
" Jangan terlalu cepat terjatuh, karena itu hanya akan membuatmu merasakan luka yang amat mendalam bahkan akan sampai membuatmu menangis tanpa suara."
..." Pelangi Hanani 🌹"...
Hanapun membuntuti Arga menggunakan motor Ranti yang berada dirumahnya, dengan secara diam-diam Hana membuntuti Arga ke Sebuah tempat yang cukup jauh dari Istana. Sebab itu sampai disana cukup memakan waktu yang lama.
Hana tak tau daerah mana yang telah dilalui, yang dia fokuskan hanya mengikuti Arga saja dan tidak mau kehilangan jejaknya.
Tak lama kemudian, Argapun mengarah belok ke kiri dan berhenti disebuah bangunan yang sepertinya tidak dihuni lagi.
Hanapun memakirkan motornya sedikit jauh dari tempat itu agar Hana tidak ketahuan oleh Arga.
Hana Melihat Arga masuk ke dalam bangunan itu, tentu saja Hana masih mengikutinya dengan mengendap-endap, didalam bangunan itu ternyata Arga menemui seseorang yang tidak lain ialah Lelaki yang kemarin Hana lihat, sedang berbicara dari via telepon sewaktu Hana mau menyusul Ranti ke Toilet.
" Astaghfirullah, aku tidak salah lihat. " kata Hana dengan pelan.
Arga tampak berbicara baik dengan Lelaki itu bahkan kerap kali mereka saling melontarkan tawanya.
" Kenapa Arga tampak akrab dengan pria mencurigakan itu, apa jangan-jangan Arga memang benar dalang dibalik semua ini. " sambung Hana lagi.
Hanapun mulai berpikir dari sejak pertama kali dia bertemu Arga sikapnya begitu dingin, tatapannya begitu tajam, terlihat jarang memberikan senyum, bahkan Arga tampak tidak senang dikala bersama keluarganya.
" Pantas saja sikapnya begitu dingin, bahkan tatapannya begitu tajam, senyum saja tampak jarang terlihat diwajahnya, dan satu fakta lagi Arga terlihat tampak tidak senang kala dia bersama dengan keluarganya, hm dia juga tampak tidak senang kalau ada pembahasan putra mahkota diIstana yang jatuh ditangan Bang Izaz, apa mungkin Arga tidak terima kalau Bang Izaz yang menjadi Putra Mahkota, apa mungkin Arga juga menginginkan posisi itu oleh sebab itu dia melakukan hal ini, hm Sungguh aku belum bisa percaya dengan semua fakta yang cukup menyudutkanmu ini Ga !! " Batin Hana yang tidak percaya akan Fakta yang dia temukan.
Selesai itu Hanapun pergi meninggalkan tempat itu untuk kembali ke Istana
Diperjalanan Hana masih saja tidak habis pikir dengan kejadian yang dia lihat tadi.
Kecepatan motor Hana semakin dia tambah agar cepat sampai ke Istana.
" Aku benar-benar tidak menyangka ga, kamu melakukan hal senekat ini. " Ucap Hana tengah melajukan Motornya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Hanapun sampai di Istana, awalnya dia berniat untuk menceritakan hal yang dia ketahui mengenai Arga pada Izaz, namun niatnya itu dia urungkan sebab dia takut akan menambah masalah di Istana dan lagipula bukti yang dia dapat belum sepenuhnya membuktikan Arga dalang dibalik semua ini
" Apa sebaiknya aku kasih tau Bang Izaz ya soal ini, eh ga usah deh entar mala makin ribet, lagian Arga belum bisa dikatakan sepenuhnya sebagai dalang dibalik ini semua , aku harus tetap pantau Arga sampai masalah ini tuntas ke akar-akar. " Batin Hana.
Hanapun berlalu menuju rumah Ranti, sementara Ranti tengah mencari seseorang, ya seseorang yang dicari Ranti ialah Hanani yang tak kunjung terlihat di sekitar Istana.
