
" Niat dan tujuan baik akan selalu tiba dengan selamat dipelabuhan kebenaran."
..." Pelangi Hanani 🌹 "...
****
Di malam harinya paserta kemah sedang mengadakan game TOD dengan ditemani api unggun menyala.
Ya permainannya kali ini bukan pergub melainkan perindividu.
Waktu Isya telah tiba merekapun melaksanakan shalat Isya terlebih dahulu kali ini diimami oleh Arga sang pemilik suara emas.
Sungguh siapa saja yang mendengar lantunan ayat suci yang disuarakan Arga pasti terhenyut dalam ketenangan.
Begitu juga dengan Hana merasa kagum dengan pemuda yang dijulukinya dengan Lelaki patung.
Selepas mereka melaksanakan sholat isya. Merekapun menyempatkan diri untuk membaca Alquran masing-masing. Sebab dimanapun kita berada tak menjadi halangan untuk membaca Alquran kecuali tempat-tempat yang dilarang ya.
Hana membaca surah Al Mulk yang mengingatkan pada sang Adiknya. Karena surah itu merupakan surah yang paling sering disetorkan oleh Rahmet padanya.
Ya rasa rindupun mulai menyelimuti, sepoain angin malam yang berhembus seakan-akan berbisik padanya.
" Jika Rindu tambatkanlah dipelabuhan doamu."
Hanapun meraih Handphonenya untuk menghubungi keluarganya.
" Hm aku sangat merindukan Keluargaku sekali." Hana menghubungi nomor Ibunya.
Tutt..... Panggilan Hana masuk.
" Ibu itu ada panggilan masuk, coba diangkat siapa tau penting." Ucap Bapak Hana.
Ibu Hana meraih Handphonenya terteralah nama Hana dilayar yang sedang menghubungi.
" Masya Allah ini yang nelpon Hana Pak." Kata Ibunya yang begitu bahagia kala Hana menghubunginya.
" Assalamu'alaikum nak." Salam Ibunya.
" Waalaikumussalam Ibu, Hana kangen banget sama Ibu,Bapak, dan Rahmet Bu."
" Ibu, Bapak, Rahmet sehatkan ? " Sambung Hana.
Ibu Hana terkekeh mendengar anaknya yang tak ada jeda saat berbicara.
" Hehe Ya Allah nak pelan-pelan ngomongnya. Alhamdulillah Kami semua sehat. Kamu gimana disana ? Sehatkan, Hana senangkan disana ? " Tanya Ibunya.
Bapak Hana yang mendengar percakapan Ibunya dengan Hanapun menghampiri untuk ikut bergabung dalam percakapan.
" Alhamdulillah Ibu, Hana sehat dan disini juga nyaman kok. Teman-temannya baik semua kok,pengertian juga." Kata Hana agar Keluarganya tidak khawatir.
" Alhamdulillah nak kalau gitu. Kamu baik-baik disana ya nak, Ibu sama Bapak selalu mendoakanmu. Sukses selalu untukmu terutama sukses menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak nak." Kata Ibunya tak terasa air mata berhasil lolos dari mata Ibunya.
" Insya Allah Buk, Ibu jangan nangis dong. Hm Hanakan jadi ikutan nangis." Hana berusaha mencoba menghibur Ibunya.
" Ohiya Buk, si Jamet sehatkan ? dia ga rusak lagikan ? " Tanya Hana, Jamet itu adalah motor Scoopynya Hana.
Ibu dan Bapak Hana terdiam sebab tak tau hendak menjawab apa. Jamet telah dijual untuk membayar uang sekolahnya Rahmet.
Namun tak mungkin mereka membohongi Hana.
" Ibu, Bapak kok diam? Jamet sehatkan ? Tanya Hana lagi.
" Jamet sudah dijual Han. Untuk membayar uang sekolah Adikmu." Jujur Bapaknya.
Hana merasa sedih sebab saat ini belum bisa membantu ekonomi keluarganya.
" Kamu taukan nak sekarang harga padi sedang menurun, belum lagi hama yang membuat sawah kita gagal panen. Tapi insya Allah semua ada hikmahnya, kita sebagai muslim harus selalu bersyukur dan berpikir positif untuk setiap takaran ujian yang Allah berikan hehe." Sambung Bapak Hana.
Hana terharu mendengar perkataan Bapaknya yang begitu bijaksana.
