Pelangi Hanani

Pelangi Hanani
Part 49 Suster Aishka dimana ?


__ADS_3

" Terkadang ada alasan terbesar seseorang untuk tidak menceritakan apa yang tengah menghampirinya dan lebih memilih untuk mengumbar kata " aku baik-baik saja."


......" Pelangi Hanani 🌹"......


Setelah selesai melaksanakan Sholat dzuhur, Hana bergegas pergi ke tempat dimana Vayra berada.


" Ruangan anak Tante Vayra dimana ya ? Hana terus menelusuri lorong-lorong rumah sakit.


Hana terlalu fokus membaca setiap tulisan yang tertera di setiap Pintu Ruangan, sampai ia tidak sadar telah menabrak seseorang.


Brukk....


" Astaghfirullah, maaf Sus saye tak sengaje." Ucap Hana sembari mengemasi berkas-berkas Suster yang jatuh sebab ia tabrak.


" Eh tak pe dik." Jawab Suster.


Hana merasa seperti pernah mendengar suara suster ini, tak ingin ambil pusing untuk terus menebak, Hanapun mendongakkan kepalanya melihat Sosok suster yang ia tabrak.


" Suster Wavi." Panggil Hana.


Ya, suster yang merawat Hana bersama suster Aishka.


" Hanani." Suster Wavipun tersenyum pada Hana.


" Maaf Sus, Hana tak sengaje tadi." Hana merasa bersalah padanya.


" Eh takpe." Ucapnya detik selanjutnya, pandangan Wavi tertuju pada jilbab Hana yang telah ternodai dengan darah.


Ya, walaupun Hana sudah membersihkan darah yang menempel di jilbabnya sebelum wudhu tadi, tetap saja masih terlihat bekasnya.


" Hana leher kamu kenapa dik ? Suster Wavi mendekati Hana.


" Eh takpe Sus, Hana oke je ini luka ringan." Ujar Hana yang tak ingin membuat Suster Wavi khawatir.


" Ini bukan luka ringan Hana, Jom ikut suster untuk obati luka ni." Suster Wavi menarik tangan Hana untuk ikut bersamanya.


" Tapiii.


" Sudah ikut saja." Ucapan Hana terpotong oleh Suster Wavi.


Satu hal yang timbul dalam benak Hana, sedari tadi ia tak melihat keberadaan Suster Aishka.


Yang Hana tau, suster Aishka dan Suster Wavi selalu di tugaskan di ruangan yang sama.


" Suster Aishka kemana ya ? Kok gak kelihatan dari tadi ?


" Mungkin beliau ambil cuty kali.


Hm aku tanya ke Suster Wavi aja entar deh." Hana terus menerka-nerka keberadaan Suster Aishka dalam pikirannya.


Setelah tiba di ruangan perawatan, suster Wavi meminta izin Hana untuk membuka Jilbabnya, agar Suster Wavi bisa memeriksa luka pada leher Hana, tentunya si ruangan tertutup.


Ya, Suster Wavi terkejut melihat bekas sayatan di leher putih Hana.


Bagaimana bisa luka ini sampai ada, kalimat itulah yang ingin Suster Wavi cari jawabannya.


" Astaghfirullah, Hana kenapa bisa seperti ini ? Siapa yang melakukan ini ?


Apa kamu kena jambret ? " Suster Wavi menghujani Hana dengan pertanyaannya.


Sejenak Hana terdiam, memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan pada Suster Wavi.


" Hana !! Teriak suster Wavi membuyarkan lamunan Hana.


" Eh iya Sus, ini tadii-iii kecantol di kawat Sus." Bohong Hana.


Suster Wavi melirik Hana tidak percaya begitu saja dengan jawabannya.


Ia merasa ada sesuatu hal yang disembunyikan Hana.


" Hana, saya tau kamu sedang tidak jujur dan saya tau kamu pasti punya alasan. Saya harap jangan sampai terluka lagi." Ucap Suster Wavi yang telah selesai membersihkan luka sekaligus membungkus luka Hana dengan perban.


