Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 130


__ADS_3

Kedua pria saling melemparkan tatapan tajam. Mereka adalah Alan dan marcello yang sekarang sedang duduk di salah satu kursi yang disediakan oleh Lyra untuk para pelanggan. Entah kenapa tiba-tiba atmosfir di toko bunga milik sahabat dari Auri berubah sangat tidak nyaman.


Sayangnya wanita yang menjadi penyebab peruabahan suasana ini malah tidak menyadari. Tentu saja Lyra yang sebagai pemilik tempat ini sudah bisa melihat akan terjadi peperangan. Sebenarnya dia tidak habis pikir dengan sahabatnya yang malah membiarkan kedua pria itu berada dalam meja yang sama.


Sedangkan Auri pergi ke dalam rumahnya untuk membuat minuman. Lyra hanya duduk di meja kasir sambil mengawasi kedua pria itu. Dia tidak ingin toko bungannya menjadi tempat kedua pria itu beradu kekuatan. Apalagi melihat wajah marcello yang tidak bisa dikataan baik-baik saja. Dia sampai mengirimkan pesan pada kekasihnya.


My Lovely Edgar


Sayang, kemarilah. Sepertinya bosmu itu sebentar lagi akan membuat tokoku hancur.


My Honey Ara


Kenapa sayang? Tadi aku melihat marcello baik-baik saja. Walaupun dia tiba-tiba ingin menjemput istrinya itu.


My Lovely Edgar.


Ada teman laki-laki Auri datang ke tokoku. Dia terlihat memiliki hubungan yang baik dengan Auri. Tuan marcello tidak suka hal itu. Makanya aku berpikir toko bungaku akan dalam bahaya.


My Honey Ara


Benarkah? Aku akan datang sebentar lagi. Sepertinya menarik melihat tuan marcello cemburu.


Lyra malas membalas pesan kekasihnya. Bisa-bisanya Edgar malah senang melihat atasannya itu cemburu. Masalahnya sekarang tokonya menjadi pertaruhan. Kalau pria itu sampai lepas kendali yang menyebabkan toko ini hancur. Dia tidak tahu lagi cara mencari uang untuk bisa bertahan hidup.

__ADS_1


“Siapa kamu?”tanya marcello dengan kedua tanganya di simpan di dadanya. Tatapannya sangat tajam seperti ingin menguliti pria di depannya. Sayangnya hal itu tidak membuat Alan takut. Dia malah membalas tatapan tajam dari suami sahabat wanitany itu.


“Aku Alan, sahabat kecil Auri.” Ucap Alan dengan nada yang terdengar sombong. Bagaimana dia bisa lupa dengan sosok sahabat dari wanitannya.


Marcello sudah mengamati istrinya sejak lama. Dia hampir mengetahui orang-ornag di sekitar Auri. Tanpa diketahui oleh istrinya. Hanya Antara yang tahu hobi gila dari sahabatnya. Oleh karena itu Antara mengatakan tidak ingin menjadikan Marcello adik iparnya.


Walaupun akhirnya harapan dari Antara tidak terjadi. Dibandingkan pria lain yang mengejar adiknya. Sahabatnya ini lebih baik dan dia tahu juga seberapa besar cinta seorang marcello pada Auri adiknya itu.


Meskipun Marcello hanya beberapa kali bertemu dengan Auri saat kecil. Tapi dia sudah menaruh perhatian besar pada Auri. Bahkan saat tahu adiknya menghilang, marcello yang meminta ayahnya untuk membantu mencari keberadaan Auri. Walaupun hal itu tidak membantu di akhirnya.


Auri selamat dengan tangannya sendiri dan atas bantuan dari pria di depannya. Hal itu membuat Marcello kesal kalau harus mengingatnya. Rasanya dia tidak terima pria ini memberikan kenangan yang cukup besar diingat istrinya.


“Aku harap kamu menjauh dari istriku.” Peringatan Marcello yang membuat Alan tidak bisa menahan tawannya. Tentu saja dia tidak ingin menghindari Auri. Meskipun wanita itu sudah menjadi istri pria lain.


“Kamu bercanda? Aku tidak akan menghindari Auriku.” Ucap Alan yang membuat marcello tidak bisa menahan amarahnya. Dia menendang meja di depannya yang membuat itu terguling. Sedangkan Alan tidak bergerak sama sekali. Dia masih santai seakan amarah dari marcello tidak membuat pria itu takut.


