Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 82


__ADS_3

Auri mengecap kopi hitam yang dirinya pesan. Dia menatap pria di depannya dengan tatapan mengamati. Sebenarnya dia terkejut melihat Royce begitu akrab dengan Lyra. Sepertinya keduanya memiliki hubungan yang baik. Melihat perlakuan dan cara bicara Royce pada sahabatnya itu.


“Sepertinya anda mengenal sahabat saya, tuan Royce.” Ucap Auri yang mendapatkan anggukan kepala dari lawan bicaranya. Pria itu tersenyum tulus yang membuat perempuan di depannya tertegun.


“Dia adalah teman masa kecilku. Aku pikir dia telah tiada karena waktu dirinya diculik dan tidak bisa ditemukan. Setelah kematian kedua orang tuanya.” Jelas Royce sambil menatap kopi yang tadi diminumnya. Awalnya tatapannya sendu lalu beberapa saat berubah menjadi sebuah senyuman  yang lebar.


“aku sangat senang bisa bertemu dengannya lagi. Apa kabar dengan nona Auri? Kita sudah lama tidak bertemu ya.” Ucap Royce dengan ramah yang sekarang menatap wanita di depannya. Wanita muda yang sudah menjadi incarannya sejak pertemuan pertama mereka. Tapi Auri tidak semudah wanita yang ada di luar sana.


Ibarat barang, Auri adalah barang antik yang membutuhkan biaya yang cukup besar untuk bisa memperebutkannya. Tapi bukan dengan kekayaan yang bisa meluruhkan hatinya. Karena sejak awal wanita itu tidak terlihat tertarik dengan kekayaan. Hingga saat ini Royce masih belum bisa menemukan cara untuk meluruhkan hati wanita cantiknya.


Sayangnya dia malah dikalahkan oleh pria yang dibencinya. Kenapa Auri bisa berpacaran dengan marcello. Pria yang menjadi musuhnya di dunia gelap. Walaupun dia tidak pernah benar-benar menunjukkan diri di dunia mafia pada musuhnya itu. Tapi seingatnya marcello memiliki wanita dari dunia mafia. Bukankah hal itu bisa digunakannya untuk menghancurkan hubungan dengan Auri.


“Sebenarnya apa yang kamu ingin bicarakan denganku Royce?” tanya Auri pada intinya. Dia ingin segara kembali ke toko bungan Lyra. Auri tidak nyaman berduan dengan pria yang menyebabkan kematian adiknya. Karena saat ini dia sedang menahan dirinya. Agar pria itu tidak sadar rencana yang sudah dirancang Auri.


“Aku hanya ingin memberi tahu kalau marcello bukan pria yang baik. Kamu tidak semestinya bersama dengannya. Dia sudah memiliki wanita lain. Selain itu juga dia memiliki bisnis gelap.” Jelas Royce yang berharap Auri akan termakan ucapannya. Padahal wanita yang dimaksudnya adalah dirinya. Tentu saja dia juga tahu kalau kekasihnya memiliki bisnis gelap dalam penjualan senjata. Karena dia juga mengagumi semua peralatan yang dijual oleh kekasihnya.

__ADS_1


“Benarkah ?” tanya Auri dengan wajah seakan terkejut. Dia langsung menyesap lagi kopinya untuk menutupi senyuman yang muncul. Auri sudah menduga pria di depannya akan mencoba menjauhkannya dengan marcello.


“Iya, kamu harus percaya padaku.” Ucap Royce sambil menarik tangan Auri yang sedang menganggur. Sungguh dia ingin menepis tangan ini. Dia tidak suka bersentuhan dengan pria lain kecuali marcello.


Dia memang tidak pernah menyukai itu sejak dulu. Mungkin hanya marcello yang diizinkan oleh Auri bersentuhan dengannya selain keluarganya. Karena dia biasanya tidak suka sentuhan antara lawan jenis.


“Sebenarnya aku mendekatinya untuk mencari tahu pelaku pembunuhan adikku. Ada yang bilang orang yang melakukannya adalah marcello. Tapi aku tidak tahu motifnya dalam penyerangan dan pelecehan Aura.” Jelas Auri dengan wajah sedih.