" Bapak, Ibu maafin Hana ya belum bisa berbuat apa-apa untuk keluarga kita. Hana minta maaf kalau Hana bisanya nyusahin Bapak sama Ibu, seharusnya Hana tetap disana untuk menjaga sawah. Hana egois sekali, lebih mentingin keinginan Hana hiks hiks maafin Hana belum bisa jadi anak yang baik buat Bapak sama Ibu." Ucap Hana dengan isakannya merasa bersalah telah meninggalkan keluarganya.
" Astaghfirullah Hana kamu ngomong apa sih, tidak nak kamu putri Bapak sama Ibu yang baik dan Sholehah nak. Bahkan kami sangat bangga putri kami bisa menimba ilmu di Negara Jiran. Sudah-sudah kamu jangan khawatir dengan kami nak, asal kita semua selalu Allah berikan berkah dan ridhonya untuk jauh lebih baik daripada menjadi orang yang banyak uang tapi tidak sama sekali Allah berkahi. Kamu harus tetap semangat belajar disana buat Bapak sama Ibu bangga ya nak." Nasehat Bapak Hana.
" Insya Allah Pak, Buk nanti kalau Hana sukses kita bakalan jalan-jalan ke Penang Hill ya.Tempatnya seru banget Pak, Buk, doain Hana baik-baik saja diperkemahan ini ya." Ucap Hana.
" Iya nak. Doa kami selalu menyertaimu dimanapun kamu berada nak." Kata Bapaknya.
" Terima kasih Pak, Buk udah dulu ya acaranya udah mulai ni hehe Assalamu'alaikum Pak, Buk titip salam ke Rahmet ya." Salam penutup Hana.
" Iya nak, waalaikumussalam. Titip salam juga sama keluarga Pamanmu ya." Ucap Bapak dan Ibu Hana serentak.
" Iya Pak nanti bakal Hana sampaikan setelah sampai kerumah Paman." Tutup Hana.
Hanapun bergegas menuju tempat api unggun dinyalakan. Ternyata karena keasyikan mengobrol dengan keluarganya, Hana telah tertinggal dalam game ini.
" Han kamu darimana saja? Tanya Ranti.
" Oh itu aku tadi menghubungi keluargaku Ran." Jawab Hana.
" Ohiya Han, gimana Om sama Tante sehatkan? Tanya Ranti.
" Alhamdulillah sehat Ran. Bapak kirim salam sama kamu Ran." Jawab Hana.
" Ah syukurlah. Iya Han titip salam kembali." Ucap Ranti.
Tanpa sepengetahuan Hana dan Ranti. Arga tengah sibuk mengamati percakapan mereka berdua. Dan ternyata botol game TOD tertuju pada Arga.
" Wah Arga kini giliranmu." Kata Rayhan.
" Silahkan Truth Or dare ? Tanya Syawab.
" Dare." Jawab Arga.
" Oke tantangannya ielah coba kamu ungkapin perasaan kamu ke perempuan yang kamu sukai tapi dengan catatan hanya sandiwara hehe. Hey ini hanya game ye bukan nyata." Kata Syawab.
Arga yang menerima tantangan langsung saja menghampiri Hana, untuk menjalankan tantangannya.
Hana yang dihampiripun merasa gugup sekaligus heran Arga menghampirinya.
" Han awak tau tak ? Lelaki yang dulu dingin ini sekarang bisa jadi hangat, lelaki yang dulu susah sangat tersenyum bahkan sekarang dengan mudah dapat tertawa. Awak tau tak Pelangi tu macam diri awak. Semua warnanya melambangkan diri awak, Merah tande sifat ketegaran awak, kuning tande kegirangan yang selalu awak tebarkan, hijau tande kedamaian yang selalu ade kala orang mendengar nasehat awak, biru tande awak tu orangnya sangat setia pada kebaikan." Ucap Arga.
__ADS_1
Jujur saja ketika mendengar perkataan Arga membuat Hana teringat dengan seseorang. Ya seseorang itu ialah Anugrah, yang pernah mengatakan bahwa Hana seperti pelangi dengan versi yang berbeda.
" Saye harap awak tak seperti senja. Ya kilaunya sekejap pergi seketika, saye tak mau kedatangan awak hanya untuk memberi luka kesekian kalinya sebab kalau itu terjadi, maka pergilah saye tak ingin terluka." Sambung Arga pada Hana, semua orang merasa takjub bagaimana bisa Arga yang terkenal dingin dan cuek dengan wanita bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu.
