Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 126 Berangkat ke Mesir


__ADS_3

Hallo pembaca setia Pelangi Hanani 🤗


Aku sebagai Author mau ucapin makasih banyak ya masih setia sama karyaku ini 🖤


Mohon maaf yang sebesar-besarnya 🙏🏻


Karena aku sering banget telat update guys, karena kesibukanku yang lain ni.


Ohiya ni, aku ada rencana mau buat


grub " Readers PH." di What's app, kalau teman-teman pada mau gabung silahkan DM ke Instagramku @andinidalimunthe tulis nama dan nomor what'sapp kalian !


Makasih ✨


" Terkadang rasa cinta yang terlalu menyengat.


Membuat ego kita semakin menguat.


Sehingga membuat kita lupa cara terbaik untuk bersikap manusiawi terhadap orang lain."


....." Pelangi Hanani 🌹".....


Setelah selesai mempersiapkan semuanya selama beberapa hari.


Hari ini Arga sudah siap dengan kopernya tengah menunggu Rayhan turun ke bawah.


Ia tak hentinya memperhatikan gerak jarumnya pada jam yang melingkar di tangannya.


" Lama banget sih lo Ray !


Merasa jenuh menunggu Rayhan, Arga pun memilih menghampiri sahabatnya itu ke Apartemennya.


" Arga ! " teriak gadis yang baru saja tiba disana.


Langkah Arga terhenti, ia menoleh untuk melihat sosok gadis itu.


" Zaf."


Sanju pun berjalan mendekati Arga.


Koper di tangan Arga menjadi titik fokus pandangannya.


" Kamu mau kemana ?


Pakai koper segala ? " tanya Sanju memperhatikan Arga.


" Mesir." jawab Arga singkat.


Sanju tersenyum masam, ia tau Arga ke Mesir pasti mengunjungi Hana. Apalagi kalau bukan untuk hal itu.


" Bucin banget ya kamu sama Hana.


Saking bucinnya, ditengah kamu sibuk untuk sidang kamu masih sempetin ngunjungi dia ke Mesir hm." ucap Sanju menohok.


Arga menatap tak percaya Sanju, ia menggelengkan kepalanya. Tak habis pikir dengan sahabat Hana yang satu ini.


" Gua gak nyangka ya, Zaf.


Hanya karena cinta lo bisa kayak gini ke Hana." cibir Arga.


Sanju hanya memelas bola matanya merespon perkataan Arga.


" Lo tau kenapa gua mau ke Mesir ? "


" Ya untuk itulah, apalagi kalau bukan itu."


" Sok tau banget lo jadi orang ! " Arga mulai gedeg." Gua ke Mesir buat cari Hana, dia udah hilang dari seminggu yang lalu." jelas Arga sedikit meneriaki Sanju.


Deg ..


Hana hilang ?


Perkataan itu terdengar ngilu di telinga Sanju.


Sejenak ia mematung menatap Arga.


Sentak membuat hatinya bergedup tak karuan.


" Hana hilang, Ga ? " ulangnya.


Berharap ada yang salah dengan pendengarannya.


" Iya."


Tubuh Sanju seolah terhuyung lemas mendengarkan kabar buruk itu. Rasa bersalah menyelinap masuk ke relung hatinya.


Pasalnya, terakhir kali ia berkomunikasi dengan Hana melontarkan kalimat yang menyakitkan.


" Nggak !


Gak mungkin Hana hilang." ucapnya.


Mata Sanju melotot sempurna memandang Arga. Ia berharap bahwa pria itu salah informasi.


" Arga ! " panggil Rayhan yang sudah siap sedia berangkat.


Arga dan Sanju menoleh padanya.


Dengan cepat Arga menghampiri Rayhan.


" Buruan Ray ! " ujar Arga seraya melayangkan kunci mobilnya.


" Dih !


Selalu gua yang bawa." kesal Rayhan.


