Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 89


__ADS_3

Suasana ruang kerja Marcello menjadi sangat menegangkan saat Auri menenujukkan wajah serius saat menatap kakaknya. Antara sudah menduga kalau adiknya tahu rencananya selama ini. Tapi dia tidak berniat untuk meminta maaf pada Auri. Dia tidak menyasali untuk menyembunyikan rahasia dari adiknya.


“kakak tidak ingin menjelaskan yang selama ini disembunyikan dariku?”tanya Auri dengan tatapan tajam pada kakaknya. Sedangkan orang yang ditatap malah dengan santai menikmati secangkir kopi. Hal itu membuat Auri kesal dan marah melihat sikap kakaknya yang seperti tidak berniat menjelaskan padanya.


“Kamu sudah tahu semua dari marcello bukan? Jadi tidak ada lagi yang perlu kakakmu ini jelaskan padamu.” Ucap Antara yang membuat marcello ikut kesal. Sikap sahabatnya inilah yang membuat keduanya jarang akur. Walaupun mereka berdua sahabat.


Antara adalah pria yang terlalu suka menyembunyikan semuanya untuknya sendiri. Dia seperti malaikat tapi berhati iblis. Terlalu banyak topeng yang digunakan oleh Antara. Mungkin kekasihnya tidak tahu seberapa berbahaya kakaknya. Meskipun dia tidak seperti marcello yang memiliki kelompok mafia dan berbisnis di dunia hitam


Namun keberadaan sahabatnya ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia memang hanya pembisnis biasa yang suka menggunakan uangnya untuk menghancurkan orang lain. Tapi pria itu memiliki satu kelompok yang dirahasiakan selama dan hanya diketahui oleh marcello.


Kelompok yang memiliki tugas untuk mencari segala informasi di dunia ini dari bisnis, politik hingga dunia mafia. Hal itu membuat seorang Antara ditakuti bagi orang yang tahu seberapa berbahayanya. Dia akan dengan muda mendapatkan kejahatan seseorang. Tidak hanya itu dia juga bisa menghancurkan sebuah perusahaan besar dalam hitungan menit saja.


“Kakak, aku tidak suka dengan sikapmu yang seperti ini. Jelaskan atau aku benar-benar menghancurkan kelompok informa kakak.” Peringatan Auri yang membuat pria yang memiliki usia sama dengan marcello membuang nafas kasar. Adiknya memang sangat pintar dalam mengancam orang lain. Tentu saja dia takut dengan tindakan adiknya. Karena sebagai kekuasaan kelompoknya berada di tangan adiknya itu. Walaupun dia tidak tahu masih ada kelompok lagi yang tidak diberi tahukan padnaya.


“Aku sudah tahu Royce adalah pelakunya sejak satu minggu kematian Aura. Saat itu aku berniat untuk menghancurkan Royce hingga dia menginginkan kematiannya sendiri. Tapi saat itu kamu malah ingin mencari orang itu sendiri.” Ucap Antara sambil menatap adiknya yang duduk di samping sahabatnya. Dia menatap tajam pada marcello karena dia dengan berani merangkul adiknya di depannya.

__ADS_1


Sayangnya orang itu tidak peduli dengan tatapan sahabatnya. Malahan dia semakin menjadi dalam menunjukkan kemesraan dengan Auri. Antara sangat ingin mematahkan tangan sahabatnya itu. Tapi melihat adiknya yang sama sekali tidak memperdulika perlakuan kekasihnya membuat Antara hanya bisa diam dengan wajah kesalnya.


Marcello tersenyum mengejek sahabatnya. Dia senang membuat seorang Antara yang terkanal bisa mengontrol emosinya itu marah seperti saat ini. Tak apa sesekali dia membuat sahabatnya itu marah. Walaupun bayarannya akan menyulitkannya dalam mendapatkan restu dari kakak kekasihnya. Tapi dia masih punya Auri yang pintar membuat kakaknya itu tidak berkutik.


“kalau kakak sudah tahu lama kenapa tidak langsung memberi tahuku waktu itu juga. Aku jadi tidak usah melakukan hal sia-sia selama satu tahun ini.” Ucap Auri dengan suara dinginnya. Dia tidak habis pikir dengan kakaknya sendiri.


