Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 6 Bertemu Pria Bermata Sipit


__ADS_3

" Wanita yang begitu menarik. Hingga dapat membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya, walau kutau dimensi kita berbeda, tapi tak apakan ? Bila aku menaruh rasa padamu wanita Muslimah." Batin pemuda yang sering disapa Anugrah.


..." Pelangi Hanani 🌹 "...


****


Kilau menteri yang begitu cerah menemani perjalanan Hana dan teman-teman sekelasnya menuju kota Sibolga, Tapanauli Tengah.


Ya kota nan sejuk terkenal dengan keindahan lautnya, penuh dengan laut yang indah bak sebuah ilustrasi dalam lukisan, sampan-sampan disepanjang perairan bahkan juga, kapal-kapal yang sedang berlayar dilaut.


Rumah-rumah panggung tradisional masih saja ditemui ditepi tepi jalan raya. Pepohonan yang rindang, menambah panorama kesejukan dan kenyamanan di kota ini. Siapa saja yang berkunjung ke Kota ini pasti rasanya ingin berlama-lama disini.


Siapa saja yang menatap keindahan alam Sibolga ini, akan merasakan bahwa tak ada alasan untuk mendustakan Nikmat Allah.


" *M**aka Nikmat Tuhanmu yang manakah


yang engkau dustakan ?


" Q.s Ar-Rahman : 13*.


" Terima kasih atas nikmat yang luar biasa


ini ya Allah, Engkau masih saja memberikan hambaMu melihat keindahan kekuasaanMu ini ya Allah." gumam Hana dalam hati.


Beberapa jam kemudian sampailah mereka di sekolah internasional SMA N 1 Plus Mata Uli Sibolga.


Ya, sekolah impian semua orang, gedungnya yang menjulang tinggi,dengan segala fasilitas lengkap serba sempurna, wilayah sekolahnya tepat ditengah perbukitan yang sejuk, didepan gerbang garda terdepan dikawal oleh pepohonan sawit yang begitu tertata rapi, segala bentuk Lapangan yang diperlukan untuk aktivitas pembelajaran telah terlengkapi dan tertata dengan rapi.


Say Masya Allah untuk sekolah luar biasa ini.


Peserta Study Banding pun dituntun masuk kedalam Auditorium sekolah Mata Uli, dan disambut dengan begitu hangat dan baik oleh salah satu perwakilan guru Mata Uli.


Di dalam Auditorium sekolah Mata Uli telah diisi oleh perwakilan dari sekolah Mata Uli, ya salah satunya dari pihak derajat SMP-nya yakni Ketua Osis SMP N 1 plus Mata Uli, dan ketua osis SMA, Sekertaris, dan juga Bendaharanya, untuk memandu peserta Study Banding. Yang akan nantinya dibagi menjadi 3 Grub. Bertepatan Anugrah Pota Mendrofa yang menjadi pemandu grub Hana.


 


" Astaga perasaan apa ini Tuhan ? Kenapa hatiku seperti marathon, berlari kesana kemari dengan pacu kala menatap gadis yang baru saja aku temui ini. " Batin Anugrah yang sedang memandang Hana.


 


Setelah banyak yang diperbincangkan oleh guru Mata Uli, mengenai hal yang menjadi tolak ukur kemajuan suatu pendidikan. Berdasarkan pengalaman sekolah Mata Uli dengan begitu jelas beliau memaparkannya, dan membuat peserta Study Banding dapat mengambil sedikit banyaknya manfaat dari yang beliau sampaikan.


Seusai Penjelasan beliau selesai.


 


Kini giliran masing-masing pemandu untuk membawa masing-masing grub mengelilingi Mata Uli, guna memperkenalkan sudut langit sekolah Mata Uli.


" Selamat Pagi rekan semua, saya Anugrah Pota Mendrofa yang menjadi pemandu pengenalan Lingkungan sekolah Mata Uli, akan memperkenalkan kalian semua mengenai sudut langit sekolah kami." ucap Anugrah dengan penuh wibawa.


Hanapun yang telah diwakilkan untuk menjadi juru bicara sekolahnya, harus berada didepan bersama Anugrah sang pemandu pengenalan Lingkungan sekolah Mata Uli itu.


" Hana silahkan maju kedepan bersama nak Anugrah untuk menjadi juru bicara sekolah kita nak. " perintah ibu Zakiyah pada Hana.


 


Hana dengan wajah memalaspun dengan pasrah menerima perintah Ibu Zakiyah.


Bukan karena dia tidak senang ingin mengetahui setiap sudut sekolah luar biasa ini, namun yang membuat dia malas, adalah dia akan berada disamping pemandu yang terlihat begitu dingin dan angkuh itu.


Sampailah mereka di Ruang Rumah Seni.


