
" Bahkan karena sangat berharganya dirimu, aku beruntung bisa mencintaimu, apalagi kalau bisa dicintaimu."
....." Pelangi Hanani 🌹".....
Hari ini adalah hari pertama Hana bersekolah kembali, setelah sebulan lebih ia tak dapat menjalankan rutinitasnya sebagai siswa. Disebabkan insiden yang menimpa dirinya.
Dengan hati yang gembira, dengan semangat yang menggebu Hana tak sabar lagi ingin segera sampai di Sekolahnya.
Hari ini berbeda dari sebelumnya, kalau sebelumnya dirinya dan Arga berjalan kaki menuju sekolah. Kini mereka kembali seperti awal.
Arga berangkat menggunakan motor sportnya. Sementara Hana ikut bersama Kasih, Ranti di mobil Izaz.
Setelah sarapan bersama, merekapun berangkat sekolah.
" Assalamu'alaikum Yah, Bun kami berangkat dulu ye." Ujar Arga sembari menyalim tangan Ayah dan Bundanya, disusul oleh Izaz.
" Waalaikumussalam." Ucap keduanya dengan senyuman.
" Uncle, Aunty kita berangkat ya, assalamu'alaikum." Pamit mereka bersamaan.
" Iye hati-hati,aalaikumussalam."
Nazhanul, Wardah, Vikri dan bunda Ranti meninggalkan halaman menuju ke dalam Istana.
Belum sempat Hana memasuki mobil, tiba-tiba saja perutnya sakit.
" Aduh perutku kok tiba-tiba sakit gini ya." Hana sedikit kesakitan memegangi perutnya yang sakit.
Ranti menoleh ke Hana. Ia melihat sepupunya itu seperti ada masalah pada perutnya.
Dengan sigap ia menghampiri Hana.
" Han, kamu kenapa ? Tanyanya khawatir akan Hana.
" Aku gak apa-apa kok Ran, palingan cuma mau setoran. Soalnya tadi pagi aku belum setoran." Jawab Hana menutupi kesakitannya.
" Hm, kamu yakin gak apa-apa Han ? Tanya Ranti lagi untuk memastikan Hana baik-baik saja.
Hana mengangguk." Ya udah kalian berangkat aja luan, entar aku nyusul naik Taxi aja Ran." Ucap Hana pada Ranti.
" Ya, gak bisa gitu dong Han." Ranti berniat untuk menunggu Hana ke Toilet sampai selesai.
" Ya Allah, kamu keras banget sih. Udah buruan sana entar telat lagi." Ujar Hana mendorong Ranti untuk segera masuk ke mobil.
" Is, Hana kamu nyebelin banget sih." Upat Ranti.
Izaz yang melihat Hana tidak masuk mobil terheran.
" Lah, tunggu apelagi ? Jomlah masuk." Ujarnya pada Hana.
Hana menutup pintu mobil." Eh bang Izaz, Hana berangkat gune taxi je. Korang pergilah dulu." Jawab Hana.
" Lah,kenapa pula macam tu ? Tanya Izaz bingung dengan sikap Hana.
Hana masih dengan posisi memegang perutnya yang sakit. " Hana sakit perut bang Zaz, nak pergi tandas kejap." Jawab Hana sedikit gugup.
Izaz terkekeh mendengar perkataan Hana." Amboy, dahlah pergilah orang abang tunggu kat sini." Ucap Izaz.
" Eh, tak payahlah bang, orang abang pergi je, Hana gune taxi tak pe." Ujar Hana yang tak ingin membuat mereka menunggunya.
Sementara Kasih sudah muak berlama-lama dengan drama di luar mobil. " Aish, dah lah bang biar je die pergi gune taxi, dah lambat ni." Dengus Kasih.
" Eh sibuklah kau ni, bang Izaz nak tunggu ke suke hati dielah." Ketus Ranti yang ingin sekali memukul kepala Kasih.
Kasih hanya memperlihatkan ekspresi kesalnya.
" Dah pergilah cepat bang Izaz, Hana gune taxi oke." Kata Hana lagi menyakinkan Izaz.
