Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 30 : Pacar Aura


__ADS_3

Marcello terus mengawasi kegiatan Auri. Edgar berdiri di samping atasanya yang sedang menatap ke layar komputer. Dia tidak habis pikir dengan kegiatan atasannya seharian ini. Bahkan banyak pekerjaan yang terbengkalai karena kegiatan baru marcello yaitu menonton Auri dari cctv kamar.


Setelah beberapa saat marcello uring-uringan karena seorang penjaga yang menyentuh Auri. Sekarang atasannya berlari ke luar dari ruang kerja saat melihat niat gila yang dilakukan oleh Auri.


Kamar Auri memang berada di lantai 2 tapi tingginya tidaklah pendek. Sedangkan Auri masih keadaan yang sangat lemah. Apalagi gadis itu hanya mengandalkan kain seprai sebagai tali.


Kenapa kakak pacarnya senekat ini. Rasanya Aura tidak pernah melakukan kegiatan yang membahayakannya. Mungkin hal ini yang membuat marcello terlihat sangat cocok dengan Auri pikir Edgar.


Sekarang Edgar merasa menyesal mengikuti marcello. Sekarang atasanya sang ketua mafia melakukan adegan romantis yang sering muncul di cerita picisan. Tapi adegan romantis di depannya hancur saat marcello berteriak pada Auri.


Auri menatap langit kamar yang beraroma kayu manis. Dia duga parfum ini berasal dari pria di samping yang sedang menatapnya seperti siap memakannya. Rencana penyelamatan dirinya untuk kedua kalinya gagal.


“Jangan menatapku seperti itu.” Ucap Auri yang sama sekali tidak melihat pria di sampingnya.


“kamu sangat ingin kabur dari rumah ini?” tanya marcello dengan nada yang lembut membuat Auri sedikit terkejut.


Walaupun selama dirinya tinggal di sini marcello tidak pernah berkata kasar. Hanya teriakan atau suara lembut yang marcello tunjukkan. Dia seperti tidak melihat marcello yang diceritakan oleh sang sahabat.


“pertanyaan yang sudah kamu tahu jawabannya.” Ucap Auri sinis.


“hahahha kamu benar, tapi aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari rumah ini.”


“karena aku sudah membuat masalah denganmu. Ayolah benda yang aku curi saja salah.”


“Tapi kamu sudah membuat harga diri seorang ketua mafia yang sangat disegani hancur karena kediamannya bisa disusupi oleh seorang gadis kecil.”


“Aku bukan gadis kecil lagi.” Protes Auri yang tanpa sadar mengembangkan pipinya karena kesal. Marcello seperti kak Antara yang mengatakan kalau dirinya adalah gadis kecil.


“kamu memang gadis kecil yang sangat handal mencuri.” Ucap marcello yang membuat Auri sedikit tersinggung. Dia merasa seperti orang yang memiliki penyakit suka mencuri barang orang lain.


Dan kamu mencuri hati aku malam itu gadis kecil. Sekarang aku akui kalau kamu sudah membuat seorang marcello berubah.


“Kenapa kamu tidak memberikan hukuman pada pencuri itu?” tanya Auri.

__ADS_1


“Aku sedang memberikan hukuman dengan tidak bisa keluar dari rumah ini.”


“hukumanmu memang membuatku tersiksa. Bagaimana kalau kamu menunda hukumanmu?” tanya Auri yang sekarang menatap wajah marcello di sampingnya.


Lucunya marcello malah tersipu malu karena ditatap oleh gadis kecilnya. Dia langsung menatap langit kamarnya. Beruntungnya kamarnya dalam kondisi gelap sehingga Auri tidak akan menyadari kalau kedua pipinya bersemu merah.


“kenapa aku harus menunda hukumanmu?” tannya marcello.


Sungguh marcello ingin bertanya banyak hal pada gadis di sampingnya. Banyak rahasia yang disembunyikan oleh gadis kecil ini. Selain alasan Auri masuk kedunia yang sangat berbahaya untuknya. Kapan saja nyawa Auri bisa saja terambil karena tugas yang dikerjakannya.


“aku harus menyelesaikan satu hal.”


“apa itu?”tanya marcello yang sekarang saling menatap satu sama lain.


