Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 90


__ADS_3

Mahlika menatap handphonenya setiap 10 menit sekali. Dia sedang menunggu pesan dari kekasihnya. Tapi tidak kunjung ada pesan yang masuk. Biasanya Oskar selalu menghubunginya sebelum tidur. Entah kesibukan apa yang sedang pria itu lakukan hingga tidak mempunyai waktu hanya untuk mengerimkan pesan padanya.


Tanpa dia sadari, wanita itu sudah terbiasa dengan keberadaan pria yang selalu menemaninya beberapa hari ini. Oskar membuktikan kalau dia tidak hanya mengumbarkan janji dan kata-kata saja. Pria itu menunjukkan kalau dianya benar-benar memiliki perasaan pada mahlika.


Tapi kenapa hari ini, Oskar seperti menghilang di telan bumi. Sejak kekasihnya kembali ke kantor marcello siang tadi. Pria itu tidak lagi menghubunginya. Hal itu yang membuat perasaan mahlika sangat kacau malam. Sekarang dia tahu perasaan yang sering dirasakan oleh anak muda. Mahlika sedang galau karena kekasihnya tidak memberikan kabar sedikitpun padanya.


“Kamu sudah jatuh cinta pada Oskar?” tanya Auri yang entah sejak kapan sahabatnya sudah ada di kamarnya. Tapi dia tidak aneh dengan keberadaan Auri seperti jalangkung itu. Dia kembali menatap handphonenya yang hari ini sangat sepi  karena tidak satu pesan atau panggilan dari Oskar.


Padahal dulu dia tidak seperti saat ini. Handphonenya sudah terbiasa sepi. Kalaupun ada notifikasi itu dari sebuah akun promosi atau grup fans oppanya. Biasanya mahlika terbiasa dengan itu semua. Tapi sekarang dia malah sebal saat melihat pesan yang masuk malah dari sebuah akun promosi atau grupnya.


“Entahlah aku tidak merasa seperti itu.” Ucap Mahlika yang tidak berminat menatap wajah sahabatnya. Dia tidak sadar kalau sekarang sahabatnya itu sedang menahan amarah padanya. Mahlika terlalu sibuk dengan menatap hpnya yang masih belum ada pesan dari kekasih barunya itu.


“kamu sedang menunggu apa ?”tanya Auri yang sebenarnya tahu kalau sahabatnya sedang menunggu pesan dari kekasihnya.  Dasar sahabatnya itu terlalu gengsi untuk mengakui kalau dia sudah menyukainya.


“aku sedang menunggu pesan dari toko tempat aku beli survernir babang oppa.” Ucap Mahlika yang tidak berniat mengatakan fakta sebenarnya. Dia belum siap kalau Auri tahu tentang perasaan sebenarnya. Takut kalau perasaan itu hanya sebuah rasa nyaman saja karena sudah lama dia hanya bersama Auri saja.

__ADS_1


“Kamu tidak usah berbohong padaku. Jujur saja padaku. Sepertinya sekarang kamu jadi ahli dalam berbohongkan sahabatku.” Ucap Auri dengan suara dingin yang membuat mahlika langsung menatap wajah sahabatnya. Dia menyesal sudah melihat sahabatnya yang seperti siap menerkamnya saat ini. Dia tidak tahu alasan sahabatnya marah apakah karena dia tidak jujur tentang perasaannya pada Oskar.


“Aku sudah menyukai oskar.” Ucap Mahlika tapi tidak ada respon apapun. Auri masih mengeluarkan aura dingin dengan tatapan tajam yang diarahkan padanya. Sungguh saat ini sahabatnya sangat menyeramkan.


“Kenapa kamu menatap aku seperti itu?aku sudha jujur bukan.” Ucap mahlika yang sedikit terbata-bata karena takut melihat tatapan tajam yang dilemparkan oleh Auri.


“Ada satu hal yang kamu sembunyikan selama satu tahun ini bukan?”tanya auri yang membuat mahlika bingung. Rasanya dia tidak pernah berbohong. Mahlika sangat buruk dalam hal berbohong pada sahabatnya.


“Kamu tahukan kalau aku tidak bisa berbohong padamu.” Ucap Mahlika dengan tatapan seakan-akan dia tidak bersalah. Auri jengah melihat sahabatnya yang tidak sadar dengan kesalahannya. Dasar mahlika si pelupa ini. Padahal dia menikmati uang dari kakakku.


