Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 66 Rantenir


__ADS_3

" Semiskin apapun aku, sebanyak apapun hutang ku di dunia ini, takkan pernah ku gadaikan putriku untuk memenuhi nafsu birahimu Iblis."


......" Pelangi Hanani 🌹"......


Hana langsung meraih kenop pintu kamarnya, dan menyandarkan dirinya pada kursi belajarnya.


Arga dan Rahmet menyusul Hana, melihat diri Hana menenggelamkan wajahnya dikedua lengannya, yang berada di atas meja belajar.


Perlahan Rahmet melangkah mendekati kakaknya.


Namun, seketika Hana tersadar akan kehadiran mereka.


" Aku baik-baik saja, pergilah !! Ujarnya pada mereka.


" Tapi kak, janga....


" Pergilah !! Aku ingin menyendiri !! Sergahnya memotong ucapan Rahmet.


Arga, dan Rahmet tersentak mendengar suara Hana yang sedikit meninggi.


Tak ingin membuat Hana lebih marah, Rahmet dan Arga melangkah pergi dari kamar Hana.


Ranti yang menyusul belakangan, berniat masuk ke kamar Hana.


Namun, Rahmet mencegahnya.


" Hana.."


" Kak, kak Hana lagi ingin sendirian." Ujar Rahmet.


" Tappiii...


" Ran, biarin Hana sendirian dulu.


Biarkan dia berdamai dengan dirinya." Tambah Arga.


Rantipun menghela nafasnya, dan mengikuti saran kedua lelaki itu.


Masih dengan kepala yang tenggelam dalam lengannya.


Buliran-buliran hangat mulai terjun dari kelopak matanya..


Membasahi jilbabnya, serta lengan bajunya.


Tak ada suara isakan darinya, hanya ada deraian air matanya yang mengalir deras.


" Aku sebenarnya salah apa sih ? Kenapa dunia seakan-akan menutup mata untuk kebahagiaan ku." Ucap Hana menyerka air matanya.


Sementara Ranti, Rahmet dan Arga berada di ruang tamu, menunggu Hana keluar dari kamar.


Brukkk... Tiba-tiba ada suara dobrakan pintu dari depan.


Membuat mereka semua terkejut, kemudian Ranti, Rahmet dan Arga bergegas ke depan.


Untuk melihat apa yang tengah terjadi.


Bahkan Hana juga tersentak kaget.


" Tameer !!!


Keluar loh...


Jangan jadi pengecut lo, bayar utang loh !


Jangan PPL loh !!


Teriak pemuda bernama Daniel, ya dia adalah putra dari Zamran alias rantenir yang meminjamkan uang pada Tameer bapaknya Hana.


" Bos PPL apaan ? Tanya salah satu anak buahnya.


" Hahaha gitu aja lo gak tau, PPL itu


praktek pekerjaan lapangan bodoh." Sahut anak buahnya yang lain.


Daniel menatap tajam kedua anak buahnya.


Kemudian menampol kepala mereka bergantian.


Petak...


Petakk..." Membuat kedua anak buahnya merasa bingung dengannya.


" Apaan sih bos, main nampol aja." Protesnya.


" Nyesal gua punya anak buah ogeb bin tolol kek Lo berdua..


PPl itu pura-pura lupa bodoh !! Sergahnya pada kedua anak buahnya..


" Oh pura-pura lupa.." Kedua anak buahnya pun menggut-manggut mendengarnya.


Ranti, Rahmet dan Arga melihat keberadaan Daniel dan anak buahnya, tepat di depan rumah Hana.


" Kalian ngapain sih dobrak pintu rumah orang, gak punya etika banget kalian." Ketus Ranti pada Daniel dan anak buahnya.


Daniel tersenyum angkuh pada mereka.


" Kalau gak mau di dobrak begini, yang punya rumah ini bayar dong utangnya." Teriak Daniel di hadapan Ranti.


Perkataan Daniel membuat mereka bertiga terkejut.


Maksudnya ? Bapaknya Hana punya hutang ke dia." Benak mereka.


" Bukannya abang udah tarik sawah bapak saya ya buat bayar utangnya." Ujar Rahmet yang mengingat bahwa sawah mereka sudah di tarik sebagai bayaran utang bapaknya.