Auri bisa melihat wajah gelisah dari pria di depannya. Saat dia mengatakan alasan dirinya bersama dengan  marcello. Tentu saja itu semua hanya kebohongan. Dia sudah tahu kalau pria di depanya adalah pembunuh adiknya.


“Aku baru tahu dengan kematian yang dialami oleh adikmu itu. Aku ikut berturut sedih dengan kepergiannya.” Ucap Royce pada Auri dengan wajah yang gugupnya. Sangat terlihat kalau dirinya sedang menyembunyikan sesuatu.


Air mata yang keluar dari matanya adalah sungguhan. Auri memang tidak membenuh rasa sedih yang menghinggapinya. Jika dia mengingat kondisi adiknya yang sangat menyedihkan. Sedangkan pria di depannya menatap Auri dengan tatapan yang sulit di jelaskan.


“Bagaimana kalau aku membantumu untuk membalaskan dendam dengan marcello?” tawar Royce pada Auri yang membuat sebuah senyuman tipis di wajah wanita cantik itu. Pria di depannya terpesona dengan kecantikan Auri. Dia mengakui kalau kecantikan wanita di depannya yang membuatnya jatuh cinta dan ingin memilikinya.

__ADS_1


“Kamu bisa membantuku, bagaimana caranya?” tanya Auri dengan semangat yang membara. Dia ingin tahu rencana apa yang diberikan oleh penjahat di depannya. Auri menduganya kalau pria di depannya sedang ingin menggunakannya untuk senjata menyakit marcello.


Tapi saat itu dia akan sedih kalau Auri yang menjadi senjata untuk menghancurkannya. Dia pikir Auri sebodoh itu untuk percaya dengan pria di depannya. Sejak awal saja dia tidak pernah menyukai Royce.


Apalagi saat dia tahuk kalau Royce berniat jahat pada sahabatnya. Tentu saja tidak ada lagi rasa respek pada pria di depannya. Dia lebih menyangi mahlika dari pada pria yang berada di depannya. Tidak ada rasa yang dimilikinya pada pria tampan tapi sangat licik ini.


“Kamu bisa lakukan dengan melukai marcello secara perlahan. Buat pria itu tergila-gila padamu dan tinggalkan pria itu saat dia sedang sangat mencintaimu.” Ucap Royce pada Auri yang membuat senyuman manis terbit di wajah wanita itu. Bukan karane dia suka dengan rencana yang disarankan oleh pria di depannya.


Auri tersenyum karena marcello memang sudah tergila-gila dengannya dan dia tidak berniat meninggalkan kekasihnya. Malah dia akan melakukan hal itu pada pria yang berada di depannya. Rencana yang dia sarankan akan jadi bumerang untukknya.


“Bagaimana kamu tertarik dengan rencanaku?” tanya Royce.


“Tentu saja Royce, rencanamu sangat jenius. Ternyata kamu tidak hanya tampan dan kaya saja. Tapi kamu juga sangat pintar dalam membuat rencana balas dendam.” Jelas Auri yang sebenarnya adalah sebuah sindiran pada pria di depannya. Tapi salah ditangkap oleh Royce yang berpikir sekarang dirinya sedang dipuji. Tidak apalah hal itu lebih bagus bukan.


“Kamu juga harus menghancurkan perusahaanya dan bisnis gelapnya. Aku akan membantu kamu untuk melakukan semua rencana itu.” Ucap Royce sambil mengelus tangan Auri. Dia senang karena wanita di depannya sudah termakan ucapannya. Tapi itu hanya dugaan pria itu.

__ADS_1


Sebenarnya Royce juga merasa bersalah pada Auri. Tentu saja dia tahu adiknya Auri yang dia jadikan alat untuk melukai Edgar. Tangan kanan marcello yang dia pikir akan terpuruk karena kepergian kekasihnya. Sayangnya rencananya gagal, pria itu masih baik-baik saja.


Dia memang tidak akan bisa mengatakan pada Aura kalau dirinya adalah dalang pembunuhan adiknya. Karena dia tidak ingin padangan buruk dari Auri. Dia sudah bertekat untuk memiliki wanita di depannnya. Selain menggunakannya untuk menghancurkan marcello.


__ADS_2