Hana merasa tidak enak dengan suster Wavi, sebab telah berbohong padanya.


" Maafkan Hana Sus, Hana belum bisa cerita." Ucap Hana dengan lirih.


Suster Wavi tersenyum." Tidak apa Han, saya mengerti. Setiap orang punya privasinya masing-masing, lekas sembuh ya saya pamit dulu." Ujar Suster Wavi melangkah meninggalkan Hana.


" Terimakasih Sus." Teriak Hana.


Yang masih dapat didengar suster Wavi.


Suster Wavipun berbalik dan mengangguk senyum.


Detik selanjutnya Hana membalas senyuman suster Wavi.


Ketika suster Wavi menjauh darinya barulah Hana sadar bahwa ia lupa menanyakan kabar suster Aishka pada Suster Wavi.


" Astaghfirullah Hana, kamu ini pelupa banget sih. Mau nanyain Suster Aishka juga ke Suster Wavi, eh udah keburu pergi baru inget." Kesal Hana pada dirinya sendiri.


Hanapun meraih jilbabnya dan memakainya.


Detik selanjutnya Hana bergegas keluar ruangan itu.


Berniat mencari keberadaan Arga yang juga terluka bahkan lebih parah darinya.


" Arga dirawat diruangan mana ya ? Hana melirik ke setiap ruang Rumah Sakit.


Melangkah dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Sampai akhirnya ia bertemu kembali dengan Dokter Tampan yang pernah merawatnya.


" Hai, Hanakan ? Panggil Dokter Nash.


Hana menoleh ke pria yang memanggil namanya. " Dokter Nash." Ujarnya dengan senyuman.


Dokter Nash menghampiri Hana." Apa kabar adik manis ? Tanyanya pada Hana.


" Alhamdulillah baik Dok, kalau Dokter sendiri ? Tanya Hana balik padanya.


" Alhamdulillah saya baik Han, ohiya kamu selalu lakukan kan apa yang saya perintahkan ? Tanya dokter Nash.


Hana tertawa kecil, ia paham betul bahwa Dokter Nash sangat perhatian pada pasiennya. " Jangan khawatir Dokter. Alhamdulillah saya lakukan semuanya dengan baik Dokter." Jawab Hana.


Dokter Nashrun tersenyum." Kamu memang anak yang baik." Ucapnya sembari mengacungkan jempolnya pada Hana.


Karena Dokter Nash sudah berada di hadapannya, Hanapun berniat untuk menanyakan Suster Aishka padanya.


" Dokter Nash, sejak tadi saye tak lihat Suster Aishka. Kalau boleh tau Suster Aishka cuty kah ? Tanya Hana hati-hati.


Pertanyaan Hana seketika membuat senyum Dokter Nash meluntur. Dokter Nash menunjukkan ekspresi melasnya, sejenak ia menunduk tanpa suara.


Detik selanjutnya ia menoleh kearahku kembali, dan sejenak ia menghela nafas.


" Huuhh."

__ADS_1


" Suster Aishka sudah tidak berdinas lagi di Rumah Sakit ini Han, sejak tiga hari yang lalu." Jawabnya dengan lirih.


Hana terkejut mendengar jawaban darinya. Bagaimana bisa suster Aishka yang bekerja dengan baik dan telaten harus berhenti secepat ini.


Sepengetahuan Hana , kontrak suster Aishka belum habis, bahkan masih ada sekitar enam bulan lagi, sesuai dengan cerita Suster Aishka padanya ketika mereka bersama seminggu yang lalu.


" Dok, Suster Aishka ngundurin diri ya ? Tanya Hana lagi dengan nada sedikit bergetar.


Dokter Nashrun menggeleng tidak." Iya dikeluarkan Han." Jawabnya.


Hana membeliakkan matanya sebagai ekspresi kagetnya." Kok bisa Dok ? Tanya Hana yang tak habis pikir kenapa bisa Suster Aishka di pecat.


