
Edgar menatap langit yang mulai berubah warna. Dia masih di root top, mencoba mencerna ucapana marcello yang beberapa saat lalu meninggalkannya. Dia tidak menyangka sahabatnya akan mengingatkan pada gadis kecil yang menjadi cinta pertamanya di masa lalu.
Gadis kecil yang selama ini dicarinya sebelum bertemu dengan Aura. Padahal dulu dia hanya menganggap hubungannya dengan Aura tidak akan membuatnya melupakan gadis kecilnya. Nyatanya dirinya merupakannya.
“Kamu sedang menungguku benarkah itu?” gumam Edgar.
Marcello tidak memberitahunya tentang keberadaan gadis kecilnya. Dia hanya disuruh untuk lebih sadar dengan orang disekelilingnya saja. Mungkin ada orang yang Edgar tidak sadari selama ini. Gadis kecilnya ada dekatnya tapi dia tidak bisa menyadarinya
Flashback
“Lupakan Aura sekarang Edgar, Aku tahu kalau kamu pada Aura bukan benar-benar mencintainya. Kamu merasa bersalah karena membuat adik Auri meninggal.” Ucap Marcello.
Marcello sangat mengerti sahabatnya. Mungkin orang lain bisa ditipu oleh Edgar. Tidak akan ada yang tahu kalau Edgar tidak benar-benar mencintai Aura. Dia hanya merasa bersalah karena menyebabkan Aura meninggalkan dunia ini selamanya.
Penyesalan yang berujung sebuah rantai yang mengikat hidupnya. Edgar menjadi gelap mata dan tidak bisa membedakan perasaannya. Pria merasa bersalah karena tidak mencintai Aura tapi gadis itu meninggal karenanya.
“Apa maksudmu marcello? Aku sangat mencintai Aura.” Ucap Edgar lirih.
Sebenarnya Edgar juga belum paham dengan hatinya. Dia memang merasakan rasa nyaman jika berada di sisi Aura. Tapi semua itu karena gadis itu seperti gadis kecilnya yang merupakan cinta pertamanya. Gadis kecil yang meninggalkannya dengan sebuah perasaan dan janji.
“Kamu tidak usah membohongimu, Selain itu Auri pasti tahu kalau kamu tidak benar-benar mencintai Aura. Gadisku bukan orang bodoh yang tidak bisa menyadari hal seperti itu.”Ucap marcello sambil menginjak putung rokok yang dibuangnya.
__ADS_1
Selama ini marcello membiarkan sahabatnya berlarut pada rasa bersalahnya. Tapi sekarang dia tidak mungkin membiarkan Edgar mengorbankan hidupnya untuk membalas kesalahan pada Aura. Sahabatnya mungkin merasa bersalah karena hingga akhir dia juga tidak bisa memberikan seluruh hatinya.
“Edgar carilah kebahagianmu sebenarnya. Aura pasti akan senang saat kamu bahagia. Dia mungkin sudah sadar kalau kamu mencintai wanita lain bukan?” ucap Marcello yang membuat Edgar mulai menangis.
Apa yang diucapkan oleh marcello memang benar. Kekasihnya itu tahu kalau hatinya milik wanita lain. Tapi Aura selalu mencoba untuk membuat hati Edgar luruh. Semua usahanya hampir saja berhasil. Saat hati sudah menemukan rasa nyaman. Edgar juga sudah bertekad untuk menjadikan Aura wanita yang akan menemaninya selamanya.
Hingga akhir usaha Aura belum cukup untuk menyingkarkan perasaanya pada gadis kecilnya. Aura gagal tapi gadis itu tidak putus semangat. Dia masih tersenyum dan memperlakukan Edgar dengan baik hingga akhir.
“Kalau orang yang tepat disalahkan atas kematian Aura. Orang yang tepat itu adalah aku Edgar jadi jangan terus tenggelam di ruang gelapmu yang berisi rasa bersalah pada Aura.” Ucap marcello sebelum meninggalkan Edgar. Mungkin sahabatnya membutuhkan waktu untuk menenagkan pikirannya dan memastikan hatinya selama ini.
End Flashback.
Marcello masuk ke dalam ruang inap Auri. Ternyata kekasihnya sendirian di dalam ruang inap. Marcello merasa bersalah karena telah meninggalkan Auri sendirian.
