Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 31 Hanani


__ADS_3

" Teruslah menambatkan doa pada pelabuhan Kasih Allah."


..." Pelangi Hanani 🌹"...


****


" Hanaaaaaa, bertahanlah!! Teriak Arga dan Ia berhasil meraih tangan Hana,Dengan sekuat tenaga Arga menarik Hana naik ke atas.


" Hanaaaaa!! Teriak Arga yang dengan keringatnya yang bercucuran, dan juga tangannya terluka.


Akhirnya Arga berhasil menarik Hana, yang kini terbaring tak sadarkan diri.


" Hana, Hana bangun !! Ku mohon sadarlah Han !! Teriak Arga dan menggoyangkan tubuh Hana.


Namun tak ada respon sama sekali dari Hana. Barangkali disebabkan bisa dari ular yang mematuk Hana. Ditambah lagi benturan di kaki Hana, menyebabkan luka yang tak berhenti mengalirkan darah.


Arga yang teringat bahwa Hana dipatuk ular pun mencoba untuk mengisap bisa yang tertancap ditangan Hana.


Arga tidak mengetahui benar pastinya, apakah cara ini bisa menghilangkan bisa ular tersebut. Sebab dia melihat cara ini hanya via media bukan secara langsung.


Cuhhh.... Arga memuntahkan bisa ular yang dia hisap dari tangan Hana.


" Hanaaa sadarlah !! Ku mohon !!


Arga melirik kearah kaki Hana,tampaklah gamis Hana yang terkuyak dengan luka yang darahnya terus mengalir.


Arga meraih tasnya mengambil handuk kecilnya, untuk Ia ikatkan pada Lutut Hana yang terluka.


Tanpa pikir panjang, Arga langsung saja Ia menggendong Hana menuju ke Tenda perkemahan.Supaya Hana secepatnya dibawak Ke Rumah Sakit sekitar Penang Hill ini.


Ditengah perjalanan Arga bertemu Ranti dan juga Rayhan, sebab Arga melewati Hill Raiway kembali.


" Ya Allah kumohon selamatkanlah Hana." Lirih Arga tengah mempercepat langkahnya meskipun itu sangat melelahkan baginya. Sebab dirinya tengah menggendong Hana.


Dengan tertatih Arga tak sedikitpun berhenti. Dengan pakaian yang sudah berlumuran darah Hana. Arga tetap terus berlari, demi sampai ke Pertendaaan dengan cepat.


Dari kejauhan Ranti dan Rayhan melihat Arga tengah berlari dan Seperti menggendong seseorang. Merekapun akhirnya berlari menghampiri Arga.


Ranti dan Rayhan terkejut melihat orang yang digendong Arga adalah Hana. Dan yang lebih mengejutkan lagi dengan kondisi Hana saat ini.


" Astaghfirullah Hana." Ranti menyentuh tangan Hana.


" Arga apa yang terjadi pada Hana, Ga ?? Tanya Ranti.


" Nanti aku ceritakan Ran." Jawab Arga terus membawa Hana ke Pertendaaan.


" Hanaaa!! Bangun !! Kamukan udah janji kita besok bakalan main Hill Raiway Han." Ranti mulai terisak, air matanya kini tak terbendung.


Rayhan yang melihat Ranti seperti itu mencoba untuk menghiburnya.


" Sudah Ran, insya Allah tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Hana." Ucap Rayhan.


" Gak buruk kamu bilang Ray ? Hana sekarang ga sadarkan diri Ray ! Dan lihat tangan Hana aku yakin itu bekas Patukan ular!!Kamu bilang ga buruk ? Gila kamu !! Ujar Ranti yang terus mencoba menyadarkan Hana.


Pandangan Ranti beralih pada Kaki Hana dan terlihat Handuk kecil terikat di kaki Hana, sudah sepenuhnya berlumuran darah.


" Astaghfirullah, bahkan kaki Hana terluka parah!! Lihat ini Hana pasti kehabisan darah !!


Kau bilang ini baik ha !! Teriak Ranti pada Rayhan.


" Hm iya tapi untuk saat ini tenangkan pikiranmu Ran, kita kena berhusnudzon pada Allah dan doaakan yang terbaik untuk Hana!! Kata Rayhan tengah hampir menyentuh bahu Ranti agar dia sedikit tenang.


Ranti yang menyadari Rayhan mendekat langsung saja berteriak.


" Hey kamu mau apa !! Jangan mendekat bukan mahrom !! Teriak Hana pada Rayhan.


Mendapat teriakan dari Ranti, Rayhan tersadar hampir saja dirinya berbuat dosa. Tapi jujur saja Rayhan refleks melakukan, sebab melihat Ranti terlalu larut dalam kesedihan.


