Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 56 Aku kalah ( Anugrah )


__ADS_3

" Langkahku saat ini menjadi bukti bahwa aku


mulai melemah dengan keadaan, air mata ku yang tercurah saat ini menjadi tawanan kegagalanku, Kelu tubuh ku saat ini menjadi fase awal dari kekalahanku.


......" Pelangi Hanani 🌹"......


Sehari berlalu, perlahan-lahan kondisi William mulai membaik.


Ya, saat ini Anugrah seperti awan yang gusar,


yang tak tau haruskah cerah atau hujan ?


Entahlah, disatu sisi ia bahagia mendengar perkembangan ayahnya, akan tetapi di sisi lainnya hatinya tertohok, sebab terjebak didalam situasi rumit yang menyesakkan dalam keterpaksaan.


" Tuhan, jika garis tanganku telah tergores seperih ini, maka izinkan ia pulih di waktu yang tepat." Ucap Anugrah menyerka air matanya.


Siang ini hanya ada Anugrah dan Jasmine di rumah sakit.


Kanaya sudah pulang sejak pagi tadi, sebab ada urusan yang mengharuskannya pulang.


Kedua kakak adik itu terduduk di kursi pengunjung, khawatir dan cemas menjadi dua kata yang mendominasi hati mereka.


Ceklek.... Suster berjilbab biru membuka pintu.


" Ada yang bernama Anugrah ? Tanyanya.


Anugrah langsung beranjak mendekati suster itu." Iya saya Anugrah, Sus."


" Silahkan masuk dek, pak William sudah sadarkan diri.


Dan beliau beberapa kali menyebutkan nama kamu. Barangkali ada sesuatu yang ingin dia sampaikan." Ucap Suster itu.


Anugrah langsung memasuki Ruangan William.


Ya, benar saja kedua mata William sudah terbuka seperti biasanya.


" Anugrah." Ucapnya lemah.


Anugrah mendekati William, mengambil posisi tepat disampingnya.


" Ayah, maafin Anugrah yah.


Maafin Anugrah sudah menjadi anak durhaka." Anugrah memohon menggenggam kedua tangan William yang sudah di pasang selang infus.


William menggeleng pelan." Gak nak, ayah yang salah.


Maafin ayah belum bisa menjadi ayah yang baik untuk kalian." Setetes buliran hangat mengalir dari sudut matanya.


" Ayah gak salah yah !! Anugrah janji akan selalu berusaha jadi anak yang baik seperti keinginan ayah." Lengkungan senyuman tercetak di wajah Anugrah.


William ikut tersenyum." Termasuk salah satunya, kamu mau belajar di Canada ? Tanyanya.


Ya, bahkan saat keadaan terbaring tak berdaya seperti inipun, manusia satu ini tak lupa akan hal itu.


Anugrah tersenyum simpul." Ayah, bisakah ini detik ini, kau tidak membahas itu dulu.


Kau memang keterlaluan disaat seperti ini kau tidak lupa akan hal menyebalkan itu." Batin Anugrah mendengus kesal.


Namun, ia sadar bahwa menolak apalagi memberontak akan memperburuk kondisi ayahnya. Dengan deruh nafas kasarnya Anugrah mencoba merilekskan dirinya.


Hening sejenak, tatapan Anugrah masih pada posisi menatap lekat wajah ayahnya.


Begitu juga William, ia menatap penuh harap agar putranya mau melakukan apa yang diperintahkannya.


" Haaaa....


Ya, empat hari lagi Anugrah bakalan ke Canada sesuai permintaan ayah." Ucapan itu terdengar sangat terpaksa keluar dari mulut Anugrah.


William tersenyum haru." Terima kasih nak, you are the start in my life."


Anugrah ikut senang melihat ayahnya dapat tersenyum kembali, meski ia harus mengorbankan dirinya.


" Besok kamu sudah harus ke sekolah, mengurus surat perpindahan mu nak." Ujar William dengan lemah.


Anugrah mengerutkan keningnya, tak mengerti kenapa di kondisi lemah seperti ini, William mengotot sekali ingin mengusir Anugrah dari tanah kelahirannya.


" Astaga, mungkin aku hidup di masa lalu buat onar kali ya, makanya reinkarnasiku di masa kini di kutuk punya ayah sengotot ini." Anugrah mengutuk ayahnya sendiri di dalam hatinya.


" Ayah baru juga sadar, gak usah mikirin itu dulu ya, lebih baik ayah fokus ke diri ayah.


Biar ayah segera pulih kembali." Ucap Anugrah lembut.


