
Mahlika menatap kesal pada pria yang sedang berdiri di depannya. Pria itu tersenyum melihat wajah kesal mahlika. Orang itu adalah Oskar, pria yang beberapa minggu lalu hampir saja membuat mahlika kecelakaan.
“Ternyata kamu bekerja di sini.” Ucap Oskar
“Kamu ngapain disini?” tanya mahlika dengan wajah dinginnya.
Mahlika tidak menyangka akan bertemu dengan pria yang membuatnya gagal menyelamatkan sahabatnya. Dia masih menyimpan amarah pada Oskar. Tapi mahlika tidak tahu kalau oskar sengaja melakukanya waktu itu.
“Aku datang untuk meminta ganti rugi.” Ucap Oskar dengan senyum manis.
Oskar sudah menanti saat ini. Beberapa minggu wanita di depannya hanya menghabiskan waktunya di apartement. Jadi Oskar harus bersabar untuk tidak menemui mahlika.
Sebenarnya Oskar sudah tahu mengenai mahlika. Tidak sulit untuknya mencari tahu mahlika. Apalagi wanita ini selalu melakukan kesalahan dalam melakukan peretasan. Tanpa mahlika sadari Oskar selalu membantunya saat Auri tidak ada di sampingnya.
Oskar sebegitu tertariknya pada mahlika. Wanita yang sejak pertemuan pertama sudah memberikan kesan tersendiri bagi Oskar. Wanita yang berbeda dari wanita kebanyakan. Kalau wanita diluar sana akan terpesona dengan dirinya. Tapi semua itu seperti tidak berpengaruh pada wanita di depannya.
“Kamu gila, minta ganti rugai. Harusnya aku yang meminta ganti rugi.” Ucap mahlika yang suarany sedikit naik.
Hal itu membuat beberapa pelanggan menatap mahlika. Lyra hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya. Mahlika tidak sadar kalau suaranya sudah membuat pelanggan tokonya tidak nyaman.
Ternyata bukan hanya suara mahlika saja. Auri yang datang dengan wajah kesal sampai tidak sadar sudah menutup pintu dengan sangat keras. Hal itu membuat mahlika menatap bingung pada Auri.
Bruk
“Kamu kenapa Auri?” tanya Lyra.
Auri tidak menjawab pertanyaan Lyra. Wanita itu berjalan menuju ke dalam rumah Lyra. Tidak lama dari kepergian Auri, datang marcello yang membuat para pelanggan wanita terpesona padanya. Tapi marcello hanya fokus mencari keberadaan gadis kecilnya.
Marcello sedikit khawatir saat Auri mengendarai mobil dengan ugal-ugalan. Dia takut Auri mengalami kecelakaan. Tidak berserang lama Auri keluar dengan jaket hitamnya melekat pada badannya dan helm fullface hitamnya. Auri melempar kunci mobil Lyra pada pemiliknya.
Mahlika yang tahu kalau Auri akan pergi. Langsung mengejar Auri, Oskar dan marcello saling melemparkan tatapannya. Mereka berdua terkejut tidak menyangka akan bertemu di tempat yang sama.
“Auri aku ikut.” Ucap mahlika yang langsung mengambil helm dan jaketnya yang disimpan di gudang.
__ADS_1
Auri terus berjalan. Mahlika mengikutinya. Oskar dan marcello langsung mengejar kedua wanita itu. Tapi mereka telat dan kedua wanita itu sudah melajukan motor mereka.
Oskar dan Marcello masuk kedalam mobil yang dibawa oleh marcello. Marcello melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar tidak kehilangan kedua wanita itu.
“Kamu sedang apa datang ke toko Auri?” tanya marcello yang masih fokus menatap motor yang dikendarai oleh Auri.
Kedua wanita itu sepertinya sedang melakukan balapan. Karena Auri dan mahlika saling menyusul. Bahkan Oskar masih belum menjawab pertanyaan bossnya karena terkejut dengan keahlian mahlika.
Dia tidak tahu kalau mahlika juga bisa menggunakan motor sport seperti Auri. Bahkan keahliannya dalam mengendarai motor itu sangat menakjubkan. Marcello menatap khawatir pada Auri yang mengendarai motor dengan ugal-ugalan. Sangat sulit untuk mengejar motor yang beberapa kali menyelip mobil di depannya.
“Sial.” Umpat marcello saat sebuah truck menahan mobilnya.
“Kamu belum menjawab pertanyaanku Oskar?” tanya marcello.