Dan akhirnya orang yang dicari Rantipun tiba dihadapannya.
" Hana kamu, kamu darimana sih ? pergi ga bilang-bilang !!! aku khawatir kamu kenapa-kenapa!! " Kata Ranti yang memeluk Hana.
Hana yang dipeluk Rantipun tak bisa menolaknya.
" Oh itu aku tadi jalan-jalan sebentar pakai motor kamu hehe, maaf ya aku ga izin plus udah buat kamu khawatir gini." Jawab Hana pada Ranti.
Rantipun mengangguk mengerti.
" Lain kali kamu itu harus izin mau pergi kemanapun, Paham !! " Ucap Ranti.
Merekapun bergegas masuk kerumah,
Hari seperti cepat sekali berlalu hingga haripun telah larut malam.
Seusai sholat berjamaah mereka bertemu lagi di ruang makan, tampak Arga tengah memperhatikan Hana yang duduk disebrangnya.
Tanpa sengaja Hanapun memutarkan bola matanya ke arah Arga, berhasil membuat Hana terkejut dengan tatapan mata Arga yang begitu tajam.
" *K*enapa dia menatapku seperti itu, apa salahku padanya, apa dia tau ya kalau aku membuntutinya, aduh kalau itu sampai terjadi gawat bisa-bisa aku jadi Terget dia selanjutnya ya Allah Lindungilah hambaMu ini ya Allah." Batin Hana yang cemas akan tatapan Arga.
" Kenapa die macam tu bila aku tengok die, ape aku semenyeramkan itu ke. " Tanya Arga pada batinnya sebab melihat Hana menunduk ketakutan kala dia menatap Hana
Rajapun membuka suara dikeheningan.
" Baiklah Izaz, awak esok pergi Kat Terengganu untuk bagi Rezki Kat mereka yang membutuhkan." Ucap Nazhanul Hakim.
" Baiklah Ayah, boleh tak Arga juge ikut dengan Izaz ? " tanya Izaz pada Ayahnya.
Pertanyaan itu cukup membuat Arga terkejut kala mendengarnya.
" *A*pe Abang Izaz ni ? nak buat ayah marah ke Kat Aku." batin Arga.
Cukup lama tak ada jawaban dari Ayah mereka, namun Bunda merekapun mengangguk senyum pada Suaminya. Sebagai permohonan agar Arga diizinkan untuk ikut dengan Izaz ke Terengganu.
Akhirnya Nazhanul Hakimpun memberikan izin untuk Arga ikut serta esok.
" Baiklah Saye izinkan budak tu ikut dengan awak Izaz, tapi awak tak boleh salahkan saye bile budak tu buat pasal esok !!! " Jawab Nazhanul Hakim dengan tatapan tajam pada Arga.
Jujur saja Arga yang mendengar perkataan Ayahnya merasa sangat tersinggung, seakan-akan perkataan ayahnya mengatakan bahwa dia adalah pembuat masalah, Argapun beranjak meninggalkan ruang makan itu dan berlalu menuju Danau yang berada ditaman.
Hana melihat Arga meninggalkan merekapun, berniat untuk menyusul Arga selepas makan nanti, dan usailah mereka semua makan Hanapun bergegas menuju Danau, karena dia tau hanya tempat itu yang biasa Arga datangin kala dia merasa kacau.
__ADS_1
Dan benar dugaan Hana sosok yang dia cari tengah duduk ditepi Danau memandang langit dengan teduh.
Hanapun menghampiri Arga ditepi Danau.
" Assalamu'alaikum, awak oke tak ? tanya Hana membuka percakapan.
Arga tak menoleh sedikitpun pandangannya tetap tertuju pada langit,
Hanapun membuka suara lagi.
" Semua orang punya problemnye dan juge akan cari solusi untuk problemnye pula, tentu saja bodohkan bila kite menyerah begitu mudah? " Kata Hana.
" Padahal Allah maha besar pemberi segala solusi pada setiap problem yang kite hadapi. " sambung Hana lagi.