Keduanya pun menarik kopernya untuk di letakkan dalam bagasi.


" Eh Zaf ! " Safa Rayhan melihat Sanju.


" Gua ikut sama kalian." pinta Sanju sedikit memohon.


Ha ? Rayhan tercengang mendengarnya.


Ia pun menghampiri Sanju.


" Lo mau ikut ke Mesir maksudnya ? " Sanju mengangguk.


" Kita ke Mesir buat nyari Hana, bukan holiday." kata Rayhan.


Sanju pun mengangguk mengerti tanpa sungkan ia menarik kemeja Rayhan.


" Gua mohon !


Gua ikut sama kalian, gua mau ikut cari Hana." pintanya sekali lagi memohon.


Sudut bibir Rayhan tertarik membentuk senyuman, sementara Arga keningnya berkerut tak mengerti dengan gadis satu ini.


" Lo yakin ?


Bukannya kemarin lo musuhin Hana ? "


" Gua sadar gua terlalu egois dalam hal itu, tapi Hana itu sahabat gua, gua juga gak bisa tinggal diam ngedengar kabar kalau dia hilang Ray !


Gua sayang sama Hana, gua gak mau sesuatu yang buruk menimpa dia." ucap Sanju, buliran hangat membasahi pipinya.


Rayhan menatap lekat Sanju.


Tidak ada kepalsuan dari air matanya.


Atau bahkan dari mimik wajahnya.

__ADS_1


" Ray !


Gua minta tolong buat kalian izinin gua ikut."


berulangkali Sanju memohon agar diizinkan untuk ikut.


" Ray ! "


Rayhan pun tersadar dari tatapannya.


" Kalau lo mau ikut.


Lo harus ngurus banyak surat-surat, Zaf.


Lo gak bisa pergi bareng kita.


Paling gak lo bisa pergi tiga hari lagi."


Rayhan mencoba untuk memberikan pengertian kepada Sanju.


Sanju pun menghela nafasnya berat.


Sejenak memejamkan matanya, mencoba untuk menenangkan dirinya.


" Gak ada cara yang lebih cepat dari tiga hari ? "


Rayhan menggeleng tidak."Itu udah paling cepat, Zaf."


Sanju pun pasrah dengan keadaan.


Mau bagaimana lagi ?


" Kalian tungguin gua disana." ucap Sanju.


" Iyaa Zaf.


Tenang aja, kalau lo udah sampai entar kita jemput di Bandara."


" Gua sama Rayhan harus berangkat sekarang, Zaf. Soalnya penerbangan kita satu jam lagi." ujar Arga, mengingatkan kembali.


Sanju pun mengangguk." Aku ikut ke Bandara."


Rayhan pun menatap Arga, untuk meminta jawaban atas permintaan Sanju.


" Bukannya gak boleh, Zaf.


Tapi, entar lo bakal pulang sendiri."


" Aku bukan anak kecil ya, Ga.


Aku bisa pulang sendiri kali, aneh ! " ketus Sanju.


Rayhan dan Arga pun tersenyum.


Benar saja, pernyataan Arga sangat-sangat aneh memang.


" Yaudah.


Buruan naik, entar kita telat ! " titah Arga, yang sudah melangkah menuju mobilnya.


Rayhan dan Sanju pun mengangguk dan mengikuti langkah Arga.


Setelah ketiganya masuk ke dalam mobil.


Rayhan pun menyalakan dan melajukan mobilnya menuju Bandara.


Selama perjalanan tak hal yang mereka bahas.


Arga sibuk dengan ponselnya, untuk mencari berbagai informasi mengenai Trixtal Bar itu.


Rayhan fokus menyetir, dan Sanju tengah bersedih hati. Mengingat kembali kejadian disaat ia menyalahkan Hana atas cintanya yang tak terbalas oleh Arga.


" Maafin aku, Han." gumamnya.


Sahabat paling buruk, Han."