“Aku hanya datang menemui sahabat nona Auri.” Ucap Oskar yang sedih karena motor mahlika sudah tidak terlihat di depannya.
“Coba kamu cari keberadaan dua wanita itu lewat cctv.” Ucap marcello yang sekarang mengendarai mobil dengan santai.
“Mereka sepertinya pergi ke daerah timur. Keduanya keluar dari kota ini.” Ucap Oskar.
Marcello melajukan mobilnya seperti arahan Oskar. Dia tidak akan membiarkan gadis kecilnya pergi terlalu jauh darinya. Apalagi Auri mengendarai motor dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Tuan, nona Auri dihadang oleh tiga mobil.” Ucap oskar dengan wajah pucat.
“Sialan. Kamu hubungi Edgar suruh dia menyusul.” Ucap marcello yang menambahk kecepatannya. Dia khawatir sesuatu terjadi pada gadis kecilnya.
Auri dan mahlika memang sering menguji kemampuan mereka dalam mengendarai kendaraan beroda dua. Auri memang sangat jago dalam berbagai hal tapi kemampuan bermotor, mahlika lebih baik dari sahabatnya.
Beberapa kali mahlika dengan muda menyusul Auri. Hal itu yang membuat Auri kesal karena dia selalu kalah dengan sahabatnya jika beruhubungan balapan.
Saat Auri dan mahlika sedang asik melakukan balapan sebuah mobil tiba-tiba memalang jalan mereka. Beruntungnya Auri dan mahlika mereka bisa berhenti tepat di depan mobil itu.
Ternyata tidak hanya satu mobil, Dua mobil muncul dari arah belakangnya. Auri dan mahlika sadar kalau mereka dalam bahaya. Apalagi sebuah senapan mengarah pada Auri.
__ADS_1
“Mahlika kita harus kabur.” Ucap Auri.
“Seperti biasa Auri.” Ucap mahlika dengan senyum misterius.
Jika dalam keadaan biasa mahlika yang bergidig takut menatap senyum Auri. Sekarang Auri yang ketakutan melihat senyum mahlika. Dia sudah tahu kalau ada rencana gila yang akan dilakukan sahabatnya. Seharusnya tadi pagi Auri tidak mengizinkan mahlika saat merengek ingin membawa motornya.
Motor yang dipakai mahlika meloncati mobil. Semua orang yang ada di tempat itu terkejut dengan hal gila mahlika. Auri akhirnya melakukan yang dilakukan sahabatnya. Karena tidak ada cara lain. Setelah itu mahlika dan Auri mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan Oskar terkejut melihat kegilaan wanita yang sudah mencuri hatinya. Marcello bingung dengan eskpresi dari tangan kanannya di dunia mafia.
“wanita itu benar-benar gila.” Ucap Oskar.
“Apa yang terjadi?”
“kedua wanita itu meloncati mobil di depannya. Mereka sedang berjalan menuju arah kita. Ketiga mobil itu kembali mengikuti Auri dan mahlika.”jelas Oskar yang membuat Marcello terdiam.
Dia sepertinya harus mengunci Auri agar wanita itu tidak melakukan hal bahaya. Bagaimana bisa wanita itu meloncati mobil dengan motornya. Bagaimana kalau dia melakukan kesalahan yang membuatnya nyawanya.
“Oskar kita akan menghancurkan ketiga mobil itu.” Ucap marcello yang langsung dianggukkan.
Marcello mengambil pistol kesayangannya yang berada di pinggir jok mobilnya. Oskar sudah bersiap untuk menembak ketiga mobil yang mengejar Auri dan mahlika.
Beberapa saat Auri dan mahlika melewati mobil mereka. Oskar dan marcello langsung menembak ban dari ketiga mobil. Ketiga mobil kehilangan kendali. Saling bertabrakan dan jatuh ke dalam jurang.
Marcello memutar mobilnya dan mengejar motor Auri dan Mahlika yang sudah di tahan oleh Edgar dan bawahannya. Motor Auri dan mahlika berhenti saat melihat Edgar sudah berdiri di depan mobil yang memalang jalan. Dia memang diberikan tugas untuk menahan Auri.
Marcello turun dari mobilnya. Dia langsung menarik kunci motor Auri tanpa wanita itu sadari. Belum juga Auri mencerna sesuatu yang terjadi. Tubuh mahlika diangkut oleh marcello dari motor.
“Edgar urus motornya.” Ucap marcello sambil melempar kunci motorny milik Auri.
“hey lepaskanku.”
“Tidak akan pernah.”
__ADS_1