Ha-ha-ha... Daniel dan anak buahnya tertawa renyah.


Menangkup wajah Rahmet.


" Hey bocil !! Dengar baik-baik ya hutang bapak kamu itu banyak, kalau sawah seukuran petak kecil bapakmu itu hanya cukup buat bayar bunganya. Belum totalan hutangnya." Ucapnya dengan licik pada Rahmet.


Seketika Rantipun menarik lengan baju Daniel, untuk menjauh dari Rahmet.


" Hey perjaka tua gak laku-laku !!


Jauhkan tanganmu dari adikku." Kata Ranti padanya.


Membuat Daniel melotot sempurna, dan menyebikkan bibirnya." Perjaka tua gak laku-laku Lo bilang ? Kurang ajar banget Lo bilang gua gak laku !!


Sorry ya kriteria kek gua ini berada di high claas. Jadi mahal buat di dapatin." Membusungkan dadanya pada Ranti.


Ranti menatap melas Daniel." Ha ? Gak usah sok kemahalan Lo !! Jual obral aja lo gak laku


noh di pasar. Muka kayak Lo ini, beh banyak tu di pasaran." Ledek Ranti pada Daniel.


Membuat Daniel mengangkat tangannya pada Ranti..


" Lo cantik-cantik mulutnya ke comberan ya,


sini Lo biar gua kasih pelajaran." Daniel hendak menampar wajah Ranti.


Namun, dengan cepat Arga menyanggah tangannya." Cowok gentelt itu gak main tangan ke cewek !! Genteltnya ke cowok bang." Kata Arga menghempaskan tangannya kasar.


Daniel mulai memanas dengan tindakan Arga padanya. " Oh Lo sok mau jadi jagoan !


Nantangin gua Lo ha.


Daniel melayangkan pukulannya pada Arga, tapi bukan Arga namanya kalau tidak berhasil menangkis serangan dari seseorang.


Arga meraih tangan Daniel yang terkepal.


Krakk.. Kemudian meremukkannya seolah-olah seperti kerupuk.


" Aduh-aduh." Daniel merintih kesakitan.


" Bos, gak apa-apa ? Tanya anak buahnya.


" Gak apa-apa Lo bilang ? Buta mata Lo ! Gua kesakitan bodoh. Jangan nonton aja lo, berdua pukul dia !! Ujar Daniel pada anak buahnya.


Kedua anak buahnya menyerang Arga secara bersamaan.


Namun dengan cepat Arga, menendang kaki mereka secara bergantian.


Membuat mereka tersungkur ke lantai teras Hana.

__ADS_1


" Omak, opak." Teriak mereka.


Arga tersenyum angkuh pada mereka.


" Cuma segitu aja kemampuan kalian ? Ledek Arga pada mereka bertiga.


Sementara Hana yang sedari tadi mendengar keributan, akhirnya keluar kamar menuju ke depan rumahnya.


Bersamaan dengan ibunya yang juga beranjak dari dapur.


" Sebenarnya ada apa sih ? Hana bergegas mempercepat jalannya.


Sampai di mulut pintu Hana melihat Arga, tengah berdiri di hadapan ketiga pria yang sedang merintih kesakitan.


Seketika Daniel terpesona dengan kecantikan Hana yang tengah berdiri di antara mereka.


" Oh Tuhan cantik sekali gadis ini." Dengan cepat Daniel melangkah mendekati Hana.


" Rahmet ada apa ini ? Tanya Hana kebingungan.


" Nak Daniel." Ucapnya ibunya yang baru sampai di depan rumah dan melihat sosok Daniel.


" Daniel siapa buk ? Tanya Hana pada ibunya.


" Dia anak Pak Mazran yang meminjamkan uang pada bapakmu." Jawab Ibunya.


" Ibu, anak-anak kenapa pada belum sarapan ? Ujar Bapaknya yang menyusul mereka ke depan namun, belum melihat keberadaan Daniel dan anak buahnya.


Tepat di depan rumah Hana, Tameer pun melihat keberadaan Daniel.


" Nak Daniel.


Ada apa ya kesini ? Tanya merasa bingung dengan kedatangan Daniel.


Daniel pun tersenyum simpul." Gini ya Pak Tameer, saya kesini ya mau nagih hutanglah,


iya kali minta makan ke orang miskin." Jawabnya dengan angkuh.


