Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 39 Coklat ??


__ADS_3

" Mungkin dengan coklat, moodmu akan lebih baik, rileks dan juga dapat mengurangi kesedihanmu."


......." Pelangi Hanani 🌹".......


Setelah beberapa hari Hana di rawat di Rumah Sakit. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, besok hari Hana sudah di perkenankan untuk pulang.


Semua senang dengan kabar membaiknya kondisi Hana.


Hana juga sangat-sangat bersyukur, Allah telah kembalikan nikmat sehat pada dirinya.


Allah telah keliling kan orang-orang baik di sekitarnya.


Mengingat bahwa sebentar lagi, mereka akan menghadapi ujian kenaikan kelas. Hana senang, sebab itu artinya hari ia akan pulang ke Indonesia, sudah semakin dekat.


Di pagi hari, Arga mengajak Hana untuk menikmati sinar mentari di taman Rumah Sakit.


" Han, ke taman yuk ?? Mumpung sinar mentarinya masih bagus untuk kesehatan." Ajaknya, yang melirik jam melingkar di tangannya yang menunjukkan pukul sembilan pagi.


Hana menurut iya dengan ajakan Arga.


" Mau pakai kursi roda ? Biar aku dorongin." Tawar Arga pada Hana.


" Ga usah !! Aku jalan aja, insya Allah bisa." Jawab Hana mendirikan posisinya, meski sedikit sulit sebab ia baru pulih Hana tetap berusaha sendiri.


Arga tersenyum melihat Hana, sudah bisa ditebak bahwa Hana pasti menolak ajakannya.


Ia tau bahwa gadis dihadapannya ini selalu saja bersikap mandiri.


" Mau di gandeng ?? Arga mulai menggoda Hana.


Ucapan itu berhasil membuat Hana melototkan kedua matanya." Ih, apaan !! Haram tau." Tolak Hana mentah-mentah.


" Haha, yaudah nikah yuk !! Biar halal." Sahut Arga, mengedipkan sebelah matanya.


Rona merah mulai bersemi di wajah Hana, hatinya mulai berdebar, jantung berdegup cepat bahkan kakinya bergetar hebat.


Ah perasaan apa ini ? Pikir Hana.


" Kenapa aku deg-degan gini ya ? Ih, ini kaki pakai bergetar segala lagi. Ini juga kenapa hatiku kayak lagi marathon gini ? Ih, Arga nyebelin banget !! Upatnya dalam hati.


Masih dengan tawanya Arga kembali menggoda Hana." Mau ga ni ?? Tanyanya.


Hana mengedarkan pandangan tajam pada Arga. " Ga, aku ga mau nikah sama cowok nyebelin kek kamu !! Jawabnya dengan ketus.


Arga kembali terkekeh." Haha siapa juga yang mau nikahin cewek cerewet kek kamu !! Aku itu nanya mau ga ke tamannya ? Mala jawabannya ga nyambung gitu. Haha kepedean banget sih kamu !! Katanya sembari tertawa pulas, berhasil mengerjai Hana.


Hana bertambah kesal dengan makhluk yang berada di hadapannya. Langsung saja Hana melangkah meninggalkan Arga.


" Ih, Arga sinting !! Sebellll." Kesalnya menghentakkan kakinya ke lantai.


" Haha gemesin banget sih." Ucap Arga mengejar langkah kaki Hana.


Ya, mereka selayaknya pasutri.


Seperti seorangng suami yang mengejar dan mencoba membujuk istrinya.


" Han, tamannya bukan disana !! Tapi itu." Ujar Arga melihat Hana salah jalan.


Hana membalikkan badan ke arahnya.


Dan kembali berjalan, ke arah yang Arga tunjuk.


Pemuda yang membuat Hana kesal itu, masih saja di selimuti tawanya. Dan berusaha mensejajarkan langkah dengan Hana.


" Ih, dasar Arga kentang !! Dasar Arga batu !! Nyebelinnnnn." Teriaknya dalam hati.


Tanpa terasa mereka telah sampai di taman.


Hana menyandarkan tubuhnya di bangku taman. Di susul oleh manusia nyebelin itu.


