Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 23 Gagal


__ADS_3

" Ketika kau mengalami kegagalan itu berarti usahamu sedang tidak bercanda."


......" Pelangi Hanani 🌹"......


Tepat Dua menit lagi gerbang akan ditutup.


Hana dan Arga berhasil memasuki gerbang terlebih dahulu.


" Alhamdulillah haha."


Ucap mereka bersama dengan tawa mereka.


" Jomlah Han kite antarkan tas lebih awal lepas tu kite baris.


" Jom ! Sahut Hana.


Mereka kembali berlari menuju kelas.


Di depan kelas tampaklah Ranti tengah mondar-mandir, seperti sedang menunggu seseorang.


Ya, benar saja seseorang yang ditunggunya siapa lagi, kalau bukan Hana sepupunya.


" Hana Alhamdulillah kamu ga telat, ayok buruan kita baris." Tengah menghampiri Hana.


Hanapun bergegas ikut dengan Ranti begitu juga dengan Arga.


Sesampai di Lapangan, ada pengumuman Camping bersama, yang akan diadakan dua minggu lagi. Kuota terbatas hanya orang-orang pilihan saja.


Kepala bidang kesiswaan membuka suara.


" Assalamu'alaikum anak-anak."


" Waalaikumussalam Cikgu." Jawab mereka serentak.


" Cikgu Ade sedikit hal yang nak sampaikan. Bahwa dua pekan lagi kite akan adekan Camping, lokasi kat the Habitat Penang Hill.


Ets, but hanye orang pilihan je yang akan Ikut nanti Cikgu akan bagi tau Kat kelas Korang masing-masing, paham ???


" Paham Cikguuuu." Jawaban serentak dari mereka.


" Baiklah In now silahkan kembali ke kelas masing-masing !!


Semua siswa-siswi dibubarkan dan kembali ke kelas masing-masing.


Ranti yang suka dengan bumi perkemahanpun,tampak begitu senang.


" Wah Han, kemah itu pasti seru banget semoga aja nama kita tercantum."


" Aamiin Allahumma aamiin, iya Ran aku juga pengen ni menghirup udara segar di wisata negara ini. "


Kasih tertawa melihat Hana dan Ranti.


" Hm, budak kampung macam korang mane mungkin ikut !!


Arga yang sedari tadi berdiri disebelah Rantipun menyahut perkataan Kasih.


" Setau aku budak kampung lah yang mesti ikut. Sebab, mereka tu pasti budak petualang. Yang tak patut ikut tu budak selekeh dan manje, macam budak perempuan yang tinggal kat Istana !! Cibir Arga.


Argapun menampilkan senyum miringnya.


Kasihpun berhasil dibuat kesal oleh Arga tapi, dia tak tinggal diam begitu saja.


" Hahaha udahlah Ga, awak tukan tak punya malu ye ?


Dahlah tak pernah dianggap kat Istana tu tapi, nak juge tinggal kat Istana. By the way congratulation untuk hukuman Korang berdua." Kasih tertawa riang meninggalkan mereka bertiga.


Hana dan Ranti terkejut mendengar perkataan pedas Kasih mengenai Arga.


Entah kenapa mendengar perkataan Kasih hati Arga seperti tertusuk belati.


" Ya, Allah kenapa perkataan Kasih begitu sakit , tapi ape yang cakap Kasih betul adanye aku memang budak tak punya malu hm ape aku pergi je dari Istana."


" Eh ape kau ni Ga? Jangan melemah hanya karena budak manja tu, kalau kau pergi dari sane macam mane kau nak tau gerak-gerik si Pengkhianat tu !!


Tak, tak boleh Ga, kau harus semangat !!


Ini semua salah paham je. Bila tiba masanye nanti semua akan baik macam semula." Sambung Arga dalam batinnya.


" Ga awak oke tak ?? Tanya Hana melihat Arga yang termenung.


" Ha ?? Oh oke-oke jomlah kite masuk kelas."


Ranti tampak begitu kesal dengan mulut cabai si Kasih.