" Ayah gak usah takut masalah itu, Anugrah gak bakal kabur kok, apalagi ingkar janji." Anugrah mencoba menyakinkan ayahnya.


William memasang muka lesuhnya, jujur dalam hatinya ia ingin Anugrah tetap pergi ke Canada dengan cepat.


Sebab ia takut Anugrah kalau waktu di ulur terus, Anugrah akan berubah pikiran.


" Hm, Anugrah ayah melakukan semua ini demi kebaikanmu nak." Ucapnya lirih.


"Ini kebaikan untuk ayah, bukan untuk Anugrah." Batinnya.


Anugrah hanya tersenyum simpul, sembari menganggukkan kepalanya." Ia yah, Anugrah tau ini semua ayah lakukan demi kebaikan Anugrah. Dan sekarang ayah juga harus melakukan sesuatu demi kebaikan ayah !!


Yaitu cepat keluar dari Rumah Sakit, dan segeralah sembuh." Ucap Anugrah dengan tulus.


William tersenyum." Ayah akan segera sembuh, karena luka ayah akan terobati oleh kepatuhan anak ayah sendiri."


Mendengar jawaban Ayahnya, Anugrah merasa bersalah karena semua yang terjadi pada ayahnya adalah ulahnya.


Namun, Anugrah tak bisa pungkiri bahwa hatinya kini berlabuh pada keyakinan Hanani.


Ceklek....Ada seseorang yang membuka pintu.


" Ayah." Ucapnya.


Ya, seseorang itu ialah Jasmine.


Jasmine menghamburkan dirinya ke pelukan ayahnya dengan hati-hati.


William tersenyum melihat putrinya

__ADS_1


yang satu ini.


" Ayah, kenapa ayah buat Jasmine khawatir." Jasmine merengek di hadapan ayahnya.


William Ingin sekali memegang wajah putrinya. Tetapi tangannya belum penuh kesadaran sepenuhnya.


Iapun hanya bisa tersenyum." Maafin ayah ya. Udah buat kamu khawatir."


Jasmine masih memeluk ayahnya." Ayah jangan sakit-sakit lagi yah."


William mengangguk iya. Terlintas senyuman tulus di wajahnya.


" Ohiya yah." Jasmine teringat sesuatu, ia melepaskan pelukannya.


" Tadi Jasmine udah hubungi kepala sekolahnya Anugrah. Ya beruntungnya semuanya bisa di permudah. satu hari lagi kamu bisa ke Mata Uli, sekolahmu untuk menyelesaikan masalah perpindahan sekolah kamu." Jelas Jasmine.


Anugrah hanya memasang wajah melasnya, tak berniat merespon apapun perihal menyebalkan itu.


Sementara Jasmine asyik bercerita dengan William yang baru siuman.


Anugrah lebih memilih berlalu menatap keluar jendela dari pada mendengarkan kedua orang yang menyebalkan dihadapannya itu.


Melihat orang-orang yang berlalu-lalang di Rumah Sakit.


Baik yang berstatus Pasien ataupun pembesuknya.


Secercah rasa syukur terlintas benaknya.


Ya, saat ini Tuhan masih memberinya kesehatan.


Pandangannya teralihkan oleh sosok perempuan berhijab polos yang tengah berjalan menuju Musholla, Rumah Sakit.


Ya, melihat gadis berhijab polos itu.


Mengingatkan Anugrah pada sosok gadis yang hanya ia temui dalam satu hari, namun mampu meluluh-lantakkan hatinya sampai saat ini.


" Hanani Syaufa." Ucapnya.


Ya, gadis itu adalah Hana.


" Han, boleh aku minta satu hal sama kamu ?


Tolong sampaikan pada Tuhanmu, aku masih usaha Han ! Tapi aku gak tau sampai di titik mana pelarian usaha ku ini akan tercapai." Gumamnya dengan pelan, yang tak dapat di dengar oleh William dan Jasmine.


Dada Anugrah mulai terasa sesak, matanya mulai berbinar, tanpa kata pamit Anugrah keluar dari ruangan William.


Ceklek.. Jasmine dan William menoleh ke sumber suara.


" Anugrah kamu mau nak ? Tanya William yang melihat Anugrah beranjak keluar.


" Anugrah mau cari udara segar yah." Jawabnya tanpa menoleh ke arah William.


William dan Jasmine hanya mengangguk mengerti dan membiarkan Anugrah berlalu.


.


.


Anugrah menyandarkan tubuh pada bangku taman. Ia menatap cerahnya langit tanpa kedipan.


Tak seperti hatinya yang kini berawan mendung.


Lamat ia menatap langit biru itu.