" Rumah Seni ? Itukah nama ruangan ini ?


Atau saya salah ? " tanya Hana pada Anugrah.


" Ya ini adalah Rumah Seni dipakai untuk aktivitas segala sesuatu yang berbaur seni." jawab Anugrah dengan nada tegas.


" Ya iyalah.


Namanya juga Rumah Seni ya pasti buat aktivitas seni tidak mungkin buat aktivitas sholat jenazahkan ? dasar cowok es batu." gumam Hana dalam hatinya.


Anugrah mempersilahkan peserta Study Banding masuk ke dalam ruang Rumah seni.


Ya mereka takjub melihat ruangan yang begitu menarik dan indah itu.


Anugrah yang melihat itupun, menarik satu sudut bibirnya yang memperlihatkan senyum angkuhnya, Hana yang melihat itupun menatapnya dengan tatapan sinis.


 


" Baru begini saja sudah merasa hebat sekali dia, dasar cowok angkuh ! Bahkan ini tidak ada apa-apanya dengan sekolah-sekolah di Mesir sana." kesal Hana dalam hati.


 


Tanpa disadari, Anugrah menatap ke arah


Hana yang melihatnya dengan tatapan tajam.


Anugrah pun menghampiri Hana.


" Hei Nona aku tau wajahku ini sangat tampan tapi, tolong turunkan tatapanmu yang kelihatannya tertarik padaku. " ucap Anugrah dengan penuh percaya diri.


 


Hana yang mendengar itupun spontan kesal dan menghentakkan kakinya.


 


" Hallo Tampan katamu ?? Kau ini bagaimana Tuan, apa kau tidak bisa melihat dirimu di kaca dengan benar ha ? Ohiya aku lupa matamu itukan dimensi ukurannya sangat kecil mana mungkin bisa melihat dengan jelas haha, bahkan kau sangat pantas dijulukin China buta." ledek Hana sembari meninggalkan ruangan itu.


Anugrah yang mendengar perkataan Hanapun merasa sedikit emosi. Namun, tak terpungkiri rasanya dia ingin sekali tertawa mendengar penuturan bicara gadis yang bernama Hana itu, ya pikirnya bagaimana bisa wajah setampan dirinya dijuluki China Buta

__ADS_1


 


" Dasar gadis aneh aku pikir dia gadis yang pendiam dan kalem ternyata setelah dipancing kau sangat garang sekali." ucap Anugrah dalam hatinya.


 


Selanjutnya, mereka menuju ruangan Perpustakaan ya perpustakaan yang begitu megah dan dilengkapi dengan beragam buku yang lengkap tertata rapi.


Hana yang melihat itupun tak dapat menyembunyikan rasa takjubnya melihat ruangan itu, Anugrah yang melihat Hana seperti itu mengambil kesempatan untuk meledeknya.


" Hey gadis aneh, kenapa matamu seperti mau keluar dari kandangnya ? Apakah kau baru kali ini melihat perpustakaan seperti ini ya ? Wah kasihan sekali dirimu !! cibir Anugrah pada Hana.


Hana yang mendengar perkataan Anugrahpun merasa kesal, ingin sekali dia menarik mulut cerewet lelaki yang bernama Anugrah itu.


Namun, dengan sigap Hana langsung beristighfar dalam hati menahan emosinya


" Ya Allah lindungilah aku dari makhluk akstral China buta yang kasat mata dihadapanku ini ya Allah." langsung saja Hana melontarkan perkataan itu.


Anugrah tak membalas perkataan Hana lagi.


Bukan karena dia tidak sanggup membalas melainkan, semakin banyak dia berbincang dengan Hana semakin kuat pula hatinya berlarian kesana-kemari.


" Tuhan perasaan apa ini ? Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Kenapa gadis ini seperti magnet yang menarik jantungku untuk selalu berada didekatnya. " ucap Anugrah dalam hatinya.


Anugrahpun meninggalkan Hana, tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya. Hanapun merasa heran melihat pemuda itu yang tadinya dia sangat cerewet sekali, kenapa sekarang mala diam membisu tidak membalas ucapan Hana.


 


" Cowok aneh tadi mulutnya seperti Mak Lampir tapi sekarang kenapa seperti si buta dari gua hantu, eh bukan si buta dari gua hantukan Buta bukan bisu ya.


Ya ampun Hana sudah-sudah berhenti memikirkan cowok angkuh itu, ya Allah jangan biarkan syeitan menggodaku untuk mengupat dalam hatiku. " batin Hana sambil memukul-mukul kepalanya.


Satu persatu ruangan telah selesai diperkenalkan kepada peserta Study Banding dengan begitu jelas dan baik, cukup memakan waktu yang banyak hingga masuklah waktu Dzuhur.


