Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 24 Kekacauan


__ADS_3

" Apa yang lebih menyakitkan dari mencintai hanya sebelah pihak ??


....." Pelangi Hanani 🌹".....


Arga yang merasa gagal menangkap pembunuh bayaran tersebut pun mulai putus asa, namun tidak dengan Hana dia mencoba menggunakan akalnya dengan baik.


" Bapak itu kemari pasti untuk membeli telur ayam bukan ?? Pasti Pak Zamran tau mengenai bapak yang sedang kami kejar tadi bagaimana kalau aku tanya ke Pak Zamran saja. " Batin Hana.


" Tadi bukannya dia datang Kat sini nak beli Telur dengan Pak Ci Zamran ?? Berusaha untuk menenangkan Arga. Bagaimana kalau kita tanya saja pada Pak ci Zamran !! Sambung Hana.


Argapun menoleh ke Hana dan berpikir apa yang dikatakan Hana barusan adalah hal yang benar


" Astaga apa yang Hana bilang benar adanya kenapa aku melupakan itu." Arga bergegas mencari Pak Zamran, Hana dan Rantipun mengikutinya.


" Yeeyy, bukannya ngejawab mala ninggalin dasar Patung !! Kesal Hana.


Ranti melihat Ekspresi kesal Hanapun tertawa.


" Cie yang kesel." Goda Ranti pada Hana yang tengah kesal.


Tak lama mereka mencari Pak Zamran Akhirnya mereka bertemu dengannya.


" Eh Pak ci boleh tak Arga tanya Satu soalan ?? Arga tak sabaran.


" Boleh, tentu saja nak !! Tutur lembut Pak Zamran.


"Pak Ci lelaki yang datang kat sini barusan nak Ape ya ??


Pak Zamran mengerti siapa yang dimaksux Arga.


" Oh itu dia membeli telur setiap dua kali dalam sepekan untuk cafe die. " Jawab Pak Zamran yang membuat Arga semakin ingin tau.


" Oh Cafe ? Ape nama cafe die Pak ci??


" Ha itulah Pakci tak tau Nak, lagipun die tu orangnya tertutup sangat tak nak bagi tau pasal dirinye. "


" Bahkan Pak cipun tak tau nama die siape. "


Jujur saja Pak Zamran memang benar tidak tau nama lelaki itu.


Argapun kembali melemah sebab tak mendapat informasi apapun.


Hana dan Ranti melihat wajah lesuh Arga


merasa ibah.


" Hm ga dahlah tu lain kali kite cari tau lagi pasal die, tak payah risaulah banyak-banyak berdoa agar sentiasa masalah ni kelar."


Hana menunjukkan senyuman ikhlasnya pada Arga,begitu juga Ranti mencoba untuk mencairkan masalah.


" Eh ape kau ni ga!! Macam ni ke Budak Sang penakluk semua hati perempuan !! Takkanlah kau ni tak bise taklukkan Lelaki tu.Payah sekali kau ni !! Biar aku saje yang clearkan problem ni !!


Argapun melotot kearah Ranti tanpa sedikitpun respon.


Arga mulai pergi meninggalkan tempat itu, tanpa pamit dengan Pak Zamran disusul oleh Hana dan Ranti namun, mereka terlebih dahulu pamit ke Pak Zamran.


" Pak ci kite orang nak pamit balek dulu ye


assalamu'alaikum. " Ucap Hana.


" Byee Pak ci !! Sambung Ranti yang melambaikan tangan ke Pak Zamran.


" Waalaikumussalam !! Tapi Mane Arga ?


" Eh ehh... Arga tadi dah jalan dulu sebab Ade nak die ambil Kat sane. " Alasan Hana.


" Oh macam tu dahlah Korang hati-hati ye. "


" Baik Pakci makasih banyak Pak ci." Ucap Hana dan Ranti.


Hana dan Ranti segera menyusul Arga yang sudah jauh didepan mereka.