Izaz menghela nafasnya, Hana meng orang yang sangat sulit untuk di patahkan keinginannya.
" Hm iyelah, orang abang pergi dulu. Hana hati-hati tau !! Dahlah pergilah Kat tandas, biar abang pesankan Taxi." Jawab Izaz.
Hana tersenyum manis padanya." Terima kasih abang Izaz. Abang ni memanglah the best." Ucap Hana dengan hangat pada Izaz.
Izazpun memesankan Taxi untuk Hana." Dah abang dah pesankan.Orang abang pergi dulu, assalamu'alaikum." Kata Izaz memasuki mobilnya kemudian melajukannya berangkat menuju sekolah.
" Alhamdulillah, waalaikumussalam dah Ranti, dah bang Izaz." Ucap Hana pada mereka.
Detik kemudian Hana melangkah masuk kembali ke wilayah Istana, menuju Toilet.
Setelah selesai dengan urusan toilet.
Hanapun melangkah menuju keluar Istana untuk melihat taxinya.
" Alhamdulillah lega banget ya Allah." Ucapnya merasa lega.
Baru saja Hana melangkah tiga langkah, tiba-tiba saja ada dua lelaki berbadan kekar menarik paksa Hana masuk ke dalam mobil Jeep.
" Eh kenapa kalian menggeretku seperti ini ?
Siapa kalian dan mau apa ? Tanya Hana pada mereka.
Hana semakin bingung sekaligus merasa kesal, karena dengan seenak jidat mereka menyentuh Hana.
Bukh, bukh, Hana menginjak kaki mereka secara bergantian.
Kedua lelaki itupun merasa kesakitan dan spontan melepaskan Hana.
" Aduh, kurang ajar !! Upat salah satu dari mereka.
" Kuat juga ternyata anak dara ni." Ucap penjahat yang lain.
Hana yang terlepas dari tangan mereka, memiliki kesempatan untuk pergi.
Hana berlari menjauh dari mereka.
" Rasekan !! Badanmu saja yang besar Pakci tapi kau ternyata lemah sekali." Kata Hana yang masih sempat meledek mereka.
" Kurang ajar !! Mau lari kemana kau." Katanya sembari mengejar Hana berlari.
Hana terus berlari menuju keluar Istana.
Sementara di sisi yang berbeda.
Arga teringat bahwa dirinya ketinggalan buku Matematika didalamnya ada tugas yang harus di kumpulkan hari ini.
" Astaghfirullah, buku tematikku ketinggalan di kamar lagi, harus balik ni." Ucapnya yang memutar balik motornya menuju Istana.
Hana sudah sedikit lega menjauh dari mereka. Namun sayang ternyata di depan gerbang sudah ada sosok penjahat lain.
" Hallo cantik nak lari kemana lagi ? Ujarnya yang sudah memegang Hana dengan erat.
" Astaghfirullah, lepaskan aku." Pinta Hana.
Namun penjahat itu semakin mencengkram Hana dan menggeretnya ke mobil Jeep.
Dan penjahat lain menyusul mereka.
" Haha, kena kau anak dara sombong !! Ketus salah penjahat yang Hana injak kakinya.
Mereka melajukan mobilnya keluar Istana, entah kenapa hari ini para satpam ataupun pengawas Istana tidak berada dilingkungan Istana, entah kemana mereka perginya.
Seakan-akan mereka memberi peluang untuk para penjahat itu menangkap Hana.
Detik selanjutnya tangan Hana diikat kuat oleh mereka.
" Lepaskan aku, tolong." Teriak Hana.
__ADS_1
" Dasar iblis kalian." Upat Hana.
" Kenapa kalian menangkapku ha ? Kalian ini memang bodoh sekali. Menangkap orang miskin yang tak punya apa-apa sepertiku." Hana terus menerus bersuara.
" Diam kau." Penjahat untuk mulai kesal pada Hana yang tidak mau diam.
" Kau yang diam botak." Teriak Hana pada penjahat yang kepalanya memang botak.
" Berani kau bicara sekali lagi, kau akan ku tampar." Ancamnya pada Hana.