" Jangan mencoba menghibur aku ngit." Ucapnya pada langit.


" Percuma gak bakal berhasil juga."


Kini Anugrah menopang kedua sikunya di atas lutut, jari-jemarinya menyanggah dagunya.


Menatap ke arah depan dengan tatapan kosong. Namun dengan pikiran yang berantakan.


You are my baby.. Tatapan kosong Anugrahpun beralih ke saku celananya tepat dimana Handphonenya berada.


Anugrah meraih Handphonenya.


" Sanju Zafiroth." Terterah di layar handphonenya sedang menghubunginya.


" Sanju." Anugrah menggeser lambang hijau di Hpnya.


" Hallo San, ada apa ? Tanya Anugrah.


" Kamu ya, bukannya hubungin aku ngasih kabar kek, atau What's App kek, dasar kebangetan kamu ya. Kapan kamu balek ? Cepetan balek fans kamu udah nyariin tau." Gerut Sanju pada Anugrah.


Anugrah menutup telinganya sembari tertawa mendengar celotehan sahabatnya itu.


" Iyaiya aku minta maaf gak ngabarin kamu Sanju paling cerewet di Mata Uli.


Wah iya dong seorang Anugrah memang selalu ngangenin semua orang Ha-ha-ha." Ucap Anugrah dengan pede.


" Ck, sok kecakapan woh." Dengus Sanju.


Kapan balik kesini ? Tanya Sanju lagi.


Anugrah menghela nafasnya." Satu hari lagi."


Sanju tersenyum disebrang panggilan.


" Tumben cepat." Ucap Sanju heran.


" Aku juga balik mau ngurus perlengkapan perpindahan sekolah San." Perkataan Anugrah ini membuat Sanju terbelalak.


" Ha ? Pindah sekolah ? Maksudnya Nug ? Sanju mulai penasaran dengan jawaban Anugrah.


Anugrah mengacak rambutnya, tak tau harus memulai darimana menjelaskannya pada Sanju.


" Empat hari lagi aku bakal ke Canada San, ngelanjutin sekolah di sana dan..


" Kamu pindah ke Canada ? Sejauh itu ? Kok bisa Nug ? Potong Sanju yang mulai bingung dengan keputusan yang tiba-tiba Anugrah ambil.


Anugrahpun tak ingin ambil pusing ia menceritakan kronologis kejadian yang membuatnya pindah ke Canada.

__ADS_1


Mulai dari ia pulang, kemarahan ayahnya, ketahuan oleh ayahnya telah menyimpan buku-buku Islami, yang membuatnya di pindahkan ke Canada dan kebantahannya pada keputusan Ayahnya sampai akhirnya William jatuh sakit yang memaksakan Anugrah harus menuruti kemauan ayahnya.


Sanju tersentak kaget mendengar cerita Anugrah. Ia tak menyangka bahwa dalam dua hari kehidupan Anugrah lenyap sekejap mata adalah kepiluhan.


" Hm, Anugrah kamu yang sabar ya. Aku ikut sedih ni dengar cerita kamu.. Hiks.. Hiks..Hiks.. Kamu gak boleh putus asa ya. Aku yakin ini adalah sebuah tantangan sejati untuk kamu. Neve give Up my friends !! Aku bakalan selalu menyambut hangat kedatanganmu di Islam Grah." Ucap Sanju dengan tulus.


Anugrah terharu mendengar perkataan Sanju si gadis tukang ngomel itu.


" Makasih ya San, doain ya aku bisa menyandang status sebagai Ummat Nabi Muhammad." Seulas senyum Anugrah terbentuk.


" Hiks....Iya sama-sama Kitakan sahabat,


kalau entar kamu sampai ke Canada yang bakal jadi temen aku ke Kantin siapa ? Yang bantu aku ngerjain tugas Kimia siapa ? Yang ngehibur aku kalau lagu sedih siapa ? Dan yang bakal buat aku ketawa karena bobrok siapa ? Entar gak bakal ada lagi acara mamah dedeh, curhat dong mah. " Buliran-buliran hangat tertumpah dari matanya.


" Bukan hanya itu Grah, bagaimana bisa aku jauh dari sosok orang yang telah bertahta di hatiku." Ya, tentu saja Sanju merasakan nyeri di hatinya saat ia tau bahwa sang pemilik hatinya akan pergi jauh. Bahkan sangat jauh.


Anugrah tertawa mendengar ending perkataan Sanju.


Ya, dirinya memang kerap kali curhat mengenai perasaannya pada Hana ke Sanju.


Meskipun itu membuat hati Sanju remuk namun tetap saja ia mendengarkan dengan baik curhatan Anugrah.