" Begitulah Hana kekasihmu itu !! Si manusia es batu itu. " Lontar Ranti, Hana terkejut mendengar perkataan Ranti.


" *W*hat ?? Kekasih ya Allah sampai kapanpun aku tak mau punya kekasih halal macam patung seperti die itu.


" Ranti boleh ga sih kalau punya mulut itu dijaga jangan nebar fitnah deh !!


Entar aku Smack down mulut kamu mau ga ?? Atau mau aku tampol ha ??


Hana sudah menyiapkan tangannya untuk menghajar Ranti. Ranti sedikit tergertak dengan ancaman Hana.


Namun, dia tak percaya sebab Hana tak mungkin melakukan hal sekejam itu.


" Buahhahaha kau mengancamku Hana ??


Sayangnya tidak mempan." Ranti berlari meninggalkan Hana.


" Ayo kejar kekasihnya Arga !! sambung Ranti


Hana sudah tidak dapat menahan keksalannya lagi.


" Rantiii !! Awas kamu ya."Mengejar Ranti.


Keasyikan mengejar satu sama lain, merekapun kelewahan dan memilih beristirahat dipinggir jalan.


Tepat dibawah pohon rindang dan ternyata Arga tak jauh keberadaannya dari mereka.


" Hana kita istirahat dululah capek banget tau !! Mana haus lagi hosss hoss." Ucap Ranti yang nafasnya ngos-ngosan.


" Aduh kamu sih jadi orang sok jaim !!


Ranti melihat kearah depan tampaklah Arga sedang terduduk dibawah sebuah pohon.


" Han itu bukankah Arga ?? Menunjuk ke Arga


Hana melihat kearah yang dimaksudkan Ranti.


" Ya Itu Arga Ran, berarti dia juga sedang beristirahat Ran."


" Iya Han, tau juga dia capek aku pikir dia robot tidak tau capek sama sekali hahaha." Ranti tertawa kuat sampai membuat Arga menyadari keberadaan mereka.


Arga melihat mereka dengan tatapan tajam.


Tiba-tiba saja ada suara keributan tidak jauh dari tempat mereka.


" Tolong tuan jangan ambil ini !! Ini barang satu-satunya peninggalan istriku." Kata lelaki paruh baya itu, yang tengah dirampas perhiasan peninggalan istrinya.


" Cepat kasih !! Atau Raja akan membunuhmu. Aku taukan Rajamu itu sangat kejam. " Ucap penjahat itu.


" Ran kau mendengar suara itu ??


Ranti mengangguk.


Arga segera pergi ke sumber keributan. Disusul Hana dan Ranti.


Dan benar adanya tiga penjahat sedang memalak seorang Bapak renta usia.


Arga tak dapat menahan diri langsung saja menghentikan perbuatan penjahat itu.

__ADS_1


" Apa yang kau cakap ni ?? Kenapa kau mengatasnamakan Raja untuk tindakan kejimu itu Cuihhh !! " Arga tampak emosi ketika Ayahnya difitnah oleh penjahat itu.


" Haha sudahlah budak Kecik jangan nak ikut campur kau ni !! Tau ape kau pasal ni ha ?? Cepat pergi atau kau " ucapan penjahat itu belum selesai


" Atau ape ?? Arga memotong ucapan penjahat itu kemudian menendang Perut Penjahat itu.


Bugghhh... Penjahat itu tersungkur


penjahat yang lainpun mulai mencoba melawan Arga.


" Haha bolehlah boleh." Ucapnya.


Perkelahian pun terjadi, Arga melawan tiga penjahat sekaligus, Hana yang melihat hal itu tak tinggal diam saja dia juga ikut membantu Arga.


" Ape Korang ni !! Satu lawan tiga mana imbang, kalau macam tu lawan kami due."


Arga menoleh kearah Hana.


" Ish kau ni tak payahlah nak ikut campur !! Cepat pergi sana " Kesal Arga.