Hana sadar semua yang Arga katakan bukanlah kebenaran. Sebab saat ini Arga hanya menjalankan tantangannya.
" Sadar Hana die ni tengah bersandiwara bukan nyata. Jangan baper Hana hatinya hanya untuk Jihan." Batin Hana
Berbeda dengan Ranti dan Rayhan yang merasa bahwa kali ini semua perkataan Arga adalah sebuah suara hati kecilnya.
" Ran aku rasekan Arga memang ade hati Kat Hana." Ucap Rayhan pelan pada Ranti dan Ranti mengangguk setuju.
Hana hanya tersenyum mendengar perkataan Arga.
" Wah Arga kau belakon dengan sangat bagus ." Ucap salah satu teman mereka.
" Amboy walau sandiwara je tapi kalian berhasil membuat kami baperan." Terik mereka.
Semuanya bertepuk tangan, dengan sandiwara yang Arga buat tadi dan permainan telah berakhir. Sebab Arga yang paling terbaik melaksanakan tantangannya.
Namun jujur saja apa yang diucapkan Arga adalah suara hati kecilnya bukanlah Sebuah sandiwara.
Disisi lain ada sosok Izaz yang tersenyum senduh melihat adegan yang sedang berlangsung didepan matanya. Ya dia tau benar bagaimana Arga sedang berkata jujur, atau sedang berbohong.
" Arga aku tau semua yang sedang kau ucapkan saat ini adalah kebenaran." Batin Izaz menatap Adiknya itu.
Semua kembali ke tenda masing-masing. Hana masih saja berpikir keras mengenai perkataan Arga tadi.Walau dia tau itu semua hanya akting saja. Namun entah kenapa hatinya berdegup cepat, bahkan kakinya bergetar hebat sampai sekarang.
" Ya Allah perasaan apa ini? Apa aku sudah mulai memiliki perasaan pada Arga ? Ku mohon ya Allah jika ini merupakan fitrah yang kau Ridhoi. Izinkan aku untuk tidak terluka seperti sebelumnya." Batin Hana tengah bertengkar dengan pikirannya.
****
Keesokan harinya.
Mereka dikumpulkan dilapangan, untuk melanjutkan babak terakhir dari permainan pergrub perkemahan kali ini.
" Baik murid-murid bahwa game hari ini pergrub Korang mesti mencari sebuah bendera, dan juga sebuah buku disekitar Penang Hill ini. Kalian akan dapatkan petunjuk Kat peta ni, sebab itu Korang harus tengok peta ni betul-betul. Agar kalian berhasil melaksanakan misi dibabak terakhir ini. Dan babak terakhir inilah yang akan menentukan grub Korang menjadi pemenang.
Paham ? " Ucap Aidrus dan memberikan peta kepada setiap ketua grub.
" Siap. Paham Kak. " Ucap mereka serentak.
Semua telah bubar untuk melakukan pencarian dalam tantangan kali ini.
" Kita carinya pencar ye, aku dan Hana cari Kat sane, Korang berdua cari Kat sane !! Perintah Arga sebagai ketua grub.
Ranti berdekhem membuat Arga menoleh padanya.
" Ekhem awak suke sangatlah tu bile rapat dengan Hana hahah." Ledek Ranti pada Arga.
Sebelum serangan Arga mengenai Ranti, dirinya terlebih dahulu melarikan diri.
" Bye, bye Arga budak cinta." Ledek Ranti lagi yang tengah berlari.
Rayhan tertawa dan segera menyusul Ranti.
" Aku cabut dulu bro assalamu'alaikum." Ucap Rayhan.
Hana hanya diam tak berkutik, sebab dia malas membahas hal yang menurutnya tak penting.
" Han jom kite pergi kata sane !! Kata Arga namun Hana tak menjawabnya.Hanya ada anggukan saja.
" Aish kenapa die diam saje, bisu ke atau sebab tadi malam ? Ucap Arga pelan merasa heran dengan tingkah Hana pagi ini.
Sesampai di Kereta miring dan Hill Raiway, mereka mencari terus keberadaan benda itu sesuai dengan petunjuk peta.
" Han alamat yang kita tujuh sudah sesuai petakan ? Tanya Arga sengaja agar memecahkan keheningan.
" Hm." Hana hanya menjawab sesingkat itu.
Hana dan Arga terus mencari keberadaan Bendera yang dimaksud. Sementara Ranti dan Rayhan mencari di Langkawi Penang Bridge.
