Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 7 Semoga bertemu kembali


__ADS_3

" Dalam perjalanan hidup


ada pertemuan singkat yang dijalani


terkadang pertemuan singkat itu pulalah


yang menjadi episode dikehidupan kita discane yang akan datang."


..." Pelangi Hanani 🌹"...


****


Bukan tanpa alasan Hana bersikap seperti


itu, ya jujur saja Hana memang sebisa mungkin menghindari berteman dengan mereka kaum nonmuslim terlebih lagi dengan laki-lakinya, hal itu dikarenakan Tante Hana, adik dari Bapaknya telah murtad setelah menikah dengan pemuda yang diawalnya berkata akan masuk Islam namun setelah menikah nyatanya adalah kebalikannya.


Ya awalnya hanya sekedar berteman lama kelamaan rasa kasmaranpun telah terjadi.


Itulah alasan besar Hana menghindari berteman dengan mereka nonmuslim.


Setelah selesai makan bersama, peserta Study Bandingpun bergegas membereskan segala barang-barang yang mereka punya.


Ya karena tepat sekitar dua jam lagi mereka akan meninggalkan sekolah terbagus yakni


SMA N 1 Mata Uli ini.


 


" Tuhan kenapa pertemuan ini sangat singkat, dan dengan begitu singkat pula Kau membuatku jatuh hati pada gadis yang bernama Hana itu Tuhan, entahlah sepertinya dadaku terasa sesak kala tau akan berpisah dengannya dan kumohon Tuhan izinkan aku bertemu lagi dengannya." batin Anugrah yang sedang dalam perasaan kacau.


 


" Silahkan istirahat sebentar anak-anak, kita masih punya sisa dua jam lagi setelah itu kita akan berangkat." Ujar Buk Zakiyah kepada peserta Study Banding.


 


" Baiklah Ibu, Terimakasih Buk." Jawab peserta Study Banding, masih dengan hati yang kacau Anugrah terus memandang ke arah Hana tanpa berkedip sedikitpun, dan tanpa sengaja Hana melirik ke arah Anugrah.


 


 


"Kenapa cowok es batu itu memandangku seperti itu, membuatku semakin geram saja." gumam Hana dalam hati.


" Han kesana yok, kita lihat tamannya seperti sangat cantik Han. " ajak Sanju pada Hana.


" Wah iya San, ayok. " Jawab Hana yang menerima ajakan Sanju.


 


Hana dan Sanju pun berjalan ke arah yang mereka tujuh, ya taman yang dilengkapi danau berisi teratai dengan begitu mekar bewarna merah muda.


 


" San, cantik banget teratainya." Ucap Hana sambil memegang teratai merah muda itu.


" Iya Han, tapi awasloh kamu entar jatuh Han jangan terlalu ketepi kali Han." Ujar Sanju yang melihat Hana sejengkal lagi jaraknya dengan air danau.


" Tenang San, Aduh kok susah banget sih ngambilnya. " Kata Hana yang berusaha mengambil teratai itu


 


Tanpa sadar Hana menginjak sebuah batu dan membuatnya hampir saja tergelincir ke danau, namun dengan sigap ada pemuda yang menarik tangan Hana dan membawanya naik keatas untuk menjauh dari danau.


Ya siapa lagi pemilik tangan itu tidak lain dan tidak bukan ialah Anugrah Pota Mendrofa, yang mengikuti Hana dan Sanju dari belakang tanpa sepengetahuan mereka.


Hana yang ditarik tangannya pun sesampai diatas menepis langsung tangan Anugrah.


 


" Lepas, aku tidak butuh bantuanmu jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan ya kamu, arghhh. " Ucap Hana sambil mengusap-usap bekas pegangan Anugrah, ya Hana sedikit emosi karena tidak terima lagi-lagi Anugrah menyentuh tangannya.


" Hm maaf untuk kali ini aku tidak sengaja aku spontan menarik tanganmu karena khawatir kau akan jatuh ke bawah. " Jawab Anugrah dengan ekspresi kekhawatirannya.


" Lebih baik aku jatuh daripada tangan aku dipegang kamu tau !! " Ucap Hana dengan sedikit isakannya.


 


" Maaf Han, aku benar-benar tidak sengaja, aku rela ngelakuin apapun asal kamu mau maafin aku Han." kata Anugrah dengan nada memohon pada Hana.


 


Sanju yang melihat itupun langsung membuka suara pada Hana.


" Han kamu apa-apaan sih Anugrah ga sengaja, lagian dia itu nolongin kamu Han,kamu ga boleh gitu Han kalau kamu jatuh urusannya jauh lebih ribet, plus inikan keadaan darurat. " Ucap Sanju pada Hana dengan lembut.