" Tak nak !! Tolak Hana.


Sibuk dengan perdebatan.


Akhirnya Penjahat itu hendak memukul Arga dengan cepat Hana langsung menangkis serangannya.


" Awass !! Trakkk Hana berhasil menangkis tangan penjahat itu dan membuatnya keseleo.


" Hahah kau sungguh payah Arga !! Begitu saja kau tak dapat menghindarinya. " Hana melemparkan jari jempol kebawah kearah Arga.


Arga tampak kesal melihat Hana


" Arghh kite tengok je siape yang lebih kuat."


Ranti yang melihat mereka merasa heran, ditengah situasi genting seperti ini mereka masih sempat berdebat.


" Astaghfirullah kalian ini. Dari pada kalian buang waktu buat berdebat mendingan cepatan deh habisin penjahat itu !!


" Diammmm !! Ucap Hana dan Arga bersamaan.


Ranti hanya bisa menghela nafas melihat tingkah mereka.


Merakapun membuang muka satu sama lain dan mulai menghajar Penjahat itu.


Bagh... Bugghhh...


Suara perkelahian mereka.


" Rasakan ini !! Ucap Hana tengah meninju kepala penjahat itu


" Ya Allah maafkan hamba untuk kali ini sebab ini dalam keadaan darurat.


Mereka berhasil mengalahkan ketiga Penjahat itu. Namun, ketika hendak diintrogasi ketiga Penjahat itu berhsil kabur terlebih dahulu.


" Alhamdulillah. " Ucap Mereka bersama kemudian mereka tertawa bersama.


" Hahahah." Tawa mereka terdengar nyaring.


" Lumayanlah buat latihan." Sambung Arga.


" Tapi penjahat itu sudah kabur padahal aku ingin mengintrogasi mereka." Ucap Hana.


" Hm, sudahlah yang terpenting mereka sudah tidak memalak atok ini lagi." Arga tersenyum pada Hana.


" Ya Allah ape ni ?? Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini." Batin Hana.


" Widih ternyata sepupuku ini sangat handal bela diri."Ranti menghampiri Hana


Nanti Ajari aku ya Han " Sambungnya.


Arga juga salut melihat Hana sebab ilmu bela dirinya cukup baik.


Merekapun menghampiri Kakek itu.


" Assalamu'alaikum Atok oke je ??


" Waalaikumussalam, atok Baek je.


Korang berdua ni yang harusnya patut dikhawatirkan sebab Korang yang berkorban tenaga tadi tu." Ucap Atok itu.


" Aduh tak delah Pak, Insya Allah tetap bumikn ikhtiar, dan langit doa semaksimal mungkin insya Allah Akan senantiasa Allah permudahkan." Ucap Hana menenangkan si atok.


" Hm, kalau macam tu Atok berterima kasih sangat pada Korang sentiasa Allah selalu lindungi kalian. " Ucap Atok itu.


" Atok pamit dulu ye assalamu'alaikum."


" Baik tok Hati-hati ye, waalaikumussalam." Ucap Hana dan disusul oleh Arga dan Ranti.


" Waalaikumussalam."


Hana tengah berpikir apakah hal ini juga terjadi di daerah Penang.


Hanapun berinisiatif untuk mengajak Arga berkunjung kesana esok hari sebab esok hari mereka libur sekolah.


" Ga awak rase kat Penang tu hal semacam ni boleh jadi tak ??


" Hm, betul juge awak cakap Han, aku sempat berkunjung kat sana tapi dah lama dah macam ni juga tapi hanya sekedar malak je tak pakai kekerasan." Sambil mengingat kejadian yang dia lihat di Penang sewaktu itu.


" Kalau macam tu Jomlah esok kite Kat sana !! Esokkan Cuty setuju tak ??


" Wah betul sekali Han, oke esok kite berangkat pagi."


Rantipun ingin mengetahui lebih lanjut lagi, masalah yang sebenarnya terjadi dan meminta izin untuk ikut dengan Hana dan Arga.