Bukannya takut Hana mala justru tertawa renyah." Ha-ha-ha.
" Kau pikir aku anak kecil yang bisa diam kutu dengan ancaman murahan seperti itu." Cibir Hana.
Langsung saja, penjahat berkepala pelontos itu menampar wajah Hana dengan kuat.
Plaakk.
" Sudah kubilang jangan banyak bicara." Ucapnya dengan senyuman devilnya.
Hana yang di tampar olehnya sedikit kesakitan, pasalnya tamparan pria itu memang sangat kuat.
Mobil mereka berselisih dengan motor Arga, Hana melihat Arga dari dalam mobil spontan berteriak memanggilnya.
" Itu Arga."
" Arga, tolong aku Arga." Teriak Hana.
Arga yang merasa dipanggil oleh Hana, spontan saja menghentikan motornya.
" Hana, sepertinya Hana memanggilku tapi tidak ada siapa-siapa." Arga memperhatikan sekitarnya.
" Cuma ada mobil Jeep itu." Ucapnya.
Langsung saja Penjahat itu tak mau ngambil pusing dengan mulut Hana yang sudah seperti tukang seblak tak ada diamnya sama sekali. Mereka akhirnya menutup mulut Hana dengan lakban.
" Haha bicaralah kalau bisa." Kata Penjahat
itu.
Tetiba saja Hana buang angin dan mengeluarkan bau yang tak sedap.
Ya, memang sebelum mereka menangkap Hana, dirinya memang tengah di Landa sakit perut.
" Eh bau apa ni ? Kau buang angin ke? Mereka saling bertanya satu sama lain.
" Bau busuk." Mereka sudah tak tahan salah satu dari mereka membuka pintu mobil.
" Huek bau sekali." Hana yang melihat mereka kebauan tertawa puas dalam hati.
" Mpuss kalian." Ucap Hana dengan mulutnya yang terlakban.
Dengan pikiran Hana yang cerdas melihat pintu terbuka, ia pun menendang keluar tasnya, agar meninggalkan pada Arga.
" Kuharap kau melihat tasku ini Arga." Ucap Hana dalam hati berharap Arga dapat menyelamatkannya.
Bukh, tas Hana terlempar keluar.
Arga yang masih penasaran dengan suara Hana yang memanggilnya, terus memperhatikan sekitarnya.
Sampai akhirnya ia melihat sepertinya ada yang terjatuh dari mobil Jeep itu.
" Lah, amboy mobil itu gak sadsr apa barangnya ada jatuh.
Ia pun meraih motornya, melajukannya.
Untuk mengambil barang yang dimaksud, berniat untuk mengembalikannya pada mereka.
Arga menongkatkan motornya. Dan mengambil barang tersebut.
" Ha ? Inikan tas Hana kok bisa jatuh dari mobil Jeep itu." Ucapnya.
" Tunggu dulu, coba aku periksa untuk mastiin." Arga membuka tas itu kemudian melihat memang benar semua isinya adalah milik Hana.
Sejenak Arga, berpikir.
Tadi sepertinya Hana memanggilnya, kemudian tas ini terjatuh dari mobil.
Mencerna satu demi satu, akhirnya Arga paham bahwa Hana tengah diculik.
" Hana." Spontan Arga meraih motornya dan melajukannya mengejar mobil Jeep itu.
Bruummm. Arga memaksimalkan kecepatannya.
" Berengsek kalian." Upatnya terus menggasfull motornya.
Mobil Jeep dan motor sport Arga kini layaknya seperti sedang berkompetisi dalam lomba balapan.
Keduanya saling beradu, meski para penjahat tu belum menyadari Arga mengikuti mereka.
" Eh kereta sport tu macam nak ngejar kita tak ? Coba perhatikan." Ucap penjahat yang mengemudikan mobil itu memperhatikan Arga dari kaca spion mobil.
Hana merasa lega, ketika mendengar kereta sport, sudah pasti itu motor sport Arga yang dimaksud penjahat itu.
" Alhamdulillah, ya Allah tolong izinkan Arga bisa menyelamatkan aku dari para penjahat ini. " Batin Hana.