Ada sebuah coklat yang ia sodorkan pada Hana." Coklat !! Ucapnya dengan senyum mematikannya.


Hana menatapnya sinis." Ga !! Jawabnya singkat.


Arga tau benar bahwa gadis pujaannya kini tengah kesal dengannya." Kamu tau ga Han ? Tanyanya.


" Ga tau !! Dan ga mau tau !! Ketus Hana dengan ekspresi kesalnya.


Arga kembali menahan tawanya, melihat ekspresi lucu dari wajah Hana." Coklat itu bisa meningkatkan hormon endrofin naik loh. Ya, itu artinya bisa ngurangin rasa sebel di hati kamu !! Biar hati kamu ga sebel lagi." Jelasnya pada Hana.


Hana menatap ke arah Arga. Dari mana pria ini tau masalah itu, pikirnya.


" Udah ni, ambil !! Ujarnya meletakkan coklat itu di sebelah Hana.


Jujus saja, bisa dikatakan Hana adalah pecinta coklat. Sudah ia coba untuk menahan diri tidak mengambil coklat dari Arga, namun hatinya tak selaras dengan gengsinya.


Ia pun meraih coklat pemberian Arga. Dan spontan saja ia membukanya dan melahapnya.


Arga melirik Hana yang tengah asyik melahap satu persatu potongan Silverqueen pemberiannya.


Senyuman merekat sempurna di wajah Arga.


" Seenak itu ya ?? Tanyanya.


Hana terbelalak tanpa ia sadari sedari tadi ada pria yang memperhatikannya.


Ia meneguk ludah." Ga, biasa aja !! Jawabnya dengan ketus.


" Haha biasa aja, tapi ludesnya cepat banget." Cibir Arga.


" Hm bodoh !! Kata Hana menjulurkan lidahnya.


Arga menggeleng, tertawa melihat tingkah Hana.


" Han !! Panggilnya.


" Ape ?? Hana menoleh ke Arga.


" Gimana kalau kita emang jodoh beneran ? Tanyanya serius.


Pertanyaan Arga berhasil membawa Hana terkejut." Ha ?? Jodoh ? Tanyanya balik.


Arga mengangguk iya. Hana tertawa mendengar pertanyaan bodoh dari Arga.


" Hahaha, apaan sih !! Ga lucu tau !! Ujarnya melihat Arga.


Kini mata mereka saling bertabrakan, ya Hana menatap Arga, yang juga menatapnya dengan insten. Hana memalingkan wajahnya dari Arga, sebab tak ingin berdosa lebih lama.


" Astaghfirullah, Hana ingat dosa !! Hana mengingatkan dirinya.


Hening sejenak, tak ada pembicaraan di antara keduanya.


Hana membuka suara untuk menghentikan kegugupan di antara mereka.


" Ga !! Sambung ayat yok !! Ajak Hana.


" Ah, sambung ayat ?? Tanya Arga balik.

__ADS_1


Hana menganggukkan kepalanya, sebagai jawabannya.


" Emang kamu punya hafalan ? Tanyanya.


Hana mengangkat kedua alisnya." Hm


ngeremehin banget ni ceritanya ? Menatap kesal Arga.


" Hahaha yaudah ayok, kamu aja yang tentuin surahnya !! Jawab Arga.


Hana tengah berpik." Gimana kalau Ar-Rahman aja ?? Soalnya ayatnya ga pada ribet !! Gimana ? Ujar Hana.


" Boleh juga, kamu yang mulai deh ! " Titah Arga.


" Bismillahirrahmanirrahim...


Ar- Rahman.." Hana melafalkan awal ayat.


Jujur saja, suara Hana bisa di kategorikan suara yang merdu. Arga tersenyum melihat Hana.


" Masya Allah, ternyata Hana jago juga tartilnya." Pujinya dalam batinnya.


Tiba giliran Arga, namun pria itu masih terdiam, memandang senyum ke arah Hana.


" Arga !! Panggil Hana.


Masih tak ada jawaban.


" Woy Arga !! Teriak Hana.