Merekapun melaksanakan Shalat dzuhur di Masjid Sekolah ini, yang terbilang cukup megah dan luas.


Hana heran melihat Anugrah bukannya mala ke Masjid melainkan kembali ke kelasnya dan dia juga teringat ketika pembukaan perkenalan Anugrah, Yadi dia tak menggunakan salam karena penasaran Hanapun bertanya kepada salah satu siswa disitu.


" Maaf kak boleh tanya tidak ? " tanya Hana.


" Boleh kak, mau tanya apa kak ? tanya siswa itu kembali.


 


" Ketua osis SMP Mata Uli itu agamanya apa ya kak ? " tanya Hana dengan santun.


" Maksud kakak, Anugrah Mendrofa ?


Kalau dia mah Non muslim kak asalnya juga dari Nias kak. " jawab Siswa itu.


 


" Oh nonmuslim ya, makasih ya infonya." jawab Hana lagi.


 


" Suka ? Hallo sampai duren jadi semangka juga aku tidak akan pernah suka sama dia." batin Hana.


" Ah tidak kak, saya hanya bertanya saja kak " jawab Hana.


" Hm iya deh kak, tapi wajar sih kalau suka soalnyakan Anugrah itu Perfectlah." ucap siswa itu yang membanggakan Anugrah.


 


" Perfect yang benar saja mata kejepit kaya China buta seperti itu dibilang Perfect eh tapi kalau dilihat lihat sih emang dia tampan juga,


eh astaghfirullah Hana stoped jangan berpikir seperti itu, Ini pasti syeitan udah masuk didalam pikiranmu Hana Istifagh Hana, ya Allah setelah ini pasti hafalanku banyak yang Buyar." gumam Hana dalam Hati.


" Hehe iya deh kak, saya Luan masuk kedalam ya kak." pamit Hana berjalan masuk kedalam Masjid.


" Silahkan kak. " jawab siswi itu


Sholat Dzuhur pun berlangsung diimami oleh salah satu siswa dari sekolah Mata Uli dan hati tak bisa menipu suara siswa yang jadi imam itu dapat dikatakan merdu juga.


Selesai Sholat dzuhurpun Peserta Study Banding makan bersama disekolah Mata Uli


sorot mata Hana seperti mencari seseorang.


Ya, Hana mencari keberadaan Anugrah yang terlihat disekitar sini.


 


" Astagfirullah Hana! Kenapa selama ini kau seperti ini, berhentilah menimbun dosa Hana. Anda tidak tahu malu memikirkan dia yang tidak halal untuk Anda."


Hana terus menerus mengupat didalam hati.


 


Dan sosok yang dicari Hanapun tiba tepat mengambil posisi duduk didekat Hana.


Hanapun berada diposisi itu merasa risih dan bergeser untuk menjauh dari Anugrah. Namun, siapa sangka Anugrahpun kembali mendekati Hana, dan dengan sigap Hana bergeser kembali, tanpa merasa sungkan Anugrah menarik tangan Hana agar tetap berada disampingnya.


Ya spontan saja Hana menampar wajah Anugrah, tangan yang selama ini Hana jaga untuk tidak menyentuh yang bukan mahromnya walau hanya seujung kuku pun. Namun, kali ini dengan seenak jidat Anugrah menggenggam kuat tangannya. Masih dengan emosi Hana langsung saja angkat bicara dengan nada yang cukup tinggi.


" Beraninya kau menyentuhku ?? Apakah kau tidak punya malu ? Apakah kau tidak tau bahwa tidak diperbolehkan untuk menyentuh seseorang yang bukan halal untukmu ?


Apakah kau tau dosanya sebesar apa ha ?


ucapan Hana dengan terdengar emosi, yang membuat orang yang berada disekitar situ tegang melihat situasi itu


" Asal kau tau bahkan menyentuh Bara api yang membara jauh lebih baik untukku, daripada menyentuh tangan yang tidak halal untukku. " tegas Hana dan langsung meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


 


Masih dengan posisi terkejut.


Anugrah hanya terdiam membisu kala wajah tampannya tertampar kuat oleh wanita, hanya karena menyentuh tangannya yang bahkan terlapisi kain bajunya. Padahal selama ini Anugrah selalu merangkul bahu teman perempuannya.


 


" Kenapa dia begitu marah sekali padaku hanya karena hal sepele seperti itu. " gumam Anugrah.


Sanju yang melihat temannya mengalami hal itupun, bergegas menghampirinya.


Di sebuah taman Hana terduduk, menunduk untuk menenangkan hatinya. Namun terbesik dalam hati kecil merasa bersalah pada Anugrah karena telah bersikap kasar padanya padahal kalau ditelaah, memang Anugrah tidak akan mengetahui hal itu karena dia adalah seorang nonmuslim.