" Emang ya mulut si Kasih itu kek cabai, jadi pengen ku ulek sampai lumatttt."


Ranti memperagakan gaya ala emak ngulek cabai.


Arga dan Hanapun tertawa melihatnya.


" Haha awak ni Ranti lawak jugekan. " Kata Arga.


" Amboy seorang Arga Akhirnya ketawa juge hebat aku tak bise buat die ketawa hehe..


" Iye iye awak ni emang hebat." Arga memberi jempol dua pada Ranti.


" Dah dah Ran tak baik mengupat macam tu dosa tau, baik kite doakan die agar sentiasa berubah. "


" Hehe ngeselin sih Han dianya, yaudah jomlah kite doakan die. "


Merekapun kembali ke Kelas.


" Ohiya, hari ini sepertinya ada acaranya ni, kita bakalan pulang cepat. Gimana kalau kita observasi tugas kelompok kita." saran Hana


Ya, hari ini ada salah satu guru di sekolah mereka melangsungkan pernikahan. Sebab, itu jam pulang sekolah mereka dipercepat.


" Hm boleh Han."


" Awak ?? Tanya Hana pada Arga.


" Bolehlah saran yang bagus tu Han, kan lebih cepat lebih baik. "


" Oke kite balek kejap, ganti baju lepas tu kite jom !!


" Oke bos siap."


Jam Pelajaran tengah berlangsung dengan baik, sepulang sekolah Hana, Ranti, dan Arga akan melakukan observasi tugas kelompok mereka.


Sudah beberapa jam berlalu, waktu pulang sekolah telah tiba.


Tepat pukul Setengah dua siang


Tetttttt.............


Bunyi bel.


" Baik anak-anak hari ni kite cukupkan Study sampai Kat sini. Sebab, salah satu cikgu kite ade yang melangsungkan perkawinan, oleh karenanya kite harus menyambut mualimahannya. Cikgu harap pesan ni dapat dipahami."


" Yeee."


" Alhamdulillah akhirnye balek cepat juge. "


" Wuhuuuuuu......


Sorak mereka kegirangan.


" Jomlah aku dah tak sabar ni nak observasi wah pasti seronok sangat Han " Ungkap Ranti.


" Let's go !!


" Ohiya, aku pulang ikut kalian deh jalan


kaki, biar kelompok kita lebih kompak lagi hehe." Ujar Ranti.


Hana dan Arga menoleh kearah Ranti.


" Eh ga usah Ran, kamu pulang bareng bang Izaz aja ya, soalnya jarak yang kita tempuh lumayan jauh Ran. "


" Apaan sih Han, aku juga strong kali !!


Arga melirikkan ke Ranti.


" Bukan pasal tu je tapi, kalau nanti Ayahku sampai tau kau akan kena pasal Ran." Kamipun juge ikutan, sebab tu bagus awak balek sama Bang Izaz ye."


" Hm iyelah iye, korang hati-hatilah kalau macam tu assalamu'alaikum."


" Hehe gitu dong Waalaikumussalam. "


" Waalaikumussalam, Ranti jangan mewek Ran jelek tau hehe. !! ledek Hana.


" Hana !


Hana dan Argapun tertawa bersama melihat ekspresi Wajah Ranti.


" Ga kite observasi Kat Mane ye ??


Arga mengingat-ingat seseorang, yang merupakan peternak ayam petelur dan ya, dia berhasil. Salah satu warga didaerah Terengganu yang pernah sempat dia bantu saat itu.


" Oh iye Kat Pak Ci Zamran aje, daerah Terengganu, berangkat Kat sane kite gune taxi je.


Lepas pulang nanti baru kite jalan kaki, seronok tau jalan-jalan petang hehe sekalian Jogging biar lemak Kat badan awak tu turun !!


Hana memutakan bola matanya terkejut mendengar perkataan Arga.

__ADS_1


Ya, bagaimana bisa Arga berkata seperti itu, sementara faktanya tubuh Hana itu Ramping dan bisa dibilang ideal.