"Astaghfirullah Ray, sadar." Batin Rayhan.


" Aku hanya refleks tadi Ran, sebab aku ingin menenangkan kamu yang terlalu larut dalam kesedihan." Jujur Rayhan.


" Tapiii." Ucapan Ranti terpotong oleh Arga." Kalian bisa ga sih, berantemnya nanti je !! tak tengok ke Hana saat ni sekarat ha ? Teriak Arga pada mereka.


Rayhan dan Ranti terdiam.Benar apa yang diucapkan Arga. Dan berlari dengan cepat, agar segera sampai di Tenda Perkemahan.


Sesampai di Tenda Perkemahan, langsung saja Arga meminjam mobil Aidrus, untuk membawa Hana ke RS terdekat.


Semua orang terkejut,melihat Arga yang menggendong Hana dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ditambah lagi Ranti yang sedari tadi tak berhenti menangis.


" Kak Drus pinjem mobilmu nak bawa Hana ke Hospital Kat sini !! Kata Arga.


Aidrus melihat Hana." Astaghfirullah kenapa Hana bisa seperti ini Ga? Tanyanya yang terkejut dengan kondisi Hana sambil membukakan pintu mobilnya.


" Nanti Arga cerita, masa ni kite kena cepat bawa Hana dulu." Kata Arga menaikkan Hana kekursi belakang mobil.


Ibu Kiran yang melihat kondisi Hanapun panik sekaligus merasa bersalah. Sebab Permainan babak terakhir ini adalah idenya.

__ADS_1


" Apa yang terjadi pada Hana nak. Maafin Ibu ini semua Ibu punya pasal." Ucap Ibu Kiran.


" Tak, ini bukan salah Ibu. Ini sudah kuasa Allah Buk." Ujar Rayhan.


Kini yang berada dimobil ialah Aidrus yang menyetir dan disebelahnya ada Rayhan.


Sementara Hana terbaring dibangku tengah bersama Ranti, dan Arga bersama Ibu Kiran berada dibelakang.


" Eh Hana kenapa ?? Semua bertanya-tanya mengenai Hana.


" Sepertinya Hana tidak sadarkan diri."


Izaz yang melihat keramaian pun datang menghampiri.


" Ade ape ya? Tanya Izaz.


" Hana tidak sadarkan diri, dan sepertinya ade Insiden yang Hana alami Kat Hutan Tropis sane." Jawab Salah satu teman mereka.


Izaz terkejut mendengar perkataannya.


Langsung saja Ia bernjak menuju mobil.


" Hanaaa !! Teriak Izaz.


" Buka Pintunya !! Aku nak ikut jugaaa! Kata Izaz pada mereka.


Argapun membuka pintunya, Izaz memilih duduk disebelahnya.


" Ape yang terjadi Kat Hana ? Cepat ceritakan Arga !! Kata Izaz.


Argapun menceritakan kejadian sebab musabab Hana bisa seperti ini.


Langsung saja satu tamparan melayang ke wajah tampan Arga.


Plaakk...Ranti menampar Arga.


" Kau memang dah dibutakan cintamu pada Jihan !! Teriak Ranti.


" Hanya karena perempuan yang dah tak de Kat dunia ni, kau buat Hana macam ni ha ?? Teriak Ranti." Kau boleh tak Move on tapi jangan buat Hana macam ni." Ranti mulai terisak.


" Aku hanye cari kebenaran je, tak de maksud buat Hana macam ni." Jawab Arga air matanya tak henti menetes.


Bukkkh.. Satu tinjauan mendarat lagi diwajah Arga.


" Kau memang brengsek !! Stop Ga, jangan lagi kau nak korek masalah dua tahun lepas, stop Arga !! Stop!! Kata Izaz yang mulai emosi.


" Kebenaran apa yang kau dapat ha ? Kebenaran Hana kini tengah kritis ye ?? Teriak Izaz pada Arga.


" Arga !! Izaz !! Berhenti ! Apa-apaan kalian disituasi saat ini kali nak tambah masalah juga ha ?? Tak Kasihan kah pada Hana? Kata Ibu Kiran. " Tolong untuk saat ini kite kena kendalikan emosi tu !! Masa ni kite kena fokus untuk kondisi Hana bukan nak sibuk salah menyalahkan satu sama lain!! Mestinya doa yang selalu kite lontarkan untuk Hana, bukan emosi macam ni nak !! Pahamkan Ibu kata." Nasehat Ibu Kiran.