Marcello meneliti gadis yang baru saja menginjak usia 24 tahun. Auristela  Amizah Alaksana, gadis yang tanpa sadar sudah mencuri hati seorang ketua mafia yang tidak pernah percaya dengan hal seperti itu. Seorang pria yang tidak pernah mau berdekatan dengan wanita bahkan jika seorang wanita menyentuhnya dia tidak segan-segan memberikan kematian sebagai hukumannya. Tapi setelah bertemu Auri, seorang marcello sangat ingin bersentuhan dengan gadis itu. Menggandeng tangannya atau memeluk tubuh mungil yang menyimpan banyak misteri.


“Alasan pribadi yang harus aku selesaikan.” Ucap Auri yang tidak berniat untuk menceritakan tujuannya masuk ke dunia hitam.


“aku ingin menemukan pelaku pembunuhan adikku Aurastela maizah Alaksana.” Ucap Auri yang membuat marcello terdiam.


Aura adalah adik dari Auri sekaligus pacar dari sahabatnya. Selama satu tahu ini dirinya juga membantu Edgar untuk mencari pelaku pembunuhan Aura. Marcello sadar kematian Aura ada sangkut pautnya dengan musuh mereka di dunia mafia.


Alasan marcello berpikir seperti itu karena seluruh pengawal yang dikirimkan Edgar untuk mengawasi pacarnya telah mati dengan mengenaskan. Sekarang marcello tahu cara untuk memastikan gadis kecil itu berada di sekitarnya dan tidak pernah kabur dari pantauannya. Selain itu juga mewujudkan keinginann Auri maupun sang sahabat Edgar.


“Bagaimana kalau kita bekerja sama nona Auri?” tawar marcello dengan senyuman yang misterius.


Marcello merubah posisi tidurnya menjadi duduk. Auri melakukan hal yang sama. Sekarang Auri membutuhkan penjelasan dari ucapan pria di sampingnya. Apa maksud tawaran dari pria itu.


“Apa maksud anda tuan marcello?” tanya Auri bersamaan dengan tatapan tajam yang mengarah pada marcello.


Tapi marcello sama sekali tidak takut dengan tatapan Auri. Dia malah merasa gemas dengan tatapan gadis kecilnya. Sangat lucu pikirnya.


“Aku juga sedang mencari pelaku pembunuhan adikmu.”

__ADS_1


“Buat apa kamu melakukan hal itu?” tanya Auri.


Auri sedikit terkejut seorang ketua mafia mencari pelaku pembunuhan adiknya. Ada hubungan apa hingga seorang ketua mafia mencari hal yang tidak ada kaitannya dengannya.


Marcello yang sadar ketidak mengertian Auri. Tentu sedikit sulit menjelaskan alasan dia juga mencari pelaku pembunuh Aura. Tapi hanya dengan kerja sama ini dia bisa dekat dan melindungi Auri.


“Sepertinya kita harus bertemu dengan alasan aku ikut dengan mencari pembunuh Aura.” Ucap marcello.


Dia berdiri dan mengangkat tubuh Auri yang membuat wanita itu terkejut.


“hey turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri.”


“Sudahlah diam jangan banyak protes. Terlalu lama kalau menunggu kamu berjala. Kamu seperti kura-kura kalau berjalan dalam keadaan pincang.”


“HEY APA MAKSUD KAMU ?” teriak Auri yang membuat telinga marcello mendenging kencang.


“jangan berteriak di dekat telingaku. Kamu ingin aku tidak bisa mendengar.” Ucap marcello yang membuat Auri merasa bersalah.


“maaf.”


“Sudahlah.” Ucap marcello.


Marcello berjalan menuju ke ruang kerjanya. Keduanya tidak ada yang kembali bersuara seterah protes marcello. Saat mereka masuk terdapat Edgar yang sedang bekerja dengan laptop marcello.


“Edgar ada yang harus kita bicarakan dengan gadis kecil ini.” Ucap marcello sambil meletakkan badan Auri di salah satu sofa di samping marcello.


Edgar duduk di hadapan Auri dan marcello. Dia tidak tahu hal apa yang akan dibicarakan oleh atasannya. Sepertinya ada hubungan dengan dirinya.


“Dia alasan aku mencari pembunuh Edgar.” Tunjuk marcello pada tangan kanannya.


Sekarang Edgar paham pembicaraan marcello dengan Auri. Pada akhirnya dia harus memberi tahu hubungannya dengan Aura. Walaupun ada rasa sedikit tidak enak saat Auri tahu kalau dia adalah pacar sang adik.


“saya adalah pacar dari Aura, adik kembar anda.” Ucap Edgar yang membuat Auri terdiam.

__ADS_1


__ADS_2