
Edgar melihat perbuatan dari sahabatnya pada orang yang telah membunuh Aura. Dia tidak terlalu banyak protes. Karena orang hak yang memberikan hukuman pada pembunuh kekasihnya itu adalah keluargnya. Mungkin sekarang Aura sudah tidak tepat dipanggil sebagai kekasihnya.
“Kamu tidak marah dengan pilihanku dan Auri?”tanya Antara pada Edgar yang dijawab dengan gelengan kepala. Setelah dia benar-benar bisa melepaskan rasa bersalah pada Aura. Perlahan dia bisa memaafkan Royce. Tidak ada lagi niat membunuhnya karena semua itu tidak akan mengembalika Aura padanya.
“Tidak, aku lebih memilih pilihanmu untuk membiarkannya hidup dengan rasa bersalah setiap harinya. Dia akan merasa sangat berhutang pada orang terdekat dari Aura.” Ucap Edgar yang menatap langit malam ini. Sangat indah tapi tidak untuk sahabatnya yang melihat kekasihnya terluka. Lucunya Auri masih bisa menggoda sahabatnya itu.
“Kamu tahu alasan Royce menyerang Aura?”tanya Antara pada sahaabatnya. Sebenanry dia tidak ingin memberi tahunya. Tapi hal ini harus diketahui apalagi dia sudah bertemu kemabli dengan wanita yang dincintainya sejak kecil.
“Karena marcello yang menyebabkan Rayce meninggal.” Ucap Edgar yang tidak sepenuhnya salah, tapi ada hal lain yang pria itu tidak diketahui. Mungkin hanya Auri dan dirinya sadar yang tahu tentnag alasan kebencian Royce pada Edgar.
“Itu hal yang membuatnya benci pada marcello. Tapi alasan dia membunuh Aura karena kamu malah memilih adikku saat kamu telah mencuri hatinya Lyra saat kecil. Royce memiliki perasaan pada gadis kecilmu. Dia tidak bisa menerima kamu malah merupakan Lyra.” Ucap Antara yang membuat Edgar terdiam. Dia tidak menyangkan kalau Royce memiliki perasaan pada Lyra. Dia tidak tahu hubungan apa yang dimiliki oleh Lyra denga Royce saat kecil.
“Kamu bisa mengetahuinya lebih banyak dari Lyra. Aku harus ke rumah sakit. Mungkin di sana kamu akan bertemu dengan Lyra. “ ucap Antara sambil menepuk bahu sahabatnya sebelum meninggalkan Edgar yang masih terdiam. Dia mencerna keadaan yang terjadi saat ini.
“Bagaimana bisa Lyra mengenal Royce?”gumam Edgar selama dalam perjalanan ke rumah sakit. Dia ingin membuktikan ucapan sahabatnya tentang gadis kecilnya.
Sedangkan bawahan Royce sudah sepenuhnya dikalahkan. Oskar pergi menuju rumah marcello untuk menjemput kekasihnya. Dia dan mahlika berniat melihat kondisi Auri.
__ADS_1
Sedangkan Auri berada di ruang operasi. Marcello terus menangis saat tadi dia melihat tubuh wanita itu kejang-kejang. Entah apa yang terjadi pada wanitanya. Tapi dia merasa ketakutan dengan kondisi Auri saat ini.
Antara tiba ke rumah sakit dan duduk di samping Marcello. Terlihat tidak ada wajah khawatir yang tergambar di wajah kakak Auri. Hal itu membuat Marcello kesal melihatnya.
“kamu tidak khawatir pada adikmu?”tanya Marcello yang tidak menyangka melihat wajah santai Antara.
“Tentu saja aku khawatir, tapi aku yakin adikku akan bertahan. Dia bukan wanita lemah. Apalagi dia sudah berjanji untuk bersamamu selama jika kamu menikah dengan Auri.” Sindir Antara pada marcello. Pria itu sekarang sedikit bisa tenang mengingat ucapan kekasihnya beberapa waktu lalu. Benar yang diucapakna sahabatnya kalau kekasihnya akan bertahan sesuai dengan janji yang diucapkannya.
“Aku tunggu kamu menjadi adik iparku. Tentu saja setelah kamu melakukan beberapa syarat yang aku berikan.” Ucap Antara yang mebuat marcello membuang nafas kasar. Dia tidak masalah untuk keluar dari dunia mafia. Hanya saja dia tidak yakin melakukan permintaan satu lagi.
“Kamu terlalu kejam padaku.” Ucap Marcello.