“Kalau aku memberitahukanmu saat itu. Kamu pasti langsung mendantangi Royce tanpa tahu seberapa berbahaya pria itu. Meskipun dia menaruh hati padamu. Dia tidka pernah baik pada siapapun yang menghalangi jalannya.” Jelas Antara pada adiknya yang membuat Auri kesal. Dia mengerti maksud kakaknya. Jika satu tahun lalu dia langsung mendatangi Royce. Mungkin dia akan berakhir sama dengan adiknya. Apalagi dia membantu menyembunyikan mahlika dari pria itu.


“Selama satu tahun ini aku membantu sahabatmu itu untuk menyelamatkan perusahaanya. Karena itu dia bekerja di bawah pengawasanku langsung.” Ucap Antara yang membuat Auri semakin marah saja. Ternyata sahabatnya adalah bawahan kakaknya. Dia tidak akan membiarkan begitu saja. Auri pastikan akan memberikan hukuman pada mahlika yang selama ini menipunya.


“Kamu tahu mahlika itu meminta bayaran yang besar untuk menjadi mata-mataku dalam mengawasimu. Tapi dia malah gagal dalam menyelamatkanmu dari marcello itu.” Ucap Antara dengan wajah kesal.


“jangan bilang kakak yang menyuruh mahlika untuk menjauhkan aku dari marcello?”tanya Auri yang langsung dianggukan kepala.


Terlihat wajah wanita itu yang sudah tidak lagi bisa menahan kesal pada sahabatnya. Dia berdiri dari posisi duduknya dan langsung meninggalkan ruang kerja marcello tanpa berpamitan terlebih dahulu.

__ADS_1


Marcello merasa akan terjadi keributans setelah ini. Selalu saja sahabatnya membawa keributan saat tiba ke rumahnya. Dia bahkan sudah bosan melihatnya. Dulu Antara selalu membuat Edgar dan Oskar bertengkar saat pria itu sampai. Dasar otak sahabatnya pintar dalam menghasut orang lain dalam membuat keributan.


“Bisakah kamu tidak membawa masalah ke rumahku Antara. Aku sudah bosan dengan kebiasaanmu selama ini .” ucap marcello dengan wajah lelahnya. Sedangkan orang yang menjadi sumber masalah malah tersenyum bangga. Dia suka saat melihat wajah sahabatnya seperti saat ini. Bukankah sebuah kesenangan saat melihat orang lain menderita.


“Bukankah kamu rindu dengan keributan yang ada di rumah yang sangat tenang seperti kuburan. Rumahmu harus dibuat sedikit lebih meriah saat kedatang aku.” Ucap Antara pada marcello yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari sahabatnya. Tapi bantal itu tidak mengenai wajah tampannya. Dia dengan mudah menangkap bantal itu.


“Berapa lama lagi rencanamu itu akan dilaksanakan? Aku sudah geram dengan si Royce itu.” Ucap marcello dengan wajah marahnya.


“mungkin beberapa hari lagi, aku akan memberikan kebahagian pada pria itu dahulu sebelum merasakan neraka dunia yang dibuat olehku. Bukankah aku sangat baik.” Ucap Antara yang membuat wajah Marcello semakin buruk.


“Baik kamu pikir dengan menggunakan kekasihku untuk menghibur pria gila itu.” Sindir Marcello.


“Kamu ternyata sadar juga. Bagaimanapun royce adalah adik dari sahabat kita marcello. Kita harus memberikannya sedikit bahagia karena Auri walaupun hanya beberapa hari saja.” Ucap Antara yang kembali menyesap kopinya.


“Kamu tahu hal itu lebih bahaya jika Royce menyadarinya. Kamu ingin membahayakan Auriku.” Ucap Marcello dengan suara yang mulai meningkat.

__ADS_1


“Kamu pikir aku akan membiarkan adikku dalam keadaan bahaya hanya untuk memberikan hukuman pada pria itu. Aku sudah membuat rencana secara matang. Jadi kamu hanya perlu ikuti saja.” Ucap Antara yang langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan Marcello.


“aku merasakan rencanamu tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar Antara.” Gumam marcello sebelum pria ikut keluar dari ruang kerjanya.


__ADS_2