Hana melihat di Hill Raiway. Tepatnya dikereta miring ada sebuah buku yang berukuran cukup besar.
" Arga coba lihat itu." Menunjuk ke Kereta miring.
" Itu sepertinya Buku yang dimaksud Han Jomlah Han." Ucap Arga tengah melihat kearah yang ditujukan Hana.
Merekapun bergegas pergi kesana. Dan sesampai diKereta miring itu benar saja, itu adalah sebuah Buku yang berjudul History Penang Hill. Akhirnya mereka berhasil menemukan satu benda dalam tantangan ini.
" Yes kita berhasil Han." Ucap Arga meraih Buku itu.
" Hm alhamdulillah Ga." Ujar Hana dengan senyuman.
" Sekarang kita coba menuju Langurway Han." Ajak Arga melihat petunjuk dipeta.
" Jomlah." Jawab Hana singkat.
Merekapun bergegas pergi menuju Langurway. Setelah mereka pergi dari Hill Raiway datanglah grub Izaz di Hill Raiway. Untuk mendapatkan Buku itu, namun sayang mereka sudah kalah cepat dengan Arga dan Hana.
" Sial kite dah lambat." Kata Arga yang melihat Arga dari kejauhan memegang sebuah buku.
Kemudian merekapun beranjak dari tempat itu.
Sementara Ranti dan Rayhan masih menyelusuri disekitar Langkawi Penang Bridge. Tapi hasilnya tetap saja nihil.
" Ray dahlah kite tak de dapat apapun Kat suni, jomlah kite susul Hana dan Arga." Ucap Ranti.
" Hm Jomlah Ran, aku dah penatlah nyari Kat sini." Jawab Rayhan.
Mereka memutuskan untuk menyusul Arga dan Hana ke Hill Raiway. Dan padahal sebenarnya Hana dan Arga telah tiba di Langurway.
" Han coba cari disebelah kanan, dan aku cari sebelah kiri." Perintah Arga yang dianggukkan oleh Hana.
Argapun pergi ke sebelah sisi kiri Langurway, karena sibuk mencari bendera, Argapun tak terlalu memperhatikan jalannya. Dan akhirnya dirinya bertabrakan dengan seseorang.
Bruukk....
" Eh maaf-maaf saye tak sengaja Pakci." Ucap Arga dan menoleh kearah orang yang Ia tabrak.
" Eh tak pelah, sayepun salah juga tak tengok jalan tadi." Ucap Paman itu.
__ADS_1
Dan benar saja Arga terkejut takkala melihat wajah orang yang Ia tabrak.
Ya orang yang Ia tabrak ialah Penjahat bayaran. Dan penjahat bayaranpun tak kalah terkejutnya melihat Arga berada didepannya.
" Kau!!! Teriak Arga mencoba menarik tangannya namun penjahat bayaran itu berhasil lari dari Arga.
Kali ini Arga tak ingin gagal diapun mengejar Penjahat bayaran itu dan melupakan tantangan terakhir grubnya.
Hanapun melihat Arga tengah berlari seperti mengejar penjahat, merasa penasaran akhirnya memutuskan untuk menyusul Arga.
Mereka terus berlari satu sama lain. Dan ternyata Si Penjahat bayaran tersebut datang kesini tidak sendirian. Melainkan bersama keluarganya.
" Sayang cepat bawak Keyna dari sini!! Ucapnya pada Istrinya.
Arga yang melihat itupun tertawa masam.
" Haha kau mencoba melindungi anakmu !! Tapi kau yang telah membuat Seorang anak kehilangan Ayahnya dengan fitnah yang kau jatuhkan pada Ayahnya." Ujar Arga.
" Kau memang brengsek!! Teriak Arga dengan emosi.
Penjahat bayaran itupun tak menggubris Arga dan terus melarikan diri dari Arga.
" Teruslah berlari sampai manapun, kau akan tetap ku musnahkan!! Ucap Arga dan mengejar penjahat itu.
Hana yang melihat mereka baru menyadari bahwa Arga tengah mengejar Paman yang telah memitnah Ayah Jihan.
Mereka terus berlari hingga sampailah di Hutan Tropis. Arga berhasil meraih tangan Penjahat bayaran itu dan menendang kakinya.
Penjahat itupun terjatuh.
Brakkk...
" Hm kalau kau memang penjahat sesungguhnya!! Bukan macam ni caranya, seharusnya kau lawan aku bukannya mala kabur macam ni." Ucap Arga meremehkan Penjahat bayaran.