“Kamu ingat perjanjian yang sudah kamu buat dengan kakakku setahun lalu.” Ucap Auri yang membuat mahlika terkejut mendengarnya. Dia sekarang ingat perjanjian dengan kakak sahabatnya untuk mengawasi dan memberikan segara informasi pada Antara. Tidak sampai disitu saja dia juga harus memisahkan Auri dengan marcello. Sayang perintah itu gagal dia laksanakan karena sahabatnya yang sangat lengket dengan kekasihnya akhir-akhir ini.


Tidak hanya itu saja, Mahlika terlalu sibuk dengan kekasihnya. Jadi dia tidak ada minat lagi merecoki hubungan sahabatnya. Tidak masalah kalau dia tidak mendapatkan upah. Setidaknya dia sudah mendapatkan uang mukanya meskipun tidak besar dibandingkan jika dia berhasil melaksanakan tugasnya.


Mahlika sekarang sadar kalau dia sudah membuat kesalahan. Tapi dia bingung kenapa sahabatnya bisa tahu tentang perjanjiannya dengan Antara. Bukankah hanya dia dan kakak sahabatnya yang tahu. Jadi hanya satu orang yang membuka rahasia tentang perjanjiannya.

__ADS_1


“Sialan pria itu memang tidak bisa dipercaya. Dasar kak Antara, aku pastikan akan memberikannya pelajaran kalau Auri sampai merebut semua uangnya.” Ucap mahlika pada hatinya.


“Bukankah kamu samu sudah ingat tentang perjanjianmu itu. Jadi kamu sudah berkhianat dengan sahabatmu ini. Bukan hanya itu kamu menjadi mata-mata kakakku selama ini dan berniat memisahkanku dengan marcello. Sepertinya kamu tidak sadar seberapa banyak kesalahan yang sudah kamu lakukan akhir-akhir ini ya mahlika.” Ucap Auri pada sahabatnya yang membuat wajah mahlika pucat pasih. Dia tidak ingin mendengar kalimat selanjutnya dari mulut sahabatnya. Dia sudah menduga hukuman yang akan di dapatkannya. Padahal dia baru saja bisa bahagia karena memiliki uang banyak tanpa harus bekerja keras. Tapi semua itu akan menjadi semua angan -angan. Jika Auri mengambil seluruh uangnya.


“Kamu pasti sudah tahu hukuman yang tepat untuk pengkhianat sepertimu, mahlika.” Ucap Auri sambil berjalan mendekati Mahlika yang sekarang sudah berdiri di samping tempat tidurnya. Dia berjalan mundur menjauhi Auri.


“Kalau kita hitung sudah berapa kali kamu membuat kesalahan. Kalau di kalkulasikan denga utangmu, biaya hidup, listrik, air, dan kegagalan dalam setiap misi. Mungkin aku bisa kaya mendadak.” Ucap Auri yang membuat mahlika langsung berlutut di hadap sahabatnya. Sepertinya dia berniat memulai drama lagi.


“kalau aku jadi kamu, aku tidak akan melepaskannya.”Ucap seorang pria yang sudah berdiri di depan pintu dengan kedua tangan di lipat ke dada. Mahlika yang melihat pelaku dari masalah ini. Dia menatap tajam pada pria itu. Tapi pria itu malah membalas dengan senyuman.


“Sialan kamu Antara. Kita sudah berjanji untuk tidak mengatakan pada siapapun. Tapi kenapa kamu malah membongkarnya pada Auri.” Ucap mahlika pada Antara. Pria itu seperti tidak merasa bersalah karena sudah membongkar rahasianya pada sang adik. Dia malah senang melihat mahlika sedang bersujud di depan adiknya.


“Karena kamu tidak berhasil memisahkan Adikku dari marcello. Jadi aku tidak ada kewajiban untuk menjaga rahasia kita.” Ucap Antara yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari tiga orang.  Auri tidak habis pikir dengan kakkanya itu. Dia berniat memisahkannya dari marcello. Bukankah dia tidak tahu diri setelah menipu adiknya sendiri. Dia malah ingin menjauhkan kebahagian baru adiknya.


“Kamu tidak akan mengerti Auri.” Ucap Antara yang membuat mahlika tidak mengerti dengan kata-kata ambigu itu. Sedangkan marcello membuang nafas kasar. Dia sangat mengerti alasan sahabatnya melakukan hal itu padanya dan adiknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2