Mendengar perkataan Sanju, Hanapun berpikir apa yang Sanju katakan benar adanya


tak seharusnya Hana bersikap seperti itu


Ya bahkan Hana juga heran kenapa sikap dan perkataannya bisa sekasar itu pada Anugrah. Padahal sejauh ini Hana tak pernah melakukan hal itu pada orang lain.


Anugrah masih dengan posisi terdiam dan menunggu penerimaan maaf dari Hana.


" Hm, Anugrah ak.... akuuu aku minta maaf ya atas tingkah laku dibeberapa jam ini, aku udah ngeluarin Kata-kata kasar sama kamu, bahkan aku juga udah bersikap kasar sama kamu, padahal seharusnya dipertemuan pertama kita ini aku memberikan kesan yang baik namun ternyata Mala justru sebaliknya aku minta maaf ya Anugrah. " Ucap Hana dengan penuh kejujuran dan sorot mata yang berkaca-kaca.


" Hm tidak Han, kamu wajar kok lakuin itu ke aku karena aku juga dipertemuan pertama kita ini aku udah ngeledek kamu, buat kamu kesal,emosi,marah bahkan juga bersikap lancang pada kamu, aku minta maaf juga ya sama kamu Hana." Perkataan Anugrah terlontar begitu saja.


Hana yang mendengar perkataan Anugrahpun tertegun karena melihat Anugrah begitu serius meminta maaf padanya.


" Iya Grah, kamu tidak perlu minta maaf sampai segitunya aku udah maafin kamu kok sebelumnya. " Jawab Hana dengan santun.

__ADS_1


 


" Makasih ya Han, hm Kitakan udah maafan ni Han apa tidak bisa kita menjadi teman ? " Tanya Anugrah dengan hati-hati.


Hana yang mendengar itu bingung harus menjawab apa satu sisi dia ingin menolak karena prinsip yang sudah dia pegang sejak lama, di sisi lain dia tidak ingin membuat Anugrah berperasangka buruk pada Islam karena dirinya.


 


" Aaaa kkkuuu, aaaku akuu." Jawab Hana dengan gugup namun ucapan Hana langsung terpotong karena Anugrah.


" Ya sudah Han, aku tidak memaksa kok aku tau kamu punya alasan dibalik itu semua, lupakan saja hehe, aku harap suatu saat nanti kita akan bertemu lagi dan aku harap juga disaat itu kau memberi kesempatan untuk menjadi temanmu Han. " Ucap Anugrah yang memahami perasaan Hana.


" Atau bahkan yang akan menjadi pendampingmu Han. " Batin Anugrah.


 


Hana memberikan senyum ikhlasnya pada Anugrah.


" Hm insya Allah jika Allah berkehendak kita akan dipertemukan lagi pada masanya nanti, untuk masalah itu biarlah waktu dan keadaan yang menjawab Grah. " Ujar Hana dengan nada lembut pada Anugrah.


" *T*api aku berharap kita tidak bertemu lagi Anugrah, karena aku takut hatiku akan berlabuh padamu, aku tidak ingin itu terjadi karena itu hanya akan menjadi masalah untukku." Gumam Hana dalam Hatinya.


" Astaghfirullah Perasaan apa ini Hana, Istifagh Hana, syaitan sudah merasuki pikiranmu Hana, Astaghfirullah ya Allah ampuni dosa hamba." Gumam Hana lagi dalam hatinya. Karena sadar yang dia pikirkan itu tidak sepantasnya dia pikirkan.


 


Anugrahpun melepaskan gelang yang dia pakai dari tangannya, dan memberikannya pada Hana sebagai kenangan bahwa mereka pernah bertemu.


 


" Han tolong terima gelang aku ini ya, gelang ini adalah benda yang paling aku sangat jaga karena ini sangat spesial untukku, ini benda pemberian nenekku Han, namaku terukir digelang itu, kamu jaga baik-baik ya Han, aku percaya kamu bisa menjaga dengan baik, kalau kamu pakai aku bersyukur kali tapi kalau kamu juga mau simpan tidak apa-apa Han. " Ucap Anugrah dan memberikan gelang itu pada Hana.


 


" Tapi ini untuk apa Grah ? apa tidak sebaiknya kamu aja yang pakai atau simpan Grah kenapa mesti aku ? " Tanya Hana pada Anugrah karena bingung, untuk apa Anugrah memberinya gelang yang padahal begitu spesial baginya.


 


" Aku memberikan itu padamu Han, sebagai pertanda bahwa kamu pernah bertemu aku disini, dan aku percaya suatu saat kita akan bertemu lagi dan aku akan usahakan disaat itu aku yang akan meminta kamu menjadi pembimbingku untuk memeluk Islam." Jawab Anugrah dengan penuh kejujuran.