Berhasil membuat Arga tersadar." Kenapa sih Han ? Teriak-teriak kayak toak Masjid." Ledeknya.


" Kamu tu yang kenapa ? Cepetan sambung ayatnya.


" Astaghfirullah, maaf Han aku terbuai dengan suara merdu mu." Jujurnya pada Hana.


" Hueekk." Hana berpura-pura muntah, sebagai ekspresi jijik pada perkataan Arga.


" Serius loh." Tekannya.


Kemudian menyambung ayat selanjutnya.


" Allamal Quraaaan."


" Masya Allah merdu sekali." Batin Hana.


" Kholakol Insan."


" Allamahul Bayaaan."


"Asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān."


" Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān."


" Was-samā`a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān."


" Allā taṭgau fil-mīzān."


" Wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān."


" Wal-arḍa waḍa'ahā lil-anām."


" fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām."


" fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān."


Kali ini Arga salah menyambung ayat, jujur saja kalau sudah bicara surah Ar-Rahman, ia kembali teringat pada sosok gadis yang pertama kalinya menempati hatinya.


" Ah, aku salah ya Han ? Tanyanya yang tidak menyadari kesalahannya.


" Iya, coba ulangi lagi deh !! Kata Hana


" Khalaqal-insāna min ṣalṣāling kal-fakhkhār." Arga kembali mencoba menyambung ayatnya. Ya, tetap saja masih salah.


" Udah dua kali loh Ga, kamu salah !! Tegas Hana menatap tajam Arga.


Namun kini Arga tertunduk lemah, mengingat bahwa Surah Ar-Rahman ini adalah surah favorit Jihan, yang selalu saja ia lantunkan padanya.


" Arga kamu ga apa-apa kan ? Tanya Hana hati-hati.


Arga menggeleng tidak.


" Hm, coba deh cerita ke aku !! Siapa tau aku bisa bantu, atau kalau ga bisa bantu aku bisa gantian ledekin kamu haha !! Ucap Hana dengan tawanya.


" Aku teringat Jihan !! Jujur Arga pada Hana.


Hana terkejut." Ha ? Oh Jihan. Ucap Hana berpura-pura tidak terkejut.


" Iya, surah ini adalah surah Favorit Jihan, aku selalu melantunkannya pada Jihan." Lanjut Arga.


Tiba-tiba saja perkataan Hana membuat hati Hana mencolos.


" Kenapa hati aku jadi sesak gini ya ? Ah ga boleh Hana, tahan-tahan Arga tu hanya cinta sama Jihan. Wake up Hana !! Ujarnya pada batinnya.


" Oh favorit Jihan, pantesan aja kamu ga fokus hehe." Ucap Hana dengan tawa palsunya.


" Hm, yaudah lanjut lagi deh." Ajak Arga.


" Next time aja deh kita lanjut, kalau kamunya udah fokus." Jawab Hana.


Arga melirik jamnya. Ya sudah pukul setengah sepuluh ternyata.


" Han, duha yuk !! Ajak Arga pada Hana.


" Ah, iya hampir saja aku kelupaan. Yuk!! Jawab Hana dengan senyuman.


Mereka beranjak pergi menuju Masjid yang berbeda di rumah sakit.


Di tempat yang berbeda mereka melakukan ibadah yang sama.


Bahkan dengan doa yang sama.


Hana memilih melakukan sholat duha sebanyak empat rakaat, sementara Arga memilih melakukannya enam rakaat.


Ya, ada banyak keutamaan bagi mereka yang melakukan sholat duha, salah satunya lapang ya rezeki. Bukan hanya rezeki berupa materi, melainkan juga rezeki sehat, selalu dalam lindungan Allah, dan juga selalu merasa tentram dan damai.


Setelah selesai melaksanakan sholat duha, Arga mengajak Hana ke Kantin sebentar.


Untuk membeli sarapan, sebab sedari tadi Arga belum sarapan pagi.


" Han, temenin aku ke Kantin bentar yuk !! Beli sarapan." Ajak Arga memohon pada Hana.


Hana terkejut sudah pukul setengah sepuluh, masih saja Arga menyebutkan sarapan.