" Bisa gak sih ? Kalau ngomong ke orang tua itu sopan sedikit ? Ujar Hana padanya.


Daniel tersenyum." Bisa dong Eneng gelish."


" Maaf ya nak Daniel, bukannya hutang saya sudah lunas ya ? Kan tanah dan sawah saya sudah ditarik sebagai pembayarannya." Kata Tameer padanya.


" Sawah ? Tanah yang sepetak itu ?


Itu hanya cukup membayar bunganya.


Belum totalan uang yang kau pinjam."


Ya, kalau sudah terkenal dengan julukan Rantenir, maka uang yang dipinjam, bunganya akan berjumlah setengah dari yang di pinjam.


Dengan cepat Hana menghampiri Daniel.


" Hutang bapak saya kan berjumlah Rp.15.000.000 juta kan ? Daniel mengangguk padanya.


" Tanah dan sawah bapak saya anda tarikkan ? Saya rasa itu cukup untuk membayar hutang dan bunganya." Ucap Hana padanya.


" Tidak !! Itu hanya cukup membayar bunganya sebesar Rp.8000.000 juta karena membayar telat dari tempo waktu yang di berikan dan masih ada Rp.15.000.000 juta lagi yang harus di lunasi." Kata Daniel dengan lantang.


Semua terkejut dengan perkataan Daniel yang membuat jumlah seenak jidatnya.


Bagaimana bisa sawah dan tanah Tameer hanya di hargai sebesar delapan juta.


" Gila Lo ya !! Bisa-bisanya bunga sebesar itu Lo buat." Seketika Ranti ingin mencakar wajah Daniel.


" Apa anda tidak pernah belajar fiqih muamalah ? Tanya Hana pada Daniel.


Daniel menggeleng." Udah deh gak usah ceramah ! Sekarang suruh bapak kalian bayar hutangnya."


" Pantas saja kamu bisa sebodoh ini." Ledek Hana dengan menyinggungkan senyumnya.


" Hana sudah nak.


Nak Daniel maaf nak, saya tidak punya apa-apa lagi untuk bisa dibayarkan kepada kamu nak. Tanah dan sawah itu saya rasa cukup lebar dan bahkan lebih dari nominal yang saya pinjam." Kata Tameer mencoba berkompromi dengan Daniel.


" Tidakk !! Itu tidak cukup..


" Kau punya barang bagus untuk membayar hutang-hutangmu.


Bahkan bisa saja lunas." Ungkapnya pada Tameer.


Senyum manis terbit di wajah Tameer." Apa itu nak Daniel ? Katakan."


Daniel mendekati Hana." Biarkan anak gadismu ini menemaniku satu malam ini." Jawab Daniel dengan senyum devilnya.


Plakkk.. Satu tamparan mendarat di wajah Daniel.


" Tameer !!


Beraninya kau." Teriak Daniel pada Tameer yang menampar wajahnya.


" Semiskin apapun aku, sebanyak apapun hutang ku di dunia ini !! Takkan pernah ku gadaikan putriku untuk memenuhi nafsu birahi mu iblis." Ujar Tameer dengan penuh keberanian.


Daniel kembali tersenyum devil." Cuih !! Udah miskin, gak usah belagak Lo."


Ucapnya seraya menepuk jarinya, sebagai kode pada anak buahnya untuk memukul Tameer.


Hana yang melihat bapaknya hendak di pukul, dengan cepat ia menghadangnya.


" Jangan berani menyentuh bapak ku !!


Sehelai rambut saja akan ku patahkan tangan kalian."


Dan Arga yang sudah emosi sejak tadi mendengar perkataan murahan dari Daniel.


Langsung melayangkan bogemannya.


Bukhhh.. Berhasil membuat sudut bibir Daniel mengeluarkan darah segar.


" Brengsek Lo." Maki Arga padanya.


Daniel menyentuh sudut bibirnya, dan terlihatlah darah di telapak jari-jemarinya.


" Syeitan !! Berani Lo sama gua." Dengan penuh ambisi Daniel pun menyerang Arga kembali.


" Gak usah bacot Lo, lawan gua kalau berani Brengsek !! Tantang Arga padanya.


