Pencuri Hati Ketua Mafia

Pencuri Hati Ketua Mafia
Chapter 83


__ADS_3

Sebenarnya Auri menatap malas pada pria di depannya, tapi dia coba tahan untuk waktu lebih lama lagi. Pasti ada yang ingin pria itu tanyakan padanya berhubungan dengan sahabatnya. Karena alasan dia bertemu pasti karena itu.


“Kenapa kamu tidak menceritakan kalau adikku masih hidup hingga hari ini Auri?”Ucap Royce dengan wajah sedih yang dibuatnya. Tapi Auri tidak akan mudah percaya. Sayangnya dia tidak baik dalam berakting sepertinya. Mungkin pria di depannya harus sering berlatih dengan adik tirinya yang sangat pintar bersandiwara.


“Aku pikir kamu sudah mengetahuinya Royce, Mahlika bilang dia sedang ingin menangkan diri padaku. Kemarin dia datang karena kekasihnya adalaha bawahan marcello. Aku juga terkejut dengan kedatangannya.” Ucap Auri dengan wajah yang ikut sedih juga. Kalau dia pikir Auri tidak bisa bersandiwara sepertinya. Semua itu salah, setelah mahlika. Aurilah orang paling handal dalam menipu perasaan orang lain.


Mungkin hanya Lyra saja dari ketiga orang wanita itu tidak bisa melakukannya. Wanita itu terlalu jujur dan baik dibandingkan dua sahabatnya yang sangat jauh dari kata baik. Hanya saja sahabatnya Auri satu itu handal dalam menyembunyikan perasaanya di depan orang lain. Mungkin hanya Auri dan Mahlika yang bisa menyadarinya.


“Kamu sekarang tahu tempat mahlika tinggal? Aku belum melepas rindu denganya, selain itu ayah juga merindukan mahlika. Ayah sakit-sakitan setelah tahu tentang meninggalnya mahlika.” Jelas Royce pada Auri yang sambil kembali memegang tangannya. Huh dia sungguh ingin menepis tangan pria ini. Kalau dia tidak sedang mencoba mengorek sesuatu darinya. Apa dia tidak sadar kalau Auri tidak menyukainya.


“Aku tidak tahu Royce, mungkin dia bersama dengan oskar. Mereka berdua sudah menjadi sepasang kekasih.”Ucap Auri sambil menarik tangannya dari Royce. Dia segera memegang cangkir berisi kopi. Agar pria itu tidak menyadari penolakannya.


Royce membuang nafas kasar. Siapa yang tidak tahu dengan Oskar. Bawahan marcello selain Edgar yang sangat setia pada tuannya itu. Kedua orang yang berada di samping marcello tidak bisa dipandang sebelah mata.


Bisa dikatakan kalau mereka lebih menyeramkan dibandingkan majikannya. Karena mereka tidak akan membiarkan orang lain menyentuh tuannya. Sebuah hukuman yang menyakitkan yang mengikuti orang itu.


Dia tidak bisa mendekati mahlika kalau di sisinya adalah Oskar. Pria yang memiliki perawakan badan besar dengan wajah yang tidak kalah dingin seperti tuannya. Tidak hanya itu saja, dia terkenal sebagai orang yang selalu membersihkan musuh tuannya. Dia tidak bisa langsung menunjukkan taring di depan pria itu atau semua rencanya akan terbongkar.

__ADS_1


“Tidak bisakah kamu membantuku untuk bertemu dengan mahlik, Auri?  Aku sungguh membutuhkan bantuanmu.” Ucap Royce dengan wajah yang memohon pada wanita di depannya. Ini adalah kesempatan emas untuk bisa menggali pria di depannya.


“Aku bisa membantumu, tapi kamu bisa memberikan bantuan untukku bukan?” tanya Auri pada Royce.


“Apapun yang kamu butuhkan akan aku coba lakukan.” Ucap Royce membuat senyum merekah di wajahnya. Targetnya sudah menggigit umpannya dengan baik. Dia sudah masuk ke dalam  kurungnya. Hanya perlu memerasnya lebih lagi.


“Aku merasa bekerja di toko bunga tidak memberikan banyak uang. Apakah aku boleh bekerja bersamamu sebagai sekretaris.” Ucap Auri yang membuat pria itu senang mendengarnya. Karena dia bisa bertemu dengan wanita incarannya setiap hari. Bukankah hal itu memudahkannya untuk mengendalikan Auri untuk menghancurkan marcello.