Alan tidak takut dengan amarah dari marcello. Tapi ada satu orang yang sedang bergetar melihat adegan beberapa saat lalu. Seperti duaganya tokonya dalama bahaya. Orang itu adalah Lyra yang sekarang memilih menemui sahabat menyebalkannya itu.


“Auri.” Teriak Lyra yang membuat Auri membalikkan badannya langsung. Dia baru saja selesai menyeduh dua cangkir kopi dan mengambil beberapa kudapan.


“Ada apa Lyra? Kamu tidak perlu berteriak bukan.” Ucap Auri yang baru saja mau keluar dari dapur sahabatnya.


“Kamu harus membawa kedua pria itu dari tokoku. Suamimu itu dengan tidak tahu dirinya menendang mejaku. Dia sepertinya tidak akan memiliki hubungan baik dengan sahabat masa kecilmu itu.” Ucap Lyra pada sahabatnya yang tidak begitu mendengarkan ucapannya itu. Dia dengan santainya meninggalkan Lyra.

__ADS_1


“Auri.”


“Apa Lyra?” kamu jadi suka berteriak saat bersama Edgar. Apakah kekasihmu itu mengajarkanmu untuk berteriak.” Ucap Auri dengan wajah kesalnya. Sedangkan Lyra menatap sebal pada sahabatnya. Harusnya dia yang marah bukan.


“Suamimu itu mengamuk tahu?”ucap Lyra.


“Lalu?”tanya Auri dengan wajah datarnya. Tentu saja sudah memperkirakan hal ini akan terjadi. Melihat suaminya yang muncul seperti jalangkung saja sudah mendugannya. Kalau suaminya itu akan mengamuk walaupun tidak dihadapannya.


“aku hanya menanggapinya dengan seperti itu?”tanya Lyra.


“Lyra tenanglah, jika tokomu hancur akibar marcello. Kamu bisa meminta ganti rugi pada suamiku itu. Kamu lupa seberapa kaya marcello.” Ucap sombong Auri yang membuat Lyra ingin sekali menenggelamkannya di rawa yang penuh dengan lumpur.


“Aku tahu suamimu kaya tapi berhenti mengatakan hal itu. Kamu terlihat menyebalkan saat ini Auri.” Ucap Lyra yang membuat senyuman di wajah Auri. Dia sama sekali tersingung dengan perkataan sahabatnya itu.


Tiba-tiba terdengar suara pecah dari toko Lyra. Lyra langsung berlari dan terdiam melihat tokonya sudah tidak serapih sebelumnya. Wajah kedua pria yang tadi terlihat sangat tampan dan menawan. Sudah berubah dengan beberapa memar di wajahnya.


Lebih tepatnya wajah Alan sekarang sudah penuh memar. Sedangkan Marcello hanya bibirnya saja yang sobek. Hingga darahnya mengalir sedikit saja. Jadi bisa dilihat dengan jelas siapa pemenang dari pentepuran ini.


Beberapa saat kemudian Edgar datang dengan wajah penuh khawatir. Pria itu sempat melihat isi cctv yang membuat atasannya marah. Ternyata orang yang membuat atasannya marah adalah sahabat dari istrinya. Sebagai orang yang bertugas mencarikan informasi untuk tuannya. Dia sangat tahu seberapa besar ketidak sukaan marcello pada sosok Alan yang sudah membatu Auri menjadi seperti saat ini.


Dia saja kalau berada di posisi Marcello akan merasa cemburu. Apalagi auri terlihat pernah memiliki perasaan pada sahabatnya itu. Tidak ada pria yang tidak cemburu ketika keadaannya seperti ini. Tapi Edgar cukup salut dengan sikap Auri. Wanita itu tidak berniat membela kedua pria itu. Hanya menikmati tontonan di depannya itu.


“Edgar bantu aku untuk memisahkan keduanya.” Perintah Auri yang langsung dilaksanakan oleh pria itu. Meskipun dia harus mendapatkan pukulan keras dari kedua pria itu. Tapi dia tahu seberapa besar amarah yang ditahan oleh nyonya itu.

__ADS_1


“Kalian saat ini seperti anak kecil. Aku tidak menyangka dua orang pembisnis bisa berkelakukan seperti ini. Sebenarnya apa yang membuat kalian melakukan hal ini.” Ucap Auri yang membuat Edgar dan Lyra menatapa tidak percaya pada Auri. Apakah wanita ini sedang berpura-pura tidak tahu penyebab kedua pembisnis ini bertarung seperti anak kecil saja. Tidak seperti pembawaan mereka yang terkenal sangat berwiba.


__ADS_2