.
" Baik Dok." Jawab Aiskha.
Ceklek.. Aishka membuka pintu.
" Suster gimana keadaan Hana ?? Serbu mereka.
" Alhamdulillah Pasien Hana sudah sadarkan diri." Jawab Aishka dengan senyuman.
" Alhamdulillah." Ucap mereka bersama.
Hal yang dinanti-nantikan akhirnya tiba juga.
Yang tadinya seakan kejatuhan bom Hiroshima kini seakan-akan kejatuhan salju dinegri Nagasaki.
Say alhamdulillah untuk kabar baik ini.
" Sus, apakah boleh kami masuk kedalam ? Tanya Arga hati-hati.
" Ohiye pasien sepertinya mencari ayah dan Ibunya, silahkan masuk untuk ayah dan ibu pasien !! Aishka mempersilahkan mereka masuk, namun sayang saat ini ayah dan ibu Hana tidak berada di tempat itu.
" Maaf Sus, kedua orang tuanya sedang berada kat Indo." Jawab Vikri.
" Apakah boleh kami sebagai Uncle dan auntynya yang masuk ? Tanya Vikri.
" Oh kalau begitu Pak ci dan Mak ci saja yang menggantikan kedua orang tuanya, mari !! " Ujar Aishka.
Tampaklah raut senang diwajah Vikri.
Ia dan istrinya segera memasuki ruangan Hana.
" Sus selepas ini saye boleh tak ?? Tanya Arga.
Suster Aishka menganggukkan kepalanya.
Tertarik senyum lengkung diwajah Arga.
" Akhirnya Hana berhasil ngelewatin masa kritisnya, Hana emang sepupuku yang paling kuat." Kata Ranti dengan kegirangan tanpa sadar ia hampir saja memeluk Rayhan.
" Eh ape ni ? Jauh-jauh sane !! Kata Rayhan pada Ranti.
" Ye aku juga refleks kali, tak sengaje !! Jangan perasa sangat !! Ketus Ranti.
" Hm Oh." Mulut Rayhan beroriya.
" Aish korang berdua ni, tak habis-habis nak gaduh !! Nak dikawinkan ke ? Tanya Ibu Kiran yang sedari kemarin tidak mengerti melihat pertengkaran antara Ranti dan Rayhan.
Ranti dan Rayhan membelaklakan matanya dengan ekspresi terkejut." Tak nak !! Teriak mereka berdua.
Arga dan Izaz tertawa melihat tingkah mereka berdua.
" Tak nak juga,tapi nak gaduh juga !! Sindir Ibu Kiran.
Ranti dan Rayhan saling beradu tatapan, tak mau mengalah satu sama lain.
" Dah lah korang berdua ni jangan nak gaduh lagi !! Paham ?? pinta Ibu Kiran.
" Paham Cikgu." Jawab mereka serentak.
Sementara di dalam Ruangan IDG.
__ADS_1
" Tolong ya Pak, Makci, buat Pasien Hana tetap terjaga dalam kesadaran. Terus ajak Pasien berbicara, sebab itu akan semakin membuat ia sadarkan diri." Kata Dokter Nash.
" Baik Dok, terima kasih banyak." Ucap Vikri pada dokter Nash.
Dokter Nash tersenyum." Saya permisi dulu,mari suster kite keluar." Pamitnya keluar.
Merekapun akhirnya keluar dari ruangan Hana sebab, ingin memberi waktu untuk keluarga Hana.
Dokter Nashrun adalah Dokter muda yang masih berstatuskan lajang, ia masih berusia 25 tahun, ia melajang bukan sebab ia tak laku melainkan belum ada wanita yang tepat baginya. Namun entah kenapa semenjak dia di dinaskan ke Rumah Sakit Island Hospital ini, ia bertemu dengan sosok Suster Aishka, yang entah kenapa ia merasa senang setiap kali berada didekat Suster Aishka. Ia juga belum bisa memahami sepenuhnya apa ia telah jatuh hati pada Suster Aishka atau hanya sekedar senang saja. Entahlah pikirnya.
Suster Aishka juga masih tergolong muda, ia masih berusia 22 tahun, berstatus gadis ia kelahiran Bandung dan memilih dinas di Penang sesuai dengan berkas ajuannya ke Pemerintah. Ia juga kerap kali deg-degan tiap kali bertemu dengan dokter Nashrun. Hm apa mungkin itu yang namanya jatuh cinta, benaknya.
Suster Wavi adalah Sahabat sedari SMA Dokter Nash yang bisa dikatakan mereka sangat dekat, usia Suster Wavi adalah 23 tahun, ya lebih muda dua tahun dari Dokter Nash. Ia pernah sempat suka dengan Dokter Nash bahkan ia pernah mengungkapkannya, namun dokter Nash telah menganggapnya tidak lebih dari sekedar teman,hal inilah membuat dirinya sadar diri, dan mundur untuk tidak berharap lebih pada Dokter Nashrun.
Itu sekilas cerita dari mereka. Cukup rumit bukan ?? Ya begitulah terkadang kisah cinta. Yang tak tau gimana akan berakhirnya.
####
" Ibuuu." Ucap Hana dengan terbata.
" Nak ini aunty nak." Jawab Bunda Ranti.
" Aunnn ty, Hana diimmaaa naa iniii ? Tanya Hana pada mereka.
