
Setelah Marcello mengucapkan beberapa kata untuk menyambut tamu dan mengumumkan hubungannya dengan wanita yang dicintainya. Mereka langsung turun dari podium. Mahlika berjalan mendekati kekasihnya. Tidak lupa tatapan tajam diarahkan pada Marcello.
“Apa kamu natap aku begitu?” tanya marcello sebal pada sahabat kekasihnya. Dia sudah memperkirakan kalau mahlika berniat menarik Auri. Karena itu dia langsung merangkul Auri yang membuat wanita tertawa kecil. Dia tahu kalau kedua orang itu sudah mulai mengibarkan bendara perang.
“Bagaimana bisa anda tidak melamar sahabat saya tapi malah mengumumkan kalau mereka sudah bertunangan. Sepertinya anda terlalu takut kalau Auri menolakkan tuan marcello.” Sindir Mahlika yang sangat tepat pada hati Marcello. Pria itu kesal karena tidak bisa membantah perkataan mahlika. Semua yang dikatakan wanita muda di depanya itu semua benar.
“Tapi Auri menerima lamaranku tadi jadi jangan usik hubunganku dengan Auri.” Ucap Marcello yang langsung membawa Auri menjauh dari mahlika.
Sedangkan mahlika menatap sebal dengan marcello. Dia akan membalas pria itu nanti. Lihat saja akan dia buat marcello mengigit jari nanti.
“Sudahlah, kamu jangan suka menggangu sahabatmu yang sedang berduaan dengan tuan Marcello.” Ucap Oskar yang malah mendapatkan cubitan dari Mahlika. Wanita itu kesal mendengar penuturan pria di sampingnya. Bukannya mendukung dia malah menasehatinya.
“Dasar bawahan marcello.” Ucap Mahlika yang langsung meninggalkan pria yang sedang merasakan kesakitan karena cubbitan mau wanita itu. Oskar langsung menyusul untuk mengikuti Mahlika. Dia memiliki tugas untuk mengamankan keadaan Mahlika. Selain dia ingin berdekatan dengan wanita itu.
Marcello dan Auri yang baru saja berbincang denagn beberapa kolagen pria itu. Mereka memilih untuk berjalan menuju salaah satu meja. Tentu Auri sedang menunggu kedatangan targetnya itu.
“Marcello aku lihat tidak ada keluargamu.” Ucap Auri pada Marcello yang dibalaskan dengan senyum merekah di wajah pria itu.
“Keluargaku tidak suka pesta. Sejak ayah melepaskan posisinya , Beliau sudah tidak ingin lagi datang ke pesta macam begini. Selain itu Ibu juga malas harus memasang muka ramah pada setiap orang.” Jelas Mahlika yang membuat Auri ber O ria.
__ADS_1
“Aku akan kenalkanmu pada keluargaku saat semua rencana kita selesai. Bersamaan kamu bertemu dengan keluargamu jugakan?” tanya Marcello yang dijawab anggukan kepala.
Auri kembali sibuk dengan makanan ringan di depannya. Sedangkan marcello sibuk dengan menatapi kekasihnya. Dia tidak pernah bosan melakukan itu.
Saat itu Royce berjalan mendekati mereka. Senyum Auri merekah di wajah saat melihat targetnya mendekatinya. Sedangkan marcello mengerti dengan tatapan dari kekasihnya. Dia harus berjaga jika pria itu kurang ajar pada Auri. Sudah dipastikan Marcello tidak akan mengikuti rencana Auri lagi. Dia akan langsung menangkap royce dan menyiksanya.
“Auri.” Panggil Royce.
“Royce.” Panggil balik Auri yang seakan-akan dia terkejut dengan keberadaan pria itu.
“Aku tidak menduga akan bertemu di sini.” Ucap Royce pada wanita di depannya.
“Aku memindahkan kantor pusat di negara ini karena aku berniat untuk memperluaskan perusahaanku.” Jelas Royce yang tidak izin langsung duduk di samping Auri. Hal itu membuat Marcello sebal karena pria itu sama sekali tidak menganggapnya. Dasar pria itu terlihat jelas kalau dia tertarik dengan Auri.