Perkataan Hana itu berhasil membuat Arga menoleh kearahnya.
" Ape salah bile kita tak sepaham dengan orang tua kite ? " tanya Arga kembali pada Hana.
Hanapun tersenyum pada Arga.
" Tak salah, itu hal yang wajarpun namun jangan sampai perbedaan paham tu membuat kite berselisih dengan orang tua kite apalagi bila sampai bermusuhan itu yang tak patut !! " Jawab Hana dengan hangat.
" Hm tapi kenyataannya itu pulalah yang terjadi. " Ucap Arga memalas.
" Hehe tak, yang saye tengok bukan hal tu yang terjadi tapi saye lihat awak dengan ayah awak hanya sedang dalam kesalah pahaman saje. " Tutur Hana.
Argapun terdiam sebab merasa apa yang Hana ucapkan betul adanya.
" Bahkan ketika orang tue dengan Anak beda keyakinan sekalipun tidak dianjurkan untuk bermusuhan, selagi perintah orang tuanya tidak menuju pade kesyirikan. Tak masalah bile anaknya tetap menaatinya." Kata Hana lagi pada Arga.
" Mungkin untuk masa ni awak tak nak cerite kat saye pasal benda ni, tak pelah saye yakin awak ni orang yang bijak akan segala tindakan awak, insya Allah problem ni boleh end bila tibe masanya, Ikhtiar dan Tawakkalkan pada Ilahi." sambung Hana.
Arga hanya terdiam mendengar semua perkataan Hana, yang masih begitu hangat padanya sementara dia selalu saja kasar dan dingin pada Hana.
" Hm Jomlah kite masuk sudah larut sangat ni tak baik kena angin malam. " ajak Hana pada Arga.
Entah apa yang terjadi pada Arga diapun mengikuti perkataan Hana untuk kembali ke Istana.
" Aku tau Arga, kau mungkin melakukan semua ini karena mungkin kau terlalu sakit hati atas perbuatan Paman Nazhanul Hakim padamu yang tidak berlaku adil sebagai Ayah." Batin Hana tetap menundukkan pandangannya.
Tiba-tiba saja Argapun membuka suara untuk bicara pada Hana.
" Hm Hana saye minta maaf ye selama awak berada kat sini, Saye tak pernah berlaku baik pada awak. " Ucap Arga dengan nada bersalahnya.
" Hm tak payahlah ga, Saye dah maafkan awakpun, pasal tu tak usah risaulah, saye paham akan sikap awak biaselah orang lainpun macam tu juge bila jumpe orang baru yang tak dikenal pastilah bersikap dingin macam awak juge hehe." Kata Hana dengan tawanya.
Seketika Argapun bertambah merasa bersalah telah memberlakukan kasar orang sebaik dan selembut Hana.
" Masya Allah Hana perangai awak sangatlah elok sekali, bahkan sikap baik awak melebihi sikap baiknya Jihan." Batin Arga tengah menatap Hana sembari mengingat temannya Jihan.
" Jihan bila awak jumpe Hana pasti awak sangat senangkan hehe. " sambung Arga dalam batinnya
Hana melihat kearah Arga, dan tersadar sedari tadi ternyata Arga tengah menatapnya.
" Hm saye pamit dulu ye Assalamu'alaikum." Salam Hana pada Arga.
" Eh iya Waalaikumussalam, by the way makasih banyak ye Hana Udeh bagi nasehat dan semangat Kat saye. " Jawab Arga pada Hana yang sudah sedikit menjauh darinya.
" iye same-same. " Ucap Hana.
Merakapun kembali ketempat istirahatnya masing-masing.
" Alhamdulillah akhirnya Arga sedikit menghangat " Batin Hana.
Hanapun kembali teringat pada Anugrah.
" Kau tau Grah, pemuda yang bahkan lebih dingin darimu bisa sedikit aku hangatkan Akhirnya hehe, hebatkan temanmu ini Grah dengan begini aku akan lebih leluasa mencari kebenaran mengenai dalang yang sebenarnya. " Kata Hana pada gelang pemberian Anugrah.