Setetes buliran bening mengalir di wajah Anugrah. Ia ikut terhenyak dengan perkataan Anugrah.


Ya, Sanju.


Gadis itu yang selalu ada bersamanya saat di Sekolah.


Menemaninya berjuang di Mata Uli, saling berbagi saat suka ataupun duka, yang selalu saja ia ledek, dan juga selalu menjadi tempatnya curhat mengenai Hana.


Anugrah juga tak tau apa yang terjadi nantinya, saat ia berpisah dengan sahabatnya itu, apakah di Canada dia akan mendapat sahabat seperti Sanju ?


Entahlah, hanya takdir yang akan menjawabnya.


" Ha-ha-ha." Anugrah tertawa untuk menutupi kesedihannya.


" Dasar cengeng !! Udah ah ilap dulu itu ingus udah pada ngumpul di hidung." Ledeknya pada Sanju.


" Ih reseh !! Biarin." Dengus Sanju.


Anugrah tertawa." Idih cantik-cantik kok jorok sih kamunya. Ha-ha-ha." Ledeknya lagi.


" Anugrah !!!!! Teriak Sanju di sebrang yang mengundang tawa Anugrah semakin keras.


Ha-ha-ha..


" Udah ah, berisik banget tau !! Kayak tukang ojek aja neng."


Sanju menyebikkan bibirnya, merasa kesal dengan pria reseh satu ini, bisa-bisanya disaat dirinya tenggelam dalam luka seperti ini, dirinya masih bisa tertawa puas.


" Kamu berangkat dari KNO ? Tanya Sanju.


" Iya San." Jawabnya.


" Aku ikut ya ngantar kamu, empat hari lagikan ?


" Hm, boleh San kalau kamu lagi gak sibuk.


Iya empat hari lagi."


" Oke, semangat ya Anugrah kamu pasti kuat kok jalaninya." Sanju menyerka air matanya.


" Aku tutup ya bye." Tutup Sanju yang sudah tak dapat lagi membendung air matanya.


" Aku usahakan San, bye." Tutup Anugrah.


Anugrah kembali menyandarkan tubuhnya pada penyanggah bangku taman.


Menyentuh keningnya kemudian menyibakkan rambutnya yang cepak ke belakang.


Merasa bebannya saat ini di luar batas kemampuannya. Kalau saja waktu bisa di putar kembali.


Anugrah tak bersudih hati memiliki goresan takdir yang seperti ini.


" Arggghh.." Teriaknya frustasi.


" Aku bakalan ke Canada empat hari lagi Han, aku ingin pamit sama kamu, tapi aku gak tau gimana caranya." Anugrah tersenyum masam.


Tidak lama setelah itu, Anugrah beranjak pergi menelusuri lorong-lorong rumah sakit, berharap ada sebuah keajaiban yang mempertemukannya dengan Hana.


Anugrah enggan kembali ke ruangan William, ia lebih memilih berkeliling Rumah Sakit.


Sebab, di Ruangan William hanya akan membuatnya kehabisan oksigen, ya dadanya terasa sesak, sekujur tubuh merasakan panas yang tiada tara.


Ia muak mendengar perihal keberangkatan dirinya ke Canada, yang tak ada habis-habisnya di bahas Oleh Jasmine bersama William.


Derap langkah Anugrah melambat, sebab ia ingin menikmati sisa-sisa waktunya di tanah kelahirannya ini, sebelum akhirnya ia akan pergi meninggalkannya.


" Kalian akan menjadi saksi bisu kepiluhanku saat ini." Ucap Anugrah menatap lekat ke setiap ruangan yang ia lewati.


" Takdir yang kejam ataukah aku yang terlalu lemah ? Tanya Anugrah pada dinding rumah sakit.


" Langkah ku saat ini menjadi bukti bahwa aku mulai melemah dengan keadaan, air mata ku yang tercurah saat ini menjadi tawanan kegagalanku.


Kelu tubuh saat ini menjadi fase awal kekalahanku." Ucap Anugrah yang ambruk di lantai.


" Aku kalah !! Aku kalah dari perjuangan ini !! Aku pengecut !! Aku pecundang !!


Ha-ha-ha aku pria lemah !!


Garis takdir ku tertawa melihat kemenangannya." Anugrah meluapkan segala kesesakan di dada nya.


Sevimli 19 Desember 2020,


Salam hangat dari Author 🌹


Hey jangan lupa like and vote ya :)


Plus Follow Ig aku @andinidalimunthe__


Di Ig aku ada banyak video mengenai Pelangi Hanani 💙

__ADS_1


__ADS_2