“hallo tuan Marcello. Maaf saya baru menyapa anda. Semua itu karena saya terlalu terpesona dengan kecantikan nona ini.” Ucap Royce yang membuat marcello harus menahan kesal. Beruntungnya Auri langsung memegang tangan Marcello di bawah meja. Hal itu membuat pria itu bisa sedikit mengkontrol amarahnya.
“Tidak apa-apa tuan Royce. Apakabar anda? Aku tidak menduga kalau anda mengenal tunangan saya.” Ucap marcello yang sekarang membuat Royce kesal. Dia tidak suka saat Marcello memanggil Auri sebagai tunangan. Karena harusnya yang menjadi tunangan adalah dirinya bukan pria yang menjadi musuhnya ini.
Dia tidak menduga kalau Auri akan menjadi milik Marcello. Kalau tahu seperti ini sejak lama dia harusnya memaksa Auri menjadi miliknya. Royce berjanji akan merebut Auri dari Marcello.
__ADS_1
“nona Auri adalah sahabat dari adik tiri saya. Oh ya nona Auri saya tidak menyangka kalau adik saya bersamamu. Dia sudah lama kabur dari rumah. Terima kasih anda selama ini sudah menjaga adik nakal saya.” Ucap Royce yang mengungkit Mahlika. Tentu saja maksudnya adalah memberikan peringatan padan Auri. Karena beberapa tahun lalu Auri seakan tidak tahu keberadaan adiknya. Ternyata kehilangan Mahlika ada sangkut paut dengan wanita yang disukainya.
“Ah aku juga baru bertemu dengan mahlika. Aku tidak menyangka dia menjadi kekasih dari bawahan Marcello. Iyakan sayang?” tanya Auri yang membuat marcello gembira karena dipanggil sayang apalagi di depan rival cintanya. Tentu saja hal itu menunjukkan seberapa tinggi posisinya di mata Auri.
“Tentu saja sayang, aku juga baru sadar kalau kekasihnya bawahanku adalah sahabatmu sayang.” Ucap Marcello dengan diakhiri kecupan di pipinya yang membuat wajah Auri memerah. Royce marah melihat interaksi keduanya. Dia tidak pernah bisa membuat Auri berekspresi seperti saat ini.
Royce sangat iri dan marah melihat keduanya. Dia tidak ikhlas melihat Auri menjadi milik marcello. Karena sejak awal Auri sudah menjadi obsesinya. Dia pastikan kalau Auri hanya akan menjadi miliknya seorang tidak akan membiarkan Marcello memilikinya.
“Kalau begitu saya permisi dulu nona Auri dan tuan marcello. Saya berniat menemui adik saya. Kami sudah lama tidak bertemu. Saya sangat rindu dengan adik tiri saya itu.” Ucap Royce sebelum meninggalkan meja tempat Auri dan marcello duduk.
“cih adik yang kamu rindukanmu.” Umpat Auri saat Royce sudah agak jauh dari mereka. Sedangkan Marcello gemas dengan wajah kekasihnya yang harus menahan kesal tadi saat ada Royce.
“Aku senang kamu memanggilku sayang.” Ucap Marcello yang membuat Auri memutar matanya jengah. Dia bukan tidak suka tapi rasanya malu kalau haru memanggil pria itu dengan seperti itu. Bukankah hal itu menunjukkan kalau dia seperti sangat tergila-gila pada Marcello. Walaupun Auri mengakui kalau mencintai pria yang duduk di sampingnya ini.
“Aku tidak suka.” Ucap Auri yang tidak membuat seorang marcello.
Dia tahu kalau kekasihnya terlalu gengsi untuk memanggilnya seperti itu. Auri adalah wanita yang sangat jual mahal. Tapi marcello malah suka dengan hal itu. Karena itu membuatnya selalu berusaha mengejar Auri dan memastikan tidak ada pria lain menggantikan posisinya.
“Mahlika.” Panggil Royce pada adik tirinya.
__ADS_1
Sedangkan mahlika yang mendenagr panggilan dari pria yang selama ini di hindarinya. Tubuhnya langsung bergetar hebat. Untungnya ada Oskar yang berada di sampingnya dan langsung menggandeng tangannya. Perlahan Mahlika bisa mengendalikan dirinya. Dia tidak ingin terlihat lemah di depan orang yang sudah menghancurkan keluarganya. Selain itu mahlika bersyukur dengan keberadaan pria yang ebrada di sampingnya saat ini.