" Iyelah, memanglah die kejar kite." Ujar salah satunya.
" Dahlah kite kena balap ni." Ucap penjahat yang bertugas sebagai supir.
Arga terus mengejar mereka.
Jalan yang mereka lewati bukanlah jalan raya melainkan jalan menunju daerah Penang.
Ya, sunyi bahkan hanya ada beberapa kendaraan yang lewat.
" Mereka mau bawa Hana kemana sih ? Pikir Arga.
Karena sibuk mengejar mobil Jeep itu, Arga tak memperhatikan bahwa di depannya, ada kakek yang tengah menyebrang.
Stttt." Arga merem secara mendadak.
" Huu, ya Allah hampir saja." Arga menghela nafasnya.
Hampir saja ia menabrak kakek itu.
Arga turun dari motornya kemudian, membantu kakek itu menyebrang.
" Jom, Arga tolong atok nyebrang." Ujarnya.
Kakek itu tersenyum kemudian menuruti Arga.
" Terima kasih ya cu, sentiasa Allah balas kebaikan awak." Ucap Kakek itu.
" Same-same tok, atok juge sentiasa selalu Allah lindungi." Balas Arga.
Selesai membantu kakek itu Argapun kembali melajukan motornya.
Dan ya, Arga kehilangan jejak mereka.
" Sial, aku kehilangan jejak." Upatnya.
Arga meneruskan perjalanannya, meski ia tak tau harus menuju arah mana, yang akan mempertemukan dirinya dengan Hana.
Menelusuri setiap jengkal hutan, melirik kesetiap sudut daerah itu, berharap akan menemukan mobil Jeep, yang membawa Hana.
" Hm, ya Allah kenapa ini bisa terjadi pada Hana." Arga tak tau lagi harus mencari Hana kemana lagi.
__ADS_1
Sementara Hana yang berada di Mobil Jeep, sudah mulai khawatir akan keberadaan Arga, yang tidak terlihat lagi di belakang.
" Kenapa Arga gak kelihatan juga." Batin Hana.
Para penjahat itu tertawa puas, tidak melihat keberadaan Arga lagi dibelakang mereka.
" Hahah, budak tu sudah tidak kelihatan lagi." Ucap salah mereka.
" Ya, sudah pasti dia kehilangan jejak kita." Sambung salah satunya.
" Sekarang kau mau berharap lagi dia akan menyelamatkan mu ha ? Tanya penjahat yang berkepala pelontos itu pada Hana.
Hana hanya menatap tajam para penjahat itu,
dengan kekesalan yang memuncak, Hana mengeluarkan jurus tendangannya, menendang kaki satu persatu penjahat itu secara bergantian.
Bukh..
Bukh..
Bukh..
" Rasekan." Ucap Hana.
" Aduh gile ke.."
" Aduh sakit sekali."
" Aduh, kau sangat liar ternyata." Ucap penjahat yang berkepala pelontos itu.
" Kau tengok saja nanti !! Tunggu pembalasan kami kat gudang nanti." Ketus Penjahat itu.
Hana bukannya takut, justru Hana mala berdelik jijik.
" Cuih, kau pikir aku takut." Ucap Hana dibalik lakban yang menempel pada mulutnya.
Hana kembali menendang kaki mereka lagi.
Bukh..
Bukh
Bukhh..
" Aduh."
Salah satu dari para penjahat itu sudah tak dapat menahan amarahnya, ia pun melayangkan tamparannya pada Hana.
Plaakk..
Disusul oleh temannya yang lain.
Plakk..
Dan akhirnya ketiga penjahat itu menampar Hana secara bergantian kecuali, supir yang tetap stay di depan.
Plakk..
Ketiga tamparan yang keras itu berhasil membuat Hana kesakitan sekaligus meninggalkan bekas merah di pipinya.
" Sudah ku bilang, kau jangan bertingkah lagi.
Atau kakimu itu akan ku potong." Ucapnya sembari mengeluarkan pisau dari kantongnya.
Tindakan penjahat itu berhasil membuat Hana susah menelan salivahnya, seketika kaki Hana bergetar, ada rasa panik di hatinya berada di posisi ini. Namun ia mencoba menenangkan hatinya, untuk tidak takut sebab Allah akan berada bersama orang yang benar.