Namun Hana tersadar bahwa dirinya sendiri, yang telah menolak untuk berteman dengan Anugrah. Tapi kenapa dia mengakui dirinya sebagai teman Arga tadinya.
" Insya Allah Grah kalau kita dipertemukan lagi aku akan menjadi temanmu yang menuntunmu ke Agamaku." Sambung Hana lagi.
Dan kini Hana telah sampai didepan pintu Rumah Ranti dan menyudahi percakapannya dengan benda mati itu.
Malam telah larut dalam buaiannya, hingga tibalah pukul setengah tiga fajar, sudah menjadi kebiasaan Hana terbangun disekitaran jam itu.
Doa yang selalu Hana tambatkan dipelabuhan doanya masih sama seperti sebelum-sebelumnya,termasuk agar Allah memberi Anugrah hidayahNya.
Tak apakan bila kita mendoakan orang lain dalam kebaikan ??
Selepas itu Hanapun mengulang-ngulang Hafalannya, sampai tibalah waktu Shubuh.
Semua telah siap sedia menuju Masjid, kali ini Adzan dikumandangkan oleh Arga dengan begitu merdu sekali,bahkan tak jarang banyak yang memuji suaranya
" Masya Allah den Arga mah suaranye lagak sangat, sejuk bila kite dengar. " Ucap salah satu ibu jamaah sholat Shubuh.
" Kalau saje suatu masa nanti semoga Putriku berjodoh dengannya hehe." Kata ibu jamaah yang lain.
__ADS_1
Hana dan Rantipun terkekeh mendengar pembicaraan ibu-ibu itu.
" Aduh ibu-ibu sauranya emang bagus tapi tingkah lakunya macam es batu, plus kutub Utara. " Kata Ranti sambil tertawa-tawa.
" Ranti kamu tidak boleh memandang Arga sekilas begitu saja, Arga ga sedingin itu kok dia juga bisa hangat mungkin ada hal yang dia alami makanya membuat dirinya seperti itu." Ujar Hana pada Ranti.
" Hm cie cie belain si es batu, kenapa ni Han?
naksir ya haha. " Goda Ranti.
Hana menghela nafasnya melihat tingkah sepupunya.
" Please deh Ran, jangan ngacoh deh aku bukan belain aku cuma kamu ga mau shudzan sama orang karena aku udah ngalamin tau. " Kata Hana pada Ranti.
" hm ngalamin sama siapa ? " Tanya Ranti curiga.
" Ya sama Anugrahlah, akukan kemarin juga kek kamu nyangka kalau Anugrah itu dingin. Eh tapi kenyataannya dia ga sedingin yang aku kirakan !! " Jawab Hana dengan kesal.
" Haha ohiya aku lupa ya Mr.Mendrofa. " Kata Ranti dengan terkekeh.
" Sudahlah Ran, waktu sholat udah mulai ni jangan tertawa lagi Ran !! " Ujar Hana yang masih menatap Ranti tengah tertawa.
" Hehe baik-baik. " Jawab Ranti.
Merekapun melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah yang diimami oleh Izaz sang putra mahkota.
Haripun mulai pagi, mereka bersiap-siap untuk pergi ke Terengganu. Membagikan sembako untuk masyarakat disana.
Akhirnya bukan hanya Arga dan Izaz yang pergi melainkan Hana, Ranti dan juga Kasih ikut bersama mereka.
Mereka pergi menggunakan mobil milik Izaz dan sidingin Arga tetap saja kekeuh, menggunakan motor sport kecintaannya.
Disepanjang jalan Kasih berdengus kesal sebab satu mobil dengan Hana dan Ranti
" Hm biase kan Kat mobil ini sejuk je, tapi kenapa ye hari ni panas sangat dan baupun tak sedap. " Ucap Kasih dan melirikkan matanya pada Hana dan Ranti.