" Korang !! Aku boleh tak ikut hehe ??


Tanyanya hati-hati.


Arga dan Hanapun menoleh bersamaan.


" Tak boleh !! Jawab mereka serentak.


" Ha ?? Kenapa tak boleh ?


Aku juga nak ikut andil dalam permasalahan ini. " Ranti kesal mendengar jawaban dari mereka.


" Eh bukan macam tu Ran kalau Ranti kite bahaya tau !! Baik Ranti dirumah elok-elok ye !! Ucap Arga menolak halus ajakan Ranti.


" Iya Ran, kamu dirumah saja ya. Insya Allah biar kami aja yang urus masalah ini, baik Ranti jaga sikon Kat Istana ya. " Kata Hana dengan lembut.


Akhirnya Rantipun menerima perkataan Hana


" Hm, baiklah tapi kalian janji harus berhasil !! Dan lain kali harus mengajak aku !! Jawab Ranti.


" Uh baiklah sepupuku, kau memang yang terbaik." Kata Hana merekapun berpelukan.


Ehem, ehem... deheman Arga.


" Korang berdua ni nak disini je atau nak lanjut dah nak magribh ni jomlah!! Ajak Arga.

__ADS_1


" Hm iyelah !! Ucap Ranti kesal


Hana tertawa melihat ekspresi Ranti.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju Istana kembali.


Ranti yang baru kali ini berjalan, untuk jarak yang cukup jauh pun merasa sangat capek.


" Hana apakah masih jauh lagi?? Rasanya aku tidak sanggup lagi."


" Hm Ran maaf ya sebab kami kau jadi harus ikut berjalan seperti ini. " Senduh.


" Aih ga apa-apa Han, aku senang kok cuma emang akunya yang lemah hehe ya sudah mari kita lanjut. " Ucap Ranti yang berusaha tegar dan kuat.


Arga hanya tersenyum melihat mereka.


Tidak lama kemudian sampailah mereka di Istana.


" Wah Istana sudah mulai kelihatan Han, kita sudah sampai Yesss berarti aku kuat dong yuhuuuu." Semangat riang Ranti.


Arga dan Hana hanya tertawa melihat tingkah Ranti, yang baru pertama kalinya berjalan kaki untuk jarak tempuh yang cukup jauh.


" Ranti ucapkan Alhamdulillah hehe. " Sahut Hana.


" Hehe iya Han Alhamdulillah ya Allah,


jomlah kita segera masuk rasanye aku ingin segera merebahkan tubuhku. "


" Ranti kita mesti bersihkan diri terlebih dahulu kemudian melaksanakan Sholat Ran."


Tegur Hana.


" Ohiyaiya lupa Han."


" Dasar Pikun !! Ledek Arga.


" Ye biarin !! Daripada es batuuu " Ranti berlari ke Istana.


Depan gerbang pintu masuk telah ramai berdiri penghuni Istana Nazhanul Hakim beserta Istrinya, Izaz, Kasih dan ayahnya dan Vikri beserta istrinya.


" Assalamu'alaikum." Ucap mereka Serentak


" Wah baiknya Korang sambut kite pula " Sambung Ranti.


Sementara Hana dan Arga sudah bisa memahami bahwa mereka sedang dalam masalah.


" Darimana saja korang bertige ?? Kenape pukul ni baru balek ha ?? Tanya Nazhanul Hakim dengan tatapan tajam.


" Maaf Tuan, kami tadi tengah buat observasi Kat Terengganu pergi gune Taxi lepas tu balik gune jalan kaki. Oleh sebab itu kite orang balek lambat sangat. " Jelas Hana tiba-tiba saja Ranti menyahut.


" Betul tu Uncle, tambah lagi kami tadi ada Insiden bahwa ada penj... " Ucapan Ranti terhenti ketika Hana sengaja memijak kakinya agar dia tak meneruskan perkataannya.


