
Edgar menatap sebal pada interaksi Lyra dengan Royce. Satu hari berlalu sejak Royce sadar dari kritisnya. Pria itu selalu ditemani oleh gadis kecil. Sedangkan Lyra sama sekali belum memperdulikannya. Walaupun tidak ada penolan, gadis itu seperti tidak lagi memiliki tertarik padanya.
Sekarang pria itu hanya duduk di ruang inpa Auri dengan wajah ditekuk. Sedangkan Auri tidak tahu alasan bawahan kekasihnya berwajah buruk sejak dirinya sadar. Marcello tidak begitu memperdulikan perubahan mood tangan kananya. Semasih pria itu bekerja baik dia tidak akan ikut campur dalam hubungan pribadinya. Tapi tidak saat ini, Kekasihnya malah fokus menatap bawahannya itu.
“kenapa kamu terus menatap Edgar?”tanya Marcello yang sadar kalau tatapan wanitanya malah mengarah pada bawahnnya yang sedang mengerjakan pekerjaan dengan wajah ditekuk.
“Bukankah dia sedang dalam mood yang buruk. Sejak aku bangun dari obat bius. Dia terus berwajah seperti itu. Terlihat tidak enak dilihat.” Ucap Auri yang membuat marcello mendengarnya. Dia pikir kekasihnya akan memuju bawahannya. Tapi dia malah mendapatkan terkejut dengan hujatan yang dilemparkan Auri. Mungkin dia sebal melihat wjaah Edgar yang tidak enak dilihat olehnya.
Sedangkan Edgar tidak memperdulika umpatan kekasih sahabatnya yang menyebalkan itu. Dia tidak tahu kalau suasan hatinya buruk karena sahabatnya yang lebih memilih pria itu dibandingkan berbincang dengannya. Kalau dia ingat lagi rasanya dirinya semakin frustasi saja.
“huh.” Edgar menghela nafas dengan kasar hingga terdengar oleh pasangan yang menatap sebal padanya. Tapi dia tidak memperdulikannya. Sekarang hatinya benar-benar buruk.
“Kamu kenapa Edgar?”tanya Auri yang sudah gatal ingin mengetahu penyebab galau tangan kanan suaminya. Padahal dulu pria itu tidak pernah seperti ini. Pasti ada yang membuat seorang Edgar terbebani.
__ADS_1
“Lyra selalu merawat Royce sejak pria itu diinap di rumah sakit.” Ucap Edgar dengan nada yang terdengar sangat frustasi. Auri tidak begitu terkejut karena dia sudah tahu hubungan kedua orang itu di masa lalu. Mungkin Edgar hanya salah paham dengan tindakan sahabatnya. Lebih bahayanya Royce juga salah paham dengan pelakuan Lyra saat ini. Masalah menjadi sangat rumit seperti ini.
“Lyra hanya ingin menjaga sahabat kecilnya saja. Jangan terlalu cemburu.: ucap Auri yang membuat wajah Edgar semakin buruk. Hal itu membuat Auri dan marcello bingung kenapa pria itu lebih frustasi.
“Aku tahu itu, tapi aku tidak bisa membiarkan Lyra hanya menatap Royce dan malah tidak memperdulikanku.” Ucap Edgar yang terlihat sangat frustasi. Dia sudah melakukan berbagai cara untuk mendekati wanita itu. Tapi selalu saja berakhir dengan penolakan. Belum saja dia mendapatkan hati wanita itu sudah datang penghalang baru. Kenapa hubungan asmaranya sesulit ini.
“Kalau begitu kamu harus pepet terus saja Lyra. Dia hanya wanita munafik yang lain mulut dan lain dihati.” Ucap mahlika yang baru saja datang untuk menjaga Auri. Marcello tidak bisa menjaga kekasihnya malam. Karena harus mengurus beberapa pekerjaan di dunia mafia. Dia dengan bulat memilih untuk mundur dari dunia itu. Semuanya akan digantikan oleh Oskar. Pria itu juga tidak akan berniat terlalu bercimpung di dunia gelap seperti sebelumnya.
“Apa yang diucapkan oleh mahlika benar, Lyra itu sangat menyukaimu. Dia hanya sedang menguji kamu saja.” Ucap Auri yang membuat wajah Edgar kembali segar. Sayangnya pria itu harus ikut dengan marcello. Dia harus menahan rasa rindunya hingga besok pagi.