" Kamu di Rumah Sakit sayang." Jawab Bunda Ranti.
Hana mencoba mengingat kembali kejadian sebelumnya. Ya ia ingat bahwa dirinya hampir saja jatuh ke Jurang dan dipatuk ular, tapi beruntung Arga berhasil menyelamatkannya.
" Argaaa!! Satu nama itu berhasil lolos dari mulut Hana.
" Kenapa Arga nak ? Tanya Vikri pada ponakannya.
" Argaaa, ga aaapa-apakan Paman ? Tanya Hana khawatir pada Arga.
" Ya Allah nak, didalam kondisi lemah seperti ini, kamu masih sempat memikirkan orang lain nak." Ucap Vikri dalam hati tidak habis pikir dengan ponakannya
" Arga baik-buruk saja nak, dia sangat terpukul melihat keadaanmu dalam kritis nak." Ujar Bunda Ranti.
" Kriii tis ? Hana Kritis Aunty ?? Tanya Hana.
" Iya nak, tapi alhamdulillah kamu itu anak yang kuat dan pemberani, lihat kamu hebatkan bisa melewati masa ini !! Paman bangga sekali mempunyai keponakan seperti kamu Hana." Jawab Vikri pada Hana dengan menitihkan air mata.
Hana tersenyum melihat kedua orang tuanya Ranti, yang merupakan orang tuanya di Malaysia.
" Paman sudahh Jang aann menangis!! Hana baik-baik saja kok." Kata Hana dengan senyuman.
" Oh ya Paman tidak memberi tau Ibu dan Bapakkan ? Tanya Hana khawatir orang tuanya kepikiran.
" Tidak nak, tapi Ibumu tadi sempat menghubungimu Paman, sebab ia khawatir keadaanmu, dia menghubungi nomor namun tidak bisa dihubungin. Tapi tenang Hana, paman sudah beri alasan untuk Ibu dan Bapakmu agar tidak kepikiran denganmu." Jawab Vikri dengan terbuka.
" Maafkan kami ya nak." Sambung Bunda Ranti.
" Hehe tidak perlu minta maaf, alhamdulillah Paman dan aunty tidak memberi tau mereka mengenai keadaan Hana, sebab Hana tak ingin mereka kepikiran terus dan mala membuat mereka resah nantinya." Kata Hana dengan jujur.
Ayah dan Bunda Ranti semakin terkagum melihat sikap dewasa Hana, ya Hana sangat bijaksana dalam berpikir, tidak salah jika ia adalah siswa yang cerdas.
" Kamu memang ponakan Paman yang terbaik nak." Ucap Vikri bangga pada Hana.
Hana tanpa sengaja melihat benda Tranfusi darah yang darahnya tengah mengalir pada tubuhnya." Paman apa Hana kekurangan darah ya ? Tanyanya.
" Iya nak, bahkan dalam jumlah yang cukup banyak." Jawab Vikri padanya.
" Hm, siapa yang bersudi hati mendonorkan darahnya untuk Hana paman ? Tanya Hana lagi.
" Namanya Andrea Abrazi nak, dia pemuda yang sangat baik nak, bahkan kami hampir saja menyerah sebab kami sangat sulit mencari orang yang mau mendonorkan darahnya untukmu, tapi alhamdulillah tanpa disangka dia datang dengan suka rela mendonorkan darahnya untukmu nak." Jujur saja yang dikatakan Vikri adalah kebenaran.
Hana penasaran dengan sosok Andrea Abrazi, sosok pemuda yang mau mendonorkan darahnya untuk Hana. Padahal mereka tidak saling mengenal satu sama lain.
" Paman jjikaa kondisi Hana membaik nantinya, bawa Hana menemui Andrea ya. Hana ingin mengucapkan terima kasih kepada dirinya." Ujar Hana pada Pamannya.
" Iya nak, kami akan membawamu menemui Andrea, oleh sebab itu kamu harus segera sembuh ya." Kata Vikri.
" Iya nak, kamu harus pulihkan kesehatanmu. Biar kita sama-sama menemui Andrea." Sambung Bunda Ranti.
Hana menganggukkan kepalanya, mengerti dengan perkataan kedua orang tua Ranti.
" Terimakasih sudah menjaga Hana Paman dan Aunty." Ucap Hana.
" Tak payah terima kasih nak, justru Paman dan Aunty minta maaf tidak bisa menjagamu dengan baik." Ucap Vikri dengan mata berkaca-kaca.
" Tidak !! Paman sudah menjaga Hana dengan baik, dasar Hananya saja yang suka tantangan hehe." Tawanya dalam kondisi lemahnya.
" Dalam kondisi seperti ini kamu sama sekali tidak kehilangan jati dirimu nak, tetap ceria selalu." Kata Bunda Ranti.
" Hehe selagi kita masih punya alasan untuk tertawa kenapa kita menutupinya dengan Kamuflase tangisan Aunty." Ucap Hana pada mereka dengan ceria.
Vikri dan istrinya sangat salut melihat ketegaran Hana menjalani semuanya. Tak salah memang mereka membawa Hana ke Negri menara kembar ini.
Tak ada gadis yang sekuat dan sehebat Hana yang bisa melewati semua masalah dengan berjiwa besar.
Bersambung....
Sevimli 7 Oktober 2020
Salam Hangat dari Author 🌹
Ini Author kasih Visual Rayhan 😁
__ADS_1