" Ibu yakin Hana adalah anak dara yang kuat, dia pasti bisa lewati ini semua." Sambung Ibu Kiran.


Semua terdiam mendengar perkataan Ibu Kiran. Dan menunduk merasa bersalah dengan emosi mereka yang sesaat ini.


" Ibu paham Korang macam ni. Sebab panik melihat orang yang kalian sayang sedang terluka, tapi tak de salahnya kan kite kena hadapi ni tanpa emosi dan juge serahkan semuanya pada Allah sang pemilik Kuasa." Kata Ibu Kiran.


Kini tak ada lagi pertengkaran diantara mereka didalam mobil, setelah mendengar perkataan Ibu Kiran, semuanya terdiam dan tidak ada pembicaraan. Yang hanya ada sebuah tangisan kekhawatiran pada kondisi Hana.


Hana kini terbaring tak sadar dan darah di luka kaki Hana terus-menerus mengalir.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, yang dikemudikan Aidrus akhirnya sampai di RS. Island Hospital Penang.


Hanapun bergegas dibawa Ke Ruang IGD, sebab bisa Ular yang berada ditubuh Hana telah bereaksi dan bukan hanya itu, kaki Hana juga mengalami benturan yang keras ketika tengah berjuang di Jurang. Yang mengakibatkan Ia kekurangan darah dalam jumlah yang cukup besar.


Ruang IGD.


" Maaf Bang, Abang kena tunggu Kat luar je! Kata Suster itu pada Arga dan Izaz yang mencoba masuk kedalam.


" Hm baik Sus." Jawab mereka.


Dokterpun datang untuk menangani Hana.


" Tolong lakukan yang terbaik Dokter!! Kata Arga memohon pada Dokter itu.


" Nak, saye hanya bise berusaha sebisa mungkin, tapi Kuasa Allah yang punya, permisi." Ujar Dokter itu memasuki Ruang IGD.


Arga kini menatap Hana dari pintu kaca yang blur. Tak dapat terpungkiri Arga lelaki yang dingin, Arga yang sangat cuek terhadap semua orang. Kini dengan linangan air mata dirinya tengah merasa bersalah pada Hana, dan juga khawatir akan kehilangan Hana.


" Ku mohon ya Allah, selamatkan Hana sahabatku. Cukup Jihan yang kau ambil, kumohon untuk kali ini jangan kau ambil Hana dariku." Batin Arga yang mematung dengan pandangan ke arah pintu IGD.


Izaz juga kini terdiam kaku.Tak tau harus berbuat apalagi. Sedih, kesal emosi dan juga khawatir berpadu menjadi satu cawan.


Begitu juga dengan Ranti yang tak berhenti menangis sedari tadi. Namun dengan sigap Ibu Kiran mendekap tubuh Ranti agar dirinya tenang.


Izaz menatap tajam kearah Adiknya bahkan penuh dengan amarah. Ia pun menghampiri Arga.


" Kalau Hana tak selamat, kau harus bertanggung jawab !! Dan aku takkan pernah memaafkanmu sampai kapanpun!! Ujar Izaz dan mendorong Arga.

__ADS_1


Arga tak membalas Izaz, sebab dia sadar bahwa memang benar kalau dirinya lah penyebab Hana kritis saat ini.


" Pseudonaja Spp yang telah mentransfer bisa pada pasien, ini cukup berbahaya untuk pasien !! Teriak Dokter yang masih bisa didengar samar oleh mereka yang berada diluar.


" Ditambah lagi Luka akibat benturan pada kaki Pasien yang mengakibatkan dirinya sangat-sangat kekurangan darah, dan golongan darah pasien adalah O." Kata Dokter.


" Apakah kita masih punya stock darah golongan O ?? Tanya Dokter.


" Kejap Dok, biar saye periksa." Kata Suster itu beranjak ke Ruangan Transfusi darah.


Ceklek.....Pintu terbuka dan suster keluar.


" Sus gimana keadaan Hana? Tanya Mereka serentak.


" Hana baik-baik ajakan ? Ranti bersuara.


" Maaf ye, untuk saat ni pasien kehabisan banyak darah oleh sebab tu die butuh darah yang bergolongan O. Saya permisi dulu." Ucap Suster itu berlalu meninggalkan mereka.


" Siape golongan darahnya O ? Tanya Arga.


Semuanya pada menggelengkan kepalanya.


menandakan tak satupun dari mereka bergolongan darah O.


Suster kembali dari ruang Transfusi darah. Namun tak membawa apapun.


" Sus gimana? Stock golongan darah O ada ?? Tanya Arga yang penasaran.