 


Hana dan Sanju mendengarkan perkataan Anugrahpun kaget.


" Hm insya Allah senantiasa Allah pertemukan kita kembali dan aku juga akan selalu berdoa agar Allah berikan Hidayah nikmat Islam untuk kamu Anugrah. " Ujar kata Hana pada Anugrah.


" Semoga saja Han, aku juga akan berusaha sebisaku menggapai hidayah itu. " Ucap Anugrah.


 


Hana mendengar perkataan Anugrahpun tersenyum dan menampilkan deretan giginya yang rapi.


 


 


Sanju yang merasa seperti nyamuk, sebab sedari tadi hanya menjadi penonton mereka berdua saat berbicara mulai dari bertengkar sampai sudah baikan.


 


" Ekhem ekhem, kok aku seperti nyamuk ya disini sedari tadi aku disini tapi kok ga dianggap ya, aish nasib jomblo mah emang gini. " Ucap Sanju yang membuat keduanya melotot ke arah Sanju.


 


Hana langsung saja menepuk jidat Sanju karena kesal dengan perkataan Sanju, berbeda dengan Anugrah yang mala justru senang dengan perkataan Sanju.


" Sanju kamu ngomong apa sih, kamu pikir cuma kamu yang jomblo, aku juga jomblo tau, kalau Anugrah baru tu tidak jomblo bahkan ceweknya pasti banyak Sanju. " Jawab Hana yang tidak terima dengan perkataan Sanju.


Anugrah yang mendengar perkataan Hanapun langsung tersenyum.


" Dasar gadis aneh, masih saja tidak peka dengan semua perlakuan dan perkataanku yang sebenarnya sudah memperlihatkan bahwa aku telah jatuh hati padamu. " batin Anugrah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Enak aja, aku juga Jomblo tau boro-boro banyak satu aja susah banget buat ditahlukkan." Ucap Anugrah sambil mengedipkan matanya pada Hana.


Hana yang melihat Anugrahpun langsung memalingkan pandangannya, takut syeitan akan bersenang ria untuk menggodanya.


" Astaghfirullah, istighfar Hana jangan


sampai kau terjerumus kedalam maksiat


 zina mata Hana, zina mata tundukkan padanganmu Hana. " Ucap Hana dalam hati sambil mumukul pelan dahinya.


****


" Katakanlah kepada wanita yang beriman


hendakkah mereka menundukkan pandangannya, memelihara kesuciannya dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak padanya (Q.s. An Nur : 30 ).


 


" Ya sudah kalau kalian jomblo, kenapa kalian ga jadian saja. " Ujar Sanju tanpa sungkan.


 


Anugrahpun langsung spontan tertawa.


" San san, kalau sahabat kamu mau jangankan jadian, nikahin dia juga aku siap banget Sanju. " Jawab Anugrah dengan tawanya.


Hanapun kesal melihat kedua orang yang berada dihadapannya.


" Anugrah awas ya kalau sekali lagi ngomong gitu, masih Mts juga udah ngomongin jadian, ngomongin nikah ingat umur kita masih 15 tahun masih anak kecil bukan kapasitas kita itu ngomongin nikahan Anugrah Pota Mendrofa pemuda nias yang katanya tampan banget. " Ucap Hana pada keduanya.

__ADS_1


 


Sanju dan Anugrah yang mendengar itupun tertawa, karena merasa lucu melihat ekspresi Hana saat diakhir perkataannya yang terlihat menekankan giginya.


 


" Hahaha iyaiya Han, kami bercanda kok Hanani Syaufa. " jawab Sanju.


 


Namun lain dengan Anugrah yang sebenarnya perkataannya itu keluar benar adanya sesuai dengan isi hatinya.


Karena keasyikan mengobrol merekapun lupa akan waktu, yang sebentar lagi adalah waktu untuk mereka meninggalkan Sekolah luar biasa ini.


Hanapun tersadar bahwa mereka sebentar lagi akan berangkat untuk pulang.


" Astaghfirullah San ini sudah jam berapa, kita harus balik ketempat pengumpulan bisa-bisa kita kena tinggal kalau telat. " Ucap Hana pada Sanju.


" Ye, ini jugakan karena kalian berdua asyik Deating makanya lupa waktu. " Jawab Sanju yang melihat jam tangannya.


 


Hanapun langsung spontan memukul kepala Sanju.


" Aduh sakit Hana. " Rengek Sanju.


" Makanya kamu itu kalau punya mulut dikontrol jangan taunya ceplas-ceplos, udah gitu nebar fitnah lagi." Ujar Hana dengan nada penekanan.


" Hehehe kan bercanda, sensi aja buk lagi PMS ya buk. " Tanya Sanju.