" Ja**di maksud dia kategori kurus itu gimana sih? Badanku mau sekurus apalagi coba !!!


" Hm Turunkan lemak ? Oh come onlah Ga, aku ni dah kurus tak payahlah nak turunkan lemak !! Kesal Hana meninggalkan Arga


" Dasar juling !! Aneh banget jadi orang kejap- kejap dingin, sekejap mati kutu, sekejap lagi ngeledek , sekejap lagi sok cool ih dasar Arga manusia patung!! manusia es. " Upat Hana.


Argapun tertawa bahkan terbahak mendengar upatan Hana.


"K**ok aku senang sekali bila menggoda budak ni ye, haha tak pelah. "


Hana terus berjalan tanpa memperdulikan Arga.


" Haha gureu je nak Marah pula tu. "


Akhirnya merekapun sampai di Istana, segera bergerak cepat untuk mengganti pakaian, Ranti telah siap sedia sedari tadi sebab, dia sampai Istana jauh lebih awal dari mereka


Arga telah selesai mengganti pakaian, ya seperti biasa dia mengenakan kaus polos dan celana keper,dan tak lupa dengan Jaket hitam kerennya.


" Hana mane ??


Arga tengah mencari Hana yang belum kelihatan.


Hanapun keluar mengenakan gamis stelan, dengan jilbabnya.


Sementara Ranti mengenakan Pakaian Casual celana kulot beserta kaus dan tak lupa Outernya.


Arga tertawa melihat pakaian yang dikenakan Hanam


Buahhahaha..


Tawa Arga.


Hana melihat Arga tengah tertawa yang memandangi dirinya.


" Ha ?? Ade yang lawak ke ? Sebab tu awak ketawa sampai sengeh macam tu ??


" Haha lawak sangat, awak ni pakai baju macam ni nak kenduri ke atau nak mengaji "


Hana menatap penampilannya menurut tidak ada yang salah.


" Hahaha Lawaklah sangat !! Dengus Hana.


" Jomlah Ran kite pergi !!


Ranti juga tak dapat menahan tawanyapun akhirnya tersenyum.


" Hey hey, korang nikan tau ke Taxi kite Kat mana ??


Hana dan Ranti membalik kearah Arga


dan menggelengkan kepalanya.


" Hm tulah suke hati nak tinggal aku !!


tau tak pe !! Jom ikut aku.


Hana Akhirnya terpaksa mengalah dan mengikuti perintah Arga.


" Aku dah pesan Taxi tadi, dan akan jemput kite Kat belakang Istana !!


Sembari menunggu Taxi,bmerekapun memilih duduk di bangku taman belakang Istana.


Lima menit kemudian muncullah sebuah Taxi dihadapan mereka


" Atas nama Arga ye ?? Tanya supir sembari menghampiri mereka.


" iye Pak ci saye Arga Pakci."


" Oke Jomlah naik !! Pak Ci Taxi yang antar Korang Kat Perternakan Zamran Terengganukan ?


" Betul Pakci, Jomlah Korang Kat belakang aku Kat depan sama Pak ci ni."


Hana dan Ranti mengambil posisi duduk dibelakang, Supir Taxi itu melihat penampilan mereka, seperti tampak dari kalangan atas. Dan dia juga menjemput mereka di belakang Istana timbul tanya dalam benaknya.


" Ape mungkin mereka ni anak-anak dari kalangan Istana."


" Hm Pakci boleh tanya Korang satu soalan tak ??


Mereka menyahut pertanyaan Supir Taxi itu


" Boleh Pakci." Jawab Arga singkat.


" Dua soalpun boleh Pak ci hehe." Sanju menyahut.


Sementara Hana hanya terdiam, karena merasa bahwa supir Taxi ini akan menanyakan siapa mereka sebenarnya.


" Korang anak-anak yang tinggal Kat Istana ye?? Sebab tadi Pak Ci kan jemput Korang Kat belakang Istana.


" Ha betullah Pak Ci kami memang tinggal kat Istana. "


Kedua mata Hana melotot kearah Ranti, begitu juga dengan Arga spontan menoleh ke belakang melihat Ranti.