" Sarapa ? Jangan bilang kamu belum sarapan pagi !! Hana menancapkan tatapan tajam pada Arga.


Arga tertawa." Hehe iya aku belum sarapan pagi Han." Jawabnya dengan polos.

__ADS_1


" Ih, kamu ya kebangetan banget mau aku sembuh !! Tapi diri kamu sendiri ga kamu peduliin gimana sih ?? Nyebelin tau kamu tu !!


" Ayok, pokoknya kamu harus makan banyak !! Pekik Hana Arga.


Arga hanya tertawa mendengar semua celetohan Hana, dan ada rasa senang di hati Arga sebab Hana telah mencemaskan dirinya.


Hana melihat ke arah kanan kirinya, tak mendapati pria itu. Kemudian Hana menoleh ke belakang tampaklah pria itu masih saja berdiri di tempat dengan tawanya.


" Astaghfirullah, jadi ga sih ke Kantinnya ? Tanya Hana.


Entah kenapa Arga selalu senang hati, jikalau berhasil membuat Hana kesal.


" Haha iyaiya, jangan marah-marah nape !! Ucapnya.


" ل تخضب ولك الجنة"


Jangan marah bagimu syurga, ingat hadis itu Hana." Ujar Hana pada dirinya sendiri.


Arga sudah berada di depan Hana, sementara Hana masih saja menahan amarahnya.


" Dasar manusia patung !! Es kutub !! Nyebelin !! Hana terus mengupat walau pelan, tetap saja Arga dapat mendengar. Dengan indra pendengarannya yang begitu tajam.


Sesampai di Kantin, Arga memesan nasi goreng beserta teh manis.


" Makci saya pesan nasi goreng satu ya !! Sama Teh manisnya." Arga memesan makanannya.


" Oke, tunggu sebentar ya nak !! Kata Ibu Kantin.


" Ohiya makci teh manis ga usah pakai gula deh, soalnya udah ada yang manis ni!! Ujar Arga melirik ke Hana, kemudian mengedipkan matanya pada Hana.


Hana berdelik kesal, melihat Arga. Yang tak tau tempat untuk menjahilinya.


Dengan tatapan mematikannya, rasanya ingin sekali Hana membejek-bejek habis makhluk yang sedari tadi membuatnya jengkel.


Namun, Hana tetap berusaha stay cool, dirinya tak ingin malu di tempat itu. Berbeda dengan Arga yang sama sekali tak punya malu.


Ibu Kantin terkekeh mendengar perkataan Arga.


" Hehehe, iya sih nak pacar kamu emang manisnya kelewatan."


Lagi dan lagi kekesalan Hana semakin membuncah, ketika Ibu pemilik Kantin berpihak pada Arga." Dia bukan pacar saya Makci !! Teriak Hana.


" Iya makci. Saya ini calon suaminya." Kata Arga asal.


Hana semakin kesal, tak ingin bertambah kesal Hana memilih meninggalkan Arga sepihak.


" Ih, nyebelin !! Saya bukan pacar atau calon istrinya makci !! Saya hanya temannya !! Tegas Hana dan meninggalkan Kantin.


" Hahaha, Hana gemesin banget sih !! Arga merasa puas membuat Hana sekesal itu.


Ia tertawa, dan si ibu Kantin juga melakukan hal yang sama. Merasa lucu melihat tingkah laku kedua bocah di hadapannya itu.


" Ini nak !! Ibu Kantin memberikan pesanan Arga.


" Ohiya Makci, terima kasih!! Arga meraih pesanannya dan memberikan uang sebagai bayarannya.


" Sama-sama, nak jangan kasih kendor !! Pepet terus kalau emang cinta, harus di perjuangkan !! Ujar ibu itu seakan-akan tau bahwa Arga menyukai Hana.


" Hahaha, siap buk !! Jawab Arga dan meninggalkan Kantin.


Arga berlari menyusul Hana, ia tak berniat lagi menggoda Hana, sebab ia tak ingin gadis itu semakin kesal padanya.


" Han !! Han !! Tungguin dong." Teriaknya pada Hana.