“kenapa kamu malah menemaniku? Kamu tahu tindakanmu membuat Edgar uring-uringan. Aku bahkan selalu mendapatkan tatapan tajam darinya. Berhenti melakukan hal itu aku yang mendapatkan dampak lebih besar darimu.” Ucap Royce yang kesal dengan tingkah Lyra. Sedangkan pelakunya malah tertawa renyah yang membuat Royce terpesona. Sangat sulit untuk menghilang rasa suka pada wanita di samping.
Mungkin saat dia harus menghilang rasa suka Auri sangat mudah. Karena dia hanya tertarik dengan pembawaan dan fisik wanita itu. Tapi berbeda dengan Lyra. Dia menyukainya hampir seluruh yang dimiliki oleh wanita itu. Dia sudah mengenal Lyra bahkan melebih Edgar. Keduanya saling menguatkan saat kondisi buruk menghampiri mereka.
__ADS_1
Lyra adalah orang yang berada di sampingnya saat kedua orang tuannya memilih berpisah. Dia menenangkan Royce selama itu. Oleh karena itu keberadaan Lyra sangat berharga bagi pria itu. Apalagi saat dia tahu gadis kecilnya dinyatakan hilang. Royce sangat hancur. Dia seperti tidka mempunyai seseorang yang menjadi tempat bersandar.
Amaranya semakin besar saat tahu anak laki-laki yang sangat dicintai oleh Lyra kecil malah memilih menjali kasih dengan wanita lain. Dia tidak bisa menerima itu. Karena itu berniat membuat Edgar frustasi karena pilihannya. Hal itu terjadi, tapi dia menemukan fakta kalau hubungan Edgar dan Aura tidak pernah penuh cinta.
“Aku hanya ingin menenangkan hatiku Royce. Kamu tahu seberapa besar perasaanku pada pria itu. Tapi saat itu dia malah memilih wanita lain. Walaupun saat itu aku malah memilih diam dan membiarkan sahabatku sendiri berpacaran dengannya. Tentu saja masih ada luka yang tertinggal hingga saat ini.” Ucap Lyra dengan wajah sendunya. Makanan Royce sudah habis. Sekarnag wanita itu menunjukkan luka yang selama ini dipendamnya. Hal ini yang membuat Royce sangat ingin membuat Edgar menderita. Karena pria itu tidak tahu seberapa besar cinta wanita di sampingnya.
“Kalau kamu lelah, mungkin kamu bisa memilihku Lyra. Kamu tahu aku juga menaruh hati padamu.” Ucap Royce yang hanya dibalas dengan senyuman. Tentu saja Lyra tahu kalau pria yang sudah dianggap sebagai kakaknya ini menaruh hati padanya. Tapi hingga kapapun dia tidak bisa memandang Royce sebagai seorang pria. Pria itu sudah memiliki posisi lain di hatinya dan tidak dirubah hingga kapanpu.
“Kamu tahu jawabannya Royce, aku tidak ingin menyakitimu terus. Jadi mencobalah melupakannya.” Ucap Lyra yang membuat Royce tersenyum dingin. Apakah wanita itu tidak sadar kalau dulu dia memilih mempertahankan perasaannya. Saat tahu pria itu malah bersama wanita lain.
“kamu munafik Lyra, kamu memintaku melupakan perasaanku padamu. Tapi kamu tidak melakukan hal saat tahu akan ada luka mempertahan perasaanmu pada Edgar.” Ucap Royce yang membuat Lyra tertawa sedih pada dirinya sendiri. Dia sudah melakukan hal itu. Tapi hatinya tidak bisa melupakan Edgar dengan begitu mudah.
“Aku sudah melakukannya. Tapi pada akhirnya hatiku tahu rumahnya itu Edgar. Meskipun aku sudah tidak bisa lagi kembali ke rumahku itu.” Ucap Lyra dengan wajah mirisnya. Saat itu Edgar diam-diam mendengarkannya. Ada rasa senang dan bersalah yang menghinggapinya secara bersamaan. Ternyata dia sudah menorehkan banyak luka.
__ADS_1
“Ayo Edgar, biarkan wanitamu itu menenagkan hatinya.” Ajak marcello. Mereka memang berhenti sebentar di depan ruang inap Royce. Alasannya karena Edgar ingin melihat wanitanya sebelum pergi ke markas. Marcello tidak menolak permintaan sahabatnya. Karena dia mengerti perasaan pria itu saat ini.