" Ini bukan sekedar peringatan ! Tapi juga ancaman ! Ujar Penjahat itu.
Membuat Hana, semakin kesal dengannya.
" Dasar botak !! Gak punya nyali, berani main senjata. Tangan kosong kalau berani ! Upat Hana dalam hati.
Mobil mereka melaju kencang ke sebuah gubuk yang tersembunyi di daerah dekat Ghost hill, salah satu daerah terangker di Penang.
Daerah pemakaman terbesar d daerah Malaysia yang dilengkapi dengan Museum di atas bukit. Dan tak lupa di kawasan ini juga ada sebuah bunker, bangunan tempat penyimpanan berbagai persenjataan.
Ya, sangat jauh dari keramaian, bahkan sesiapapun tak ingin berkunjung ke tempat itu. Konon katanya tempat ini di huni oleh para makhluk ghaib, kerap kali dikabarkan oleh warga setempat yang melewati daerah Ghost hill itu seringkali di ganggu oleh arwah yang mendiami tempat itu.
Entahlah, tidak tau bagaimana nasib Hana nantinya. Yang akan di sekap di daerah yang berdekatan dengan Ghost hill itu.
" Bos memang gila, boleh pula suruh kite datang kat daerah dekat Ghost hill ni." Ucap Salah satu penjahat yang nyalinya ciut ketika berada di dekat Ghost hill.
Sampai di daerah itu, mereka memakirkan mobilnya depan sebuah gubuk tak berpenghuni.
" Dahlah, jom turun ! Bawa budak tu." Perintah salah satunya.
Hana kembali ditarik paksa untuk memasuki gubuk tersebut.
" Cepat !! Jangan banyak tingkah." Katanya dengan tatapan tajamnya sembari menarik Hana dengan kasar.
Hana melirik ke sekitar kawasan itu, tampak sedikit seram, tak ada satu orangpun lewat meski hanya sekitar melintas.
" Mereka bawa aku kemana ini ? " Hati Hana mulai bertanya-tanya.
***
Arga masih dengan pikirannya yang gusar, kesal dan marah kehilangan jejak mereka.
" Arghhhhh." Teriaknya
Arga memenjamkan matanya sejenak, merilekskan pikirannya. Kemudian ia teringat sesuatu.
Ya, Arga teringat dengan Jps, untuk melacak keberadaan Hana lewat ponselnya.
Seingatnya Hana selalu mengaktifkan Jps ponselnya.
" Ya Jps, Hana selalu mengaktifkannya."
Ujarnya.
" Kenapa aku tidak berpikir dari tadi, bodoh." Gerutnya pada dirinya.
Detik selanjutnya Arga menepikan motornya.
Merogoh kantungnya untuk mencari ponselnya.
Arga melacak keberadaan Hana melalui Jps ponselnya.
Ya, sungguh kemudahan ya Allah berikan.
Benar saja Jps di ponsel Hana memang aktif, memudahkan Arga untuk mencari lokasinya.
" Alhamdulillah, dapat juga." Ucap Arga yang berhasil menemukan lokasi Hana.
" Apa ? Inikan daerah yang berdekatan dengan Ghost hill." Arga terkejut melihat hasil pelacakan Jps ponsel Hana.
" Emang bener deh, gila !! Besar juga nyali mereka." Ucap Arga tak habis pikir bisa-bisanya mereka membawa Hana ke daerah terangker itu.
Tak mau ambil pusing Arga langsung melajukan kembali motor sportnya, menuju tempat yang ditunjukkan oleh Pelacakan Jps tadi.
" Hana tunggu aku Han, dirimu terlalu berharga tak pantas untuk di perlakukan seperti itu." Ujar Arga menggasfull motornya.
" Bahkan karena sangat berharganya dirimu, aku beruntung bisa mencintaimu, apalagi kalau bisa di cintaimu." Arga memegang dadanya yang terasa khawatir dengan Hana.
Sevimli 9 November 2020
Salam hangat dari Author 🌹
__ADS_1