" Ada inseden yang terjadi empat hari yang lalu, Suster Aishka salah menyuntikkan jarum pada Pasien.


Yang mengakibatkan Nyawa pasien hampir di ujung tanduk. Pihak keluarga Pasien tidak terima dengan apa yang suster Aishka lakukan. Lantas merekapun menuntut dua pilihan yaitu Reputasi Rumah sakit ini terancam, atau Suster Aishka yang keluar." Jelas Dokter Nashrun yang matanya mulai berkaca-kaca.


Hana menggeleng tak percaya." Dok, dokter yakin kalau yang ngelakuin kesalahan itu Suster Aishka ? " Tanya Hana.


Dokter Nash tak menjawab, ia hanya menatap lantai dengan tatapan senduh.


" Hana gak percaya kalau yang lakuin itu adalah Suster Aishka.


Hana tau betul suster Aishka sangat kompeten dan teliti dalam bekerja.


" Dokter juga berpendapat yang samakan dengan Hana ? Tanya Hana.


Dokter Nash hanya tersenyum simpul.


" Dokter Nash juga gak percaya kalau itu adalah kesalahannya Suster Aiskha, tapi bukti telah menyatakan bahwa yang melakukannya adalah Suster Aiskha. Saya juga tidak tau entah kenapa Aiskha juga mengakuinya, yang saya tau Suster Aiskha tidak pernah berbohong." Ucap Dokter Nashrun seraya mengingat kejadian empat hari lalu.


Hana hanya tertawa kecil." Hm, aku yakin ada alasan besar Suster Aishka mengakui itu adalah kesalahannya." Ujar Hana yang sama sekali tidak percaya kalau Suster Aishka bersalah.


Dokter Nashrun tersenyum." Saya juga sependapat dengan kamu."


" Ah, iya saya permisi dulu ya Han, ada pasien yang harus saya tangani, assalamu'alaikum." Pamitnya pada Hana.


" Iya Dok, waalaikumussalam." Jawab Hana.


" Nashrun." Panggil seseorang yang tiba-tiba datang dari belakang.


Hana memutar badannya, melihat seseorang yang memanggil Dokter Nashrun tanpa embel Dokter.


Ya, sosok itu adalah Vayra.


" Tante Vayra." Panggil Hana dengan ekspresi terkejut.


" Hana, kamu kemana saja nak ? Tanya Vayra.


" Hana dari Ruangan rawat luka tan, Suster Wavi udah bersihin sekaligus perban luka Hana." Jawab Hana.


" Alhamdulillah bagus, yaudah sekarang ayo ikut tante keruangan Arga." Ajaknya pada Hana.


Hana mengangguk iya, dan mengikuti langkah Vayra dari belakang.


Mereka berjalan menuju arah yang sama dengan Dokter Nashrun.


Hana bingung kenapa mereka seperti mengikuti langkah Dokter Nashrun.


Dan akhirnya mereka berhenti di kamar rawat yang bernamakan " Ruang Melati."


Hana mengerutkan keningnya." Tan kita kesini ngapain ya ? Tanya Hana dengan polos.


Vayra tersenyum." Ya,kita mau lihat Argalah." Jawab Vayra melangkahkan kakinya ke dalam.


Ketika memasuki ruangan terlihatlah Arga yang terbaring di ranjang Pasien.


Beberapa luka Arga telah diperban oleh Dokter. Yang tidak lain dan tidak bukan, dokter itu adalah Dokter Nashrun.


" Dokter Nashrun." Ucap Hana.


Yang empunya nama tersenyum pada Hana, detik selanjutnya Dokter Nashrun menghampiri Vayra dan mencium tangannya.


Hana bingung dengan tingkah laku Nashrun.


" Hana, ini Dokter Nashrun anak Tante." Vayra memperkenalkan Nashrun yang sebenarnya sudah Hana kenal.


Hana baru paham sekarang." Oh, pantesan." Hana mengangguk paham.


" Nash, ini Hanani Syaufa gadis baik hati dan berani." Puji Vayra.