“Maaf karena aku meninggalkanmu sendiri sayang.” Ucap marcello sambil berjalan menuju kursi yang berada di samping tempat tidur Auri.
Auri menggelengkan kepala. Pria di depannya tidak bersalah sama sekali. Orang yang bersalah adalah dirinya karena sudah mengatakan perkatan yang menandakan kalau Auri akan pergi dari marcello suatu hari. Walaupun dia juga tidak bisa memprediksi berapa lama dirinya hidup di dunia ini.
“Kamu tidak salah marcello. Aku yang harus meminta maaf padamu. Maaf marcello tentang perkataanku yang lalu. Aku hanya ingin Edgar tidak berlarut dalam rasa bersalah. Aura tidak akan menyukai hal itu.” Ucap Auri pada kekasihnya.
Marcello memegang tangan Auri yang tidak terhubung dengan inpus. Dia mengelus tangan kekasihnya. Sekarang dia juga sadar kalau perkataan kekasihnya beberapa saat lalu hanya untuk membuat Edgar sadar. Marcellolah yang terlalu mudah marah.
__ADS_1
“Aku terlalu mudah terpancing, maaf Auri.” Ucap Marcello dengan diakhiri sebuah kecupan pada punggung tangan Auri.
“Kamu tahu bukan ada wanita lain yang sedang menantinya. Tapi dia mengatakan akan mundur sekarang. Karena dia tidak bisa bertahan menahan luka itu. “ ucap Auri sambil mengingat perkataan sahabatnya yang beberapa waktu meninggalkannya setelah mengatakan niatnya.
“Dia selalu saja lambat dalam bertindak.” Umpat Marcello pada Edgar.
Pria itu selalu saja lambat dalam memahami situasi di sekelilingnya. Walaupun Edgar adalah asisten terbaiknya. Tapi urusan perasaan asistennya hanya orang bodoh yang selalu saja telat melakukan sesuatu.
“Dia akan menyesal.” Ucap Marcello.
“Ya itu sudah pasti, Tapi aku mendukung tindakan yang dilakukannya. Biarlah Edgar mendapatkan sedikit hukuman. Dia bisa-bisanya tidak sadar dengan wanita yang selalu mencintainya selama ini. “ucap Auri.
“Kamu benar sayang, Biarlah Edgar sekarang mengejar wanitanya.” Ucap marcello yang kembali mengecup tangan Auri.
Auri menatap pria di sampingnya yang sedang memainkan tangannya. Sesekali pria itu memberikan kecupan pada tangannya. Entah apa yang membuat kekasihnya gemas dengan jari-jarinya.
“Auri bisa kamu ceritakan hubungan Royce dengan mahlika? Aku masih belum menyangka royce sejahat itu. Aku sangat mengenal kakak kembar Royce. Rayce adalah pria yang sangat baik. Dia juga yang menderikan kelompok mafia Black Knife yang digunakannya untuk menyelamatkan orang-orang dari penjualan manusia. Sayangnya belum berjalan 2 tahun, Rayce harus berakhir di tangan musuh kita. Pada akhirnya aku harus menggantikan Rayce atas permintaanya sebelum dirinya menghembuskan nafas terakhir.” Jelas Marcello.
Marcello sangat ingat awal kelompok mafia itu dibuat. Dulu kelompok mafia black knife belum sekuat dan sebesar sekarang. Saat itu Rayce menjadi ketua mafia karena marcello menolak saat sahabatnya menyuruhnya.
Setelah kematian Rayce, marcello berjanji untuk membuat kelompok mafianya menjadi kuat dan tidak terkalahkan. Dia juga mulai melakukan bisnis senjata untuk memperkuat finansial kelompoknya. Tapi Marcello tidak pernah melakukan perdagangan manusia maupun obat-obatan terlarang.
__ADS_1
“Ceritanya sangat panjang marcello. Satu hal yang aku tahu adalah Royce adalah saudara tiri mahlika. Ibu Royce menikah dengan ayah mahlika saat istrinya sedang terbaring di rumah sakit karena kakernya. Saat itu ayah mahlika menyatakan kalau dirinya ingin bercerai. Mahlika yang saat itu hanya seorang anak remaja yang belum mengerti apapun. Dia tidak tahu kalau ayahnya melepaskan ibunya dan tidak ingin membiayai lagi pengobatan ibunya.” Jelas Auri yang membuat marcello terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka kalau sahabat kekasihnya adalah saudara tiri dari seorang Royce.