Hana dan Ranti paham apa yang dimaksud Kasih, bahwa keadaan di Mobil berubah dikarenakan keberadaan mereka berdua didalam.
" Same kok Kasih, tak de yang bezapun, awak mungkin lagi tak sehat ke? sebab tu merasa panas dan mencium aroma tak sedap !! " Kata Izaz pada Kasih.
Ranti yang menderita penuturan dari Izazpun tertawa puas.
" Hahaha, mungkin je bang Izaz tengoklah wajah kasihpun tampak pucatkan ? boleh jadi kasih sakit bang, ape tak sebaiknye Kasih tak ikut je bang kasihan die ? " Usul Ranti pada Izaz.
" Bukan pucat tapi ketebalan make up haha. " Bisik Ranti pada Hana.
Hanapun tertawa pelan mendengar itu.
" Ranti kamu ini hehe sudah ah ga baik tau ledekin orang lain. " Kata Hana pada Ranti.
Kasih tetap saja mendengar percakapan mereka berdua walaupun volume suara mereka sangat minim, Kasih merasa bertambah kesal pada mereka berdua.
" hm taklah bang, Kasih oke je tapi yang buat Kasih tak oke sebab semobil dengan para budak kampung ni. " Kata-kata itupun tak dapat ditahan Kasih lagi.
Izaz yang mendengar perkataan Kasih yang tak baik pada Hana dan Rantipun mencoba untuk menasehati Kasih.
" Kasih awak ni kenapa ? Abang tak pernah dengarpun Kasih hina orang macam tu sebelumnya!! Abang harap Kasih tak buat lagi macam tu !! Mereka tu juge sudah menjadi keluarga Istana bukan orang lain, jadi kenalah hargai mereka paham kasih !! " Nasehat Izaz pada Kasih masih dengan nada rendah.
Kasihpun hanya menatap melas tanpa menjawab perkataan Izaz dan memalingkan pandangannya keluar jendela.
Ranti masih saja tertawa melihat Kasih kali ini tampak kesal, berbeda dengan Hana yang menatap Kasih dengan merasa bersalah.
" Apa yang Kasih bilang benar, kalau kedatanganku kesini hanya merusak suasana dan keadaan mereka, tapi tenanglah kasih setelah semua urusanku selesai disini aku akan pulang ke Indonesia dan tidak akan kembali lagi kesini." Batin Hana.
Setelah beberapa menit kemudian merekapun sampai ditempat yang ditujuh.
Tampaklah daerah yang begitu asri dan sejuk karena dilengkapi pepohonan rindang disekitarnya.
Dan Arga juga telah sampai terlebih dahulu dari mereka, tampaklah seorang warga menghampiri Arga dan menyapanya.
" Assalamu'alaikum Nak Arga kamu Kat sini Nak." Ucap Bapak itu.
" Waalaikumussalam iye Pak, Arga datang Kat sini nak kawani eh nak ngawal keluarga Istana bagi sedekah kat sini Pak. " Jawab Arga dengan senyuman.
Hanapun mendengar percakapan mereka merasa bingung atas perkataan Arga diakhir.
" Mengawal keluarga Istana, apa maksud dari perkataan Arga ya ? dan kenapa Bapak ini hanya mengenali Arga tapi tidak dengan Bang Izaz, bahkan Bapak ini tampak begitu senang dengan kedatangan Arga. " Batin Hana.
" Sebenarnya apa lagi sih fakta yang ada pada diri Arga? membuat diriku semakin penasaran saja !! " Sambung Hana.
Merakapun mulai membagikan sembako itu, dari satu rumah kerumah lain. Saling berpencar agar pekerjaannya cepat selesai dan tidak memakan banyak waktu.
Sevimli, entah kenapa perasaan Author mengatakan bahwa sepertinya hanya sedikit yang berminat dengan cerita Author hehe 😁
Tapi Ya sudahlah tak pelah.
@andinidalimunthe
__ADS_1