" Han kamu baik-baik saja Han ? tanya Sanju pada Hana yang mengkhawatirkan keadaan sahabatnya itu.


" Hm aku baik-baik saja San.


San apa yang aku lakuin begitu kasar ya pada Anugrah ? Apa aku kejam sekali ya San jadi cewek ? tanya Hana dengan sorot mata berkaca-kaca.


" Tidak Han, yang kamu lakuin itu sudah benar kok, hanya saja emang sikonnya berbeda karena Anugrah itukan seorang Nonmuslim.


Dia pasti tidak tau masalah hukum sentuhan dengan yang bukan Mahrom, apalagi masalah dosanya bagaimana. Tapi, aku tau kok itu spontan keluar dari diri kamu tanpa berpikir terlebih dahulu. " ucap Sanju menenangkan Hana.


 


" Iya San, aku emang gini orangnya.


Rasanya seperti ingin nangis, teriak sekuatnya kala kulit ini bersentuhan baik itu sengaja atau tidak San. " Hana sedikit terisak.


" Sudah-sudah Han, tidak usah dipikirkan Anugrah pasti paham kok masalah ini. "jawab Sanju.


" Apa aku minta maaf aja ya San ? abiar aku sedikit lega. " tanya Hana.


" Ya kalau itu emang mau kamu lakuin.


Silahkan Hana ! Aku temenin kamu jumpain Anugrah." ucap Sanju pada Hana.


" Hm baiklah San, ayok kita cari dia." ajak Hana .


Merekapun bergegas mencari Anugrah.


Dan tak lama kemudian merekapun menemukannya, dengan sedikit ragu Hana mendekati Anugrah.


Namun, Anugrah yang melihat Hana sesegera mungkin menghindari Hana.


 


" Anugrah !! " panggil Hana.


Anugrah tetap tidak menoleh.


" Anugrah, Anugrah !!! " teriak Hana.


 


Masih sama tak ada jawaban dari Anugrah


Hanapun berlari kedepan Anugrah dan menghalangi jalannya.


 


" Anugrah please listen to me !! Aku cuma mau minta maaf atas perbuatan kasar aku sama kamu tadi, itu semua spontan keluar. Karena aku emang paling gak suka disentuh bahkan dekat dengan lelaki aku saja tidak mau, please ya Grah ! Maafin aku. " ucap Hana memohon pada Anugrah.


 


Anugrahpun memahami semua perkataan Hana dan hal itu semakin membuatnya terkagum pada Hana.


" *B*aru kali ini aku temui gadis luar biasa sepertimu Hana " batin Anugrah.


" Iya aku sudah maafin kamu tapi,.dengan satu


syarat kita menjadi teman, bagaimana ?


tawar Anugrah pada Hana.


Hana terdiam sejenak, mendengar perkataan Anugrah tenggorokan kering. Ingin rasanya dia berkata iya namun akalnya jauh lebih memilih berkata tidak.


" Maaf kalau untuk berteman aku tidak bisa,


kalau kaca mata kita dalam memandang Tuhan saja berbeda bagaimana mungkin kita bisa berteman ? Dan sejauh ini aku sudah terbiasa tidak memiliki teman nonmuslim. " jawab Hana dan meninggalkan Anugrah begitu saja.


" Apa yang salah coba ? Apakah berbeda agama adalah batasan untuk prinsip pertemanan, bukankah diagama Islam itu dianjurkan toleransi Han ?


teriak Anugrah, yang membuat Hana kembali berbalik ke arahnya.


 


Hanapun menghampirinya kembali dengan senyuman simpul.


" Ya dalam Islam dianjurkan toleransi. Tapi, ini hanya dalam konsep pertemananku. Tidak ada sangkut pautnya dengan ajaran agamaku, jika kau ingin menjadi temanku maka Islamkan dulu dirimu. " ucap Hana dengan tegas.


 


Anugrah yang mendengar perkataan Hanapun menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan jalan pikiran Hana


" Dasar gadis keras kepala ! " ucap Anugrah dengan seuntaian senyumnya.


 


Kenapa Author masukin sekolah SMA N 1 Plus Mata Uli dicerita Author, jujur Author suka sama sekolahnya plus sewaktu Mts

__ADS_1


Sekolah Author pernah ngadain Study Banding kesana. Ya jujur saja Author suka sama sekolahnya sejak pandangan pertama kejadiannya itu tepat dibulan Januari 2015 jadi ceritanya Author pengen lanjut SMA disana tapi karena keinginan Author lanjut di Aliyah atau sekolah agama lebih besar jadinya Author lebih memilih lanjut di Madrasah Aliyah Negeri diwilayah Author hehe.


__ADS_2