Hana tak menggubris sedikitpun, apalagi menoleh. Ia sudah merasa muak dengan semua kejahilan Arga padanya.


Sesampai di ruang Hana, yaitu ruangan yang bernama Mawar. Hana langsung merebahkannya tubuhnya di bed pasien.


" Alhamdulillah, sudah merasa lebih enak." Ucapnya lega.


Tiba-tiba saja datanglah sosok pria yang menjengkelkan baginya.


" Assalamu'alaikum, boleh aku masuk ?? Izin Arga pada Hana.


Hana memperbolehkan Arga walau dengan ekspresi kesalnya." Waalaikumussalam, hm." Jawab Hana singkat.


Tidak lama kemudian Ranti menghampiri Hana di ruangannya.


" Assalamu'alaikum." Salam Ranti.


" Waalaikumussalam." Ucap mereka barengan.


" Han, ini barang-barang kamu udah aku ambil semua dari perkemahan, nih handphone kamu." Jelas Ranti pada Hana dan memberikan ponsel Hana.


Hana memungut Ponselnya dari tangan Ranti." Terima kasih Ran." Ucapnya manis.


" Sama-sama." Jawab Ranti membalas senyuman Hana.


Hana membuka handphonenya, ya tertera ada beberapa panggilan dari orang tuanya, dan juga Sanju sahabatnya.


Ya, rasanya sudah lama sekali Hana tidak bertemu Sanju, bahkan juga mendengarkan curhatannya. Yang kalau ada apa-apa dengan dirinya, selalu saja Hana sebagai tempat penampungan curhatnya.


Hanapun berniat menghubungi kembali sahabatnya itu." Ran, aku telpon Sanju bentar ya." Ujar Hana.


Ranti mengangguk setuju. Kemudian dia menoleh ke arah Arga. Yang sedari tadi hanya berdiam kaku." Woy, nape lu ?? Tanya Hana.


Yang di tanyapun menyahut." Ga kenapa !! Ran aku sarapan dulu ya, lapar banget dah sumpah !! Ucap Arga dengan ekspresi menahan laparnya.


" Hahaha et dah, makan aja kali !! Ga bakalan aku minta juga !! Jawab Ranti.


" Haha pengertian banget sih jadi orang." Kata Arga mengacung jempol pada Ranti.


Argapun melahap sarapan yang telah ia pesan tadinya.


Sementara Hana jari jemarinya masih sibuk dengan Handphonenya. Menghubungi sosok sahabat yang telah lama ia nantikan, yang begitu amat sangat ia inginkan untuk bertemu. Untuk melepaskan dan meluapkan semua kerinduan yang menyesakkan dada.


Tittt.... Panggilan Hana berhasil tersambung pada Sanju.


Usut punya usut, ternyata Sanju sedang pergi ke Toilet dan Sanju menitipkan ponselnya, pada sosok pria yang menjadi sahabatnya.


Pria itu menatap layar ponsel Sanju, terteralah nama sosok gadis yang sangat ia rindukan, sosok gadis yang paling utama ia ingin temui.


Akhirnya ia mengangkat panggilan Hana. Untuk mendengarkan suara Hana yang selalu saja terniang-niang di telinganya.


" Assalamu'alaikum, Sanju !! Ucap Hana.


Namun yang di hubungi tak menjawab salam Hana sama sekali.


" Ha ?? Sanju kamu kok ga jawab salam aku sih ?? Tanya Hana.


Akhirnya pria itu membuka suara, dengan mulut yang gemetar, dengan degupan jantung yang berdebar, dan dengan tubuh yang seketika canggung. Ia berusaha bersuara ada Hana. " Hallo !! Ucapnya dengan gemetar.


Hana terkejut mendengar suara lelaki dari panggilan itu. Ya, suara lelaki yang sangat ia kenal, lelaki yang bahkan sangat ia rindukan, lelaki dengan suara baritonnya yang khas itu membuat Hana sangat mengenalinya.


Ya, siapa lagi sosok pria itu kalau bukan Anugrah.


Bersambung..

__ADS_1


Sevimli, 22 Oktober 2020


Salam Hangat dari Author 🌹


__ADS_2