Dokter Nashrun terkekeh kecil, pasalnya ia lebih dahulu kenal Hana, sebelum mamanya.


" Ma, kita sudah saling kenal kok." Ucap Dokter Nashrun.


Vayra bingung kenapa bisa kenal, pikirnya.


" Lah, kok bisa ? Tanya Vayra.


" Hana ini pasien Nash ma, tepatnya seminggu yang lalu. Hana juga dirawat disini sebab ada inseden yang menimpa dirinya."Jawab Nashrun.


" Oh, baguslah kalau udah kenal." Vayra tersenyum hangat pada Hana.


" Iya ma."


Hana pun membalas senyuman Vayra.


Detik selanjutnya Vayra pamit pada mereka karena ada urusan yang sebenarnya sedari tadi harus ia selesaikan. Namun karena ia tak tega melihat Hana dan Arga iapun meninggalkan sejenak urusannya itu.


" Ah, iya Tante ada urusan ini Han, Ga. Tante izin dulu ya gak bisa nganterin kalian pulang ke rumah." Kata Vayra.


" Tapi tenang aja, Nashrun anak Tante yang bakal nganterin kalian, iyakan Nash ? Tanya Vayra pada putranya.


Nashrun tersenyum." Iya ma, kebetulan jadwal Nashrun sudah selesai semua." Jawab Nashrun.


" Tante gak usah repot-repot, kami bisa pulang naik Taxi kok." Kata Hana yang merasa segan pada Vayra dan Nashrun.


" Sudah kalian diantar Nashrun, assalamu'alaikum." Vayra pamit keluar.


" Tant, waalaikumussalam." Jawab Hana.


" Waalaikumussalam." Susul Nashrun.


Hana tersenyum hangat pada Dokter Nashrun, di selimuti rasa tidak enak pada Nashrun.


Sebab sedari tadi Vayra dibuat repot sama mereka.


" Dokter Nashr, gak usah repot-repot ngantarin kita, biar kita naik Taxi aja." Ujarnya.


" Tidak Hana, saya yang akan antar kalian, apa kamu ingin saya menjadi anak durhaka ?


yang tidak melakukan perintah ibunya ? Tanya Dokter Nashrun.


" Tapi Dok."

__ADS_1


" Sudah ! Pokoknya saya yang akan antar kalian." Potong Dokter Nashrun.


Hana tak bisa menolak, terpaksa menerima tawaran kebaikan Mereka.


Dengan ekspresi kesalnya Hana menghampiri Arga yang terbaring.


" Hm, tolong dong mukanya dikondisiin." Ledek Arga.


" Jelek amat, senyum dong" Arga semakin membuat Hana kesal.


" Bodoh." Ketus Hana.


Dokter Nashrun tertawa melihat tingkah mereka." Kalian ini kalau ketemu selalu saja bertengkar, awas jodohloh." Ledek Nashrun.


Hana membeliakkan biji matanya, menatap tajam kearah Nashrun." Dokter Nash." Teriaknya.


Sementara Arga tersenyum kemenangan." doain ya Dok, rencananya Arga emang nak ngelamar anak dara garang ni." melirik ke Hana.


Dokter Nashrun tertawa bahkan terbahak.


Tak dapat menahan tawanya saat melihat ekspresi Hana yang semakin kesal dibuat mereka.


" Arga patung !! Arga gila, jangan aneh-aneh kenapa." Ketus Hana.


" Lah, mau ngelamar juga masa dikatain aneh, kamu itu harusnya bersyukur. Banyak loh gadis diluar sana yang pengen banget nikah sama aku." Ucap Arga dengan pedenya.


Hana berpura-pura muntah, mengekspresikan rasa ilfiel dengan perkataan Arga.


" Gak, yang ada orang insecure nikah sama cowok patung, batu, aneh." Ledek Hana.


Dokter Nashrun tak henti-hentinya tertawa melihat pertengkaran antara mereka berdua.


" Bersyukur Hana." Tekan Arga.