" Iya Sus. Pasti adakan ?? Tanya Ranti dengan Isakannya.


" Maaf untuk saat ini Kantong donor darah golongan O sedang tidak ada, kita harus menunggu sampai ada yang mau melakukan transfusi darah untuk pasien, Saya permisi !! Jawab Suster itu.


Suara tangis Ranti semakin pecah, kini dirinya tengah berhamburan dilantai Rumah Sakit.


Begitu juga dengan Arga yang tertunduk kaku, merasa bersalah atas apa yang menimpa Hana. Izaz hanya berdiri memegang dadanya yang sesak, karena tak sanggup melihat Hana dalam kondisi kritis.


Tibalah Vikri bersama Istrinya di Rumah Sakit dengan wajah yang khawatir.


" Ayahhhh, Hana ya." Kata Ranti lari memeluk Ayahnya.


" Sayang, tenang ya Ranti pasti Hana bisa berjuang lewati ini. Hana itu anak yang kuat." Kata Vikri.


" Ranti kite kena banyak-banyak doa untuk Hana ye, Sebab doa adalah senjata untuk Umat Islam." Ucap Bundanya Ranti.


" Insya Allah untuk saat ini kita hanya bisa berikhtiar, dan juga melangitkan doa pada Allah." Sambung Bundanya.


Bunda Ranti memandang kearah Arga yang tengah menunduk, dengan pakaian yang berlumuran darah. Bunda Ranti sadar bahwa pasti Arga ada disamping Hana saat kejadian itu menimpa Hana.


" Arga !! Panggil Bunda Ranti.


Arga mengangkat kepalanya, dan melihat Bunda Ranti yang saat ini memanggilnya.


Bunda Ranti mendekati Arga, dan menyentuh bahunya.


" Nak, baliklah dulu. Arga kena ganti pakaian Arga ni, rehatlah sebentar !! Untuk tenangkan pikiran Arga, Bunda tau Arga pasti penat sekali !! Nasehat Bunda Ranti yang kasihan melihat kondisi Arga.


Pandangan Bunda Ranti beralih ke tangan Arga, yang kini tengah terluka.


" Hm lihatlah nak, kau juga terluka. Kau juga butuh pengobatan. Jomlah Bunda antarkan ke Suster, agar Suster obati luka Arga ni." Kata Bunda Ranti pada Arga.


Arga yang mendengar perkataan Bunda Ranti menggelengkan kepalanya dan matanya tanpa henti mengeluarkan cairan bening.


" Tidak Bunda !! Ini salah Arga !! Arga yang membuat Hana seperti ini. Arga egois Bunda, kalau Arga tadi tetap fokus pada Babak terakhir perkemahan ini, Hana ga bakalan mengalami ini Bunda!! Arga kini tengah terisak.


" Arga salah Bun! Arga memang pembawa sial !! Selalu buat masalah!! Arga memang tak punya fungsi untuk hidup !!


Arga salah Bunda !! Arga salah !! Teriak Arga.


Bunda Rantipun refleks memeluk Arga untuk menenangkannya. Ayah Ranti yang melihat keadaan Arga semakin kacaupun menghampirinya.


" Arga kamu tak boleh nyalahin diri kamu nak !! Ini udah ketentuan Allah nak !! Ucap Bunda Ranti mengusap rambut Arga.


" Arga kamu tak boleh macam ni!! Yang Uncle tau Arga itu anaknya selalu tenang menghadapi masalah, selalu bersikap dingin untuk setiap hal yang ada. Selalu bersikap dewasa menghadapi problem. Kat mane jiwa tu sekarang ha? Tanya Ayah Ranti.


Arga hanya menggelengkan kepalanya. Sebab rasa bersalahnya pada Hana sudah terlalu dalam.


" Tidak Uncle, semua ni memang Arga punya pasal ! Sebab cinte yang telah butakan die Hana kini kritis !! Teriak Izaz yang tengah menarik Arga dari Bunda Ranti.


" Stop Izaz ! Jangan lagi bahas masalah ni bisa tak ! Hana tengah berjuang Kat dalam tapi Korang nak buat ribut ??


Ape Korang nak Hana tambah sekarat ha ? Teriak Ranti pada Izaz.


Izaz terdiam mendengar perkataan Ranti, Ia tersadar apa yang dikatakan Ranti benar.


Kini hanya ada suara tangisan yang mengisi Ruangan tunggu pasien itu. Tak tau lagi harus melakukan apa. Sampai saat ini pendonor darah golongan O tak kunjung datang.


Bersambung..

__ADS_1


Sevimli 24 September 2020


Salam Hangat dari Author 🌹


__ADS_2