Perkelahian pun terjadi di antara Arga dan Daniel.


Sementara Hana melawan kedua anak buahnya.


" Hey cantik minggirlah, jangan izinkan kami menghancurkan wajahmu yang cantik itu." Ucap mereka meremehkan Hana.


Dengan cepat Hana meraih sapu yang berada di dekatnya.


Bukhhh.. Hana memukul mereka dengan sapu tersebut.


" Nak !! Menjauh nak." Kata ibunya yang mulai merasa gelisah melihat Hana berada di antara pria berengsek itu.


Dengan cepat Ranti, Rahmet menarik ibu Hana untuk menjauh dari perkelahian itu.


Bukan mereka tak ingin membantu Hana, sebab mereka sudah tau bagaimana kemampuan bela diri Hana, di tambah lagi ad sosok Arga di sana.


Sementara Tameer terdiam membisu meratapi kebodohannya, yang telah meminjam uang pada Rantenir gila itu.


" Pak menjauhlah." Ujar Hana pada Tameer.


" Maafin bapak Han." Ucap penuh penyesalan.


Bagai orang yang tak berdaya, kini Tameer hanya tertunduk di lantai teras rumahnya.


Bukan ia tak mampu membantu Hana dan Arga, hanya saja rasa bersalah dan penyesalan yang kini tengah menyelimutinya,


membuat menjadi terdiam seribu bahasa.


Bahkan seakan-akan lumpuh hanya untuk sekedar melangkah.


Ibu Hana mendekati sosok suaminya yang kini tertunduk lemah itu.


" Pak, pak jangan begini pak.


Bangkit pak lihat anak kita pak.

__ADS_1


Hiks, Hikss..." Ujarnya pada Tameer.


" Ini semua salah bapak buk." Tameer yang bahkan sangat sulit untuk menjatuhkan air mata, kini menangis di hadapan istrinya.


Bukhh...


Bukhhh... Arga terus melayangkan pukulan pada Daniel.


Dan berhasil membuat Daniel tersungkur ke lantai.


" Ini baru pemanasan, Lo udah mau kehilangan nyawa gitu." Ledek Arga berdiri di hadapan Daniel.


Begitu juga dengan Hana, hanya bermodalkan


sapu serta tendangan berhasil membabak belur kedua anak buahnya.


Bukhhh...


Bukhhh..


" Ampun dek."


" Ampun dek, sumpah sakit bener pukulan ni cewek bar-bar." Jujur mereka yang merasa kelewahan dengan serangan Hana.


Dengan cepat Ranti menggengam bahu Hana.


" Kamu hebat Han." Ranti merasa bangga pada sepupunya.


Begitu juga dengan Rahmet menghampiri Arga." Bang entar Rahmet nambah ilmu silat ke abang aja ya." Ucapnya membuat Arga tersenyum.


Dengan bersusah payah, Daniel mencoba berdiri.


" Kalian gak usah senang dulu.


Selama hutangmu belum lunas Tameer gua jamin hidup Lo bakal sengsara, dan Lo Lo semua yang udah buat gua begini. Lihat aja gua bakal buat perhitungan." Tegasnya pada mereka.


Arga tersenyum mendekati Daniel.


" Nah ambil ini." Ujar Arga sembari mencampakkan ATM card ke wajah Daniel.


" Nominal di ATM itu bahkan lebih dari


Rp.40.0000.000 juta, dan mulai sekarang Lo jangan pernah injakin kaki Lo di mari." Tekan Arga dengan tatapan tajamnya.


Seketika Daniel tercengang mendengar perkataan Arga dan melihat kartu ATM di hadapannya.


Begitu juga dengan Hana, Ranti, Rahmet dan Ibu, Bapaknya.


" Arga !! Kamuu gakkk...


" Udah gak apa-apa Han. Sudah sepatutnya teman saling membantu." Potong Arga.


" Lo siapa sih sebenarnya ? Tanya Daniel yang penasaran dengan sosok Arga, yang memang dari penampilannya kelihatan bukan seperti orang biasa.


Arga tersenyum." Lo punya handphone ? Tanyanya yang di jawab anggukkan oleh Daniel.


" Sini handphone Lo." Pinta Arga padanya.