Hana terpaksa menginjak kaki Ranti, agar tidak melanjutkan perkataannya.


Argapun mencoba mencari jawaban lain.


" Ha iya Pakci kami ni anak-anak dari pekerja jat Istana tu, sebabnya kami dari kat belakang hehe."


" Kalau kami Anak-anak Bangsawan mana mungkin kami keluar kat Belakang mestilah dari depan iyakan wey ?


" Ha'a Pakci betul ape Teman saye cakap "


tengah menutup mulut Ranti dengan tangannya


" Oh macam tu, hehe iyeiye Korang mestilah dari gerbang depankan kalau memang anak-anak Bangsawan."


Hana dan Argapun lega


" Alhamdulillah ya Allah." Batin Hana.


" Masih bagus aku bisa cari alasan lain, amboy Ranti ni mulut dah macam ember je tak bisa rem sikit. " Batin Arga.


Beberapa menit kemudian merekapun


sampai ditempat tujuan.


" Akhirnya kite sampai juge. "


Arga memberikan uang Taxi mereka


" Ni Pak Ci makasih ya Pakci. " Arga tersenyum padanya.


" Sama-sama nak semangat ya nak buat tugasnye."


" Wah, makasih Pak udah semangatin kami."


Ucap Hana dengan hangat.


Mereka berjalan memasuki Lingkungan Pertenakan.


" Wah baunya sudah tercium sampai kesini Han, hua apa aku bakalan tahan dengan bau ini. " Kasih tengah kebauan sebab baru kali pertamanya dia berada ditempat seperti ini.


" Hehe udah ah, aku tadi bawa masker ni pakai ni setidaknya bisa mengurangi penciumanmu Ran." Hana memberi masker bawaannya dari rumah tadi.


" Wah sepupuku ini memang pintar sekali ya."


Memakai Maskernya.


Arga yang melihat kedua sepupu tengah berbincangpun memanggilnya.


" Kalian nak bincang Kat situ sampai petang ke atau nak Observasi ??


Hana dan Ranti melihat Arga dengan kesal.


" Amboy Awak nikan ga, kejap oke kejap nak marah tak pahamlah." Lontar Ranti.


Arga hanya memandang sinis Ranti.


Sementara Hana hanya memperlihatkan muka melasnya pada Arga.


" Memanglah budak perempuan ni kan lembab sangat. Selekeh pula tu malaslah nak kerja sama dengan budak perempuan macam korang.


Hana dan Ranti tak dapat menahan kegeramannya pada Arga, yang melontarkan perkataan itu tanpa dosa.


" Eh eh ape awak ni budak perempuan tu kuat sangat, kerja cepat, bukan macam budak laki-laki lambat sangat !! Pemalas pula tu." Kata Ranti dengan nada tinggi.


" Yang buat tugas rumah siape ? Yang masak siape ? Nyuci piring ? Baju siape ha ? Nyapu siape ha ?? Tegas Hana.


"Mengandung siape??


Melahirkan siape ?? Menyusui siape ha ? Sambung Hana.


Arga terdiam membisu, ketika di bombardir dengan banyak pertanyaan.


" Ha kenapa awak diam ?? Jomlah jawab.


" iyeiye Perempuan tu Strong sangat tak de ape-apenya laki-laki ni." Arga menyerah.


"Udah puas ?? Sambungnya.


" Hahaha tau tak pe !! Ucap Hana dan Ranti serentak.

__ADS_1


" Dah dah buang Mase je jomlah kita langsung observasi !!


Arga menghampiri Pak Zamran untuk meminta izin observasi diperternakannya


" Assalamu'alaikum Pakci Zamran."


Pak Zamranpun melihat kearah sebuah suara.


" Waalaikumussalam eh nak Arga. " Tengah menghampiri Arga dan menerima tangan Arga yang hendak menyalaminya.


" Ade ape nak ?? Ada bise Pakci bantu ??