" iya bercandanya jangan berlebihan Sanju ,nanti bisa-bisa timbul fitnah tau. " Kata Hana pada Sanju.


" Bodoh ah Han, udah jam setengah dua Han, yoklah balik kesana." Ajak Sanju.


 


" Kamu itu ya San, hm ayok buruan. " Ucap Hana pada Sanju.


Sanjupun menyusul langkahnya Hana yang berjalan begitu cepat.


Sementara Anugrah yang melihat tingkah merekapun tertawa lepas dan juga ikut menyusul mereka, karena ingin melihat kepergian Hana dan dia berharap ini bukan kepergian Hana untuk tidak bertemu lagi.


Begitulah rasa tanpa sadar dia telah tiba begitu saja, entah dari arah mana dia datang


yang dingin bisa mencair, yang hangat bisa juga menjadi dingin, atau bahkan yang benci bisa menjadi cinta.


Bisa membuat seseorang terbang tinggi, tapi juga bisa menghempaskannya kebumi


begitu saja.


Bisa membuat hati berbunga-bunga tapi juga bisa mematahkannya.


Ya begitulah Cinta sulit rasanya untuk ditebak, namun sangat mudah untuk merasakannya bukan ?


Kini sudah waktunya untuk peserta Study Banding berangkat menuju kembali kerumah masing-masing membawa ilmu, pengalaman dan juga kenangan sehari di SMA N1 Mata


Uli.


 


" Terima kasih untuk satu harinya SMA N 1 Mata Uli, rasanya sebenarnya berat aku melangkahkan kaki untuk meninggalkanmu,


disini aku begitu banyak mendapatkan ilmu, guru dan juga teman. Bahkan aku juga bertemu dengan sosok dia yang awalnya aku sangat kesal dengan sikapnya, namun didetik terakhirku disini dia mulai membuat kekesalanku menghilang bahkan berubah menjadi rasa senang bisa bertemu dia, kuharap dikehidupan kedepan aku bertemu dengannya lagi, ya bertemu lagi dengan pemuda Nias yang kerap di sapa Anugrah itu. " Batin Hana sambil memberikan senyum hangat sambil menatap wajah tampan Anugrah.


 


" Hei gadis aneh, berhenti memandangiku seperti itu kau ini hanya membuat jantung seperti mau lepas dari tempatnya, bahkan hatiku juga seperti mengadakan lomba lari estafet ya berdegup kencang kesana kemari,


oh Tuhan ku mohon tahan diriku." Gumam Anugrah dalam hati kala melihat Hana tengah menatapnya dengan senyum hangat Hana.


" Terima kasih banyak ya Pak Farhan karena telah menerima dan melayani kami dengan baik selama proses Study Banding berlangsung." Ucap Bu Zakiyah pada perwakilan guru SMA N 1 Mata Uli Sibolga.


" Terima kasih kembali Ibu untuk kunjungannya dengan senang hati kami menerima dan melayani program seperti ini Bu jangan pernah sungkan untuk berkunjung lagi Bu. " Jawab Pak Farhan.


" Insya Allah pamit Pak, Assalamu'alaikum Pak. " Salam penutup Ibu Zakiyah.


" Waalaikumussalam Ibu, iya hati-hati dijalan untuk kalian semua. " Jawab Pak Farhan sambil melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan.


" Sampai jumpa lagi Hana,aku akan pastikan kita bertemu kembali." Ucap Anugrah pada Hana yang sudah diambang pintu bus.


" Semoga saja, jangan pernah lupa ya Grah kalau kita pernah bertemu dengan cara yang unik hehe." Ucap Hana dengan tawa riangnya.


Anugrah yang mendengar perkataan itupun terasa terbang melayang ke angkasa.


 


" Itu pasti Hana, aku ga bakal pernah bisa lupa sama kamu dan cara kita bertemu. " Jawab Anugrah dengan senyum yang merona.


Seuntaian senyum simpul muncul disenyum Hana.


 


" Sampai ketemu lagi Anugrah dah, aku Balik ya Grah." Pamit Hana pada Anugrah melalui kaca jendela Bus.


 


" Iya Hati-hati Hana, selamat sampai tujuan. " Ucap Anugrah melambaikan tangannya.


Mereka yang melihat dan mendengar percakapan antara Hana dengan Anugrahpun heran, karena yang mereka tau Anugrah dan Hana berantam kenapa sekarang mala berbicara dengan baik.


Bus yang ditumpangi peserta Study Banding berjalan meninggalkan tanah SMA N 1 Mata Uli.

__ADS_1


Good bye SMA N 1 Mata Uli Sibolga


Terima kasih untuk satu harinya 🌹


__ADS_2