Daniel tak mengerti untuk apa Arga meminta handphonenya." Mau ngapain Lo sama handphone gua ? sembari membuka password handphonenya.


" Udah gak usah bacot Lo, sini handphone Lo."


Arga menarik handphone Daniel dari tangan Daniel.


Kemudian Arga menekan tombol google dan mengetik sesuatu di sana.


Dan terteralah.


Argasyah Nazhanul Hakim sosok Putra Bungsu Raja Malaysia Nazhanul Hakim beserta dengan potonya.


Kemudian Arga menunjukkannya pada Daniel.


Dan membuat Daniel terkejut melihat wajah Arga sama dengan wajah sosok Putra Bungsu Raja Malaysia yang tertera di handphonenya.


" Looo, Lo anak Raja Nazhanul Hakim ? Ucapnya kaget.


" Bisa baca Lo kan ?


Mata Lo gak buta kan ? Tanya Arga.


Kali ini Daniel mati kutu di buat Arga.


Seketika rasa ketakutan menyelimuti dirinya.


Sama dengan anak buahnya yang juga terkejut melihatnya.


" Bos mukanya sama bos." Kata anak buahnya.


Arga tersenyum penuh kemenangan.


" Kenapa Lo jadi pucat gitu ? Goda Arga.


Ranti, dan Rahmet ikut tersenyum.


" Rasain Lo." Ledek Ranti.


Tameer dan Istrinya menunduk merasa tidak enak dengan Arga.


Sementara Hana menatap dengan intens, sosok pria yang berada tidak jauh darinya.


" Hm oke hutang pak Tameer lunas.


Gua gak bakal injakin kaki gua lagi kesini." Ucapnya kalah pada Arga seraya mengajak kedua anak buahnya kembali.


Dengan cepat Tameer bangkit dan menggengam tangan Arga.


" Nak, maafin kami sudah membuat kamu susah seperti ini.


Izinkan bapak untuk menyicilnya setiap bulan ya nak." Ujarnya pada Arga.


Arga menggeleng tidak setuju." Gak pak, Arga ikhlas tolongkan bapak.


Gak usah di pikirin masalah nominalnya pak.


Anggap saja itu adalah bom rezeki yang Allah datangkan untuk bapak, harta ayah saya. Juga ada hak orang lain di dalamnya termaksudlah bapak."


" Tapiii nak..


" Udah pak, Arga bakalan jauh lebih sedih kalau bapak gak mau nerima bantuan Arga." Ucap Arga memotong ucapan Tameer.


Tameer refleks memeluk Arga." Kau memang pria yang berhati mulia nak. Semoga Allah membalas semua kebaikanmu..


Beruntung perempuan yang akan mendapatkan mu kelak nak." Tutur Tameer lembut padanya.


Arga tersenyum." Bahkan akan sangat beruntung pak, jika Allah perkenankan Putri mu yang kelak akan bersanding dengan ku." Batin Arga.


Ibu Hana ikut menghampiri Arga." Terima kasih nak, Bundamu pasti bangga memiliki putra seperti mu." Ucapnya dengan senyuman tulusnya.


" Allahumma Aamiin." Ucap Arga.


" Kau juga beruntung Bu, memiliki putri dan putra seperti Hana dan Rahmet yang tak pernah mengeluh dengan keadaan seberat ini." Ucap Arga dalam hati menatap Hana dan Rahmet secara bergantian.


Ranti tersenyum." Alhamdulillah semua sudah berakhir. Waktunya kita makan." Ucapnya yang mengundang tawa di antara mereka.


Ha-ha-ha..


" Dasar perut karet." Ledek Arga.


" Hey !! Ini udah jam 10.00 wib ya wajar aja orang lapar." Celetuk Ranti tak terima dengan ledekan Arga.


" Sudah-sudah berhenti !! Ayo kita masuk biar kita sarapan." Ajak Ibu Hana pada mereka.


Dan akhirnya merekapun memasuki rumah, melangkah menuju dapur.


Namun, tidak dengan Hana yang lebih memilih melangkah pergi ke tempat biasanya ia menenangkan diri.


Bersambung...


Sevimli 19 Januari 2021


Salam hangat dari Author 🌹


Jangan lupa untuk like and Votenya ya :)

__ADS_1


__ADS_2