" Hehe iya ni, Arga nak minta izin buat observasi, kat Pertenakan untuk tugas sekolah ni Pakci boleh tak ?


" Wah tentu boleh sekali nak Arga, silahkan-silahkan masuk !!


Menyambut baik mereka.


" Kejap ye biar Pakci bersih-bersih dulu hehe biar sejuk sikit nampak kat kamera tu."


" Hehe baiklah Pakci."


" Wah, baik sekali ya Pakci tu, ohiye macam mana awak boleh kenal Pakci tu ye ga??


Ranti penasaran dengan Arga, bagaimana bisa mengenal Pakci Zamran.


" Oh itu aku pernah beli telur ayam Kat sini masa tu sebab tulah kita orang bisa kenal "


" Aku tidak mungkin bilangkan kalau aku sering kat sini untuk tengok keadaan warga Kat sini. " Batin Arga.


Hana hanya terdiam, sebab dia tau kalau Arga sering membantu warga disekitar wilayah itu, bahkan Hana pernah melihat langsung dengan mata kepalanya sendiri.


" Oh macam tu, ohiye Pakci tu dah datang, jomlah letak Kat mane tripod and


kamera ni ??


" Sebelah sini je biar ni jadi backgroundnya, agar tampaklah ayam-ayam Kat kandang ni." Usul Hana.


" Setuju !! Sahut Arga.


Dan akhirnya merekapun memulai Observasi mereka, Hana tampak begitu cerdas mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan bermutunya.


Yang berhasil membuat Arga mematung sementara, Ranti tugasnya sebagai penulis hasil wawancara yang akan diketik ulang nantinya.


Hingga tibalah pertanyaan terakhir yang terlontar dari Hana.


" Masya Allah Hana awak ni perempuan smart sangat jadi kagum saye Kat awak. "


" Oke Pakci, saye tengok kat sini ade tabung elpiji ape fungsi ni buat ayam-ayam ni.


Ape agar suhu hangat selalu terjaga Kat kandang ni ye Pakci ??


" Iye betul sekali nak, kite tak tau kan cuaca ni, kadang sejuk kadang panas. Sebab tulah kena dijaga secara teratur suhu ayam-ayam ni, agar mereka dapat bertahan hidup sampai mengeluarkan telur-telurnya." Jawab Pak Zamran.


" Alhamdulillah semua pertanyaan telah selesai terjawab. "


" Makasih banyak Pakci. " Sambung Hana dan memberikan sebuah bingkisan berupa buah-buahan, sebagai tanda terima kasih mereka.


" Terima ye Pakci sebab kami ikhlas bagi Pakci sebab sudah merepotkan Pakci. " Kata Arga.


" Masya Allah Korang ni apelah benda kecik macam ni, nak merepotkan pula tak delah Pakci pun senang korang berkunjung Kat sini, kalau boleh tiap haripun tak pe."


" Hehe kite orang mau je Pakci tapi bau tak sedap ni Ranti tak tahan. " Jujur Ranti


dan membuat semua orang tertawa.


" Macam tulah Kat sini namepun kandang ayam ya bau ayamlah hehe." Ucap Pak Zamran.


Tiba-tiba saja ada seorang lelaki, yang tengah memesan telur-telur pertenakan Pak Zamran tepat dihadapan mereka.


Arga memperhatikan wajahnya, sepertinya dia pernah melihatnya, dan terus mencoba mengingatnya dan berhasil mengingatnya.


" Kejap ye anak-anak Pakci nak layan orang ni dulu oke."


Mereka menganggukkan kepalanya.


" Aku semacam pernah lihat lelaki ni tapi kat Mane ye ?? Arga tengah mengingat wajah lelaki itu. Tak membutuhkan waktu lama Arga berhasil mengingatnya.


" Ya, aku ingat ini lelaki yang disuruh pengkhianat tu untuk memfitnah Ayah Jihan."


Arga segera menghampiri lelaki itu, dan detik selanjutnya menarik tangannya, untuk berbalik kearah Arga


Ya, lelaki itupun terkejut. Ketika melihat wajah Arga, orang yang pernah dia temui tepat satu tahun yang lalu di Istana.