Aww.... Ringis Ranti


" Hana Sakit tau !!


" Insiden Ape ?? Cepat jawab !! " Nazhanul penasaran dan mereka semua yang berada disekitarnya.


Hana dan Arga saling memandang bingung mencari alasan lain


" Oh insiden tadi Kite orang jatuh sebab tangkap Ayam petelur tadi Kat Observasi." Sambung Arga.


Hana melotot kearah Arga.


" *A*ih dasar es Batu !! Apakah kau tak punya alasan yang lebih bagus dari itu."


" Semoga kalian percaya !! Dasar Ranti mulutnya suka sangat kelepasan. Batin Arga tengah risau.


Tak lama mereka bergeming semua orangpun tersenyum melihat mereka.


" Oh kalau saye sampai tau kamu tipu saya,


saya tak segan-segan mengusir kalian !! Nazhanul Hakim meninggalkan mereka.


" Kalian cepat bersihkan diri !! Lepas tu sholat ye Arga jadi Imam nanti." Ucap Ibunda Arga.


" Iya Bunda. "


" Dahlah jangan ambil hati ucapan Raja tu memang macam tulah beliau tu. " Ujar Ayah Ranti.


Sementara Kasih dan Ayahnya Tengah tertawa melihat mereka yang selalu saja diperingatkan tegas oleh Raja.


Izaz yang melihat Arga semakin dekat dengan Hana tengah merasakan sesak didalam dadanya.


" Ya Allah kenapa kau tumbuhkan rasa ni


bila hanya untuk merasakan pedih yang kian tak berhujung." Batin Izaz tengah menatap kedekatan antara Hana dan Arga.


" Awak okekan Hana ?? Izaz tengah menghampiri mereka.


" Eh bang Izaz, Hana oke je kite semua oke tak payah risaulah heheh." Jawab Hana menunjukkan senyumannya pada Izaz.


" Hana tolong jangan buat dadaku semakin sesak kala menatap senyummu yang tak bisa kugapai itu." Izaz menatap penuh arti kearah Hana.


Arga yang memperhatikan Izaz sadar bahwa Abangnya telah menaruh rasa yang mendalam untuk Hana.


" Bang Izaz bang Izaz kau boleh tipu semua orang tapi bukan dengan aku !! Sentiasa kau takkan merasakan patah hati yang mendalam bang itu je harapanku." Batin Arga.


" Alhamdulillah kalau macam tu, Abang sedikit lega, Abang masuk Luan ye." Pamit Izaz.


" Ohiya bang Zaz silahkan !! Jawab Hana


Izazpun meninggalkan mereka dan memasuki Istana.


" Hana kenapa kau ini selalu memijak kakiku ha ?? Kau tau rasanya sakit sekali !! Protes Ranti pada Hana.


" Kau patutpun dapatkan tu sebab mulut kau tu tak de rem!! Asik-asik nak membebel je. " Bukan Hana yang menjawab melainkan Arga, yang sedari tadi kesal dengan Ranti.


" Ape ?? Tak de rem membebel ??


Aku ni cuma mau jujur je tak payahlah nak tutup-tutupi semua !! Ranti meninggikan nada suaranya.


Hana mulai mencoba menenangkan Ranti.


" Bukan macam tu Ran, nanti bila masanye semua telah selesai kau akan tau ape sebenarnya tujuan kami.


Untuk saat ini kau hanya perlu tutup mulut je tentang pasal ni paham ?? Ini demi kebaikan daerah ini dan kite semua." Ucap Hana dengan bijak pada Ranti.


" Ha dengar tu. " Pungkas Arga.


Rantipun hanya menghela nafas pasrah akan rencana mereka berdua.


Maaf telat Up soalnya Author,


kurang semangat ni ngerasa novel Author ga ada peminatnya deh kian hari hm


Tak pelah.


Sevimli, 4 September 2020

__ADS_1


__ADS_2