Melayangkan kembali tinjuannya pada penjahat bayaran itu.
Bukkk....
Hana sampai di Hutan Tropis terkejut melihat perkelahian antar mereka.
" Arga sudah Ga!! Hana mencoba menghentikan Arga, sebab takut terjadi sesuatu pada Arga.
Arga menoleh kearah Hana.
" Hm kali ini aku bisa atasi sendiri Han, kau tak payah nak bantu aku!! Pekik Arga pada Hana.
Posisi mereka tepat berdekatan disebuah jurang yang cukup dalam.
Dan akhirnya penjahat itu memberikan perlawanan pada Arga.
Bukk... Penjahat menumbuk perut Arga.
" Haha segini sajakah ? Arga meremehkannya kemudian membalasnya.
Brukk, bak, bukkk...
Penjahat itu sudah tak dapat lagi melawan Arga. Sebab jujur saja Arga memang lawan yang berat.
" Haha kau menyerah kah ? Tanya Arga.
Kemudian penjahat itu berlari kearah Hana. Dan ya benar saja, penjahat itu mendorong Hana ke jurang.
Bukkk... Hana terjatuh kejurang.
" Argaaaaa!! Teriak Hana.
" Hahaha rasekan !! " Penjahat itu tertawa dan meninggalkan mereka.
Argapun terkejut melihat Hana yang terjatuh kejurang bergegas menolong Hana.
Kini posisi Hana hanya menggenggam sebuah dahan, untuk pertahanannya agar tidak jatuh ke jurang.
Hana tak percaya akhir hidupnya akan seperti ini. Padahal Ia sangat berharap bisa memperbaiki dan menyelesaikan pertikaian ini. Namun niatnya telah terpatahkan oleh kenyataan.
" Hana bertahanlah!! Kata Arga mencoba menarik Hana.
Tiba-tiba saja ada seekor Ular mendekati Hana. Hana yang memperhatikan Ular tersebut semakin takut dan panik. Ditambah lagi Ia melihat jurang yang amat dalam dibawahnya.
Kini tubuh Hana hanya bisa mematung dan pasrah akan takdir yang digaris tangankan padanya. Hanapun menetes air matanya.
" Ya Allah jika hamba kau wafatkan dalam keadaan seperti ini, maka izinkan hamba wafat dalam keadaan Husnul khatimah." Batin Hana yang sudah pasrah sekarang.
" Ibu, Bapak maafkan Hana belum bisa jadi anak yang baik dan Rahmet maafin kakak belum bisa jadi kakak yang baik untukmu hiks." Ucap Hana dengan isakannya.
" Paman, Bibi, Ranti , Sanju maafin aku untuk setiap kesalahanku." Hana terus menangis tanpa henti.
" Anugrah maafkan aku yang telah memberi banyak luka padamu!!
Arga sangat panik melihat keadaan Hana, terus mencoba meraih tangan Hana.
" Han ku mohon bertahanlah, aku tak nak lagi kehilangan sahabatku untuk kedua kalinya!! Jujur Arga pada Hana tanpa sadar cairan bening berhasil lolos dari matanya.
Hana yang mendengar perkataan Arga, terkejut dan merasa senang, sebab Ia tak menyangka kalau Arga menganggapnya sahabat.
" Haha apa kau yakin ingin memiliki sahabat macam diriku ? Tanya Hana yang masih sempat tertawa disituasi genting seperti ini.
" Kau memang Perempuan aneh! Bagaimana bisa kau tertawa lepas dalam kondisi macam ni ha ? Teriak Arga dan Hana hanya tertawa pasrah.
" Kau kuat Han, aku yakin itu. Kalau kau pergi siape lagi yang bakal aku jahili, siape lagi yang nak kawani aku tuntaskan masalah ni ha, kau kena janji bertahanlah sedikit lagi !! Kata Arga terus mencoba meraih tangan Hana agar dapat menariknya keatas dan tidak terjatuh ke jurang.
Namun Ular yang berada didekat Hana berhasil mematuk Hana.
" Lailahaillallah, Ga aku mengagumimuuu !! Teriak Hana, dan tangan Hana terlepas dari dahan yang Ia genggam sedari tadi.
" Hanaaaaaa!!! Teriak Arga.
Bersambung....
Sevimli 20 September 2020
Salam Hangat dari Author 🌹
__ADS_1