Sanju membuka fitur galeri di ponselnya dan melihat sebuah poto dirinya dengan sosok sahabat yang ia sakiti hatinya.


" Han !


Kamu baik-baik ajakan ? " Sanju mengusap lembut poto yang tertera di layar ponselnya.


Satu persatu buliran-buliran kristal keluar dari sudut matanya.


Meski suara Sanju bergumam sangat pelan.


Arga dan Rayhan masih dapat mendengarnya.


Arga menoleh ke belakang, untuk melihat Sanju. Ia melayangkan sebuah senyuman.


" Zaf ! " panggil Arga.


Suara Arga menyadarkan dirinya, dengan cepat Sanju menyeka air matanya.


" Udah gak usah sok jaim !


Kalau nangis, keluarin aja air matanya."


Isss.. Sanju berdengus kesal melihat Arga meledeknya.


" Kamu yang sok jaim !


Es batu ! " balas Sanju.


Arga pun tersenyum menanggapi Sanju.


Ia merasa senang, ternyata Sanju masih menyayangi Hana, mengingat beberapa minggu lalu dirinya tengah bertengkar dengan Hana.


" Gua percaya meski lo egois.


Tapi, lo sayang banget sama Hana." ungkap Arga dengan tulus dari hatinya.


" Iyalah.


Aku lebih lama ketemu Hana dari pada kalian.


Ada banyak hal yang udah aku lewati sama Hana, yang gak kalian lewati bersamanya." ucap Sanju sendu mengingat kembali kejadian-kejadian manisnya bersama Hana.


Arga dan Rayhan hanya bisa terdiam mengikuti cerita yang Sanju lontarkan.


Rayhan pun kembali fokus menyetir, begitu juga dengan Arga, jari jemarinya tengah sibuk dengan ponselnya. Dan Sanju tengah menghubungi orang tuanya untuk meminta izin pergi ke Mesir dengan alasan mengunjungi Hana.


Sebab, jika dia berkata jujur orang tuanya tidak akan mengizinkannya.


" Gimana ?


Lo diizinin sama bokap lo ? " tanya Rayhan, setelah Sanju mengakhiri panggilan papanya.


" Iya gua diizinin." jawabnya.


" Lo bohong ke orang tua lo, Zaf." tegur Arga.


" Mau gimana lagi.


Kalau aku jujur, mereka gak bakalan izinin." jawab Sanju.


" Semoga aja gak terjadi sesuatu hal yang buruk ke elo waktu berangkat ke Mesir.


Soalnya kemungkinan hal buruk akan terjadi disaat kita gak ngomong jujur ke orang tua kita, Zaf." ucap Arga memperingatkan.


Sanju pun merasa apa yang dikatakan Arga benar adanya. Akan tetapi, yang ia lebih takutkan jika ia berkata jujur, itu akan menghentikannya untuk pergi ke Mesir atas tidak diizinkannya untuk pergi.

__ADS_1


Hah..


Sanju menghela nafasnya.


" Semoga aja, gak."


Sanju mencoba untuk menyakinkan dirinya.


Ia mencoba untuk tidak ragu akan hal ini.


Senantiasa semesta berpihak padanya.


" Gua cuma ingetin aja, Zaf.


Lo boleh pertimbangkan lagi." kata Arga lagi, menyakinkan Sanju.


" Iyaa.


Bawel banget sih ! " kesal Sanju.


Selama perjalanan kurang satu jam.


Akhirnya, Rayhan pun memberhentikan mobilnya di parkiran Bandara. Kemudian keluar dari mobil.


" Buruan turun ! " titah Rayhan, yang sudah mengeluarkan barang-barang dari bagasi.


Arga dan Sanju pun keluar dari mobil, secara bergantian.


" Zaf !


Gimana kalau lo bawa mobil gua ke Apartement lo ? " tawaran Arga.


Sanju pun berpikir sejenak mengenai hal itu.


Dua menit berpikir Sanju pun mengambil keputusannya.