“Tentu saja Auri.” Ucap Royce yang membuat Auri kembali tersenyum senang. Sekarang dia hanya butuh beberapa langkah untuk menghancurkan pria bodoh di depannya.


Ternyata Royce sama seperti pria yang bertebaran di luar sana. Dia terlalu mudah dibodohi. Tidak seperti kekasihnya yang lebih cerdik. Royce kamu harusnya tidak membiarkan tikus masuk ke dalam perusahaanmu. Karena setelah Royce membiarkannya hanya akan ada kehancuran yang mengikutinya.


“Kamu sudah bisa bekerja mulai dari besok Auri, sebelum itu aku boleh meminta no teleponmu.”ucap Royce sambil memberikan handphonenya pada Auri. Dia langsung memasukkan no hpnya yang ke dalam handphone pria itu.


“Aku akan menghubungi kamu kembali Auri, Aku berharap kamu memikirkan saranku tentang kekasihmu itu.” Ucap Royce sebelum Auri pergi meninggalkan pria itu.


“Tentu saja.” Ucap Auri sebelum meninggalkannya. Setelah itu perubahan wajahnya sangat kontras. Dari wajah penuh senyuman dan ramah berubah menjadi dingin dan penuh amarah. Terlihat dari tangannya yang mengepal keras.

__ADS_1


Dia masuk ke dalam toko bunga dengan perasaan yang tidak benar-benar baik. Lyra tidak berniat bertanya tentang pembicaraan auri dengan teman masa kecil. Kenapa dunia ini sangat kecil sekali. Pria yang membunuh sahabatnya adalah sahabat masa kecilnya.


Roy yang dikenal oleh Lyra adalah anak laki-laki baik hati. Dia bahkan tidak pernah berani melukai seekor serangga. Tapi semua itu mungkin hanya menjadi masa lalu saja untuk keduanya. Sekarang pria itu berubah menjadi monster jahat.


“Takdir ini memang sangat sulit di tebak.” Gumam Lyra yang sedang merapihkan beberapa tangkai bunga. Hari ini toko terlihat sepi setelah Auri pergi ke kedai cofe. Para pelanggannya tidak begitu banyak yang datang karena mereka berpikir kalau roy adalah kekasih wanita yang mereka kejar.


“Ya kamu benar, takdir ini memang sulit ditebak. Bahkan saat aku menemukanmu kembali Rara.”ucap seorang pria yang berada di belakang Lyra. Wanita itu terkeju mendengar suara yang sangat familiar. Karena tidak hati-hati saat membalikkan badannya. Lyra hampir saja jatuh jika tidak ada tangan yang menyanggah pinggangnya saat ini.


“kalian bisa tidak bermesraan dihadapan kita.” Ucap marcello yang berada tidak jauh dari mereka. Edgar tidak datang sendiri. Dia pergi dengan kedua pria yang ingin bertemu kekasih mereka juga.


“Benar, kaliankan belum memiliki hubungan apa-apa.” Ucap Oskar yang tidak kalah sinis. Kedua pria itu sedang sebal karena tidak menemukan wanita mereka.


Setelah melihat kedatangan Royce ke toko bunga Lyra. Ketiga pria itu langsung pergi menuju tempat ini. Tentang rapat yang harusnya mereka lakukan. Berakhir dengan ditundanya rapat itu. Karena sang tokoh utamanya tidak ingin pergi sebelum bertemu dengan kekasihnya. Orang itu adalah marcello, selain itu juga Edgar ingin bertanya pada Lyra.


“Auri dimana?”


“Mahhlika dimana?” tanya mereka berdua bersamaa pada Lyra.

__ADS_1


Lyra lalu langsung melepaskan tangan Edgar saat dia sudah berdiri dengan baik. Tentu saja ada perasaan tidak nyaman karena dalam posisi seperti tadi. Dia langsung menunjuk pintu penghubung dengan rumahnya. Kedua pria itu langsung meninggalkan Lyra dan Edgar begitu saja tanpa berniat mengucapkan sepatah dua patah kata saja. Dasar kedua pria itu terlalu bucin dengan kedua sahabatnya yang ajaib itu.


__ADS_2