" Kenapa kau tampak terkejut ha ??


Tanya Arga yang menahan tangan lelaki itu.


Lelaki itu mencoba untuk melepaskan tangannya dari Arga tapi tak berhasil


" Kau pikir aku ni lemah ye ?? Kaukan yang dah Fitnah Ayah Jihan.Jawab !! Teriak Arga.


Hana dan Ranti Yang mendengar Arga berteriakpun menghampirinya.


lLelaki itu masih dengan memberontak


" Ape kau ni ga. Kenapa kau tahan die ni ??


Tanya Hana terheran.


" Ranti kau tengok wajah die ni !! Kau ingat tak die ni ?? Kata Arga dengan emosi.


Rantipun mengingat-ingat, apakah dia pernah bertemu lelaki ini dan benar dia mengingatnya.


" Oh iye ini orang yang masa tu nak bunuh rajekan, orang suruhannya Ayah Jihan.


" Cukup Ran die ni, bukan suruhan ayah Jihan! Pasti ade dalang dibalik semua fitnah yang terjadi Kat Ayah Jihan. Oleh sebab tu aku takkan lepaskan kau !! Aku akan buat perhitungan kat kau." Emosi Arga sudut bergelora.


" Cepat bagi tau aku siape yang suruh kau, fitnah Ayah Jihan ha ?? Arga diselimuti emosi dan menekan kuat tangan lelaki itu.


Lelaki itu masih terdiam tak membuka suara.


" Oh kau nak main-main denganku ye baiklah."


Arga mulai memukul perut lelaki itu, dengan lututnya dan juga memukul wajahnya dan berhasil membuat lelaki itu tersungkur.


" Kau masih saje diem ha ? Cepat jawab !!


Arga kembali memukulinya tetapi lelaki itu masih saja diam. "


Hana hendak menghentikan Arga namun Ranti menghalanginya


" Haha kau ni bodohkan !! Nak diperbudak oleh Syaithon seperti die." Teriak Arga yang hendak kembali memukulnya, namun lelaki itu telah lebih awal menendang Arga, dan akhirnya Arga terjatuh lelaki itupun melarikan diri.


" Argaaa !! Teriak Hana dan Ranti.


Arga berdiri dan mengejar lelaki itu, Hana dan Rantipun menyusulnya.


Meraka terus mencari keberadaan Lelaki itu, bahkan disetiap sudut wilayah itu namun nihil tak ada hasil sama sekali.


Arga merasa kecewa karena telah gagal untuk pertama kalinya.


" Disana !! Kata Arga.


" Gak ada Ga.


" Atau jangan-jangan dibalik sini ye. "


Arga membuka gentong itu dan hasilnya tak ada.


Arga tertunduk lemas.


" Maafkan Aku Jihan. Akuu memang payah sangat, aku gagal nak buktikan ayahmu tak bersalah Jihan." Arga tengah terduduk lemas


Hana dan Ranti melihat Arga untuk pertama kalinya melemah seperti itu, mereka menghampiri Arga.


" Hm sudahlah Ga, gagal tu hal biase.


Ketika kita mengalami kegagalan itu tandanye, usaha kite sedang tidak bergurau tau !!


Die tu kite nak bersungguh-sungguh lagi


insya Allah kebenaran akan selalu tegak dan menang ga " Ucap Hana menenangkan Arga


" Ape yang Hana cakap tu betul ga !! Jangan putus ase macam nilah !! sambung Ranti.


Arga hanya menatap tajam kearah Hana tanpa sedikitpun menjawab.


Oke Author upload lagi ya Visualnya.



Ini dia ni Visual Si Sombong,


Tasnin Kasih Wani sang putri tunggal Gubernur Istana 🥀


Gimana cocok ga Visualnya ??


Plus gimana Part kali ini ??


Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah tetap mau baca karyaku 🌹


Jangan lupa like ya biar Author semangat hehe.

__ADS_1


Sevimli 27 Agustus 2020.


__ADS_2