" Boleh.


Entar gua bawain." Sanju menerima tawaran Arga.


" Oke, Zaf.


Kalau lo mau pakai untuk urusan suratan lo, pakai aja. Ini minyaknya full kok."


" Hm iya deh.


Anak Sultan ! " cibir Sanju.


Arga pun terkekeh kecil mendengar cibiran itu.


" Dasar ! "


" Woy ! " teriakan Rayhan menyadarkan keduanya.


" Apa ? " sahut Arga.


" Apa-apa ?


Bantuin gua lah ogeb ! " ketus Rayhan, merasa kesal dengan Arga yang tidak peka.


" Dih !


Sama temen aja, tenaga lo perhitungan."


Mendengar perkataan Arga, semakin membuat Rayhan panas.


" Yeee ! "


Perhitungan pala lo ! " kesal Rayhan.


" Gua udah seringkali ngeluarin tenaga buat lo, eh elonya aja yang gak pernah buat gua." celetuk Rayhan memperingati Arga.


Dengan tanpa belas kasihan, Rayhan hanya menggeret kopernya, dan meninggalkan koper Arga yang masih berada di dekat bagasi.


" Dasar pelit lo ! " teriak Arga.


Ia pun berjalan menuju bagasi untuk mengambil kopernya. Setelah mengambilnya,


kemudian membawanya ikut bersamanya memasuki Bandara.


Dengan cepat Sanju mengikuti langkah Arga dari belakang pria itu.


Mendengarkan suara langkah Sanju, menyadarkan Arga akan sesuatu.


" Lo mau ikut antar sampe ke dalam ? tanya Arga, yang dijawab anggukan kepala oleh Sanju.


" Hm, tinggal lima belas menit lagi pesawat kita bakalan terbang, Zaf."


" Yaudah buruan jalan.


Udah tau waktunya sedikit lagi, ngapain pakai berhenti." celetoh Sanju, tidak habis pikir dengan Arga.


Dengan cepat Arga pun mempercepat langkahnya, tidak lagi menggeret kopernya melainkan mengangkatnya dengan kedua tangannya.


Sanju yang di belakangnya juga, sedikit berlari untuk menyusulnya.


Penerbangan ke Mesir sudah diumumkan beberapa menit yang lalu, Rayhan dan Arga pun langsung saja masuk ke pesawat yang telah di intruksikan oleh pihak maskapai.


" Gua sama Rayhan berangkat, Zaf.


Doain kita biar segera nemuin Hana." ucap Arga didetik kepergiannya.


" Itu pasti, Ga.


Doaku selalu bersama kalian.


Aku gak mau tau, kalau aku udah disana Hana udah harus ketemu." sahut Sanju, sedikit berteriak.


Arga pun mengangguk kepalanya.


" Insya Allah."


Arga dan Rayhan melambaikan tangan pada Sanju sebagai penutup kepergian mereka.


Sanju pun mengangkat tangannya untuk membalasnya.


" Aku baru menyadari.


Bahwa terkadang cinta yang terlalu menyengat.


Membuat ego kita semakin menguat.


Sehingga, membuat kita lupa cara untuk bersikap manusiawi terhadap orang lain."


" Maafkan aku, Han.


Aku sudah terlalu egois saat itu.


Han, apa hilangnya dirimu adalah hukuman untukku ? Agar aku tersadar akan egoisnya diriku ? "


Sanju menjatuhkan tubuhnya di lantai Bandara.


Kabar kehilangan Hana merupakan kabar yang paling menyakitkan baginya.


Dadanya terasa sesak akan kehilangan.


Bahkan hatinya juga dirundung kecemasan.


Ia berharap bahwa sahabatnya itu baik-baik saja, agar ia bisa meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada sahabatnya.


Bersambung..

__ADS_1


Sevimli 1 Oktober 2021


Salam hangat dari Author 🌹


__ADS_2