“Tunggu saja hadiahmu itu. Tapi aku tidak menanggung amarah Auri saat tahu kakaknya malah memoroti kekasihnya.” Ucap Marcello yang tidak diperdulikan oleh Antara. Dia hanya senang karena sebentar lagi mendapatkan sesuatu yang sudah dia idamkan sejak lama.
Sedangkan Lyra terkejut saat mendapatkan panggilan dari rumah sakit yang memberikan kondisi Royce. Walaupun dia sudah tahu kondisi Auri. Tapi dia lebih khawatir pada kondisi pria itu. Dia yakin kalau Auri pasti bisa melewati masa kritis. Tapi dia tidak yakin untuk Royce. Pria itu sudah tidak memiliki semangat hidup.
Dia ingat tadi malam saat bertemu dengan Royce. Pria itu menceritakan banyak hal sejak kepergiannya. Tentu saja Lyra percaya karena dia tidak melihat kebohonga dari matanya. Selain itu Lyra sangat mengenal pria itu. Karena itu dia tidak membenarkan maupun menyalahkan tindakan pria itu.
__ADS_1
Edgar, Oskar, dan mahlika datang bersamaan. Mahlika langsung berlari menuju sahabat wanitanya dengan bercucuran air mata. Dia tidak menyangka kondisi sahabatnya dalam bahaya.
Antara menatap mahlika sesaat hingga marcello menepuknya. Hanya marcello yang sadar itu, sedangkan Oskar masih mencoba menenangkan kekasinya yang sedang bersedih. Ada luka yang terbuka melihat kedua orang itu. Antara yang sudah lama mencoba untuk menyembuhkan luka wanita itu. Tapi pada akhirnya dia tidak mendapatkan hatinya.
“Lupakanlah, wanita tidak hanya dia di dunia ini.” Ucap marcello dengan santai yang mendapatkan tatapan tajam dari Antara. Sahabatnya bisa dengan mudah mengatakan hal itu. Tapi kalau dia berada di posisinya pasti berbeda jawaban pria itu.
“Bagaimana kalau Auri pada posisi mahlika dan Kamu dalam posisiku? Apakah kamu bisa mengatakan itu?” tanya Antara dengan sinis. Tentu saja Marcello tidka akan membiarkan wanitanya dengan pria lain. Bukankah kondisi mereka jelas berbeda.
“Aku tidak mungkin berada di posisimu. Karena sejak awal aku menyatakan perasaanku. Tidak sepertimu yang menyembunyikannya. Jadi terima saja nasibmu itu.” Ucap Marcello dengan santai yang tidak sadar kata-katanya melukai hati sahabatnya. Tapi hal itu memang benar. Antara terlalu takut mendapatkan penolakan. Karena itu dia memilih untuk memendam dan berharap wanita itu menyadari keberadaanya.
“Dasar calon adik ipar laknat.” Umpat Antara yang tidak dihiraukan. Karena saat itu dokter keluar dari ruang operasi. Marcello memilih mendekati dokter dibandingkan berdebat dengan sahabatnya itu.
“Bagaimana kondisi kekasih saya?”tanya Marcello dengan wajah cemas.
“Luka di kakinya tidak begitu parah. Tapi peluru di bagian kanannya menggores paru-parunya. Beruntungnya nona Auri segera di bawa ke rumah sakit. Jadi kami bisa memberikan penangan akibat tembakan itu. Mungkin beberapa minggu kedepan tidak boleh banyak bergerak selain itu kita harus melakukan observasi untuk kondisi luka gores yang lumayan besar. Pasien sebentar lagi akan dibawa ke dalam kamar inap setelah merewati masa krisisnya.” Jelas dokter yang membuat mereka sedikit berbahagia karena Auri untuk kedua kalinya bisa bertahan.
“Apakah disini ada keluarga pasien tuan Royce?”tanya dokter yang langsung dijawab oleh Layra. Hal itu membuat mereka terkejut mendengarnya.
__ADS_1
“Saya menjadi wali tuan Royce.” Ucap Lyra yang membuat Edgar teringat penjelasan Antara beberapa saat lalu. Sebenarnya apa hubungan kedua orang itu.
“Sebenarnya luka Royce lebih parah karena pelurunya hampir saja merobek arterinya. Beruntungnya lukany langsung di tangani. Jadi kita hanya perlu melakukan observasi untuk keadaan tuan Royce. Pasiennya juga sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang inap.” Jelas dokter yang dianggukan oleh Lyra yang tersenyum lega. Hal itu membuat Edgar menatap tajam. Wanita itu tidak pernah tersenyum seperti sejak pertemuan mereka lagi. Dia tidak akan membiarkan Royce itu merebut Lyra darinya.