" Insecure." Hana tak mau kalah.


" Ber- syukuurr." Balas Arga.


" Insecure." Teriak Hana.


" Bersyukur."


" Insecure." Teriak Arga yang barengan dengan Hana.


" Eh sudah-sudah cukup, ini Rumah Sakit tidak boleh buat keributan." Ucap Dokter Nashrun takut mengganggu ketenangan pasien lain.


" Kalau mau ribut masalah rumah tangga jangan dibawak-bawak ke Rumah Sakit dong."


" Selesai dengan baik-baik ya, dengan kepala dingin, hati tenang dan jangan lupa tersenyum." Ujar Dokter Nash.


" Doktee--eer." Teriak Hana.


Ha-ha-ha. Tawa mereka bersama.


" Dokter lihat aja ya, kalau aku ketemu Suster Aishka, bakalan adukan nanti." Ketus Hana.


Seketika gelak tawa Filter Nashrunpun terhenti." Suster Aishka sudah balik ke Indonesia Han." Ucapnya.


" Ya gak apa-apa, aku juga selesai ujian kenaikan bakalan balik ke Indo kok." Kata Hana dengan pedenya.


" Hm, pada balik semua ni kayaknya.


Saya juga mau ikutan balik juga deh, udah kangen Negri tercinta." Ucap Dokter Nash mengingat kampung halamannya.


Ini waktu yang tepat untuk membalas kejahilan Dokter Nash, batin Hana punya ide.


" Kangen Negri atau Suster Aishka, Ha-ha-ha." Kini Hana yang menjahilinya.


Dokter Nash tersenyum miring, merasa apa yang dikatakan Hana memang benar.


Sudah tiga hari ia tak melihat Suster Aishka yang cantik itu.


" Hm, iya dia juga." Jujur Dokter Nashrun.


Arga melotot kaget mendengar perkataan Dokter Nashrun, sementara Hana yang memang tau sejak awal hanya bersikap biasa saja.


" Ye, akhirnya ngaku juga." Ucap Hana.


" Dokter Nashrun ada rasa sama Suster Aishka ? Tanya Arga tanpa ragu.


Dokter Nashrun yang menganggap Hana dan Arga sudah seperti adiknya, tak ragu lagi untuk berkata Jujur.


Ia mengangguk setuju sebagai jawaban atas pertanyaan Arga.


" Masya Allah Dokter, kalau Suster Aishka


Saya setuju Dokter, apalagi dokter Tarek sist." Kata Arga menyemangati Dokter Nashrun.


" Semongko." Sambung Hana yang mengundang tawa diantara ketiganya.


" Ha-ha-ha." Suasana diruang Melati sangat hangat ditemani dengan tawa mereka.


Mereka bukan layaknya pasien dengan Dokter, melainkan lebih tepatnya seperti teman dekat.


Jika Dokter pada umumnya terkenal dengan sikap kutubnya, justru Dokter Nashrun terkenal dengan sikap hangatnya.


" Sikat Dokter, saya always support Dokter." Ujar Arga pada Nashrun.


Hana tertawa." Emang toilet kali ye, pakai acara sikatan." Ucapnya.


" Doakan saja yang terbaik untuk saya." Ujar Dokter Nashrun.


" Pasti Dok." Jawab Arga dan Hana bersamaan.


" Ye, ikutan mulu elu mah." Ketus Hana.


" Eh kita serentak kali, kelihatan banget kalau kita jodoh." Ucap Arga dengan pedenya.


Hana bergedik ilfiel mendengar perkataan Arga." Amit-amit." Ketus Hana.


Arga dan Nashrun tertawa melihat ekspresi Hana.


Ya, gadis yang kuat.


Bahkan luka di bagian lehernya cukup menyakitinya. Namun tak sedikitpun ia menunjukkannya.


Bersambung....


Sevimli 28 November 2020


Salam hangat dari Author 🌹


Maaf telat Up, Author bezy banget hehe

__ADS_1


__ADS_2